One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Aku membencimu



" Baby " Panggil Edward menuruni tangga


" Baby " Panggil nya lagi memenuhi ruangan itu .


" Nona Nova ada di belakang tuan bersama nyonya menjemur tuan muda dan nona muda kecil " Edward langsung berlari kebelakang menemui sang istri .


" Baby " Nova membalikkan badannya kaget " Aku belum mandi kenapa kamu sudah di sini " Tanya Edward kesal .


" Aku mau ke kantor " Lanjutnya .


" Kan pakaian Abang sudah aku siapkan ,airnya juga " Lidah Edward berdecak " jadi kamu memintamu bersiap sendiri " Jawab Edward emosi .


" Nova lagi temani anak ...."


" Ada Oma sama Mommy " Potong Edward cepat .


" Urus dulu suamimu ,anak² biarkan sama kami lagian mereka mau mandi juga " Ucap Elvi lembut ,Nova menatap kesal ke arah suaminya lalu berdiri .


" Maaf iya Mom , Oma " kedua wanita itu hanya mengaguk tersenyum .


" Cepat " Titah Edward ,Nova hanya bisa menghela napas panjang lalu menggegam tangan sang suami .


" Dari mana " Tanya Raymond berpapasan dengan mereka .


" Belakang Dad " Jawab Edward seadanya " Mommy di belakang " Edward mengaguk lalu melanjutkan langkahnya .


" Mari Dad " Pamit Nova , Raymond hanya mengaguk saja .


Ceklek


" Kenapa meninggalkan aku tidur sendirian ,kenapa tidak membangunkan aku kalau mau temani anak² jemur Hah " Nova mengerjapkan matanya beberapa kali menetap sang suami .


Mereka baru saja masuk tapi Edward sudah menyemprotkan pertanyaan .


" Maaf ,Abang tidurnya ..."


" Sekalipun ,Apa kamu ingin bebas ?? Atau kamu sudah bosan bersama ku " Rahang Nova terbuka ,dia bingung sendiri dengan sikap suaminya .


" Abang kenapa ?? Apa ada masalah " Tanya Nova lembut .


" Aku membencimu " Nova semakin di buat bingung ,tidak ingin membuat semuanya makin rumit .


Nova menarik tangan suami nya dengan lembut lalu melepaskan pakaian sang suami hingga menyisakan boxer saja .


" Ayo kita mandi, aku juga belum mandi " Ujar Nova lembut ,padahal dia sudah mandi sebelum menemui anak² nya .


" Mau aku temani di kantor " Tanya Nova sambil mengisi bathup memberikan tetesan aromaterapi dan juga sabun .


" Kamu sudah pompa " Nova menggeleng lalu duduk di pangkuan sang suami yang duduk di atas kloset yang tertutup .


" Nanti setelah mandi baru pompa " Jawab Nova .


" Kapan bisanya ,aku kangen " Ucap Edward serak kepalnya di letakan di pundak Nova .


"Aku belum tahu,sabar iya " Edward mendesah Pelan lalu memainkan benda kenyal yang sejak tadi menantang nya .


" pelan² Bang " Edward hanya mengaguk saja beberapa detik kemudian dia menundukkan kepalanya ,Nova yang sudah paham kebiasaan suaminya hanya diam saja sambil mengelus kepala Edward .


" AbangHhhh " Lenguh Nova saat Edward meremas bokongnya dan bermain di dadanya .


" Aku menginginkan nya baby " Bisik Edward berat .


"Kan belum bisa " Edward menjatuhkan kepalanya di dada Nova hingga mengenai benda kenyal itu .


Nova berdiri lalu berjongkok di depan Edward membuat pria itu menatap nya .


" Mau ngapain " Tanya Edward serius ,tapi Nova hanya tersenyum lalu menurunkan celana boxer Edward .


Dengan lembut Nova memegang sosis besar berurat itu lalu menatap Edward tersenyum .


" Jangan.... seperti itu ....nanti aku Ssstttttt " Edward menengadah ke atas .


" Abang suka " Edward hanya diam tapi dia menikmati nya .


" Aaahhhhh ......Sssstttt "


Hap


" Aaarrrggggghhhhhhh" Geram panjang Edward lalu menatap Nova .


" Jangan ...Baby ...Aaahhhh ....Jangan Aaarrgghhhh " Nova tersenyum menatap Edward lalu kembali mengulum sosis besar itu hingga sampai terdalam membuat Edward menggeram tertahan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Cerah amat " Goda Rif'at tersenyum saat melihat kehadiran Edward dan Nova


" Habis dapat sesajian kali " Jawab Radhi .


" Belum juga cukup ,masa sudah dapat " Timpal Jeje tersenyum.


" Kalian ini, kan bisa pakai lubang yang lain " Jawab Alan membuat mereka tertawa .


"Opa " Tegur Edward kesal


" Sorry Bang " Jawab Jeje tersenyum .


" anak Abang mana Mom " Tanya Edward menatap Adara .


" Di ruangan tengah sama Pelayan " Jawab Adara .


" Mereka sudah mandi " Adara mengaguk tersenyum " Abang bawah Nova ke kantor iya " Raymond langsung menatap Edward .


" Temani Abang " Jawabnya tenang.


" ASI nya " Tanya Reza.


" Nanti abis ini Pompa baru Abang ke kantor sama Nova " Jawabnya lagi.


" Nova masih pemulihan Lo bang ,jangan menyuruhnya bekerja " Ucap Elvi lembut .


" Iya Oma " Jawab Edward .


" Sepertinya aku mencium bau² tidak sedap " Ucap Jose.


" Apa akan berlanjut " Timpal Davin .


"Makanlah, isi perut mu dengan makanan biar mulut mu diam " Ucap Henry menatap kedua manusia itu .


" Sang raja mulai membuka suara " Ucap Jose menatap Henry .


" Tapi Abang tidak lama kan ,karena kita ada pertemuan di luar " Ucap Rangga .


" Iya ,hanya tunggu Nova pompa ASI saja " Jawab Edward .


" Abang duluan saja ,nanti Nova di antar Sopir " Edward langsung menatap tajam Nova membuat wanita itu terdiam dan fokus pada makanan nya


Setelah sarapan Nova langsung ke kamar anak² sedangkan Edward menunggu nya di ruangan tengah bermain dengan baby Four .


" Abang sudah minum " Tanya Edward menatap bayi Enzi


" Sudah Daddy " Jawab Elsa


" Kalau Kak " kini Edward menatap Ethan dan Elea .


" Sudah, minumnya banyak Dad " Jawab Elsa lagi .


" Terus anak cantik Daddy yang ini sudah belum " Tanya Edward sambil mengangkat tubuh Nora yang ada di box .


" Sudah Daddy ,minumnya sama Abang sama kakak " Jawab Ana tersenyum .


" Abang sih sibuk di kamar ,jadi tidak tahukan jadwal anak²nya minum Susu " Ujar Davin tersenyum .


" Kalau besar nanti jangan bergaul sama Opa, nanti Otak Nora seperti Opa Davin " Ucap Edward pada Nora .


" Hei kau berani melarang mereka dekat denganku " Tanya Davin menatap Edward .


" Jangan dengarkan Opa, dengar Daddy saja " Lanjutnya lagi .


" CK , Anak ini " Ucap Davin kesal .


" Daddy sama mommy sudah di antarkan makanannya " Tanya Henry .


" Sudah ,di dalam ada Vania sama Amanda yang menemani mereka " Jawab Elvi .


Beberapa menit kemudian Nova sudah turun langsung menghampiri Edward .


" Sudah " Nova mengaguk lalu mencium pipi Nora yang ada di gendongan Edward.


" Nanti nangis ,jangan keras² " Tegur Edward .


" gemas Abang " Jawab Nova lalu kembali mencium Nora hingga membuat bayi itu menangis ,bukannya kasian Nova malah tertawa .


" Anak ini " Gerutu Adara lalu mengambil Nora dari gendongan Edward .


" Gemas Mom " Jawab Nova lalu kembali mencium Nora .


PLak


" Dia sudah menangis " Tegur Elvi ,Nova hanya tersenyum saja lalu menghampiri ke tiga anaknya dan melakukan hal yang sama .


" Baby " Bentak Edward kesal menatap sang istri .


" Gemas Abang, lihatlah mereka sang lucu jika menangis " Rahang Edward mengeras menatap tajam sang istri .


" Kita akan ke kantor jangan membuat meraka menangis " Jawab Edward emosi .


" iya " Jawabnya lalu kembali mencium mereka membuat Henry meradang .


" Ke luar, Jangan pernah kembali jika kamu hanya mengganggu anak²ku " Ucap Henry kesal membuat Nova mengentikan kegiatannya .


" Jangan ganggu mereka jika tidak ingin di marahin Opa " Ucap Elvi memberikan botol susu pada ketiga bayi gembul itu hingga membuat mereka berhenti menangis .


" Iya Oma " Jawab Nova ,tapi itu hanya sekilas sebelum pergi dia menarik susu botol Elea lalu berjalan dengan cepat meninggalkan ruangan itu .


" Nova " Teriak Henry menggema di ruangan itu karena Elea kembali menangis , sedangkan Edward hanya bisa menghela napas panjang nya .


" Edward ke kantor dulu " Pamit Edward mencium pipi mereka satu persatu lalu mencium anak²nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟