
Setelah menyelesaikan tugas bahu four langsung ke luar dari kamar orang tuanya membiarkan Nova istirahat lebih tenang bersama Edward .
" Sudah " Tanya Raymond saat melihat Cucunya mendekati mereka .
" Sudah Daddy Ray " Jawab Ethan.
" Rachel sama Richard mana " Tanya Elea menatap sekeliling nya ,sedangkan Enzi dan Nora langsung ke arah TV bersama Ethan .
" Lagi di atas sayang, mungkin mereka belum selesai " Jawab Raine .
' Kakak Della " Tanya lagi .
" Kenapa ?? Kau ingin memberikan kakak uang " Elea langsung membalikan badannya tertawa " Elea mau main sama kakak " Jawab Elea memperlihatkan deretan gigi putihnya.
" Papa ,Della boleh ikut kemah tidak " Ujar Della duduk di samping Reza bersama Elea .
" Tidak boleh " Jawab Randy cepat .
" Ehz Della tanya Papa mas " Ujar Della kesal .
" Pokoknya tidak boleh ,kalau kamu sakit gimana ,terluka ,belum lagi makannya gimana ,tidurnya lagi kalau ada ular gimana " Ujar Randy posesif.
" Papa " Rengek Della tanpa peduli ucapan Randy .
" Awas kalau Ade pergi ,Mas akan tutup rapat rumah ini " Della melirik Randy dengan kesal .
" Hati² Rachel nanti jatuh " Ujar Rangga pelan .
" Iya Bi " Jawab Rachel tetap menuruni tangan dengan sedikit berlari agar sampai ke ruangan tengah .
" Kakak " Rengek Della saat melihat Rangga bersama dengan vika .
" Hebm " Jawab Rangga seadanya .
" Della boleh ya ikut kemah , teman² Della banyak yang ikut guru² juga ikut boleh ya bang " Ujar Della memohon .
" Tidak " Jawab Rangga seadanya.
" Koh tidak boleh, selalu kaya gitu Della juga ....."
" Di temani pengawal Ok " Putus Reza membuat Della mengaguk pelan sekalipun tidak sesuai keinginan nya .
Tapi setidaknya dia di izinkan untuk kemah itu sudah lebih baik. " Makasih Papa " Ujarnya tersenyum lalu menatap Rangga dan Randy " Della menang " lanjut nya dengan sombong .
" Elea ikut kemah " Celetuk Elea .
" Elea tidak bisa, nanti saja kalau sudah besar " Jawab Della .
" Ayo kita main " Ajaknya pada Elea .
" Daddy sama Bunda mana Bang " Tanya Rif'at .
" Daddy temani Bunda sakit " jawab Enzi tanpa membalikkan badannya.
" Bunda masih sakit kepala bang " Enzi hanya mengaguk sebagai jawabannya .
" Biar Adara lihat dulu Mom " Ujar Adara berdiri .
" Kalau parah bilang ya, biar Amanda periksa atau nanti ayah Davin ke sini " Ucap Jeje .
" Iya Pi " Jawab Adara meninggalkan ruangan itu .
" Randy mau menikah " Semua mata langsung menatap ke sumber suara .
" Kamu tidak DP duluan kan " Tanya Alan
" Itu lebih baik biar dia tidak menolak terus " Jawabnya sedikit kesal .
" Lalu kenapa ingin menikah " Tanya Eric
" Dari dulu ingin menikah ,tapi dia selalu mengungkit hal yang membuat ku kesal dan kepalaku pusing " Jawab Randy emosi .
" Lalu " Tanya Radhi .
" Langsung saja ke sana ,kalau menunggu nya sampai Randy mati dia tetap tidak mau " Jawabnya kesal
" tidak bisa begitu Mas ,kita harus ...."
" Sampai kapan Ma,jika dia tidak mau tinggal bicara ingin mengakhiri nya tapi dia sendiri tidak mau lalu Randy harus berdiri di tempat tanpa kejelasan ,pisah tidak mau menikah tidak mau lalu harus gimana " Tanya Randy frustasi .
" Tapi semuanya tidak boleh di paksa sayang " Jawab Elvi .
" Aku tidak memaksa nya Oma ,tapi dia hanya tidak enak dengan status nya " Jawab Randy sendu.
" Apa Kaka boleh bertemu dengan nya " Randy menatap Rangga " Untuk apa " Tanya balik Randy .
" Bisa atau tidak " Tanya Rangga ulang .
" bisa ,nanti aku bicara " Rangga mengaguk sebagai jawabannya .
Sedangkan Reza hanya diam saja tanpa niat membuka suara nya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Nova demam " Edward menggeleng ,Adara pun meletakan tangan nya di kening Nova .
" Hanya pusing " Tanya lagi menarik tangan nya .
" Iya Mom " Jawab Edward
" Baby bangun dulu ada ...."
' Biarkan saja bang tidak papa, sejak kapan dia pusing " Tanya Adara duduk di ujung tempat tidur .
" Setelah makan siang katanya kepalanya pusing " Jawab Edward .
" Nova tidak salah makan kan " Edward menggeleng " Dia makan seperti biasanya koh Mom ,Edward sama Eric juga tapi kami baik² saja " Jawab Edward .
" Nova terus minum obat nya kan bang " Edward mengaguk " Iya Mom setelah main dia selalu minum obat " Jawab Edward .
" Abang yakin " Edward mengaguk cepat " Abang sendiri koh berikan Obat nya " Adara di buat bingung .
" Apa tidak sebaiknya Nova di periksa dulu bang,kalau ada papa jadi bisa langsung di tangani tapi semoga tidak ada hal yang serius " Ujar Adara pelan .
" Baby ...Baby " Panggil Edward lembut .
" Jangan ganggu, nanti mual lagi " Ujar Nova pelan .
" Sebentar saja ,kita periksa dulu nanti ayah Davin ke sini " Jawab Edward .
" Nova hanya pusing bang " Jawab Nova lirih .
" Nanti aku gendong ke bawahnya " Nova menggeleng pelan .
" Kalau begitu biar Ayah Davin ke sini " Putus Adara .
" Iya Mom ' Jawab Edward .
" Kalau begitu Nova nya di pakai kan dulu baju,mommy ke bawah dulu " Edward mengaguk " Maaf sudah repotin " Adara hanya tersenyum saja lalu ke luar dari kamar Edward .
" Bagaimana nak " Tanya Elsa saat Adara sudah ikut bergabung .
" Ini hanya dugaan Adara saja, sepertinya Nova hamil karena dia tidak panas hanya pusing saja tadi juga dia mengatakan mual " Ujar ada pelan .
" Jangan Bercanda Mom " Jawab Raymond .
" kan Adara bilang hanya dugaan ,tapi Edward bilang Nova rutin minum obatnya " Ujar Adara lagi .
" Gila ...Gila apa aku akan memiliki keponakan lagi " Eric menatap baby four " Lalu mereka astaga " Eric memukul keningnya pelan .
" Manda bisq telepon ayah mu ke sini " Ujar Adara menatap Amanda .
" Kenapa bukan aku saja yang periksa " Tanya Amanda .
" Kalau kamu yang periksa nanti mereka curiga ,kalau ayah kan tidak terlalu ' Jawab Adara .
" Benar juga " Ujar Amanda .
" Lihat Abang kalian akan punya anak lagi, kalian kapan memberikan Ayah Cucu " Tanya Rif'at menatap Daffa dan Qiandra .
" Apa mereka tidak cukup Yah, itu Vika juga lagi hamil " jawab Daffa .
" Tahu itu ayah, kiranya kita tinggal pungut saja orang di jalanan sana " Timpal Qiandra .
" Makanya jangan sok ganteng sok cantik ,kapan mereka dekati kalian kalau tampang kalian seperti kuyang " Timpal Radhi ketus.
" Eric pamit ada ...."
" Duduk " Titah Daddy Radit membuat Eric kembali duduk .
" Sampai kapan ?? Apa sampai Eyang menyusul Eyang kalian ,apa harus seperti Eliza,El, dan Rangga menunggu Eyang kalian mati baru kalian melakukan "
" Kenapa harus membahas itu Eyang ,kami akan menikah jika sudah waktunya " Jawab Bara tidak suka .
" Tapi kapan, Eyang tidak muda lagi !! Aku juga sudah merindukan istri ku " Jawab Daddy Radit .
" Tapi tidak harus membahas kematian Eyang " Kali ini Rangga yang membuka suara membuat Daddy Radit terdiam .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟