One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Bersikap selayaknya



" Kamu kenapa " Nova langsung menatap Edward kaget.


Ah !!


"Tidak " Jawabnya menggeleng cepat ,Edward hanya menghela nafasnya panjang " VA " Nova menatap sang suami .


" Sebenarnya apa yang kamu inginkan, jika kamu meminta ingin pindah ,tidak untuk sekarang mereka tidak ...."


" Apa keluarga mu takut aku tidak bisa menjaga anak mu " Potong Nova memberanikan diri " Aku akan menjaga mereka dengan baik ,......"


" Apa kamu lihat di keluarga ku ada yang tinggal di luar, selain Opa Jose, Opa Davin dan Aunty Queen " Potong Edward


" Tidak di izinkan siapa pun meninggalkan rumah utama tanpa alasan yang jelas itu sudah final bahkan sebelum ada aku atau Daddy " Lanjutnya dengan tegas .


" Tidak bisa kah mengalah, kamu sudah dewasa Nova bahkan sedikit lagi kamu akan punya anak....."


" Tidak bisa kah aku hidup sendiri saja, dan Abang menikah dengan pilihan ....."


" Nova " Teriak Edward emosi .


" Apa hanya itu yang terus ada di pikiran mu, aku sama Eliza hanya kakak beradik tidak lebih ,dia juga sudah memiliki kekasih , kenapa selalu membahas itu " Bentaknya keras .


" Tapi mereka menginginkan....."


" Mereka yang kamu maksud siapa " Edward menatap tajam Nova emosinya sudah berada di ubun² nya .


" Apa kamu akan terus memanggil keluarga ku dengan sebutan Tuan dan Nyoya ,tidak bisa kah melihat ketulusan mereka sedikit saja ,mommy sudah meminta maaf lalu apa lagi yang kamu inginkan!! Mommy sudah mengakui kesalahannya " Edward mengeluarkan semua kekesalan nya


" Karena aku hamil ...."


" Karena aku memilihmu " Potong nya cepat .


" Dulu kamu juga memilih ku " Ucap Nova .


" Kenapa selalu mengungkit yang dulu " Tanya Edward .


" Karena memang itu kenyataan nya ,jika saja aku tidak hamil tidak mungkin...."


" Lalu kenapa tidak menggugurkan nya ,jika memang hanya karena kehamilan mu keluarga ku menerimamu dan mencari mu sampai ke desa !! " Nova menatap Edward dengan mata bulat bahkan dia tidak tahu harus berkata apa lagi lidah nya terasa keluh .


" Tolong ,jangan membuatku lepas kendali Nova ,aku tidak ingin menyakitimu ,kamu dan Eliza juga sahabatan jadi cukup pembahasan ini sampai di sini " Ucap Edward lirih namun penuh penekanan .


" Iya Maaf, sudah mempertahankan mereka tanpa meminta izin pada mu atau keluarga mu ,maaf " Edward mengepal kan tangannya kuat hingga urat di tangan nya terlihat " iya kamu harus meminta maaf jadi kamu tahu sekarang alasannya kamu berada di sini bukan, jadi bersikap lah selayaknya jangan melewati batas mu , hargai keluarga ku yang mau mengangkat mu menjadi Cucu dan menantu mereka " Jawab Edward tajam membuat Nova mengaguk .


" Iya " Jawab Nova serak lalu tersenyum hangat pada Edward yang hanya menatapnya datar dan dingin .


Nova berjalan ke arah meja yang ada di samping tempat tidur mengambil vitaminnya lalu meminumnya .


Tumbulah dengan sehat di dalam karena keluarga Daddy mu menunggu kalian ,Bunda akan melakukan apa pun untuk kesehatan kalian Ucap Nova dalam hati dengan mata yang tertutup .


" Aku sudah ngantuk, mau istirahat " Ucap Nova Tersenyum .


" iya istirahat lah ,aku masih ada kerjaan " Jawab Edward .


" Bisa peluk dulu ,kalau aku sudah tidur ,Abang bisa meninggalkan ku " Ucap Nova lembut .


Tidak ada jawaban Edward naik ke atas tempat tidur ,lalu menarik Nova dalam pelukannya dan Nova ikut memeluk Edward .


Kita istirahat iya Nak Batinnya lalu memejamkan matanya paksa , dia harus bisa tidur karena kesehatan anak-anak bergantung padanya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di meja makan semuanya sudah berkumpul dengan sarapan masing-masing .


" Mau makan yang lain nak " Tanya Adara lembut karena Nova hanya diam saja .


Ah !


" Tidak Mom ,ini saja " Jawab Nova Tersenyum .


Peserta di meja makan itu langsung menatap Nova yang memanggil Adara Mommy ,sedangkan Edward hanya diam saja melanjutkan .


"Kalau mau yang lain tidak papa Nak, biar mommy ambilkan " Ucap Adara bahagia .


" Tidak Usah mom ,ini sudah cukup koh belum lagi susunya " Jawabnya lembut .


" Iya Oma " Jawab Nova ,lalu dia mengambil sarapannya dan memakannya .


Setelah Sarapan satu persatu mereka berpamitan begitu juga Edward tidak ada ucapan hanya kecupan di kening dan perut Nova lalu dia masuk dalam mobilnya .


" Mau langsung ke kamar Nak " Tanya Elvi .


" Tidak Oma, Bosan di kamar " Jawabnya tertawa kecil .


" Iya sudah kita ke ruangan tengah saja ,sekalian temani Della mungkin Mama nya pulang sore " Ucap Adara .


" Iya Mom " Nova berjalan bersisian dengan Adara dan Elvi .


" Apa mereka sudah pergi " Tanya mommy Ellena .


" Sudah Mom " Jawab Elvi .


" Nova tidak ingin senam hamil seperti Oma dan mommy mu dulu " Tanya Mommy Ellena.


" Apa tidak papa Eyang " Tanya Nova .


" Coba dulu ,kalau tidak nyaman kamu bisa berhenti " Ucap Adara .


" Mau Coba dulu, biar Oma panggilkan pelatih nya ke sini " Ucap Elvi lembut .


" Boleh Oma " Jawab Nova .


" Mereka ke mana " Tanya Elvi .


" Biasa main di belakang " Jawab Ana .


" Opa juga ikut " Tanya Adara .


" Dia tidak ingin kalah dengan yang lainnya " Jawab Elsa tertawa kecil.


" Ke salon yuk Spa " Ucap Ana .


" Sama yang lainnya " Jawab Elvi .


" Boleh " timpal Elsa .


" Nova mau ikut tidak " Tanya Ana .


" Apa Abang Izinin " Tanya balik Nova .


" Biar mommy yang izinkan,jika kamu ingin ikut " Jawab Adara , karena memang Nova belum memegang ponsel .


" Iya Mom " Jawab Nova .


" Kalau begitu hubungi dulu Aqila smaa Nabilla " Ucap Mommy Ellena


" Iya Mom " Jawab Elsa


" Kalau begitu Nova pamit ke kamar dulu iya, mau gantian " Ucap Nova .


" Mau di antar Nak " Tanya Elvi .


" Tidak usah Oma , Nova bisa koh " Jawabnya lalu meninggalkan rungan itu .


Sesampainya di kamar Nova menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan berat .


" Terimakasih sudah membantu Bunda " Ucap nya mengelus perut nya sambil tersenyum .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟