One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Penasaran



Pagi harinya di sekolahan di hebohkan dengan pengeluaran Bianca dari sekolah, padahal bisa di bilang Bianca anak yang berpengaruh karena kekayaan keluarga nya bisa di bilang Ok .


Edward yang mendengar isu tentang hal itu ada sedikit rasa penasaran, apa lagi ke luarnya Bianca mendadak dan tidak tahu alasan apa pun .


Edward menarik tangan Rangga ke luar dari ruangan kelasnya .


" Kita ke ruangan kepala sekolah " Ucap Edward .


" Mau ngapain bang " Tanya Rangga .


" Ikut saja " Terpaksa Rangga hanya bisa menurut, sedang kan El masa bodoh melihat itu dia lebih fokus pada buku di depannya .


Tok ....tok ....


" Masuk "


Edward dan Rangga masuk dalam ruangan membuat kepala sekolah kaget .


" Selamat pagi pak, maaf kami menggangu " Ucap Edward menunduk kepalanya .


" Tidak papa nak ,ada yang bisa bapak bantu " Ucap kepala sekolah .


" Itu pak, mengenai keluarnya salah satu teman kami yang namanya Bianca karissa putri Pratama " Ucap Edward .


" Duduk dulu nak " Edward dan Rangga langsung duduk setelah di persilahkan .


" Dia sudah mencoreng nama baik sekolah kita dengan menyebar rumor kalau nak Edward dan nak Bianca sudah melakukan pertunangan dan melewati malam " Edward dan Rangga melototkan matanya lebar " Syukur ada seseorang yang segera menghapus berita itu sebelum tersebar luar ke masyarakat ,tapi mungkin teman² kalian sudah tahu hal ini " Edward terdiam sejenak.


Pikirannya kembali berputar apa ini ada kaitannya dengan hal kemarin di mana Daddy nya dan yang lainya tiba² saja pergi saat uncle Rehan dan uncle Arif datang Pikir Edward .


" Sejak kapan berita itu beredar pak " Tanya Rangga mewakili Edward .


" Kalau tentang hubungan malam dan tunangan itu sekitaran sore melalui akun pribadi nak Bianca tapi sebelum itu nak bianca juga sudah menyebarkan terlebih dahulu di sekolah " Edward memejamkan matanya kuat kalau berita di sekolah dia juga sudah tahu tapi untuk yang lainnya dia belum tahu .


" Apa boleh saya tahu pak di mana Bianca di pindahkan " Tanya Edward .


" Kalau itu saya kurang tahu Nak ,karena semuanya mendadak " Ucap kepala sekolah .


" Terimakasih pak atas informasinya maaf sudah mengganggu waktu bapak bekerja , sekali lagi terimakasih " Ucap Edward .


" Tidak papa nak, saya senang bisa membantu kalian " Ucapnya sambil tersenyum .


" Mari pak " Pamit Rangga .


Edward dan Rangga ke luar dari ruangan kepala sekolah menuju ruangan karena beberapa menit lagi akan di mulai pelajaran .


" Abang "


" Apa kamu juga memikirkan tentang yang kemarin sore " Rangga mengaguk pelan " Nanti setelah pulang kita ke perusahaan " Ucap Edward .


" Iya bang " Jawab Rangga .


" Tapi bang, aku yakin Bianca tidak akan melakukan hal itu jika tidak ada penyebab nya , Apa lagi mommy sudah bertemu dengan ibunya pasti ada orang di belakang nya " Rangga mengeluarkan pikiran nya .


" Maka dari itu kita harus ketemu Daddy ,aku tahu sekalipun dia keras tapi Bianca tidak akan melakukan hal itu apa lagi sampai menyebar lewat akun seperti itu ,jika pun iya pasti dari sebelumnya nya " Ucap Edward .


" Iya bang " Jawab Rangga,kini keduanya sudah masuk dalam ruangan .


Tidak berselang lama guru masuk dalam ruangan dan mereka memulai pelajaran pertama .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Edward dan Rangga langsung keperusahan sehingga El harus pulang sendirian di jemput sopir sang adik karena adik² sudah pulang lebih awal.


Padahal ini sudah sore Edward bisa menunggu Daddy nya di rumah tapi entah lah bahkan El sendiri yang kembaran nya bingung dengan jalan pikiran kakaknya itu .


Tok ....tok ...


" Masuk "


Ceklek


Raymond dan Reza menatap ke dua anak mereka di depan pintu .


Lalu mereka berdua menatap jam 2 jam lagi mereka akan pulang, lalu kenapa kedua manusia itu ke perusahaan.


" Apa Abang boleh masuk " Izin Edward terlebih dahulu " Masuk lah " Edward dan Rangga langsung masuk saat mendapat izin dari Raymond .


" Daddy sibuk " Tanya Edward saat kedua sudah duduk di sofa .


" Tidak ,apa ada yang Abang ingin bicarakan " Tanya Raymond dia masih duduk manis di kursi kerjanya .


" Iya " Jawab Edward .


" Tentang " Timpal Reza .


" Daddy selesai kan ini dulu " Edward dan Rangga mengaguk patuh ke duanya hanya duduk sambil menunggu dua orang dewasa itu menyelesaikan pekerjaan nya .


Setelah menunggu hampir 30 menit Raymond lebih dulu bergabung setelah 5 menit kemudian Reza ikut bergabung .


" Apa yang ingin Abang ketahui " Tanya Raymond membuka suara .


" Kenapa Bianca di keluar kan di sekolah " Tanya Edward serius .


" Karena dia memilih jalan itu " Jawab Raymond tenang .


" Apa ada kaitannya dengan kepergian Daddy kemarin " Raymond mengaguk membenarkan " Lalu di mana Bianca " Tanya Edward .


" Itu bukan urusan Daddy bang, Daddy hanya melakukan kekacauan yang dia buat ,selebihnya Daddy tidak tahu " Ucap Raymond .


" Satu yang harus kamu tahu, Nova sudah tahu tentang kabar ini " Edward menghela napas panjang " Nanti Abang jelaskan " Ucap Edward .


" Tutup mulutmu jangan mengatakan papa " Rangga mengaguk paham saat ucapan itu tertuju padanya ,Reza hanya tersenyum tipis melihat wajah kaget anaknya .


" Tapi Dad ,apa semuanya murni kesalahan Bianca maksud nya bukan mau membela atau apa tapi menurut Rangga pasti ada orang di belakang nya " Ucap Rangga hati² .


"Kalian akan tahu nanti, untuk sekarang fokus pada sekolah ini urusan Daddy dan Papa ,jangan melakukan hal di luar batas kalian, paham " Tekan Raymond tegas .


" Iya Dad " Jawab mereka bersamaan .


" Perusahaan ...."


" Daddy tidak melakukan itu , tapi tidak tahu nantinya kalau mereka kembali berulah " Edward mengagguk paham dia tidak lagi berkomentar .


" Papa sudah bicara sama Ade " Reza mengaguk " Biarkan dia sendiri dulu iya jangan ganggu adikmu " Rangga mengaguk " Mama " Tanya nya lagi .


" Mungkin dia sudah tahu, tapi menunggu kakak bicara jadi bicara lah dengan pelan " Ucap Reza Tersenyum .


" Kaka bisa kuliah di sini jika berat meninggalkan Randy sama Mama " Ucap Edward .


" Tidak papa Bang, Hanya butuh waktu saja kan " Jawab Rangga Tersenyum.


" Baiklah, lalu bagaimana ....." Rangga langsung menutup mulut Edward " Abang " Rengek manja Rangga .


" Kau gila " bentak Edward saat tangan Rangga sudah terlepas dari mulutnya " Memang kenapa kalau Daddy sama Papa tahu " Rangga menggeleng cepat ,membuat Raymond dan Reza saling bertatapan bingung .


" Belum bang " Edward berdecak saja " Kamu sembunyikan juga pasti Papa tahu " Ucap Edward sinis .


" Tapi ...."


" Kakak "


" Nanti Pa " Tatapnya dengan memelas " Apa Daddy tidak boleh tahu " Rangga menghela napas panjang " Abang sih ' Gerutunya kesal, membuat Edward tersenyum kecil .


" Apa boleh Kakak pacaran sama Vika " Reza menaikan alisnya " Vika siapa " Tanya Reza bingung .


" VIka Nanda Puji Laksono " Reza melototkan matanya tajam,dari nama belakang nya saja dia sudah tahu .


" Selamat " Raymond menepuk punggung Reza pelan sambil tertawa , sedangkan Reza masih syok .


" Bukannya dia tidak sekolah di sana " Tanya Reza .


" Mereka ketemu saat les privat Pa " Reza mengusap wajahnya kasar " sudah atau belum " Tanya Reza serius " Su-dah " Jawab Rangga gugup .


" Astaga Kakak " Geram Reza lalu dia menarik napas panjang " tidak boleh iya " Tanya Rangga sendu .


" Jangan menghalangi mereka, kita tidak tahu akhirnya nanti seperti apa " Reza mengagguk paham " Sudah lama " Rangga menggeleng " Sebulan " Jawab Rangga .


" Papa Secret " Reza mengaguk ' Ok " Jawabnya .


" Kita pulang , seperti nya Papa mu sudah tidak bersemangat kerja " Ucap Raymond .


" Maaf Pa " Reza menaikan tangannya " Papa hanya syok kak ,apa dunia ini kecil sekali " Gumamnya sambil menggeleng .


" tunggu Papa bereskan kerjaan dulu " Edward dan Rangga mengaguk ,lalu kedua orang tua itu menuju meja kerja nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟