
" Aku harus mencari pengacara dan melakukan visum pada kakiku di mana aku telah menerima kekerasan dalam keluarga " keluh Erland mengusao perut nya .
" Jangan memulai Dek ,Abang mu sudah diam " Tegur Alan .
" Opa kira ini tidak sakit, aku akan menghubungi Kaka Iqbal dan melakukan visum sama Uncle Alister dan mengambil CCTV ruangan ini menjadi buktinya " Ucap Erland serius .
" Jangan bawa² kakak Iqbal " Ujar El tidak terima .
" Jangan lagi " Ucap Nova lirih menahan tangan suaminya.
" Kau membelanya " Nova menggeleng pelan " Maka lepaskan tanganmu " Nova pun melepaskan nya .
" Harusnya aku meminta bayaran karena membantu Istrinya malah aku mendapat KDRK " Gumam Erland lagi .
" Apa itu KDRK " Timpal Daffi .
" Kekerasan dalam rumah keluarga " Terang Erland .
" Seperti nya memang kamu ingin aku mematahkan kakimu " Ucap Edward .
" Memang Abang berani " Edward mendekati Erland membuat pria itu kembali bersembunyi di belakang Daddy Radit " Kalau Abang kembali melakukan nya Erland akan melakukan visum benaran dan memasukan Abang ke penjara dan aku " Erland menjeda ucapannya menatap Nova " Akan menikah dengan Kaka Nova memiliki anak 4 dan hidup bahagia " Lanjutnya dengan bangga .
" Jangan ganggu Ade " Eric memasang badannya tepat di depan Edward ,kedua pria itu saling menatap jika kalian bisa melihat sifat keduanya itu memang tidak jauh berbeda .
" Kau membela kembaran mu yang terang²an menginginkan istri ku " Tanya Edward menatap Eric .
" Apa salah aku membela adikku " Edward menatap ke belakang Eric di mana Erland sedang tertawa .
" Kau begitu menyayangi nya ,apa aku harus mematahkan kakimu juga " Tanya Edward menaikan alisnya .
" Bukannya Abang juga menyayangi nya " Tanya Balik Eric .
" Abang ...... kakak " Tegur Raymond pada ke dua putra
" Minggir " Eric tetap berada di depan Edward hingga pria itu mendorong tubuh Eric .
" Jangan ganggu adek" Eric menahan tangan Edward .
" Seperti nya kau ingin menggantikan adikmu itu ,mau Abang potong kepala mu " Ucap Edward serius .
PLak
Edward memegang kepalanya lalu menatap ke belakang .
" Daddy " pekik Edward saat tahu siapa pelakunya kalau bukan istri dari pria itu .
" Jangan ganggu anak²ku " Edward menatap Adara " Anak² ,lalu Edward bukan " Tanya Edward .
" bukan begitu Abang ...."
' Sepertinya anak bungsu mommy itu harus di kasih pelajaran agar tidak besar kepala ,jangan salah kan Abang kalau semua fasilitas yang kamu rasakan sekarang di tarik ' Ancam Edward serius .
Mendengar itu Erland langsung berlutut di belakang Edward sambil menunduk .
" Maafkan hamba yang mulia raja , hamba khilaf melakukan itu hamba berjanji tidak akan melakukan nya ,ampuni saya yang mulia " Lidah Edward berdecak kesal melihat tingkah adiknya sedangkan yang lainnya hanya bisa mengulum senyum .
Erland mengangkat kepalanya menatap Edward lalu kembali menunduk " Maafkan hamba yang mulia raja " Ulang nya lagi,lalu dia berdiri kembali berhadapan dengan Edward .
" Duduk " Eric menarik tangan adiknya membuat pria itu duduk di sampingnya .
" Jangan ganggu Abang " Erland mengagukan kepalanya " Iya Kak " Jawab Erland .
" Cih ,kalian seperti sepasang suami istri apa kalian jeruk makan jeruk " Cibir Edward kembali duduk di samping Nova .
" Mana ada ,Abang sudah tahu kalau Erland itu sukanya sama Kaka Nova bukan sama Kaka Eric " Ucap Erland jujur .
" kakak Nova 😉 " Erland mengedipkan mata sebelah sambil memberikan simbol hati menggunakan tangannya,setelah itu dia berlari sekencang mungkin menuju kamarnya .
" Erland Dara Alexander Mateo " Teriak Edward memenuhi ruangan itu .
"Apa Abang tidak cape sejak tadi marah² ,sana bawa istri mu istirahat " Ucap Mommy Ellena .
" besok Aunty periksa perut nya iya " Nova mengagukan kepalanya .
" Jangan harap besok pagi anak Daddy dan mommy itu selamat !! Ayo baby " Nova menerima uluran tangan Suaminya lalu berpamitan pada yang lainnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tok ....tok ....
" Adek ini Daddy " Panggil Raymond dari luar .
Ceklek
Erland membuka pintu kamarnya lalu kembali masuk berjalan ke arah balkon di ikuti Raymond .
" Are you ok " Tanya Raymond menatap Erland yang berbaring di kursi balkon .
" No " Jawabnya Jujur dengan mata terpejam .
" Apa mau Daddy perkenalkan dengan anak kolega Daddy " Tanya Raymond menatap ke depan sambil berpegangan pagar balkon .
" Kalau dia cantik Erland mau " Jawabnya bangunnya duduk di kursi .
" Hanya cantik " Erland mengaguk " karena tidak ada yang serius jika itu dari kalangan teman bisnis daddy " Jawab Erland .
" Daddy tidak akan mencari wanita yang seperti dalam pikiran mu " Erland tertawa kecil .
" Ade hanya ingin liburan Dad " Ujar Erland .
" Baiklah ,Daddy akan mengurus nya " Erland mengaguk .
" Tapi bertahan lah seminggu lagi, kamu tahu mommy bagaimana " Erland kembali mengaguk .
" Iya sudah ade Istirahat ,kalau mau cari angin bawa pengawal bersama adek " Ujar Raymond .
" Cari angin butuh biaya Dad " Jawab Erland datar .
" Kamu baru di kirimkan uang sama Opa ,jangan memeras Daddy juga " Erland tertawa .
" Sudah, Daddy ke luar dulu langsung istirahat " Ucap Raymond keluar dari kamar Erland .
Di kamar lain Edward dan Nova sedang bersandar di tempat tidur ke duanya masih terdiam setelah kembali berkumpul tadi .
" Sudah baikan " Nova menatap Edward lalu mengaguk .
" yakin " Nova kembali mengaguk sebagai jawaban ,dengan pelan Edward mengakat tangannya mengelus perut Nova .
" Jangan nakal di dalam kasian Bunda " Ucap Edward mengelus perut Nova .
Bugh
" Ssstttt " Edward langsung menarik tangannya cepat lalu menatap Nova yang menahan sakit .
" Kenapa ? tadi kenapa " Tanya Edward panik menatap perut Nova .
" Ti...dak papa " Jawab Nova terbata sambil mengelus perut nya .
Edward langsung turun dari tempat tidur keluar dari kamarnya berlari ke lantai dua tujuannya kamar orang tuanya .
tok ....tok ...
Edward mengetuk pintu kamar orang tuanya tapi karena tidak ada jawaban sehingga ketukan itu beruba gedoran .
BRAK .....BRAK ....
" Daddy " Teriak Edward membuat penghuni lantai dua ikut terganggu .
Ceklek
" Kau ingin mati Hah " Bentak Raymond kesal sambil mengancing piyama tidurnya karena dia baru mengganti pakaian setelah dari kamar Erland.
" Kenapa Bang " Tanya Adara lembut .
" Nova kesakitan " Ucap Edward membuat Raymond dan Adara langsung menuruni tangga .
" Panggil Aunty Amanda bang " Belum juga Edward ke kamar Yang di maksud dia sudah melihat Amanda dan Rifat di depan kamar .
" Nova sakit " Edward mengaguk membuat keduanya lari ke bawah di ikuti Edward .
" Yang mana yang sakit sayang " Tanya Adara saat sudah sampai di kamar Edward .
" keram lagi " Tanya Amanda dengan napas memburu sambil memegang perut Nova .
Bugh
" Ssssttttt " Nova kembali meringis saat kembali merasakan tendangan dari perut nya .
" Baby kamu tidak papa ,Kita ke rumah sakit " Semua orang saling menatap kini mereka paham .
Dengan rasa kesal Raymond mendekati Edward begitu juga Rifat
Bugh
PLak
" Anakmu hanya menyapa mu bajingan " Umpat Raymond kesal sedangkan Edward masih belum paham .
" Syukur Opa tidak ikut ke luar kalau tidak mungkin Abang di seret ke luar " Ucap Rifat .
" Abang tadi mengajak mereka mengobrol " Edward hanya diam saja " Jika seperti tadi tidak usah panik atau takut berarti mereka mendengar ucapan Abang menyapa Abang,Kandungan Nova sudah 5 bulan mereka sudah bisa mendengar suara sekalipun masih dalam perut Nova , sering² perdengarkan mereka dengan musik atau uang yang lainnya " Ucap Amanda Lembut sedangkan Adara hanya diam duduk di tempat tidur sambil memegang tangan Raymond karena Edward hampir saja membuat nya jantungan.
" Memang harus iya bergerak seperti itu " Tanya Edward Tersenyum kuda.
" Itu tandanya mereka sehat bodoh ,dari pada hanya diam tidak ada gerakan apa pun " Umpat Rifat .
" Sudah jangan ribut ,ayo kita ke luar " Ujar Amanda .
" menyusahkan saja " Cibir Raymond .
" Sorry " Jawab Edward tanpa dosa .
" Sering kaya tadi " Tanya edward menatap Nova .
" baru beberapa hari belakangan ini " Jawab Nova .
" Koh aku baru tahu " Tanya Edward polos .
" Karena mereka baru gerak " Jawab Nova bingung .
" Ayo istirahat ,mungkin tadi mereka memberikan kode karena sudah mengagguk " Nova mengagguk karena dia sendiri tidak paham .
" Bunda sekarang mau Bobo ,kalian juga bobo iya " Ucap Edward lembut .
Bugh
Bugh
" Ssstttt"
" Jangan bicara Abang " Ucap Nova di sela menahan sakit .
" Maaf " Edward membawa Nova dalam pelukannya tidak ada kata yang ke luar dari mulut kedua manusia itu .
hanya sesekali Edward mencium kening Nova sambil mengelus punggung Nova dengan pelan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘