
" kenapa " Tanya Edward lembut ,kini di ruangan itu hanya ada mereka berdua sedangkan yang lainnya sudah kembali ,begitu juga di ruangan mommy Ellena hanya ada Alister dan Ela sedang kan Daddy Radit di minta untuk kembali karena sudah dua hari berada di rumah sakit menemani sang istri .
" Baby " Nova menatap sang suami lalu menggeleng setelah itu pandangan nya kembali ke arah box bayinya .
" Aku tahu perasaan mu seperti apa , Tapi kamu harus memikirkan mereka baby, karena asupan makanan mereka berada di kamu , percayalah si bungsu baik² saja dia hanya butuh waktu menyesuaikan diri baby " Ucap Edward lembut .
" jika kamu seperti ini terus bukan hanya dia yang berada di ruangan perawatan tapi ke tiga kakak nya juga ,kamu tidak lupa bukan pesan Mommy ,Oma dan yang lainnya " Nova mengaguk pelan lalu merentangkan tangannya , melihat itu Edward hanya bisa menghela napas panjang .
" Bukan hanya kamu yang terluka ,tapi aku juga !! dia baru lahir tapi badannya harus di pasangkan berbagai macam alat " Edward mengusap bahu Nova dengan lembut " Ayah sama ibu sudah di rumah tapi Opa melarang mereka untuk ke sini karena baru datang " Nova mengagukan kepalanya .
" Abang sudah siapkan nama " Tanya Nova lirih .
"Biarkan Eyang yang memberikan mereka nama, aku juga bingung harus memberikan mereka dengan nama apa !! kenapa mereka sebanyak ini seperti kucing saja "
PLak
" Kenapa memukul ku " Gerutu Edward kesal .
" Mereka bukan kucing ,mereka anak²ku " jawab Nova kesal .
" Aku tahu ,tapi kenapa mereka ke luar langsung 4 ,syukur kamu operasi coba kalau normal aku tidak yakin milikmu sesempit dulu " Ucap Edward menatap ketiga box bayinya.
" Memang itu lebih penting iya " Tanya Nova polos membuat Edward menatapnya .
" Sangat penting, bahkan kamu sampai lupa diri juga sudah ...."
" STOP " Pekik Nova lalu menarik selimutnya " Aku mau tidur kata mommy aku tidak boleh begadang karena mereka akan bangun " Ujar Nova .
" Aku belum selesai bicara Nova ,lagian ada perawat yang akan membantumu " Ucap Edward .
" Satu ....Dua ...."
" Kenapa " Tanya Nova kesal,Edward duduk di ujung tempat tidur pasien sambil menatap Nova .
" Abang mau baring " Edward menggeleng lalu menggegam tangan Nova " Makasih " Ucap Edward menatap Nova sambil mengelus tangannya .
" Untuk " Tanya Nova bingung " Semuanya, maaf jika di awal ....."
" Tidak usah mengingat yang dulu , aku sudah melupakan nya !! Bukannya Abang yang merasakan ,jadi bagi Nova itu sudah impas " Nova menggegam balik tangan Edward " Harusnya Nova yang berterimakasih karena sudah menerima wanita yang tidak sempurna ini " Nova menggeleng saat Edward akan bersuara " Aku tidak tahu kenapa bisa mencintai pria yang begitu luar biasa seperti Abang, padahal melihat Abang saja dulu aku takut " Ucap Nove tersenyum " Bahkan bermimpi pun Nova tidak kuat tapi kini bahkan aku bisa melahirkan anak²nya " Lanjutnya tertawa kecil .
" Teruslah tersenyum ,Sebelumnya kita sudah melalui begitu banyak hal dan tentunya itu tidak mudah bagimu begitu juga dengan ku !! Aku tidak akan ingin itu kembali terjadi lagi , jadi aku mohon Jangan pernah berhenti mencintaiku !! Aku ingin menghabiskan sisa waktu hidupku hanya bersama dirimu dan Anak² , karena ku tahu ada di samping kalian adalah kebahagiaan yang besar untukku , Mungkin aku tidak bisa sepenuhnya bersama kalian tapi aku akan berusaha menjadi suami dan Daddy yang terbaik untuk kalian ,teruslah berdiri di samping ku ,karena kamu tempatku bersandar dari semua lelahku " Ucap Edward tulus membuat Nova merona karena ini pertama kalinya pria dingin itu mengutarakan perasaannya .
" Apa Abang habis makan gulali "
DUAR
Edward melototkan matanya ke arah Nova ,dia sudah menyusun kata perkata tapi resepon yang dia dapat 😡🤬😡😡🤬 Edward melepaskan tangan Nova dengan kasar lalu turun dari tempat tidur dan mendekati box anak²nya .
" I Love you Edward Dara Alexander Mateo " Edward hanya di saja tapi bibirnya tertarik sedikit sambil menatap anak²nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain, di rumah utama Rangga sedang duduk bersandar di tempat tidur empuknya melakukan panggilan video bersama kekasihnya .
" Apa Eyang sudah sehat " Tanya dari seberang .
" Belum ,tapi jauh lebih baik " Jawab Rangga .
" Maaf ,aku tidak bisa di dekat kakak memberikan semangat " Ujarnya dengan sendu .
" Aku mengerti ,maka cepat selesaikan semuanya aku tidak ingin berpisah lagi " Jawab Rangga membuat Vika mengaguk malu .
" Baik ,mereka sangat lucu dek, tapi satu nya harus di rawat " Ucap Rangga .
Tok ....tok...
" Masuk "
Ceklek .
" Koh belum tidur "
" Belum ngantuk Ma " Jawab Raine masuk bersama Reza .
" Ada yang ingin Papa bicarakan " Rangga mengaguk membernarkan duduknya .
" Hubungan dengan Vika baik " Rangga mengaguk " Baik " Jawab Rangga .
" Gini sebenarnya Papa sama Mama sudah bicara ini sama Opa dan Oma mu , Tapi ada keluarga jauh dari Eyang yang ingin bertemu dengan mu " Ucap Reza pelan .
" Intinya saja Pa " Jawab Rangga .
" Masih ingat dengan Kakek Nizam " Rangga mengagguk " salah satu Cucunya terang²an mengatakan jika dia menyukai mu dan Eyang mengudang kita ke rumahnya untuk makan malam bersama " Raine lembut .
" Tapi kalau kakak tidak mau jangan paksakan karena sebelumnya Papa sudah bilang sama Oma dan Opa kalau kami akan menerima undangan itu tapi tidak dengan Kaka " Lanjut Riane.
" Apa jika Kakak tidak pergi Mama dan Papa kecewa " Tanya Rangga serius .
" Tidak " Jawab Reza cepat .
"Lalu bagaimana dengan Opa, Oma terus Eyang " Tanya Rangga .
"Tidak usah memikirkannya , itu akan jadi urusan Papa tapi kita tidak bisa pergi sekarang jika Eyang Ellena belum stabil kesehatan nya " Jawab Reza .
" Kamu menelpon " Tanya Riane cepat saat melihat iPad Rangga tiba² mati .
" Shiiittt " Umpat Rangga lalu mengambil iPad nya di atas meja samping tempat tidur .
" Jelaskan dengan baik ,Papa yakin mendengar pembicaraan kita " Rangga mengaguk .
" Iya sudah Papa sama Mama ke luar dulu " Ucap Reza .
" Iya Pa ,ma Good night " Ucap Rangga
" Good night Kaka " Ucap Riane lalu ke luar dari kamar Rangga dan menutup pelan pintu kamarnya .
Rangga kembali menelpon Vika ,tapi sepertinya nya ponsel nya mati !! Rangga membuang asal benda tipis itu mengusap wajahnya kasar .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟