One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Tidak pintar membuat



" Kenapa " Tanya Raymond menatap Reza yang sudah berdiri di depannya .


" Daddy ke sini " Raymond menaikan alisnya sebelah tapi belum juga menjawab ruangannya sudah terbuka dari arah luar mengalikan ke duanya .


" Sibuk " Tanya Henry langsung duduk di sofa .


" Sangat, maka kembali lah jika itu tidak penting " Lidah Henry berdecak menatap Raymond berjalan ke arahnya.


" Abang mana " Tanya Henry lagi .


" lagi di luar Dad sama Rangga ada kerjaan " Jawab Reza .


" Tidak usah basa-basi , pekerjaanku cukup menumpuk " Ucap Raymond membuat Henry mendengus .


" Erland ingin menetap di London " Ujar Henry .


" Lalu " Tanya Raymond .


" Kamu pasti sudah tahu apa yang terjadi dengan nya karena dia mengakuinya secara terang-terangan ,jadi kamu pasti paham dengan kenapa dia ingin menetap di sana " Ujar Henry .


"Reza sudah mengurusnya" Jawab Raymond.


" Dia setuju jika di sana ada Pengawal pribadi nya " Raymond menatap Henry .


" Relly " Henry mengaguk " Karena itu syarat dari Daddy jika dia ingin menetap maka dia harus mau di kawal anak Uncle nya " Jawab Henry, Raymond langsung menatap Reza .


" Saya akan urus Tuan " Jawab Reza cepat .


" Kau yakin " Reza mengaguk pelan " Saya akan bicara pada mereka " Ujar Reza .


" Terimakasih aku selalu percaya denganmu " Reza hanya mengaguk Tersenyum tipis .


" Daddy ke sini hanya ingin mengatakan itu " Tanya Raymond .


" Transfer kan Daddy uang " Reza dan Raymond langsung melotot ke arah Henry .


"Jangan bersikap seperti anak² Dad ,semua yang Ray lakukan di kursi sana masuk juga di rekening Daddy " Jawab Raymond ketus sambil menunjuk kursi kerjanya nya


" Apa kau tahu berapa yang di habiskan anak bungsu mu hanya sekali Daddy mengajak nya ke luar " Ujar Henry kesal .


" Kenapa Daddy mengajaknya " Lidah Henry berdecak " tidak usah bertanya jika jawabannya kamu sudah tahu " Jawab Henry kesal .


" Apa ini di bilang perhitungan " Tanya Reza membuat Henry menatap nya .


" Sudahlah bicara dengan kalian membuat Daddy pusing ,jika tidak memikirkan dia Cucu ku hampir aku memenggal kepala nya di mall, apa segitu penting game untuk nya " Ucap Henry kesal .


" ayah sama papi saja tidak keberatan mengeluarkan uang untuk Erland " Jawab Raymond .


" diamlah, Ingat Urus secepatnya karena Erland akan kembali lebih dulu " Ujar Henry berdiri dari duduknya .


" Tidak minum dulu Dad " Tanya Reza .


" Dari tadi Daddy duduk kamu tidak menawarkan ,sekarang sudah mau pulang kamu baru bilang " Henry menatap sengit ke arah Reza .


" Lupa Dad " Lidah Henry berdecak lalu ke luar dari ruangan itu .


BRAK


" Apa Daddy ke sini hanya untuk itu, bukankah dia bisa mengatakan di rumah di sana juga ada ruang kerja jika tidak ingin di ketahui " Ujar Raymond menatap Reza .


" Mungkin Daddy hanya merindukan suasana perusahaan Tuan, Daddy juga ada janji bertemu seseorang " Raymond mengaguk saja lalu kembali ke tempat duduk nya di ikuti Reza .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam harinya semua nya berkumpul setelah makan malam , melihat itu mommy Ellena menarik sudut bibirnya panjang di mana Jose dan Davin menyempatkan diri ke rumah utama dan tentunya dengan anak²serta cucu mereka .


" Hen " Henry menatap Mommy Ellena .


" Mommy butuh sesuatu " Tanya Henry lembut .


" Tidak " Jawabnya dengan gelengan kepala " Mommy hanya ingin bicara dengan kalian, mumpung ada Jose ada Davin dan juga anak² " Merasa namanya di sebut kedua pria itu menatap ke arah Mommy Ellena .


" Kamu di sini yang paling tua di antara mereka ,jadi apa pun nanti yang terjadi jaga adik²mu karena kamu fondasi yang paling kuat " Ujar Mommy Ellena .


" Tumben !! jangan bilang mommy ingin kembali ke London lagi " Ujar Davin .


" Mommy bilang apa sih " Ujar Jose ketus.


" Apa mommy kurang kunjungan " Timpal Jeje .


" Mommy hanya bicara saja " Ujarnya Tersenyum, Daddy Radit hanya terdiam tidak menimpali ucapan istri nya .


Dia paham ke mana arah pembicaraan istrinya bukan tanpa alasan mengingat umur mereka sudah tidak muda lagi itu salah satu alasannya sekalipun umur bukan patokan untuk seseorang menghadap Tuhan .


" Abang " Edward menatap Mommy Ellena " Jaga keluargamu ,adik²mu juga karena suatu saat kamu akan memegang itu sekarang kamu sudah duduk di perusahaan jaga yang sudah di bangun oleh Eyang mu, Apa pun nanti keputusan anak²mu jangan perna melarang jika itu masih dalam hal yang wajar begitu juga buat kalian jadilah anak yang baik ,jangan membuat orang tua kalian marah , sekalipun Oma yakin kalian terdidik dengan aturan yang baik " Ujar Mommy Ellena.


" Mom diamlah " Ujar Henry.


" Jika mommy tidak ada bahan untuk bicara ,lebih baik diam dan dengarkan suara mereka saja " Ujar Henry kesal sambil menunjuk Edward dan adik²nya yang terdiam di sofa .


" Henry " Tegur Daddy Radit.


" Kenapa harus membahas hal bodoh seperti itu " Ujar Alan yang ikut kesal .


" Apa Oma Sakit" Tanya Alister menatap mommy Ellena .


"Oma hanya bicara saja Nak " Ujar Mommy Ellena tertawa kecil .


" Tapi aneh saja " Timpal Xavier .


" Pikiran kalian terlalu jauh " Ujar Daddy Radit .


Elvi yang sejak tadi hanya terdiam dia kembali teringat dengan ucapan ibunya sebelum meninggal, dia langsung menatap mommy ellena dan semoga saja apa yang dia rasakan sekarang tidak benar ada nya .


Dia hanya takut saja karena pikiran nya kembali beberapa tahun yang lalu .


" Kalian kapan menyusul Abang kalian " Ujar Mommy Ellena .


" astaga Mom ,anak² masih kecil " Ujar Davin cepat .


"Kecil bilang mu !! Umur mereka tidak jauh berbeda dan kamu lihat ketua mereka " Ujar Daddy Radit menatap Edward .


" Dari pada Daddy memikirkan mereka , mendingan Daddy pikirkan anak perempuan Daddy yang masih melajang dan hanya sibuk mengurus butik " Ujar Jose .


" Benar anak itu harus Mommy pukul " Ujar mommy Ellena langsung mengingat Cucu nya pertamanya siapa lagi kalau bukan Eliza .


" Telepon mereka ke sini ,kalau mommy yang telepon jangan sampai mommy mengumpat nya " Ujar mommy Ellena.


" Umurnya sama bukan dengan Nova ,tapi astaga apa dia akan mengikuti Opanya yang menikah di usia tua " Henry langsung menatap Mommy Ellena .


' Mana ada tua ,itu usia yang pas Mom untuk menikah !! iya kan sayang " Elvi hanya mengaguk Tersenyum .


" yang tua itu Daddy ,makanya kami semua pria ,bahkan Daddy tidak ada niat memberikan kami adik perempuan " Ujar Alan .


" Tanpa Daddy kasih kalian sudah sering bersama adik bikinan kalian sendiri " Ujar Daddy Radit menatap Alan .


" Syukur aku pintar buat anak, jadi Nabilla bisa melahirkan seorang putri ,jika tidak mungkin Alister akan sama dengan yang kami rasakan " Ujar Davin tertawa kecil .


" Pulang ke rumah mu, jangan perna menginjakan kaki ke sini lagi " Usir Daddy Radit.


" Terimakasih ,kami akan kembali lagi bahkan setiap hari " Ucap Davin membuat mereka tertawa .


Tuhan panjang kan umur kami izinkan kami bisa bertemu dengan cicit kami Ucap mommy Ellena dalam hati .


Terimakasih tuhan untuk semua kebahagiaan yang di berikan pada keluarga ku ,kini kami sudah siap Ucap Daddy Radit dalam hati


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘