One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Tanpa alasan



" Arya ..... Laras " Panggil Nova sambil berjalan ke arah sofa .


" Koh tidak bilang ke sini " Tanya lagi saat sudah berada di depan kedua temannya .


" Maaf kami hanya bawa ini, mau kasih semalam tapi kamu sudah pulang " Laras menyerahkan kotak berukuran kecil pada Nova .


" Kalian datang " Keduanya mengagguk, Nova langsung menatap Edward yang sudah duduk .


"Duduk baby " Nova duduk di bantu Edward " Maaf semalam aku pulang cepat ,soalnya cape berdiri terus tidak nyaman " Jawab Nova seadanya.


" Tidak papa, tuan Muda meminta kami ke sini ,makanya kami ke sini !! Maaf kalau waktunya mengganggu waktu istirahat mu " Nova mendengus saja .


" Boleh aku buka " Tanya Nova menatap ke duanya .


" Jangan sekarang ,nanti saja kalau kami sudah pergi " Ucap Arya cepat .


" Kenapa " Tanya Nova menatap keduanya yang terlihat bingung " Nanti saja ok " Nova tidak peduli dia malah membuka kotak itu penolakan ke dua sahabatnya membuat nya penasaran .


Saat kotak itu terbuka dia menatap ke dua sahabatnya yang sudah menunduk .


Nova menatap kotak jam tangan itu lalu membuka nya,jam tangan couple itu artinya dia harus memakai pada Edward bukan ,Nova menatap Edward yang menatap kotak hadiah itu .


Di pikirkan Nova apa mungkin Edward memakai jam tangan itu sedangkan jam tangan miliknya tidak terhitung setiap harinya berbeda yang di pakai nya begitu juga harga nya.


Nova Kembali menata Arya dan Laras yang hanya menampilkan senyumnya ,ini bukan jam tangan murah termaksud jam tangan mahal tapi entahlah Nova bingung .



" Kalian patungan " Tanya Edward sambil membuka jam tangan miliknya .


" I....ya tuan ,maaf " Jawab Arya terbata .


Edward memberikan jam tangannya pada Nova lalu mengambil jam tangan hadiah dari Arya dan Laras membuat mereka kaget sekaligus takut karena nanti kulit Edward gatal² .


" Jangan Lagi membeli jam tangan seperti ini ' Ucap Edward membuat keduanya terdiam begitu juga Nova " Ini bukan harga yang murah dan pasti kalian membeli ini antara ingin dan tidak hanya karena tidak enak datang dengan tangan kosong ,kalian datang pun sudah lebih dari cukup setidaknya kalian menghargai istriku yang mengundang kalian secara langsung " Lanjutnya membuat Nova Tersenyum .


" Maaf tuan " Ucap keduanya .


" Permisi Tuan , Non " Ucap pelayan yang membawa minuman dan kue untuk mereka .


" Lanjutkan ,aku ke belakang " Ucap Edward .


" Abang tidak di sini " Edward mengaguk lalu mencium kening dan bibir Nova .


" Kalau sudah selesai suruh mereka saja " Tunjuknya pada penjaga yang ada di pintu .


" Iya Abang " Jawab Nova ,Edward meninggalkan mereka begitu saja .


" Va,apa nanti tangan nya aman " Tanya Laras to the poin .


" Aman ' Jawab Nova memasukkan jam tangan milik Edward yang tadi pada kotak ,lalu dia megambil jam tangan wanita di pasang di tangannya .


" Kalau kamu yang pakai jam tangan itu kami tidak peduli tapi Tuan Edward nanti alergi VA " Ucap Arya.


" Cantik " Gumam Nova menatap tangan nya tanpa peduli pada kedua sahabatnya .


" Di makan " Ucap Nova menatap meja .


" Terimakasih ,tahu saja kalau haus " Ucap Laras mengambil gelas .


" Wanita ini " Gumam Arya menggeleng .


" Kamu juga, kalau kamu tidak minum nanti penghuni rumah ini marah karena kamu tidak menghargai ....."Arya langsung mengambil gelasnya meminumnya hingga tandas .


" Sudah " Ucapnya membuat Nova tertawa begitu juga Laras .


" Kamu percaya dengan nya " Arya mengaguk " Sekalipun bohong tapi aku merinding dengar ucapan nya " Jawab Arya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Lo Nova mana Bang " Tanya Adara .


" Di depan sama temannya " Jawabnya lalu duduk di samping El .


" Kenapa tidak temani " Tanya Jeje


" Biar mereka nyaman " Jawabnya seadanya .


" Itu karena Abang menakutkan " Ucap Rangga .


" iya Abang menakutkan " Timpal Della.


" dari pada kamu cerewet buat kepala sakit saja " Ucap Edward .


" Tidak kan Mama " Riane mengaguk " Itu kata Mama tidak " Lanjut nya .


" Kalian sama saja bikin kepala pusing " Ucap Radhi .


" Della tidak bicara sama Uncle " Ucap Della .


Tidak berselang lama pengawal kembali kebelakang memanggil Edward .


" Mereka sudah pulang " Tanya Edward .


" Sudah tuan " Jawab pengawal .


" Cepat sekali " Gumamnya lalu berdiri masuk kembali ke dalam rumah .


" Kenapa tidak menungguku " Ucap Edward saat melihat Nova berjalan ke arah nya .


" Tidak papa " Jawab Nova Tersenyum .


" Simpan di kamar " Ucap Edward mengambil kotak kecil yang ada di tangan Nova .


" Baik tuan " Jawab pelayan .


" Abang "


" Hebm "


" Mau jalan " Ucap Nova membuat langkah Edward berhenti .


" Kemana " Tanya nya menatap Nova .


" Terserah, tapi pengen mau jalan " Jawab Nova .


" Sekarang " Nova mengaguk " Kita izin dulu iya " Nova mengagguk lalu kembali berjalan .


" Koh Temannya sudah pulang Nak ' Tanya Elvi lembut .


" Mereka ada urusan Nyonya " Jawab Nova lembut .


" Abang mau ke luar sebentar " Ucap Edward .


" Sendiri " Edward menatap Nova " Jangan terlalu jauh perginya ' Ucap Henry .


" Iya ,Ayo " Ucap Edward .


" kami pergi dulu ,permisi " Pamit Nova menunduk kepalanya lalu berjalan meninggalkan tempat itu .


Pengawal yang melihat Edward ke luar bersama Nova menuju mobil dengan sigap mereka langsung membukakan pintu untuk mereka .


setelah itu mereka masuk ke dalam mobil tanpa harus di minta mereka langsung masuk dalam mobil .


" Abang " Edward menatap Nova sekilas lalu kembali fokus ke depan membawa mobilnya ke luar dari rumah besar itu .


' Kamu ingin ke mana " Tanya Edward menatap ke depan .


" Terserah, tempat yang nyaman saja " Ucap Nova menatap ke arah luar .


" Ada yang kamu pikirkan " Tanya Edward ,hanya helaan napas yang ke luar dari mulut Nova .


" Tidak ada " Jawab Nova lirih .


" Sekalipun terpaksa kamu harus terbiasa " Nova hanya diam saja " Aku tidak memaksamu harus seperti apa ,tapi jangan terlalu terlihat ,kamu membuat mommy tidak enak " Lanjutnya dengan serius .


" Maaf,aku akan merubahnya " Jawab Nova .


" Iya lakukan itu, bagaimana pun dia mommy ku ,terlepas dengan apa kesalahannya dulu setidaknya dia sudah meminta maaf padamu dan selebihnya terserah padamu " Nova menatap sekilas ke arah Edward lalu menatap kembali kedepan.


" Aku hanya ragu , apa salah ?? " Tanya Nova lirih .


" Keraguan mu tidak beralasan Nova " Jawab Edward .


" Tidak beralasan bagaimana !! Bukankah itu wajar , seseorang berubah hanya karena dia tahu aku mengandung anakmu , apa kalian takut aku tidak bisa ....."


" Seseorang yang kamu maksud itu Mommy Ku Nova Hargai dia " Ucap Edward menekan ucapan nya .


" Kapan kita pindah " Tanya Nova


" Tidak untuk sekarang ,karena nanti mommy akan curiga begitu juga yang lainnya ,karena sebelum nya aku sudah bilang bukan tidak mudah untuk ke luar dari rumah itu " Nova memilih untuk diam tidak lagi bicara .


Edward menghela napas panjang membuangnya dengan kasar ,jika orang berpikiran hubungan nya dan Nova baik² saja itu salah, karena nyatanya wanita itu masih ragu pada keluarga nya dan dia beranggapan bahwa kehamilan nya lah yang merubah mereka semuanya sehingga dia selalu membatasi dirinya untuk tidak terlalu menerima pemberian keluarga edward padanya bukannya tidak menghargai tapi hanya jaga² saja .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟