
Pagi hari Nova ,Edward , Henry dan Elvi sudah siap menjemput baby Nora di rumah sakit tapi sebelum itu mereka lebih dulu sarapan ,sedangkan Adara ada ibu² lainnya menyiapkan penyambutan di bantu para pria sekalipun Baby Nora tidak paham tapi mereka tetap melakukan bahkan kamarnya di sulap layaknya penyambutan ulang tahun .
Raymond yang melihat itu hanya menggeleng dia memilih menjemur ke tiga Cucu nya di bantu El, Rangga ,Eliza yang sejak tadi ikut bergabung bersama kedua orang tuanya yang selalu menempel pada ketiga bayi itu jangan lupakan anak kecil yang nama Della di mana dia selalu menempel pada ketiga bayi itu .
" Apa mereka kurang kerjaan,kenapa heboh sekali " Cibir Eliza terus menatap Baby Ethan sama stroller .
" Yang datang adikmu tapi mereka bersikap seperti orang penting yang akan datang ke rumah ini" Lanjutnya lagi .
" Tidak usah mengurus mereka, kamu sendiri gimana " Eliza menatap Raymond .
" Tidak tahu Dad, Zaza hanya ingin Eyang membaik " Jawab Eliza kembali menatap baby Ethan .
" Eyang akan baik-baik saja ,jangan memikirkan itu fokuslah pada jalanmu " Ujar Raymond lembut .
" Kalian gimana " Tanya Eliza menatap El dan Rangga .
" Kami kenapa " Tanya Rangga bingung lalu menatap El yang juga sama seperti nya .
" Bukan kah kalian juga ingin menikah " keduanya mengaguk pelan .
" Menurut kalian gimana " Tanya Eliza lagi .
" El masih lama kak, Abang tidak mengizinkan itu " Jawab El jujur .
"Bulan depan baru ketahuan kak " Jawab Rangga saat eliza menatap nya .
" Apa hubungan pernikahan itu menyenangkan Dad " Tanya Eliza dengan helaan napas " Aku takut tidak bisa menanganinya apa lagi jika nanti Zaza hamil dan punya anak " Ujar Eliza lirih .
" Apa yang kakak Zaza pikirkan " Tanya Rangga pelan .
" Sekalipun kakak hidup dan besar bersama bunda dan ayah tapi tidak menuntut kemungkinan jika darah mereka sangat kental dalam tubuhku dan kata orang sikap orang tua tidak akan jauh berbeda pada anaknya nanti,Kakak takut jika kakak akan melakukan kesalahan seperti mereka yang meninggal kan anak dan suaminya tanpa alasan yang masuk akal " Jawab Eliza dengan helaan napas berat .
" Kamu sudah punya uang ,nama dan yang lainnya tidak ada alasan buat kamu pergi atau meninggalkan anak dan suami mu ,jika pun itu terjadi Daddy sendiri yang akan menyeret mu, menyiksamu hingga kamu meminta ampun ,Bunda dan ayah mu sudah mendidik mu dengan baik dan Daddy yakin kamu tidak akan melakukan hal itu " Ujar Raymond serius.
" Orang tua Lintang juga bilang begitu ,tapi entah kenapa mereka selalu masuk dalam pikiran Zaza ,apa lagi wanita sialan itu Shhiiit dia sama seperti ibunya mata duitan " Umpat Eliza dengan kesal .
"Ada Della Eliza " Eliza langsung mengapa Della yang hanya fokus pada baby Elea tanpa peduli pada orang sekitarnya mengajaknya bicara sekalipun Elea tidak menggubris nya .
" Sorry Dad" Jawab Eliza tersenyum kaku.
" Apa kamu tidak ingin meminta izin pada mereka saat menikah nanti " Tanya Raymond.
" Tidak " Jawab Eliza tegas " Bagiku mereka hanya makhluk tak kasat mata ,mungkin hanya sama Ayah Alvin sama Lana karena selama ini hanya mereka yang selalu menghubungi ku sekalipun awalnya sangat terasa asing dan tidak nyaman tapi bunda dan ayah selalu memukul ku jika kasar pada mereka terutama adik Daddy itu dia akan berubah jadi ibu tiri sungguhan beda dengan ayah hanya bicara tapi bunda selalu memegang sapu apa pun yang ada di dekatnya , ingin sekali Zaza pergi jauh tapi Zaza tidak punya uang banyak " Lanjutnya dengan wajah sendu .
" Jadi kakak bertahan hanya karena uang " Tanya El ,Eliza mengaguk cepat " Tanpa uang hidup Zaza hampa setidaknya butik itu yang akan menjadi sasaran nya " Ujar Eliza penuh tekad .
" Bukannya itu sudah jadi kakak " Timpal Eliza .
" Iya itu milik kakak, tapi butik itu juga yang selalu menjadi ancaman saat kakak melakukan hal yang membuat bunda marah dan membangunkan jiwa singa nya yang siap akan memakan ku ,padahal singa dan harimau benaran pun tidak akan memakan anaknya sendiri ,Bunda itu hanya lembut di depan saja ,tapi kalau sudah di rumah bahkan baru masuk pintu saja rumah yang katanya adem dan nyaman itu tidak benar adanya " Ujar Eliza menggebu-gebu .
Tanpa dia sadar jika di belakang sudah ada Queen, niat ingin memanggil mereka karena anak² Edward belum mandi tapi apa ini !!
Queen mengepalkan tangannya kuat hingga akhirnya mendarat di kepala Eliza ,membuat wanita itu kaget tapi saat tahu siapa pelakunya dia hanya tersenyum kaku .
PLak
" Yaaakkk ....Bunda sayang " Ujar Eliza tersenyum manis saat tahu Queen sudah berdiri di belakang nya .
" Ah iya ,kakak gendong adiknya " Ucap Rangga dan El langsung menggendong baby Enzi dan Ethan sedangkan Elea bersama Raymond .
" Tunggu bagianmu di rumah " Ucap Queen menatap Eliza lalu masuk kembali dalam rumah
" Iya Bun " Jawab Eliza lirih lalu ikut masuk dalam rumah .
" Jangan ketawa dek " Tegur Eliza saat mendengar El tertawa begitu juga dengan Rangga .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sedangkan di dalam mobil Nova terus tersenyum memegang tangan baby Nora yang berada di gendongan Elvi sejak ke luar dari rumah sakit ,sedangkan Henry dam Edward duduk di depan di mana Edward lah yang mengemudikan mobil.
" Jangan ganggu tidurnya Baby, nanti dia nangis " Tegur Edward saat pandangan nya menatap kaca spion di atas kepalanya .
" Iya Abang " Jawab Nova tapi tetap menggegam tangan baby Nora .
"Apa Jose dan Davin sudah di rumah Mom " Tanya Henry .
" Seperti nya sudah Dad ,tadi sebelum ke rumah sakit Aqila kabarin sudah mau ke rumah " Jawab Elvi ,Henry hanya mengaguk saja .
" Apa uncle Xavier sama Uncle Alister juga Oma " Tanya Edward .
" Kalau Uncle Alister tidak sibuk di rumah sakit ,tapi sepertinya dia ada di rumah soalnya tadi tidak ada dia di antara para dokter " Jawab Elvi .
"Kenapa memang nya bang " Lanjutnya lagi .
" Ada hal yang ingin Abang tanyakan tentang Nora " Jawab Edward fokus pada jalanan .
" Sekalian mau bahas masa libur dokter dan perawat yang sudah menjaga Nora selama di sana " Lanjutnya lagi .
"Berapa lama Abang memberikan mereka libur " Tanya Henry menatap Edward .
" 2 Minggu mungkin sudah cukup " jawab Edward tenang .
" Lakukan itu, bagaimana pun mereka sudah berkeja dengan baik dari membantu Istri mu hingga mengurus anak² " Jawab Elvi setuju dengan usulan Edward .
" Tapi tidak dengan Aunty " Ujar Edward tertawa kecil .
" Kamu akan di amuk nantinya bang " Jawab Henry tersenyum .
" Kalau semuanya libur lalu siapa yang berada di rumah sakit " Ujar Edward lagi .
" Hadapi sendiri karena Opa tidak akan membantu ' Edward hanya tertawa menanggapi jawaban Henry .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟