One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Sakit



Tengah malam Henry baru saja terlelap begitu juga Elvi karena baru saja melakukan kegiatan malam ,tapi mereka harus kembali terbangun saat ada panggilan masuk .


" Aku akan membunuh nya jika tidak penting " Geram Henry melepaskan pelukannya pada sang istri .


" Daddy " Gumam Henry bingung.


" Angkat Dad " Henry menggeser tombol hijau layar ponsel nya .


" Iya Dad "


" Ke kamar sekarang, telepon sama Davin " titah Daddy Radit .


" Iya Dad " Jawab Henry lalu mematikan ponselnya .


" Pakai jubahnya Sayang , kita ke kamar Daddy sama mommy " Elvi langsung bangun memakai jubahmya sedangkan Henry langsung memakai celana training nya syukur mereka sudah selesai mandi .


" Ada apa " Henry hanya menggeleng lalu ke luar dari kamarnya " bangun kan Jeje dan Alan mom, tapi jangan sampai anak² ikut bangun " Elvi langsung berbelok arah membangunkan jeje dan Alan .


Sambil menuruni tangga Henry menelpon Davin, cukup lama dia menelpon pria itu hingga akhirnya dia mengakat dan umpatan lah uang yang pertama dia dengar .


" Bajingan ....Apa kamu menyimpan ponsel mu di dalam tanah hah ,cepat ke rumah sekarang " Ucap Henry kesal ,lalu mematikan Panggilan nya .


Tok ...tok ..


" Daddy ,ini Henry "


" Masuk "


Ceklek .


saat membuka pintu Henry langsung terdiam di ambang pintu saat melihat mommy Ellena kesakitan hingga akhirnya dia mendekati tempat tidur.


" Kita ke rumah sakit Dad " Ucap Henry cepat .


" Di rumah saja " Ucap Mommy Ellena lirih .


" Kenapa " Tanya Jeje dan Alan yang baru saja sampai sedangkan istri mereka lagi bersiap.


" Siapkan mobil Lan, kita bawa mommy ke rumah sakit " Titah Henry ,Alan langsung berlari ke luar .


" Sayang tolong ambilkan bajuku " Elvi langsung tersadar Saat mendengar ucapan sang suami , pikirkan nya kembali berputar pada ibunya tapi dia terus menggeleng .


"Kita ke rumah sakit iya Mom " Ucap Daddy Radit lembut .


" Di rumah saja Dad " Jawabnya terbata sambil menahan sakit di bagian dadanya .


" Angkat mommy kalian " Titah Daddy Radit, Henry langsung mengangkat tubuh mommy Ellena sedangkan Jeje membantu Daddy Radit .


" Daddy " Henry mengaguk sambil membawa mommy Ellena di ikuti Elsa,ana dan Elvi yang membawa pakaian sang suami .


" Bangun kan Raymond sama Reza " Ucap Henry .


" Iya Mas " Jawab Elsa lalu kembali berlari ke atas .


" Kalian tunggu di rumah, temani anak² penjaga akan bersama kalian " Ucap Jeje menatap Elvi dan Ana .


"apa tidak bisa kami ikut " Ucap Ana .


" Di rumah saja baby " Jawab Jeje .


Daddy Radit masuk lebih dulu lalu di susul Henry yang masuk sambil menggonggong mommy Ellena di letakan di kursi dengan pelan " Kalian duluan ke rumah sakit aku harus mengurus sesuatu " Ucap Henry menatap Jeje dan Alan .


" Iya " Jawab Alan lalu masuk kedalam mobil di susul Jeje yang duduk di samping Alan .


Henry menatap mobil pengawal yang sudah siap mengikuti mobil yang membawa Daddy Radit .


Tapi saat mereka akan jalan ,mobil Davin baru saja masuk dam langsung menghentikan begitu saja saat melihat mobil akan ke luar.


" Siapa yang sakit " Tanya Davin saat sudah di dekat Henry meninggalkan Nabilla yang masih berada di belakang nya .


" Mommy,ikuti mereka " Davin tidak bertanya lagi langsung masuk ke dalam mobil yang sama bersama Nabilla yang akan menemani mommy ellena.


Lalu mereka meninggal kan rumah besar itu di ikuti dua mobil pengawal .


" Daddy bajunya " Henry menerima baju yang dari tangan Elvi lalu menekan tombol panggilan .


" hallo tuan " Jawab seseorang serak khas baru bangun .


" Ke rumah sakit sekarang kosongkan tempat dan pindahkan sebagian pasien di rumah sakit cabang " Ucap Henry tegas .


" telepon Morgan dan Rehan " Lanjutnya lalu menutup panggilannya .


" ada apa ?? Kenapa membangunkan kami " Tanya Raymond .


" kita ke ruangan kerja " Ucap Henry .


" Duluan ke kamar jangan menungguku , istirahat lah " Elvi mengaguk tidak membantah sedikit pun ucapan suaminya begitu juga elsa dan Ana


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Oma kalian sakit " Reza dan Raymond langsung menegang kan duduknya.


" Kenapa bisa ,selama ini hasil pemeriksaan nya baik Dad " Ucap Reza .


" Sudah hubungi papa mu " Reza mengaguk sebagai jawabannya .


Henry memejamkan matanya kuat memijat pangkal hidungnya sesekali dia menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan kasar .


" Daddy " Panggil Raymond .


" Pastikan semuanya aman ,jangan sampai berita ini bocor "Ucap Henry membuka mata menatap pintu ruangan .


" Ayah sudah di rumah sakit " Tanya Reza .


" Iya, bunda kalian ikut menemaninya mungkin Alister juga akan di sana nantinya " Jawab Henry .


Beberapa menit kemudian ruangan kerja langsung di buka dengan keras dan pelaku nya adalah Jose .


" Mommy di mana " Tanya Jose to the poin .


" Rumah sakit " Jawab Henry .


" Siapa yang mengantar nya kenapa kalian hanya duduk di sini " Ucap Jose menatap ke tiga pria itu .


" Davin,Jeje dan Alan menemani mereka ,Arif dan yang lainnya akan menunggu mereka di sana " Jawab Henry.


" Lalu apa yang kita lakukan di sini " Tanya Jose .


" Ayo kita pergi " Henry langsung berdiri dari duduknya .


" Ray ambil HP dulu Dad " Henry hanya mengaguk


Raymond langsung berlari ke lantai dua begitu juga Reza karena mereka berdua turun dengan tangan kosong .


Ceklek .


" Daddy " Raymond Tersenyum lembut pada sang istri " Kenapa bangun Hm " Tanya Raymond lembut .


" Tidak ada Daddy " Jawab Adara .


CUP .


" Istirahat lah, aku harus ke luar ada urusan sama Daddy ,papa Jose dan Reza " Ucap Raymond mengambil ponsel dan dompet nya .


" Hati²,kabari nantinya " Raymond mengaguk Tersenyum " pasti baby, jangan memikirkan apa pun sekarang lanjut istirahat nya ok " Adara mengaggukan kepalanya patuh .


" I love you " Ujar adara ,Raymond Tersenyum sambil mengelus pipi adara .


CUP


Lalu ke luar dari kamarnya menutup pelan pintunya lalu berjalan menuruni tangga di susul Reza di belakang nya .


" Tenanglah mommy akan baik² saja " Ucap Jose , sekalipun Henry terlihat tenang tapi Jose tahu apa yang sedang dia pikirkan .


" Semoga saja " Jawab Henry lalu masuk dalam mobil saat Raymond dan Reza sudah di dekat mereka .


" Mama mana Pa " Tanya Reza .


" Di rumah " Jawab Jose menyalahkan mobilnya , meninggalkan rumah besar itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟