
" Ada masalah " Tanya Henry saat menatap anak²nya yang tidak seperti biasanya .
" Tidak Dad " Jawab Raymond karena memang tidak ada masalah bukan .
" Rifat " Rifat menatap sang Daddy lalu menggeleng " Selesaikan dengan baik ,jangan buat orang khawatir " Ucap Henry lalu melanjutkan sarapan nya .
" Daffi sudah " Ucap Daffi langsung meninggalkan meja makan setelah mencium pipi Rifat lalu Henry dan Elvi
" Qiandra Juga " Sang adik mengikuti Daffi hanya mencium pipi Rifat lalu Opa Oma nya
" Apa kalian tidak ingin berpamitan sama bunda " Daffi dan Qiandra pergi begitu saja tanpa Mendengar ucapan Amanda .
" Daffi , Qiandra " Panggil Amanda tapi sayang kedua anaknya sudah pergi .
Henry menatap Rifat yang hanya fokus pada makanan di depannya .
" Daddy " Panggil Elvi pelan " Tidak papa " Ucap Henry menangkan sang istri .
" Abang pamit Dad " Edward mencium pipi kedua orang tuanya di susul adik² nya lalu mencium Opa Oma nya .
" Rangga pergi Pa ,ma " Ucap Rangga melakukan hal yang sama pada kedua orang tuanya di susul yang asik lalu Opa Oma nya .
Begitu juga bara dan adik kembarnya mencium pipi kedua orang tuanya dan Opa Oma nya .
" jangan nakal iya di sekolah " Ucap Vania lembut .
" Iya Bu " Jawab si kembar .
Lalu mereka meninggal kan meja makan besar itu , seperti nya anak² mereka tahu jika keluarga nya sedang ada cekcok jadi mereka memilih menjauh toh itu buka urusan mereka bukan.
" Jelaskan " Titah Henry .
" Amanda " Panggilnya dengan suara renda saat Rifat enggan membuka suara.
" Apa perlu Daddy tanya Daffi sama Qiandra " Suara Henry semakin rendah .
" Daddy ....." Henry meminta anak sulung nya untuk diam di tempat nya, Raymond yang paham itu akhirnya diam .
" Anak² meminta Amanda berhenti Dad " Ucap Amanda lirih .
" Terus kamu tidak bisa memenuhi kenginginan mereka " Tebak Henry membuat Amanda terdiam .
" Sampai kapan ?? Kamu yakin selama ini waktumu cukup untuk mereka " Lanjutnya lagi .
" Daddy tahu ini cita² ....."
" Daddy tahu sangat tahu, kamu bisa ke luar masuk sesuka hatimu ,lalu apa yang kamu takut kan ,itu rumah sakit keluarga bukan rumah sakit pemerintah yang harus melakukan beberapa hal untuk bisa masuk , Dua tahun saja setelah itu terserah padamu ,aku yakin Rifat masih bisa mengurus dirinya di sendiri " Potong Henry cepat .
"Tapi ....
" Lakukan sesukamu " Henry langsung meninggalkan meja makan .
" Biar mommy yang jelaskan " Ucap Elvi menyusul sang suami .
" Aku kerja dulu iya ,kalau ada papa telepon langsung " Adara mengaguk " Hati² ,jangan lewatkan makan siang " Raymond hanya tersenyum lalu mencium kening dan bibir sang istri .
" Ayo sayang, supir sudah menunggu mu " Riane langsung berdiri di bantu Reza .
" Aku kerja dulu iya " Vania mengaguk " Kaka ipar tolong jaga ibu anak² ku " Adara hanya mengaguk Tersenyum .
" Dia bukan anak kecil " Jawab Raymond ketus .
" Ayo aku antar ke rumah sakit " Ucap Rifat ,Amanda berdiri dengan lemas lalu mengikuti langkah sang suami .
"Koh sore terus Dad ,lalu mereka makan ...."
" Ada kantin baby " Ucap Raymond paham .
" Tidak nanti pelayan antar makanan untuk mereka
Mendengar kekhawatiran Adara ,Amanda langsung terhenti menatap Adara .
Dia menatap Adara dalam, berarti selama ini Adara menunggu anak² pulang baru makan siang , jika tidak dia meminta pelayan membawakan makanan .
Apa dia begitu buruk di mata anak-anak nya bahkan dia tidak tahu mereka makan siang dengan benar atau tidak.
Padahal tanpa dia tahu ,selama ini Adara meminta pelayan untuk mengantarkan makan siang unik mereka semua bukan hanya anak²nya .
Tapi jika Adara tidak menyuruh pelayan anak² nya akan makan di kantin dan itu Edward yang selalu membawa mereka ke sana karena dialah yang paling tua diantara yang lainnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Abang "Panggil Daffi ,Edward sengaja meminta Daffi satu mobil dengan nya dan Rangga ,Sedangkan Qiandra bersama El.
" Jangan membuat bundamu sedih " Ucap Edward menatap kearah luar .
" Tapi aku ingin bunda di rumah saja ,sepeti mommy ,mama ,ibu dan bunda Queen " Ucap Daffi .
"Setiap pulang hanya bunda yang tidak ada " Edward mengelus punggung Daffi " Biarkan ayah yang menyelesaikan nya " Daffi mengangguk patuh .
" Yang penting bunda sudah mendengar kenginginan kalian, Abang yakin pasti bunda akan memilih kalian " Ucap Edward .
" Iya bang " Jawab Daffi .
Sedangkan Rangga hanya diam saja Mendengarkan Edward dan Daffi .
" Abang "
" Hebm "
" Apa Abang berdosa jika meminta bunda seperti itu ,karena di rumah sakit juga bunda membantu ibu hamil " Tanya Daffi .
"Abang bukan tuhan Daf,untuk itu Abang tidak tahu dosa dan tidaknya !! tapi tidak ada salahnya kamu meminta begitu karena semua anak butuh perhatian orang terdekat nya contohnya Bunda " Ucap Edward tenang .
" Rangga "
" Rangga tidak tahu kak, Rangga juga bingung harus bicara dari mana karena Mama juga kerja tapi Mama selalu mengusahakan sebelum kami pulang dia sudah di rumah ,karena perusahaan ada Uncle Morgan sama aunty Endang " Terang Rangga jujur .
" Rumah sakit juga ada ayah Alister ,tapi bunda tetap memilih kerja " keluh Daffi .
" Sudah tidak usah memikirkan itu, jika kamu malas Kembali ke rumah karena tidak ada bunda ,kamu perusahaan saja ayah mu " Edward memberikan solusi " Lagian di rumah ada mommy ,ibu Vania ada Oma dan Opa " Ucap Edward .
" Sudah jangan memikirkan papa , kita sudah sampai " Ucap Edward,yang hanya di jawab anggukan kepala .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰😘😘😘
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟