
Malam harinya Nova kembali termenung sambil mengelus perut nya .
" Makasih sudah hadir menjadi obat untuk Bunda ,sehat terus bunda akan melakukan apa pun untuk kalian " Ujarnya Tersenyum .
" Bunda harap suatu saat nanti kalian tidak bertanya tentang ayah kalian, jika waktu sudah mengizinkan kita akan pergi menemui kakek sama nenek orang tua bunda , sekalipun tidak muda bunda akan berusaha untuk kalian " Ujar Nova .
" Selain nenek Nur, bunda juga punya orang tua kita tidak sendiri " Lanjutnya .
" Kamu yakin tidak ingin memberi tahu ayah nya " Nova membalikkan badannya Tersenyum pada nenek Nur.
" Tidak Nek ,mereka sudah menjadi obat untuk Nova mereka kebahagian Nova " Jawabnya lembut .
" Kalau seandainya ayah mereka tahu apa yang akan kamu lakukan " Tanya Nenek Nur membuat Nova terdiam .
" Nova juga tidak tahu Nek ,tapi Nova berharap itu tidak akan terjadi bagaimana pun dia sudah memiliki keluarga dan aku tidak ingin hanya karena kehadiran anak² Nova mereka jadi bertengkar " Ujar Nova Tersenyum tipis .
" Apa pun masalahnya , mereka harus tahu siapa ayah nya !! jangan membuat mereka berpikiran buruk sekalipun mereka masih kecil " Nova mengagguk .
" Nova sudah pikirkan Nek, Nova akan tetap memperkenalkan Ayah mereka ,jika suatu saat mereka sudah paham baru Nova jelaskan Sekalipun tidak semuanya " Nenek Nur mengaguk .
" Tenanglah , Nenek akan terus bersamamu jangan merasa sendiri " Ujar Nenek Nur.
" Nek " Panggil Nova pelan.
"Jika nanti kami kembali bertemu orang tuaku ,Nova harap nenek ikut !! Nova tidak ingin meninggalkan nenek sendirian " Ucap Nova serius .
" kalau Nenek menolak kami akan terus di sini " Lanjutnya sebelum Nenek Nur membuka suara .
" Nenek tidak mungkin meninggalkan kebun Nak " Ujar Nenek Nur.
" Kalau begitu Nova juga tidak akan meninggalkan Nenek " Jawab Nova serius .
" Lalu bagaimana dengan orang tuamu ,mungkin saat ini mereka sangat khawatir dengan mu nak apa lagi kamu sudah pergi selama seminggu tanpa mengabari mereka " Ucap Nenek Nur .
" Aku akan memberi tahu mereka nantinya ,kalau Nenek Nur tetap ingin tinggal di sini " Ujar Nova .
" Tapi nak ......"
" Nenek bisa menanam semua yang ada di sini nantinya di sana orang tuaku pasti setuju " Ucap Nova meyakinkan Nenek Nur.
" Berarti Nenek tidak menyayangi kami " Ujar Nova sendu .
" Berikan Nenek waktu ,lagian kamu tidak akan kembali secepat itu " Nova menggaguk Tersenyum .
"Jika Nova sudah siap, aku akan kembali Nek " Ujar Nova .
" Tidak mencoba menghubungi mereka " Nova menggeleng " Lagian Nova sudah tidak punya ponsel Nek " jawabnya tertawa kecil .
" Ayo istirahat ini sudah larut kamu lagi hamil " Nova mengaguk lalu berdiri .
" Kalau nanti Perut Nova sudah besar, pasti Nova tidak bisa memeluk Nenek lagi saat tidur " Ujar Nova berjalan ke arah kamar bersama Nenek Nur .
" Nenek yang akan memeluk mu dari belakang " Nova tertawa membuat Nenek Nur ikut tertawa .
" Aku menunggu hari itu akan tiba nek ' Jawab Nova .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Bibi " Panggil Edward dengan mata terpejam .
" Abang butuh apa " Tanya Adara lembut .
Kini mereka sedang berada di meja makan untuk sarapan sebelum nantinya mereka akan kembali beraktivitas seperti biasa nya.
" Iya tuan muda " Jawab pelayan .
" Baik tuan muda " Jawab pelayan meninggalkan ruangan itu .
" Mau mommy buatkan " Edward hanya menggeleng sebagai jawaban .
Adara hanya menghela nafas panjang dia sudah mencoba mendekat diri tapi sepertinya anak sulung nya itu tetap menjaga jarak dengan nya , sekalipun dia tidak menampakkan tapi Adara bisa tahu itu secara perasaan seorang ibu itu sangat kuat .
Beberapa menit kemudian kotak bekal Edward sudah siap.
" Abang duluan Dad " Pamit Edward sambil memegang kotak bekalnya .
" Hati² bang " Edward hanya mengaguk tidak ada lagi ciuman seperti dulu untuk Adara atau pun Raymond .
" Apa belum ada kemajuan " Tanya Daddy Radit .
" Belum Opa " jawab Raymond .
" Edward seperti mayat hidup bicara seadanya " Ujar Rif'at .
" Nova sedang hamilkan ?? Kenapa Kakak tidak meminta anak buah kakak ke rumah sakit tidak mungkin dia tidak memeriksakan kandungan nya bukan ?? Kalau kantor polisi tidak mungkin karena di luar banyak siluman jandi²an " Ujar Radhi membuat Raymond menatap nya .
" Za berikan bonus untuknya " Seketika wajah Radhi langsung berbinar lalu berdiri menunduk kepalanya " terimakasih tuan muda " Ujarnya dengan sopan .
" Bagaimana jika dia tidak menyadari nya soalnya Opa pernah seperti itu !! Dan Ana tidak tahu menahu kalau bukan Jeje mungkin dia tidak sadar kalau sedang hamil " Ujar Jeje membuat Raymond terdiam .
" Opa bisa diam, jangan membuat kebahagiaan ku sirna " Ujar Radhi pelan tapi penuh penekanan .
" Tapi bagaiman kalau sebaliknya ,bukannya setiap wanita ada tamu bulanannya dan saat dia telat bisa saja dia menyadarinya !! Itu sudah biasa terjadi bukan " Ujar Alan menatap Elsa Tersenyum.
" Lalu Ray harus bagaimana ?? Jujur kepala Ray sudah penuh " Tanya Raymond menatap mereka satu persatu .
" Lakukan seperti kata Radhi, bisa saja dia pergi di salah satu rumah sakit atau puskesmas atau bidan yang ada di tempat nya sekarang " Ujar Henry membuat Radhi bersorak dalam hati .
" Apa itu mungkin ?? Mengingat Nova tidak membawa papa Maksud nya kartu yang di berikan Edward saja di kembalikan " Ujar Elsa .
" Dia sudah punya uang bahkan Edward juga memberikan itu " Ujar Raymond .
" Makanya kita harus mencarinya sebelum kemungkinan hal buruk nantinya terjadi " Lanjut nya lagi .
" Pantasan dia begitu tenang karena sudah memikirkan cukup untuk kehidupan nya nanti " Timpal Rifat .
Setelah perbincangan yang cukup panjang satu persatu meninggalkan meja makan, berpamitan untuk berkerja .
Adara melanjutkan langkahnya ke kamar,dia selalu merasa tidak enak jika sudah membahas Nova .
" Di mana pun kamu berada, saya mohon perlihatkan dirimu !! Putraku sudah tidak memiliki arti hidup lagi setelah kepergian mu,saya minta maaf jika sudah melukaimu " Ujar Adara menatap lurus ke arah luar .
"Apa pun yang kamu inginkan saya akan melakukannya asal kamu kembali ke sini, saya mohon " Lanjut nya .
" Semoga kamu bisa mempertahankan dia, aku yakin kamu bisa karena kamu orang baik tidak mungkin melukai anakmu sendiri " Gumam Adara .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟