
Pernikahan edward dan Nova menggemparkan dunia di mana Edward masih terbilang muda sedangkan nama Nova Mereka sama sekali tidak tahu tentang sosok wanita itu karena memang tidak di publikasikan hanya ada foto Edward saja terpampang di TV atau di tempat yang lainnya .
Tidak Kecuali karyawan yang ada di perusahaan pusat yang memang tahu siapa calon istri dari anak bos mereka selaku pemenang perusahaan seterusnya .
Laras dan Arya yang menjadi teman atau sahabat Nova saat masih berkerja pun di buat kaget ,karena semenjak Nova mengundurkan diri mereka kehilangan kontak lebih tepatnya Nova yang menjual Ponsel nya dan kartunya di bakar begitu saja .
Pagi ini kedua orang tuan Nova meminta kembali ke kampung nanti akan mereka kembali sebelum acara pernikahan anaknya ,dan Nova mengizinkannya .
Nenek Nur juga sudah berada di paviliun tempat Alan dan Elsa dulu di temani Pelayan 2 orang karena itu permintaan nya sendiri dan Henry menyanggupinya karena mungkin di rumah utama dia merasa tidak nyaman dan dia bisa memakai sisa tanah yang ada di samping paviliun jika ingin menanam seperti waktu di desa .
Setelah selesai sarapan satu persatu mereka meninggalkan rumah besar karena ada rapat penting di mana tentang pernikahan Edward .
" Kalau mau kembali ke atas pakai lift iya " Ucap Edward sebelum masuk dalam mobilnya .
" Iya " Jawab Nova seadanya .
" Nanti Eliza ke sini, jadi tunggu saja di atas " Ucap Edward .
" Mommy sama yang lainnya akan ke luar nantinya, Jadi El akan menemanimu " Nova menatap adik kembar Edward Tersenyum kikuk .
" Nanti repotin " Ucap Nova pelan .
"Aku memintanya menemanimu tidak gratis aku membayarnya mahal ,jadi kamu bisa meminta nya melakukan apa pun yang kamu butuhkan " Lidah El berdecak kesal .
" Tapi ...."
"Abang kapan pergi nya sih ,El cape berdiri terus ,kakak Nova juga pasti cape !! Apa Abang tidak lihat perut nya ' Ucap El kesal
" Jika terjadi papa dengan mereka ,Abang akan memotong seluruh tubuh mu jadi makanan buaya " Ucap Edward serius .
" Jangan ganggu adiknya bang " Tegur Adara yang baru ke luar bersama yang lainnya .
" Nova mau ikut " Tanya Elsa lembut .
" Oma jangan aneh-aneh iya ,kalian mau ke mall keliling jangan membawa nya " Ucap Edward tegas .
" Hanya tanya bang, takut sekali " Ucap Nabilla Tersenyum .
" Mau pesan sesuatu nak " Tanya Adara lembut .
" Apa boleh " Adara mengaguk " Bisik boleh " Adara tertawa kecil lalu mendekati nova .
" Hanya dalaman saja " Ucap Adara keceplosan
PLak
" Dia berbisik karena ingin hanya kamu yang dengar kenapa malah bicara secara langsung " Ucap Elvi menggeleng .
" Maaf mom " Ucap Adara Tersenyum kikuk .
" Kenapa tidak bilang " Ucap Edward .
" Bukannya Abang ada rapat ,kalau Abang masih di sini nanti Daddy marah " Tegur Adara .
" Menyusahkan saja ,kenapa harus ada rapat sih " Gerutu nya lalu masuk dalam mobilnya bahkan dia membanting pintunya dengan keras .
BRAK
" Jangan balap Abang ' Tegur Elvi tapi Edward pergi begitu saja .
" El bawah kakak nya masuk, ingat Abang sudah memberikan Gajimu " Dengan lesuh El memegang lengan Nova ,padahal dia juga ingin ke mall berbelanja kebutuhan Nova dan Nenek Nur serta seserahan nantinya .
' Tidak papa kak, Abang sudah membayar El " Jawab El .
" Kaka langsung mau ke kamar atau mau ke taman atau mau nonton " Tanya El lembut .
" Bisa ke tempat Nenek Nur tidak " El tampak terdiam lalu mengaguk .
Hanya ke paviliun kan ,jadi tidak masalah kakak Nova tidak akan cape. Ucapnya dalam hati .
" Ayo " Ucap Nova lembut membantu Nova perjalan dengan pelan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Nenek " Panggil Nova lembut membuat nenek Nur menatap ke belakang .
" Lo koh ke sini Nak " Tanya Nenek Nur dia langsung mencuci tangannya .
" Tidak papa Nek , nenek buat apa " Tanya Nova mendekati Nenek Nur di ikuti El .
" Bakwan " Ucap El berbinar .
" Nenek Boleh El minta " Nenek Nur sama Nova saling melirik .
" Nanti perut nya sakit Nak " Ucap Nenek Nur takut .
" Tenang saja ,perut El sudah menerima makanan seperti ini Oma sama Mommy sering membuat ini kalau kumpul " Nova dan Nenek Nur kembali saling menatap .
" Nona yakin " El mengaguk "Bibi sambalnya ada " Tanya El pada pelayan yang membantu Nenek Nur .
" Ada Non " Jawab pelayan .
" Tempe mendoan " Nova dan Nenek Nur semakin tidak percaya .
" Nenek sama Nona Nova tidak usah takut , Nona El dan yang lainnya sudah sering memakan gorengan seperti ini " Nenek Nur Tersenyum lebar .
" Nenek hanya takut nanti perut nya sakit " pelayan menggeleng " Biar mereka anak paling kaya tapi perut mereka desa Nek " Jawabnya tersenyum .
" Kalau begitu duduk dulu nak ,nanti Nenek bawakan ke meja " El membawa Nova duduk di kursi setelah memastikan Nova duduk dengan nyaman dia duduk di depan nya sambil menatap ke arah dapur menunggu gorengan .
Tidak berselang lama gorengan sudah tersaji tidak ketinggalan sambal kecap dan juga sambal kacang nya membuat El menetas kan liurnya .
" Terimakasih Nenek " Ucap El lalu mengambil tempe mendoan nya tanpa menunggu di persilahkan .
Melihat itu Nova hanya terdiam dan Tersenyum melihat tingkah Calon adik iparnya itu .
Dengan pelan dia pun ikut memakan Gorengan padahal keduanya baru saja selesai sarapan tapi siapa yang bisa menahan godaan kalau melihat gorengan yang di sajikan dengan sambal nya .
Bahkan memikirkan pun Author jadi ngiler 😁😁 semoga ada yang berbaik hati dan mengirim kan gorengan ,malam² enaknya makan yang pedas² tapi kalau ada yang lain juga tidak masalah ✌️✌️✌️✌️
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟