One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Rasanya enak



Secara perlahan Adara mendekati Nova setelah kedua orang tuanya duduk kembali di kursi nya .


" Nova " Nova menaikan kepala nya laku menunduk kembali " Maafkan saya nyonya " Ucap Nova terbata .


Adara mengangkat tangan nya mengusap pundak Nova dengan lembut membuat wanita itu semakin gugup .


" Jangan memanggilku nyonya " Adara menarik napasnya dadanya terasa sesak " Jangan meminta maaf hanya karena kesalahan orang lain, Harusnya mommy yang meminta maaf sudah membuatmu menjalani semuanya sendirian " Edward langsung berdiri memeluk Adara " Mommy tidak papa bang " Ujarnya dengan serak, Edward terus memeluk Adara .


Dengan pelan Adara menggegam tangan Nova ' Mungkin kata maaf saja belum cukup ,tapi mommy tulus meminta maaf dengan semua apa yang sudah mommy lakukan padamu " Adara menjeda ucapan nya menghapus cairan yang sudah membasahi pipinya " Terimakasih sudah mempertahankan mereka terimakasih selalu kuat untuk mereka , Mommy tahu semuanya tidak muda apa lagi kamu hamil 4 dan kamu hanya melewati nya sendiri , karena mommy pernah melewati nya sekalipun Daddy kalian bersama mommy tapi itu tidak muda " Ucap Adara .


" Jangan lagi pergi ,tetaplah di sini " Nova langsung menatap Adara " Tapi Tuan Edward sudah menikah " Tanya nya gugup .


" Iya karena mu aku jadi janda " Celetuk seseorang membuat Nova kembali menunduk .


" Kalau kakak tidak mau diam ,ke luar " Usir Queen pada anak sulungnya .


" Bunda membelah nya di banding putri bunda yang cantik ini yang masih muda sudah berstatus janda " Ucap Eliza .


PLak


" Ucapan itu doa " Eliza menatap Elvi setelah mendapat pukulan maut dari Oma nya .


" Mau marah " Eliza menggeleng cepat , sedangkan Naufal hanya menggeleng saja.


" Edward belum menikah, semenjak kepergian mu dia hanya berdiam diri di kamar dan perusahaan dia menghabiskan waktu untuk berkerja dan berkerja " Ucap Adara lembut .


" Mau kan tinggal di sini " Nova menggeleng pelan " Nova ingin kembali ke kampung " Jawabnya menunduk .


" Baby " panggil Edward kaget .


" Kalian akan menikah, bagaimana pun itu harus " Ucap Daddy Radit.


" Boleh kah tidak usah " Jawab Nova membuat mereka terdiam .


Edward melepaskan pelukannya pada Adara menatap Nova " Tahan emosi mu " Bisik Adara pada sang putra .


' Apa kamu belum memaafkan mommy " Tanya Adara lembut .


" Saya sudah memaafkan Nyonya " Jawab Nova .


" Jika sudah kenapa masih memanggil saya nyonya " Nova langsung terdiam .


" Jika tidak ingin membuat ayah sama ibu kecewa ,maka menikahlah nak, apa kamu akan membuat anak² mu bingung dengan keadaan mu dan tuan muda !! Jika kamu memilih tidak menikah apa kamu siap jauh dari mereka bagaimana pun mereka anak tuan muda dan dia lebih berhak untuk itu nak " Ucap ayah Nova membuat Nova terdiam menunduk


" Pikirkan baik-baik ,bukannya ayah sama ibu tidak ingin menerima mu dan cucu kami tapi ayah sama ibu tidak ingin kalian di pandang sebelah mata apa lagi ayah sama ibu berkerja pada keluarga tuan muda menjaga rumah nyonya Elvi " Sambung Ibunya .


" Suatu saat mereka akan tumbuh , mereka tidak mungkin ada. dalam rumah terus pasti akan bermain di luar sana ,para tetangga dan yang lainnya tidak mungkin akan mengira itu anak ibu karena ibu Sudah tua ,apa lagi jika nantinya mereka mirip dengan tuan muda atau kamu , apa kamu sudah siap " Lanjutnya dengan lembut .


" Aaawwww " Semua orang menatap ke belakang " Eliza " Pekik mereka bersamaan .


" Biarkan saja , kepala nya ini harus di palu² " Edward langsung duduk kembali saat melihat tatapan Eliza tajam sedangkan Adara hanya diam melongo melihat anak dari iparnya itu .


" Sakit " Eliza melepaskan tangan nya laku memukul pelan kepala Nova karena kesal dan emosi .


" Zaza ' Tegur Daddy Radit rendah tapi Eliza tidak peduli .


" Apa karena kelamaan di desa kepalamu jadi keras Hah " Ucap Eliza menggebu-gebu .


' Kaka eliza seperti mama tiri " Bisik El ,Rangga mengaguk membetulkan


" Zaza ada adikmu " Tegur Henry menatap Della .


" Kau ,pergi main sama Pelayan " Della langsung meninggalkan ruangan itu karena memang hanya Eliza,Edward dan Rangga yang dia takuti di rumah besar itu bahkan dia tidak mengatakan sepatah kata seperti biasanya .


PLak


" Untuk apa tiap malam menangis selama 7 tahun tapi saat dia ingin menikahimu kamu menolaknya lihat perut mu seperti bom ,jangan berlaga jadi wanita suci jika dengan ku " Ucap Eliza membuat Nova menghela napas .


" Bukan katamu rasanya enak ,lalu kenapa menolak nya apa nanti nya kamu akan bermain pada tembok " Nova memejamkan matanya karena malu .


" Anak ini mulutnya bikin Oma naik darah " Elvi langsung berdiri tapi di tahan Henry .


Diam² Edward menarik sudut bibirnya bersembunyi di belakang Adara yang sejak tadi menenangkan Nova .


" Jika tidak begitu dia akan bersikap seperti perawan Bunda padahal tiap hari main sama Abang di perusahaan dia bilang kaya gitu bahkan di kamar mandi juga " Tanpa sadar Nova memeluk lengan Adara ,jujur dia sangat malu.


Pasti mereka akan berpikiran buruk padanya belum lagi kedua orang tuanya ,nenek Nur apa lagi ada El dan Rangga di sana .


Karena sudah tidak tahan Naufal langsung berdiri menarik Eliza menjauh .


" Awas jika kamu tidak menerima Edward ,aku akan menjualmu di club' malam ,hei Nova Denisha " Teriak Eliza karena Naufal membawa nya ke luar .


" maafkan cucu saya pak Bu " Ucap Elvi tidak enak .


" Maaf iya pak ,Bu " Ucap Queen tidak enak .


" Tidak papa Nyonya , Non !! Kami tahu dia menyayangi Nova karena setiap menelpon dia selalu membahas Nona Eliza " Ucap Sang ibu tersenyum .


" Anak itu selalu saja bikin sakit kepala " Ucap Jose .


" Itu karena ulah papa dan mereka " Tunjuk Queen pada Jeje ,Alan ,Davin dan Henry .


" Kenapa menyalakan kami " Ucap Jeje .


' Karena sejak kecil kalian selalu mengajarkan Eliza yang tidak² " Ucap Queen kesal .


" Dianya saja baperan " Celetuk Alan tanpa bersalah sedikit pun membuat Queen berdecak .


" Sekalipun kamu menolak tapi pernikahan tetap akan di lanjutkan, Dan kedua orang tuamu sudah setuju untuk itu " Ucap Daddy Radit .


" Nenek Nur juga akan bersama mu, Eyang akan pastikan itu " Lanjutnya lagi .


" Nova " Nova langsung melepaskan tangannya " Maaf nyonya " Ucapnya saat tersadar .


" Mommy ,apa mau mommy panggil Eliza lagi " Dengan cepat Nova menggeleng cepat .


" Jadi jangan memanggil nyonya lagi paham " Nova mengaguk pelan sekalipun ragu .


Nova menatap keluarga Edward menelan ludahnya kasar lalu kembali menunduk .


" Kami bukan hantu ,kenapa terus menunduk " Ucap Rif'at .


" Uncle sejenis mereka " Bela Edward


" Abang sudah bersuara , Uncle kira masih puasa bicara " Lidah Edward berdecak kesal.


" Urus semuanya, undang beberapa saja hanya untuk perkenalan ,jangan lupa untuk mengumumkan lakukan seperti biasa keamanan nomor satu " Ucap Daddy Radit .


" Anak² " Tanya Henry .


" Beri tahu saja tapi tidak untuk kembali " Ucap Daddy Radit .


" kan Abang mau nikah Eyang " Protes El .


" Pikirkan yang lainnya " El langsung menutup mulutnya rapat .


"Mana anak tadi ,apa dia sudah di suruh pulang sama ayah nya " Ucap Daddy Radit .


" Biar Queen yang urusan Opa ,tapi konsep nya seperti apa " Tanya Queen .


" akad di rumah ini saja ,dan malamnya hanya dinner anggap saja sebagai selamatan untuk mereka dan kita akan mengundang sebagian saja, untuk yang lainnya tanyakan pada mereka " Ucap Henry menimpali .


" Baiklah " Ucap Queen .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟