One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Selesai



" Kau terlihat bahagia bersama Erland " Tanya Edward tiba² kini mereka sedang kumpul setelah makan malam .


" Maksud Abang " Tanya Nova terbata menatap Edward .


" Apa aku harus mengulang pertanyaan ku " Jawab Edward menatap Nova .


" Abang jangan memarahi kakak Nova " Edward menatap Erland .


" Memarahi ?? Dari segi mana nya aku marah " Tanya Edward menatap adik bungsunya .


" Aku yang mengajak kakak Nova ke luar, itu pun Erland minta izin sama mommy dan yang lainnya " Ucap Erland tenang tapi tidak dengan hatinya .


" Apa kalian meminta izin padaku, di sini aku suaminya bukan mommy atau yang lainnya " Jawab Edward menatap tajam adiknya


" Apa Abang tahu selama ini Kakak Nova tidak baik² saja, itu alasannya aku meminta nya ke luar biar dia tenang bercerita tidak ada maksud lain " Ucap Erland membuat yang ada di situ menatapnya .


" Kamu tahu apa tentang Nova " Ujar Edward .


" Erland memang tidak tahu papa tentang kakak Nova begitu juga hubungan Abang dengan nya ,tapi di sini Erland hanya melihat dari segi pandang Erland mungkin Aunty Amanda juga paham itu karena dia dokter sekalipun Dokter kandungan tapi Pasti Aunty paham itu " Ucap Erland dengan helaan napas .


" Abang terlalu fokus pada satu titik, maaf kalau Erland mengatakan ini terserah nanti Abang akan memukulku atau bahkan lebih tapi Abang terlalu menyibukkan diri tanpa peduli dengan kakak Nova ,Abang tidak mungkin tidak tahu apa yang di rasakan kakak Nova karena Abang suaminya ,Erland tahu berada di posisi Abang tidak enak di mana Abang harus memilih di antara mommy dan kakak Nova " Erland menjeda ucapannya " Maaf kalau Erland kembali mengungkit ini " Lanjutnya lagi .


" Kamu baru datang ....."


" Iya aku memang baru datang ,tapi itu bisa membuat kakak Nova bercerita dan membuka suara ,di rumah ini tidak ada yang mengajaknya bercerita yang ada kalian hanya menanyakan hal yang berkaitan dengan kehamilan nya wajar kalau kakak Nova beranggapan kalau kita baik hanya karena kehamilan , sudah minum susunya ,vitaminnya ,senam, makan buah dan yang lainnya tanpa kalian sadar kalau dia butuh teman cerita ,dia pergi karena mommy dan dia Kembali karena kehamilan nya apa menurut kalian itu masuk akal " Raymond menahan tangan Edward yang akan berdiri .


" apa kalian pernah bertanya dia nyaman dengan kehamilannya ,apa Abang pernah bertanya apa kegiatannya hari ini, Abang hanya mendapatkan laporan dan itu sudah selesai !! Kalian tidak perna meminta mommy dan kakak Nova saling terbuka berbicara berdua hanya lewat kata maaf tanpa penjelasan dan kalian hanya mengatakan salah paham ' Erland menarik napasnya" kata salah paham pun perlu di jelaskan agar orang paham bagian mana yang di salah pahamin " Lanjutnya lagi .


" Cih menyebalkan ,ingat aku pisikologi bahkan aku bisa baca dari sorot mata Abang kalau Abang juga tidak nyaman dengan keadaan ini memilih di antara dua wanita yang Abang cintai ,tapi Abang hanya takut meledak dan tidak bisa menahan diri sehingga menyakiti keduanya padahal diamnya Abang itu membuat semuanya semakin rumit karena di sini harusnya Abang yang berperan bukan mengurung kakak Nova terus memang dia kucing "Cibir Erland kesal .


" Anak ini " Ucap Jeje menggelengkan kepalanya .


" Ternyata aku berguna juga " Erland tersenyum tanpa dia sadar jika maut mendekati .


" Sekarang Erland Tanya apa yang membuat mommy membenci Nova " Kini Erland menatap Adara yang tiba-tiba gugup .


" Tidak ada " Jawabnya terbata .


" Jawaban mommy menandakan memang ada " Cibir Erland


" Mommy mengantar makanan siang untuk Daddy dan yang lainnya saat akan masuk dalam ruangan Abang ,Nova meminta uang pada Abang mommy kira itu hanya biasa saja atau ada hal yang berkaitan dengan pekerjaan hingga mommy mendengar Nova mengatakan jika selain jadi sekertaris dia juga menjual tubuhnya untuk mendapat kan uang " Jawab Adara menunduk , Raymond terus mengusap belakang Adara dengan lembut .


" Hingga sampai mommy meminta pengawal untuk mengikuti kegiatan Nova dan ada satu pria yang sering mommy lihat dia selalu bersama Nova sekalipun tidak berdua ada satu perempuan tapi mommy merasa mereka ada hubungan dan mommy tidak ingin kamu kuah terluka " Lanjutnya lagi menatap Erland .


" CK, terluka aku memang menyukai Kaka Nova ,tapi aku tidak segila itu untuk merebut kakak Nova apa lagi saingannya anaknya Fir'aun !! Erland masih ingin hidup tenang Mom " Jawab Erland membuat Raymond menatap nya tajam


" Dan mommy menyimpan itu sampai sekarang " Adara mengangguk pelan.


" Apa mommy tahu kenapa kakak Nova mengatakan itu " Adara menggeleng " Tanyakan sama Abang " Jawab Erland


" Malam ini kamu terlalu banyak bicara " Ujar Edward menatap Erland .


" Lepas " Bentak Edward saat Raymond menahan tangannya .


" Abang " Edward menatap tajam istri nya " Di saat aku yang bertanya kamu hanya bilang tidak ada ,tidak papa ,dan kamu terus mengungkit kehamilan mu dan Eliza " Ujar Edward kesal pada Nova .


" Abang Nova ..."


" Diam " Bentak Edward


" Aku sudah mengatakan padamu bukan,aku tidak bisa memilih di antara kamu dan mommy, aku menjauh dan mengabaikan mu agar kamu mendekat sama mereka bukan karena aku tidak peduli pada mu Nova, aku tahu wanita hamil perlu perhatian tapi setiap aku melakukan itu kamu selalu mengungkit kehamilan kehamilan dan kehamilan begitu juga pada keluarga ku, Bukannya aku sudah pernah bilang itu resikonya saat kamu masuk dalam keluarga ku dan jika kamu tidak siap gugurkan mereka "


" Jaga ..." Edward mengangkat tangan nya saat Henry bersuara .


" Mommy sudah meminta maaf begitu juga yang lainnya, apa itu belum cukup apa kata maaf tidak cukup untukmu apa kami harus berlutut dan mencium kakimu " Ucap Edward emosi .


" Kamu bercerita pada Erland hanya seputaran tentang perasaan mu tanpa kamu tahu perasaan orang bagaimana sialan " Umpat Edward memenuhi ruangan itu .


" Nova " Adara menggegam tangan Nova yang menunduk menangis " Mommy minta maaf karena semuanya berawal karena mommy , jangan melampiaskan semuanya pada yang lainnya atau suami mu ,mommy ....."


" Maaf Nova terlalu berpikir buruk pada kalian....Maaf ...Nova..." Adara langsung memeluk Nova dengan erat membuat tangisan Nova pecah memesan pakaian Adara dengan erat .


Semua orang yang melihat itu hanya bisa terdiam dengan mata yang berembun menahan cairan itu tidak jatuh .


" Kamu baik² saja " Tanya Adara saat mendengar Nova meringis menahan sakit .


" Kamu tidak papa kan " Tanya Amanda langsung berdiri memegang perut Nova .


" Tarik nafas mu dengan pelan lalu hembuskan " Nova mengikuti ucapan Amanda sambil memegang tangan Adara dengan kencang .


" Bawa ke ruangan nak " Ucap Daddy Radit .


" Jangan di tahan ke luarkan nak " Ucap Elsa yang sudah di belakang Nova bersama Ana .


" Ambilkan selimut dulu " Ucap Amanda, rangga langsung berlari ke kamar tamu yang dekat dengan tempat mereka .


" Bunda " Amanda membungkus tubuh Nova " Lepasnya Bra nya Bu " Elsa membuka dres Nova melepaskan pengait Bra nya biar Nova lebih baik lagi .


" Lakukan terus hingga kamu merasa nyaman ,tarik hembuskan dengan pelan " Ucap Ana .


" Nova ....Baby " Panggil Edward dengan napas memburu .


" Biarkan mereka " Raymond menarik Edward menjauh .


" Sini " Edward menatap Erland


" Kamu yang ke sini atau Abang yang ke tempat mu " Erland semakin bersembunyi di belakang Alan .


" Jangan ganggu adeknya Bang " Ucap Daddy Radit .


" Baiklah, Abang yang akan ke situ " Edward mendekati adiknya membuatnya Erland semakin takut .


" Abang ..... Erland hanya mempraktekkan saja " Ujar Erland terbata .


Bugh


Erland meringis memegang kakinya yang di tendang begitu keras membuat Daffi, Qiandra ,El Randy dan Rangga meringis melihat itu .


" Kamu cukup punya banyak nyali menjadikan Istriku bahan praktekmu " Ucap Edward menatap Erland .


" Kan Erland kuliah untuk keluarga bang, sama kaya Abang kuliah demi perusahaan " Jawbanya Tersenyum kuda .


" Sini " Edward menaikan tangan nya memanggil Erland mendekat karena pria itu sudah bersembunyi di belakang Daddy Radit dan mommy Ellena .


" Tidak usah mengurus adikmu, lihat istri mu " Ucap Daddy Radit .


" Jika terjadi papa dengan mereka kepala mu Abang gantung di depan pintu gerbang depan " Ucap Edward serius lalu menatap Nova yang terus memejamkan matanya memegang kedua tangan Adara .


" Minum dulu " Ucap Amanda memberikan minum pada Nova saat wanita itu sudah membuka matanya .


" Sudah baikan " Nova mengaguk pelan " sudah baikan " Amanda berdiri memberikan ruang pada Nova .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟