
Siangnya Edward kembali ke rumah tidak lupa dia membawakan kue kesukaan Nova sekalipun wanita itu tidak memintanya .
Saat turun dari mobil semua penjaga menunduk kepalanya dan mengangkat kembali saat Edward sudah berada dalam rumah .
Tujuan Edward adalah kamar dan benar saja di kamar ada Adara yang menemaninya .
" Siang " Sapa Edward langsung masuk kerja pintu kamar Nova tidak tertutup .
" Abang "
" Lo koh pulang,Daddy juga pulang " Tanya Adara .
" Daddy masih di kantor Mom ,Edward pulang cepat hari ini " Jawabnya tenang lalu meletakan bawaannya .
CUP
Nova hanya tersenyum saat Edward mencium bibir nya apa lagi di situ ada Adara .
" Abang sekalian mau di bawakan ke sini makanannya " Tanya Adara lembut .
" Boleh Mom, tapi minta pelayan saja yang antar " Jawab Edward .
" Iya Sudah mommy ke luar dulu " Adara menatap Nova " kalau Kurang nanti telepon saja " Ucap Adara karena dia mengantar kan makan siang untuk Nova .
" Iya Mom ,makasih maaf sudah repotin " Adara hanya menggaguk sambil tersenyum lalu ke luar dari kamar anak dan menantunya .
" Kenapa pulang " Tanya Nova .
" Tidak papa " Jawab Edward sambil membuka pakaian kantor nya menyimpan di pakaian kotor hingga hanya menyisakan boxer saja .
" Mau mandi " Edward mengaguk " iya sudah aku tungguin Abang " Edward tidak menjawab dia langsung masuk dalam kamar mandi .
" Daddy kalian tidak pernah berubah , selalu saja begitu " Ucap Nova kesal .
Bugh
Bugh
" Ssstttt " Nova memejamkan matanya kuat menahan sakit mendapat kan tendangan dadakan .
"Bunda mengatakan yang sebenarnya kenapa kalian marah ' Ucap Nova lirih .
" Segitu sayang kah kalian pada Daddy ,bahkan saat bunda mengajak kalian cerita hanya diam " Gerutu Nova kesal .
" Kan diam lagi " Nova menatap perut nya lalu kemudian dia tersenyum jahil " Apa Bunda pergi saja iya biarkan Daddy sendirian,jadi kalian tidak bisa bertemu dengan Daddy hanya tinggal dengan Bunda " Ucap nya sambil mengelus perutnya nya ,tapi tidak ada respon apa pun .
" Daddy kalian itu jelek, kasar , dingin ...."
Bugh
Bugh
Bugh
" Aaawww " Ringis Nova menggigit bibir bawahnya menahan sakit di perutnya " Astaga " Lanjut Nova sambil tersenyum kecut karena masih terasa sakit .
Beberapa menit kemudian Edward ke luar hanya menggunakan bathrobe mendekati sang istri
Tok ...tok ...
" tuan saya mengantar makan siang Anda " Edward berahli ke arah pintu lalu membuka pintu dan mengambil makan siangnya stelah itu dia kembali menutup pintu kamarnya .
" Kenapa " Tanya Edward menatap Nova .
" Tidak papa " Jawab Nova terbata
" Wajahmu beda, kenapa kamu ingin makan yang lain " Nova menggeleng tapi matanya fokus pada dada Edward yang terekspos .
Sadar Nova kandungan mu sudah besar tahan jaga iman mu jaga matamu astaghfirullah Ucap Nova dalam hati sambil menggeleng kepalanya .
Edward Tersenyum tipis dengan sikap masa bodoh nya dia membuka bathrobe nya hingga hanya menyisakan boxernya saja membuat Nova membuang wajahnya ke arah lain.
" Abang pakai baju dulu " Bukannya menurut Edward mendekati sang istri berdiri di depan Nova .
" Kamu menginginkan nya,Cup " Bisik Edward pelan sambil mencium Leher Nova .
" Abang ... Jangan " Jawab Nova terbata tapi tangannya memegang lengan Edward .
" Apa nya yang jangan " Tanya Edward sambil memainkan tangan nya di dada Nova .
" Itu ....." Nova menengadahkan kepalanya ke atas meremas sprei tempat tidur mereka pikirkan nya sudah melalang buana .
" Kita makan dulu, kamu belum sehat " Ucap Edward menjauh kan tubuhnya lalu memakai kembali bathrobe miliknya .
DUAR
" Makan " Dengan kesal Nova mengambil piring Makan nya sedangkan Edward hanya tersenyum .
Edward paham apa yang di rasakan sang istri tapi dia harus memikirkan keadaan anak²nya apa lagi pagi tadi Nova baru saja mengeluarkan darah sekalipun hanya sedikit .
" Baby makan yang benar " Tegur Edward lembut .
" Iya " Jawabnya ketus ,Edward meletakan piringnya mengambil ahli piring makan Nova " sembuh dulu iya ,kasian mereka jika kita main lagi nanti ada darah lagi kamu belum sembuh " Ucap Edward lembut .
" Aku sudah sembuh " Jawab Nova kesal .
"Di bawa tidak enak Abang " Lanjutnya membuat Edward tertawa kecil .
" Iya sudah makan dulu, baru kita selesaikan " Nova menggeleng " Sekarang biar enakan " Jawab Nova membuat Edward menatap nya.
" Abang itunya tidak enak sudah becek " Ucap Nova memelas membuat Edward tertawa dan menyimpan Piring nya
Cup
CUP
CUP
" istri siapa sih " Ucap Edward sambil meremas benda kenyal yang semakin membesar bahkan kedua tangan Edward tidak bisa mencakup nya .
" Sssttt...... Yang keras "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Jangan nakal baby ,dia sudah tidur " Nova tidak mempedulikan ucapan Edward dia terus memegang sosis berurat yang bisa membuatnya berteriak kenikmatan .
" Baby ....." Edward memejamkan matanya sambil menahan tangan Nova yang terus bergerak di bawah sana .
" Pengen lagi " Edward menggeleng " cukup nanti lagi " Dengan nakal Nova duduk di atas tubuh Edward sedangkan tubuh ke duanya masih naked.
" Baby Jangan nekat , pikirkan EeuuGg "
Jleb
" Aaaahhhhhh" Nova Menengadah ke atas saat keduanya kembali menyatu .
" Diam..... jangan ....Goyang Aaarrgghhhh " Nova tidak mengindahkan ucapan sang suami .
Apa katanya jangan goyang !! di saat kenikmatan begitu menyusup dalam tubuhnya dengan pelan Nova bergerak berpegangan pada kedua paha sang suami .
" Aaahhhh ... Ini ...Enak ...AbangHhhhh " Racau Nova di sela kegiatan nya Edward memegang kedua pinggang sang istri .
" Baby ....Nova Aaarrrggggghhhhhhh so hot baby " Racau Edward di sela erangannya .
" Abang suka " Edward mengaguk " Suka...kalau ..kamu liar " Jawabnya terbata, Nova meminta Edward untuk bangun .
" Mainkan mereka " Dengan sedang hati Edward memainkan benda kenyal itu .
" Aaahhhhh.....Edward ... " Lenguh Nova saat mulut Edward mengisap ujung benda kenyal nya dan memainkan lidahnya .
" Apa Abang membuatnya besar " Tanya Nova.
" Kenapa ?? Kamu ingin tambah besar " dengan jujur Nova mengaguk " Ini ....sangat ...enak " Ucap Nova .
" Maka puaskan aku " Nova menatap edward lalu membungkam mulut pria itu ,Edward memegang kedua pinggang Nova matanya menatap wajah sang istri yang begitu menggairahkan .
" Eeuggg " Lenguh Edward tertahan
" Baby .... Aaarrgghhhh " Edward melepaskan paksa ciuman kedua nya .
" Jangan Menahan ku ,kamu tau jika sudah main " Ucap Nova turun dari pangkuan Edward .
Hap .
" Aaarrgghhhh ....Nova " Edward meremas rambut Nova yang bermain dengan mulutnya .
" Terus ...Baby EeuuGg " Geram Edward .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟