
" Abang .....Kakak " Pekik Nova memenuhi rumah besar itu,apa lagi dia berteriak dan lantai dua.
" Abang .....Kakak " Ulangnya lagi hingga membuat para penghuni menghampiri nya .
" Ini rumah Nova kamu berteriak seperti itu melebihi Eliza " Tegur Adara lembut .
" ini semua karena anak mommy ,Nova meminta mereka menunggu karena lagi siapkan air mandinya tapi saat ke luar mereka sudah tidak ada " Jawab Nova kesal .
" Coba cari di kamar dulu " Ucap Adara lagi lalu masuk dalam kamar baby Four .
" Kenapa harus berteriak baby " Tegur Edward menghampiri sang istri .
"Anak² di suruh mandi malah pergi " Jawab Nova .
" Di kamar kosong " Ujar Adara yang baru ke luar dari kamar baby four.
" Mereka pasti dalam rumah ini ,jika pun ke luar pasti para penjaga akan melapor " Ujar Edward .
" Apa kamu sedang latihan Vokal " Tanya Raymond kesal menatap Nova .
" Anak Daddy hilang " Jawab Nova lalu meninggalkan ketiga manusia itu .
" Bukan hilang, mungkin mereka sedang bersembunyi tadi Nova meminta mereka bersiap untuk mandi sedangkan dia lagi menyiapkan air " Terang Adara saat Raymond menatap nya tajam .
Sedangkan di lantai bawah Nova terus berteriak memanggil baby four yang entah ke mana .
" Kalian melihat mereka " Tanya Nova pada pelayan.
" Tidak Non " Jawab mereka serempak.
" Jika kalian tidak ke luar Bunda akan menghukum kalian ,Abang ....Kakak " Teriaknya lagi .
" Mereka tidak akan ke luar jika kamu hanya berteriak begitu " Tegur Henry .
" Cari mereka sampai ketemu,jika saja kalian tidak menemukan Cucu ku ,kalian tahu akibat nya " Ucap Henry serius .
" Baik tuan " Ujar pelayan dan penjaga .
Sedangkan di lain sisi keempat anaknya itu hanya tertawa kecil mendengar orang-orang mencari mereka .
" Jangan besar² nanti kita ketahuan " Tegur Ethan pada Elea .
" iya kak " Jawab Elea lalu menutup mulutnya .
" Abang pintar cari tempat " Bisik Nora .
" Jangan berisik nanti kita ketahuan " Jawab Ethan lagi .
" iya kak " Kini ke empatnya sedang berbaring di atas lantai mahal bersembunyi di belakang sofa yang di tutupi Gorden besar .
"Ada apa " Tanya Riane yang baru ke luar dari kamar bersama Twins dan Della di ikuti Reza .
" Lagi cari tuan muda dan nona muda kecil non " Jawab salah satu pelayan .
" Memang mereka ke mana " Tanya Reza .
" Kurang tahu Tuan, tapi sejak tadi Nona Nova mencari mereka " Jawabnya lagi .
" Lanjutkan kerja nya " Titah Reza lalu turun ke lantai satu di ikuti Raine dan yang lainnya .
" Sudah ketemu " Tanya Reza .
" Anak² tidak ke luar di luar kan " Tanya Reza menatap Edward .
" Opa Jeje lagi kedepan " Jawab Edward .
" Bawa anak² ke atas " Titah Reza menatap Vika .
" Iya Pa, ayo sayang kita ke atas sama kakak Della main di kamar Mama " Ajak vika dengan lembut .
" Berikan "Reza mengambil iPad yang di bawa kepala pelayan .
Hampir 10 menit Reza tidak menemukan papa pun ,sehingga membuatnya harus berulang lagi memutar video CCTV.
" Apa mereka tahu letak² CCTV , dari kamar hingga ruangan tengah mereka masih terlihat tapi setelah itu tidak lagi " Ujar Reza memperlihatkan Video CCTV pada yang lainnya .
" Seperti nya mereka sudah merencanakan ini " Ucap Raymond saat melihat gelagat Baby Four ,terutama Enzi .
" Apa ada penyusup yang masuk Dad " Tanya Elvi yang mulai gelisah .
" Tenanglah ,mereka hanya bersembunyi bukankah main petak umpet mainan kesukaan mereka " Jawab Henry berusaha lebih tenang .
" Tapi ini berapa lama Dad, di luar sudah mulai gelap " Jawab Elvi lagi .
" Tenanglah mom, jika mommy begini lihat lah anak menantu mu " Ujar Henry yang melihat Nova keringat dingin karena takut .
" Cari lagi , mereka tidak akan ke luar dari rumah ini " Ujar Daddy Radit .
" Iya Dad "
" iya Opa "
" Iya Eyang "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Abang " Enzi menatap Nora yang berdiri di sampingnya .
" Kita main petak umpet sama bunda boleh tidak " Tanya Nora pelan agar Nova tidak mendengar nya .
" Elea setuju Bang ,boleh iya " Pekik Elea lalu menutup mulutnya dengan tangannya .
" Tidak usah, nanti bunda marah " Jawab Ethan .
" Abang ' Rengek Nora manja ,Enzi menghela napas panjang nya dia sangat sulit jika sudah berhadapan dengan Nora .
Lalu menatap sekeliling nya " Ayo ' Ajak Enzi ke luar dari kamar mereka .
Ketiganya mengikuti Enzi dari belakang sambil menatap para pelayan .
" Ingat ikuti Abang ,jangan berpencar " Ketiga mengaguk sekalipun enzi tidak melihat nya .
Saat melihat para pelayan mereka akan berakting seolah tidak terjadi papa .
" Kita mau sembunyi di mana Abang " Bisik Ethan pelan .
" Tunggu " Jawab Enzi menyelidik seluruh ruangan hingga matanya menatap ruangan yang jarang di tempati keluarga nya jika berkumpul .
" Ayo ikut Abang " Ketiganya mulai melangkah dengan pelan ,namun tiba² Enzi mengentikan langkahnya hingga membuat mereka jatuh .
Bugh
" Aawww " Pekik mereka bersamaan .
" Jangan ribut nanti kita ketahuan " Ujar Enzi kesal .
" Maaf Abang ,kenapa tidak bilang kalau berhenti " Jawab Elsa kesal .
" Diam ,Abang lagi mikir " Jawab Enzi, detik kemudian Enzi melebarkan senyumnya lalu berjalan ke arah yang tidak terlalu di jangkau CCTV ,hingga mereka berada di ruangan tamu .
" Kita kenapa ke sini Abang " Tanya Entah .
" Kita akan sembunyi di sini, masuk cepat " Ethan langsung merangkak di ikuti Elea dan Nora baru dia ikut bersembunyi .
" Ade bisa napas kan " Nora mengaguk cepat " Bisa Abang " Jawab Nora tertawa kecil .
Tidak berselang lama keempat anak itu sudah mendengar teriakan Nova ,namun itu membuat mereka kesenangan lebih tepatnya Elea dan Nora sedangkan Enzi dan Ethan hanya diam saja sambil berbaring .
" Jika kalian terus tertawa ,kita akan ketahuan " Tegur Ethan .
" Maaf Kak " Jawab mereka tapi tetap tertawa sekalipun tangan keduanya menahan mulut nya saat kembali mendengar teriakan Nova .
Flashback off
" Kalian sedang apa " Tanya Rif'at yang baru saja kembali .
" Lagi cari tuan dan nona muda kecil Tuan " Jawab penjaga .
" Memang mereka ke mana " Tanya Daffa yang berada di samping sang ayah
" Kami kurang tahu Tuan tapi kata nona Nova baby four hilang " Jawab penjaga .
" Lebih baik kita masuk " Ujar Radhi lalu masuk bersama putri kembar nya .
Tidak berselang lama mohon Eric dan Randy masuk dalam pekarangan rumah itu dan ekspresi mereka sama halnya dengan tuan mereka sebelumnya .
" Apa ada masalah " Tanya Eric serius .
" Itu tuan ,tuan muda dan nona muda kecil sejak tadi tidak kelihatan " Tanpa bertanya lagi Eric dan Randy langsung masuk ke dalam .
" Kalian sudah cek CCTV " Tanya Rif'at yang sudah berada di samping Reza .
" Sudah " Jawab Reza seadanya .
" Apa kalian tidak bisa mencari dengan benar Hah " Bentak Raymond yang mulai emosi .
" Jika terjadi papa dengan Nora kepala kalian taruhan nya ' Bentaknya lagi .
" Daddy ..."
" Lepas " Ujar Raymond berjalan ke arah belakang .
Sedangkan Enzi menghela napasnya panjang saat melihat ketiga adiknya malah tidur di belakang sofa .
" Menyusahkan saja " Gumamnya lalu ikut menyusul ke tiga adiknya , bahkan dia tidak berpikir ingin ke luar dan memberi tahu keluarga nya dia malah ikut berbaring .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!!
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟