
" Istirahat dulu " Nova mengaguk lalu mendudukkan bokong nya di kursi taman.
Seperti biasanya Setiap pagi Nova akan berjalan memutari masion besar itu dan beberapa hari ini Edward juga meluangkan waktunya untuk menemani sang istri sebelum berangkat keperusahan .
" Tuan " Pelayan menyodorkan sebotol minuman pada Edward.
" Mau minum " Nova mengaguk ,Edward pun mengambil botol dari tangan pelayan yang sejak tadi bersama mereka .
" Masih mau lanjut atau sudah " Tanya Edward menutup kembali botol minumnya lalu memberikan pada pelayan.
" Abang ada urusan penting di kantor " Edward menggeleng , kalaupun ada dia akan mengatakan tidak " Sedikit lagi tidak papa kan, habis itu sudah " Edward mengangguk membantu Nova berdiri .
" Bantu Bunda iya ,jangan nakal di dalam " Ucap Edward sambil mengelus perut besar Istri nya .
" CK, Bunda " Edward dan Nova menatap ke sumber suara .
" Pergi atau Abang sendiri yang menyeret mu " Ucap Edward tegas .
" Abang lah tuh, menyebalkan " Cibirnya lalu meninggalkan sepasang suami istri itu .
" Anak itu makin kurang ajar " Ucap Edward .
" Sudah ,Erland hanya bercanda " Ucap Nova lembut .
" Kenapa kamu terus membelanya, apa kamu juga menyukai nya " Tanya Edward menatap tajam ke arah istri nya .
" Terserah Abang mau berpikiran apa ?? Ayo nanti Abang telat ke perusahaan " Lidah Edward berdecak kesal lalu kembali melanjutkan langkahnya .
" Sudah selesai " Tanya Elvi saat keduanya sudah berada di pintu masuk rumah utama .
" Iya Oma " Jawab Nova .
" Abang kenapa " Edward hanya menatap sekilas ke arah Elvi lalu melanjutkan langkahnya .
" Heeiii istri ku bertanya padamu sialan " Umpat Henry kesal .
" Jangan ganggu Abang Opa, urus saja cucu bungsu mu itu jangan sampai aku membuatnya mati hari ini " Jawabnya tanpa membalikkan badannya .
" Maaf Oma ,Opa " Ucap Nova Tersenyum .
" Urus suamimu yang posesif itu " Ucap Henry ketus .
" Kaca ,Opa juga begitu " Henry langsung terdiam menatap kesal ke arah cucu nya yang bahkan dia tidak menatap ke arahnya .
" Ayo " Elvi menarik tangan Henry sebelum suaminya meledak .
Di dalam kamar Edward dan Nova langsung membersihkan diri ,tidak ada percakapan apa pun karena Edward dalam mode On .
Hingga sampai di meja makan pun Edward hanya diam saja, bahkan saat melayani istri nya dia tidak bertanya pada Nova .
" Abang kenapa " Tanya Adara lembut ,Edward menatap ke arah Adara lalu kembali menatap makanan nya .
" Abang " Tegur Raymond .
" CK, apa kalian begitu tertarik dengan kehidupan Abang " Jawabnya kesal membuat peserta di meja makan bingung .
" Abang suap " Edward menatap istrinya " Kau bukan anak kecil " Jawabnya sedikit meninggi "Mereka ingin Daddy nyuapi Bunda nya " Lanjut Nova sambil tersenyum .
" Apa kau kira aku akan percaya " Jawabnya sinis ..
" Sssttt..... Aaawww " Ringis Nova membuat edward melepaskan roti yang ada di tangannya .
" Sakit " Nova mengagukan kepalanya " Seperti mereka marah " Jawab Nova Lirih, Edward memberikan piring Rotinya ke depan Nova .
Maafkan bunda sayang harus memakai kalian biar Daddy tidak marah dan semua penghuni rumah kena imbasnya Ucap Nova dalam hati ,seolah paham dengan maksud Nova ke empat calon anaknya hanya bisa terdiam .
" Kenapa diam ?? Bukannya kau ingin di suap " Nova mengaguk membuka mulutnya .
" Jika ada masalah selesai kan dengan cepat bang ,jangan di biarkan berkepanjangan " Tegur Daddy Radit.
" Iya Opa " Jawab Edward .
" Kakak Nova, apa hari ini berenang " Nova mengagukan kepalanya " Baiklah, aku akan ikut dengan Kaka Nova " Lanjutnya dengan senyum bahagia .
BRAK
" Kau ingin mati " Ucap Edward menatap tajam Erland .
" Kan hanya berenang " Jawabnya polos .
" Daddy ,bawa anak kesayanganmu itu sebelum aku melenyapkan nya" Raymond hanya menggeleng saja .
" Ade jangan ganggu Abang nya " Tegur Raymond lembut .
" Edward " Edward kembali duduk di kursi nya saat tahta tertinggi rumah utama itu bersuara .
" Anak pintar " Puji El lembut membuat Della Tersenyum malu .
Setelah acara Sarapan dengan sedikit drama kini satu persatu mereka berpamitan kembali dengan aktivitas mereka .
Tapi belum juga Edward memasuki mobilnya seseorang yang selalu membuatnya darah tinggi kembali bersuara .
" Kakak Nova " Panggil Erland dengan senyum manisnya wajahnya yang terlihat imut dan menggemaskan membuat siapapun ikut tersenyum begitu juga Nova .
" Iya " Jawab Nova membuat Edward menatap menatap ke arah sang istri .
" Kenapa menjawabnya " tanya Edward kesal .
" Abang " Panggil Raymond yang berdiri di samping mobil sedangkan Reza sudah berada di dalam .
" Kan Erland ...."
" Diam, aku malas mendengar mu " Potong Edward kesal lalu masuk ke dalam mobilnya .
BRAK .
Nova hanya bisa menghela nafas panjang sedangkan di sisi lain Erland tertawa senang melihat Abang kesayangan nya marah .
" Ade jangan nakal, kasian Nova dia harus ikut kena imbasnya " Tegur Adara lembut .
Erland menatap Nova yang tersenyum pada Erland membuat pria itu langsung memalingkan wajahnya dengan cepat .
" Erland hanya kangen sama Abang Mom, karena Abang sibuk terus padahal kami liburan ke sini ingin ketemu dia " Jawab Erland lalu masuk lebih dulu .
Jeje,Alan, Henry dan Daddy Radit hanya menggeleng mendengar alasan bodoh yang ke luar dari mulut Erland .
Mungkin juga ada yang benar dari ucapannya tapi itu tidak semuanya .
Sesampainya di kamar,Erland langsung mengunci pintu kamarnya menuju sofa lalu membaringkan tubuhnya di sana .
" Shiiittt " Umpat Erland memegang dadanya .
" Sadar Erland dia istri kakakmu , jangan lagi menyimpan perasaan bodoh itu " Gumam nya meyakinkan dirinya .
" Aaahhhh" Erland menarik rambutnya kasar.
" kenapa sesakit ini ,bukan kah aku harus bersyukur karena dia mendapat pria yang bertanggung jawab " Erland kembali dengan posisi duduk sambil menundukkan kepalanya.
" Nova Denisha " Ucap Erland memejamkan matanya dengan helaan napas bersandar di sofa .
" Kenapa harus Abang, jika itu orang lain mungkin aku bisa merebut nya tapi ...." Lagi² hanya helaan napas panjang yang ke luar dari mulut Erland .
Tok ....tok ....
" Ini Opa " Erland berdiri dari duduknya membuka pintu kamar nya dia menatap Henry yang hanya sendirian.
" Boleh Opa masuk " Erland mengaguk baru Henry masuk ke kamar.
" Mau main bersama " Tanya Henry to the poin .
" Apa Opa ingin menghibur Erland " Henry menaikan alisnya sebelah " Untuk " Tanya balik .
" Katakan saja, Erland akan dengar " Ujar Erland serius .
" Katakan apa keinginanmu, Opa akan mengabulkan apa pun itu sekalipun nyawa Opa " Erland menatap Henry .
" Apa Opa bisa " Henry mengaguk serius " Kalian kehidupan Opa " Jawab Henry serius .
" Biarkan Erland menatap di London, dan sampai waktunya Erland siap baru akan kembali " Ucap Erland menatap Henry serius .
" Opa akan mengabulkan nya ,tapi dengan catatan kamu tidak sendirian di sana ,salah tau dari anak uncle mu akan menemanimu " Erland mengagguk cepat .
" Ayo, kita jalan !! Hari ini kita akan melakukan apa pun yang kamu mau " Erland tertawa hingga memenuhi ruangan kamarnya .
" Opa Jeje sama Opa Alan sudah menunggu " Erland mengagguk lalu berdiri mengikuti langkah Henry ke luar dari kamarnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰😘
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟