
" Baby " Panggil Edward menuruni tangga
" Baby " Panggil nya lagi memenuhi ruangan itu .
" Nona Nova ada di belakang tuan bersama nyonya menjemur tuan muda dan nona muda kecil " Edward langsung berlari kebelakang menemui sang istri .
" Baby " Nova membalikkan badannya kaget " Aku belum mandi kenapa kamu sudah di sini " Tanya Edward kesal .
" Aku mau ke kantor " Lanjutnya .
" Kan pakaian Abang sudah aku siapkan ,airnya juga " Lidah Edward berdecak " jadi kamu memintamu bersiap sendiri " Jawab Edward emosi .
" Nova lagi temani anak ...."
" Ada Oma sama Mommy " Potong Edward cepat .
" Urus dulu suamimu ,anak² biarkan sama kami lagian mereka mau mandi juga " Ucap Elvi lembut ,Nova menatap kesal ke arah suaminya lalu berdiri .
" Maaf iya Mom , Oma " kedua wanita itu hanya mengaguk tersenyum .
" Cepat " Titah Edward ,Nova hanya bisa menghela napas panjang lalu menggegam tangan sang suami .
" Dari mana " Tanya Raymond berpapasan dengan mereka .
" Belakang Dad " Jawab Edward seadanya " Mommy di belakang " Edward mengaguk lalu melanjutkan langkahnya .
" Mari Dad " Pamit Nova , Raymond hanya mengaguk saja .
Ceklek
" Kenapa meninggalkan aku tidur sendirian ,kenapa tidak membangunkan aku kalau mau temani anak² jemur Hah " Nova mengerjapkan matanya beberapa kali menetap sang suami .
Mereka baru saja masuk tapi Edward sudah menyemprotkan pertanyaan .
" Maaf ,Abang tidurnya ..."
" Sekalipun ,Apa kamu ingin bebas ?? Atau kamu sudah bosan bersama ku " Rahang Nova terbuka ,dia bingung sendiri dengan sikap suaminya .
" Abang kenapa ?? Apa ada masalah " Tanya Nova lembut .
" Aku membencimu " Nova semakin di buat bingung ,tidak ingin membuat semuanya makin rumit .
Nova menarik tangan suami nya dengan lembut lalu melepaskan pakaian sang suami hingga menyisakan boxer saja .
" Ayo kita mandi, aku juga belum mandi " Ujar Nova lembut ,padahal dia sudah mandi sebelum menemui anak² nya .
" Mau aku temani di kantor " Tanya Nova sambil mengisi bathup memberikan tetesan aromaterapi dan juga sabun .
" Kamu sudah pompa " Nova menggeleng lalu duduk di pangkuan sang suami yang duduk di atas kloset yang tertutup .
" Nanti setelah mandi baru pompa " Jawab Nova .
" Kapan bisanya ,aku kangen " Ucap Edward serak kepalnya di letakan di pundak Nova .
"Aku belum tahu,sabar iya " Edward mendesah Pelan lalu memainkan benda kenyal yang sejak tadi menantang nya .
" pelan² Bang " Edward hanya mengaguk saja beberapa detik kemudian dia menundukkan kepalanya ,Nova yang sudah paham kebiasaan suaminya hanya diam saja sambil mengelus kepala Edward .
" AbangHhhh " Lenguh Nova saat Edward meremas bokongnya dan bermain di dadanya .
" Aku menginginkan nya baby " Bisik Edward berat .
"Kan belum bisa " Edward menjatuhkan kepalanya di dada Nova hingga mengenai benda kenyal itu .
Nova berdiri lalu berjongkok di depan Edward membuat pria itu menatap nya .
" Mau ngapain " Tanya Edward serius ,tapi Nova hanya tersenyum lalu menurunkan celana boxer Edward .
Dengan lembut Nova memegang sosis besar berurat itu lalu menatap Edward tersenyum .
" Jangan.... seperti itu ....nanti aku Ssstttttt " Edward menengadah ke atas .
" Abang suka " Edward hanya diam tapi dia menikmati nya .
" Aaahhhhh ......Sssstttt "
Hap
" Aaarrrggggghhhhhhh" Geram panjang Edward lalu menatap Nova .
" Jangan ...Baby ...Aaahhhh ....Jangan Aaarrgghhhh " Nova tersenyum menatap Edward lalu kembali mengulum sosis besar itu hingga sampai terdalam membuat Edward menggeram tertahan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Cerah amat " Goda Rif'at tersenyum saat melihat kehadiran Edward dan Nova
" Habis dapat sesajian kali " Jawab Radhi .
" Belum juga cukup ,masa sudah dapat " Timpal Jeje tersenyum.
" Kalian ini, kan bisa pakai lubang yang lain " Jawab Alan membuat mereka tertawa .
"Opa " Tegur Edward kesal
" Sorry Bang " Jawab Jeje tersenyum .
" anak Abang mana Mom " Tanya Edward menatap Adara .
" Di ruangan tengah sama Pelayan " Jawab Adara .
" Mereka sudah mandi " Adara mengaguk tersenyum " Abang bawah Nova ke kantor iya " Raymond langsung menatap Edward .
" Temani Abang " Jawabnya tenang.
" ASI nya " Tanya Reza.
" Nanti abis ini Pompa baru Abang ke kantor sama Nova " Jawabnya lagi.
" Nova masih pemulihan Lo bang ,jangan menyuruhnya bekerja " Ucap Elvi lembut .
" Iya Oma " Jawab Edward .
" Sepertinya aku mencium bau² tidak sedap " Ucap Jose.
" Apa akan berlanjut " Timpal Davin .
"Makanlah, isi perut mu dengan makanan biar mulut mu diam " Ucap Henry menatap kedua manusia itu .
" Sang raja mulai membuka suara " Ucap Jose menatap Henry .
" Tapi Abang tidak lama kan ,karena kita ada pertemuan di luar " Ucap Rangga .
" Iya ,hanya tunggu Nova pompa ASI saja " Jawab Edward .
" Abang duluan saja ,nanti Nova di antar Sopir " Edward langsung menatap tajam Nova membuat wanita itu terdiam dan fokus pada makanan nya
Setelah sarapan Nova langsung ke kamar anak² sedangkan Edward menunggu nya di ruangan tengah bermain dengan baby Four .
" Abang sudah minum " Tanya Edward menatap bayi Enzi
" Sudah Daddy " Jawab Elsa
" Kalau Kak " kini Edward menatap Ethan dan Elea .
" Sudah, minumnya banyak Dad " Jawab Elsa lagi .
" Terus anak cantik Daddy yang ini sudah belum " Tanya Edward sambil mengangkat tubuh Nora yang ada di box .
" Sudah Daddy ,minumnya sama Abang sama kakak " Jawab Ana tersenyum .
" Abang sih sibuk di kamar ,jadi tidak tahukan jadwal anak²nya minum Susu " Ujar Davin tersenyum .
" Kalau besar nanti jangan bergaul sama Opa, nanti Otak Nora seperti Opa Davin " Ucap Edward pada Nora .
" Hei kau berani melarang mereka dekat denganku " Tanya Davin menatap Edward .
" Jangan dengarkan Opa, dengar Daddy saja " Lanjutnya lagi .
" CK , Anak ini " Ucap Davin kesal .
" Daddy sama mommy sudah di antarkan makanannya " Tanya Henry .
" Sudah ,di dalam ada Vania sama Amanda yang menemani mereka " Jawab Elvi .
Beberapa menit kemudian Nova sudah turun langsung menghampiri Edward .
" Sudah " Nova mengaguk lalu mencium pipi Nora yang ada di gendongan Edward.
" Nanti nangis ,jangan keras² " Tegur Edward .
" gemas Abang " Jawab Nova lalu kembali mencium Nora hingga membuat bayi itu menangis ,bukannya kasian Nova malah tertawa .
" Anak ini " Gerutu Adara lalu mengambil Nora dari gendongan Edward .
" Gemas Mom " Jawab Nova lalu kembali mencium Nora .
PLak
" Dia sudah menangis " Tegur Elvi ,Nova hanya tersenyum saja lalu menghampiri ke tiga anaknya dan melakukan hal yang sama .
" Baby " Bentak Edward kesal menatap sang istri .
" Gemas Abang, lihatlah mereka sang lucu jika menangis " Rahang Edward mengeras menatap tajam sang istri .
" Kita akan ke kantor jangan membuat meraka menangis " Jawab Edward emosi .
" iya " Jawabnya lalu kembali mencium mereka membuat Henry meradang .
" Ke luar, Jangan pernah kembali jika kamu hanya mengganggu anak²ku " Ucap Henry kesal membuat Nova mengentikan kegiatannya .
" Jangan ganggu mereka jika tidak ingin di marahin Opa " Ucap Elvi memberikan botol susu pada ketiga bayi gembul itu hingga membuat mereka berhenti menangis .
" Iya Oma " Jawab Nova ,tapi itu hanya sekilas sebelum pergi dia menarik susu botol Elea lalu berjalan dengan cepat meninggalkan ruangan itu .
" Nova " Teriak Henry menggema di ruangan itu karena Elea kembali menangis , sedangkan Edward hanya bisa menghela napas panjang nya .
" Edward ke kantor dulu " Pamit Edward mencium pipi mereka satu persatu lalu mencium anak²nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟