One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Nora pingsan



Perusahaan Raymond,Reza , Edward dan Eric sedang melakukan rapat bulanan tanpa kehadiran Nova karena memang wanita itu tidak di ikut sertakan dalam rapat atau pertemuan apa pun, dia hanya akan berada di ruangan suaminya dan jika bosan dia akan menemui Laras dan Arya tapi kali ini dia akan menyelesaikan pekerjaan nya , karena kedua sahabatnya ikut serta dalam rapat bulanan .


Saat semuanya tengah fokus mendengar penjelasan dari seseorang yang berbicara di depan ,Reza harus mengentikan kegiatannya menatap ke arah ponsel nya yang bergetar .


Kepala pelayan Ucap Reza dalam hati ,lalu ke luar dari ruangan itu .


Beberapa detik kemudian dia kembali masuk dengan wajah tegangnya dan itu belum di ketahui oleh penghuni ruangan itu .


" Tutup rapat nya kita lanjut besok " Raymond ,Edward dan Eric langsung menatap Reza yang membereskan berkas yang ada di depannya .


" Ba- ik tuan " Jawab seorang pria yang masih berdiri di depan sana .


" ada masalah "Tanya Raymond, Reza hanya mengaguk lalu mereka ke luar dari ruangan itu di susul Edward dan Eric .


" Kenapa " Tanya Edward .


" Nora pingsan ,sekarang di bawah ke rumah sakit "


Deg


Edward langsung menegang kan badannya bahkan dia sampai mengehentikan langkahnya .


" Abang cepat " Eric menarik tangan Edward membuat pria itu menatap ke arah Eric .


" kita ke atas dulu " Ujar Raymond karena barang mereka semua berada di ruangan .


Beberapa menit kemudian mereka sudah berada di lantai paling atas Edward langsung masuk dalam ruangan ,dia melihat Nova sedang fokus pada pekerjaan nya.


" Sudah " Tanya Nova lembut lalu mendekati Edward ,tapi Nova merasa ada yang aneh dengan sikap Edward yang hanya diam .


" Daddy ...."


" Bereskan barang mu , kita pulang sekarang " Potong Edward cepat .


" Kenapa ?? Apa Daddy ...."


" Bereskan barang mu Nova ,apa bisa tidak banyak bertanya Hah " Bentak Edward keras membuat Nova terdiam di tempatnya .


Ceklek .


" Abang ayo " Nova menatap ke arah pintu di mana Eric memanggil Edward ,Nova langsung meraih tasnya dan memasukan ponsel nya dalam tas ,dia membiarkan pekerjaan nya begitu saja .


Saat sampai di luar Raymond dan Reza baru saja ke luar dari ruangan Radhi membuat Nova semakin bingung tapi dia tidak berani bertanya apa lagi melihat wajah Edward yang panik dan takut .


Sesampainya di parkiran Eric langsung meminta kunci mobil Edward ,dia yakin pria itu tidak bisa fokus nantinya sedangkan Raymond bersama dengan Reza mereka meninggalkan perusahaan itu dengan perasaan berbeda-beda .


Hanya butuh waktu 30 menit akhirnya mobil mereka berhenti di rumah sakit milik keluarga.


" Rumah sakit " Gumam Nova lalu ikut ke luar di mana Edward sudah menunggu di luar karena pria itu duduk di samping Eric .


" Kenapa ke sini " Tanya Nova lembut .


" Nora di dalam " Nova langsung menatap Edward " Ayo " Edward terus menggegam tangan Nova yang mulai terisak .


Hingga mereka berada di depan ruangan IGD di mana Jeje,Alan ,Henry dan Elvi sudah berada di sana .


" Bagaimana keadaan Nora, kenapa dia bisa pingsan " Tanya Raymond saat mereka sudah di dekat keluarga nya .


" Dia kelelahan habis main di taman sama ketiga kakaknya " Jawab Henry .


" Kita tidak bisa terus menekan nya Abang , itu tidak akan adil untuk nya sedangkan ketiga saudaranya bermain dengan para penjaga di luar , Abang pasti paham akan itu !! Apa Abang tega melihat wajah murungnya hanya karena kita melarang nya untuk tidak ikut main, dia seperti anak yang lainnya bang ingin bermain dengan bebas ," Ujar Jeje menatap Edward yang mengusap wajahnya dengan kasar .


" Tenang lah ,Nora akan baik-baik saja " Ujar Elvi memeluk Nova yang sudah menangis .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini mereka sudah berada ruangan perawatan Nora ,setelah menunggu beberapa jam akhirnya Nora di pindahkan ke ruangan perawatan .


" Nora baik² saja kan Uncle " Tanya Edward menatap Alister .


" Dia hanya kelelahan ,sehingga membuatnya sesak napas dan pingsan " Jawab Alister tenang .


Edward membuang napasnya kasar, Davin sudah menyarankan mereka untuk melakukan operasi tapi Edward dan Raymond menolak dengan tegas ,bukan tidak mau tapi Nora masih terlalu kecil mereka tidak tega melihat pisau kecil menyentuh kulit mulus nya .


Mereka akan menunggu waktu sedikit lagi mungkin hingga Nora umur 10 atau 15 tahun pikir mereka.


" Sayang ,ini Bunda bangun ya" Ujar Nova di samping Nora dan terus menggegam tangan kecil itu ,Edward mengelus kepala Nova dengan lembut .


Ada rasa penyesalan dari hati pria itu karena tadi membentak Nova ,jujur dia tidak sengaja itu refleks karena rasa paniknya memikirkan Nora .


" Maaf, sudah membentak mu " Nova hanya mengaguk sebagai jawabannya, Edward mencium kepala Nova dengan lembut .


" Apa anak² baik² saja Dad " Tanya Raymond menatap Henry .


" Tadi Elea menangis tapi Adara membawanya pergi untuk menenangkan,kalau Enzi sama Ethan tadi sama ibu sama mami mu " Jawab Henry .


" Kalian makan dulu, ini sudah siang " Ujar Jeje


" Biar aku yang menjaga Nora " Lanjutnya lagi .


" Pesan saja ,Edward tidak ingin pergi ke mana² " Uajr Edward pelan .


" Itu lebih baik " Jawab Elvi yang tidak ingin meninggalkan Nora .


" Biar Reza pesan dulu " Ucap Reza .


"Hei bangun ,nanti Uncle bawa Nora jalan² ke mall, Ade mau es krim bukan nanti uncle belikan yang rasa coklat bukankah itu kesukaan Nora " Ujar Eric yang berdiri di samping Nora di sisi lainnya .


" Ah iya Uncle lupa Nora juga suka sosis bukan ,Uncle akan belikan " Lanjut nya sambil mengusap kepala Nora dengan lembut .


" Princess bangun ,jangan buat Daddy takut " Gumam Edward mencium kepala Nora dengan lembut matanya tampak berkaca-kaca inilah yang membuatnya selalu takut jika itu berkaitan dengan Nora .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟


"