One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Baby four rewel



Setelah memakan waktu hampir 3 jam Operasi mommy Ellena berjalan dengan lancar sekalipun tadi mengalami sedikit kendalanya hingga membuat mereka panik tapi Davin dan Alister terus berusaha sebisa mereka sambil berdoa .


Henry menarik napasnya panjang beban yang ada di dadanya menghilang begitu saja saat Davin menatap mereka di atas dan menunduk kepalanya dan begitu juga yang lainnya.


Amanda langsung membawa Daddy Radit ke luar dari ruangan itu karena mommy ellena masih dalam pemulihan sebelum nantinya di pindahkan di ruangan perawatan khusus milik keluarga mereka .


" Terimakasih " Henry langsung memeluk Davin dan Alister saat melihat kedua pria itu ke luar di susul uang yang lainnya .


" Terimakasih " Ujar Henry menunduk kepalanya di depan para dokter di ikuti Jose dan yang lainnya .


Melihat itu semua dokter pun langsung ikut menundukan kepalanya bahkan mereka tidak berani mengangkatnya sebelum sang pemilik rumah sakit lebih dulu mengangkat kepalanya .


" Kami hanya melakukan tugas kami tuan " Ujar Salah satu dokter .


" Apa pun itu terimakasih, kami akan mengirimkan hadiah kecil " Ujar Jose serius .


" Tidak perlu tuan ...."


" Itu sudah keputusan kami " Ucap Raymond cepat memotong ucapan dokter .


" Terimakasih tuan " Jawab mereka menundukkan kepalanya .


" Apa mommy belum bisa di lihat " Davin menggeleng " Besok baru bisa untuk sekarang biarkan mommy berada di ruangan pemulihan dokter akan terus memantau mommy " Jawab Davin .


" Maaf untuk kesalahan tadi " Ujar Davin menatap Daddy Radit lalu memeluk nya .


" Daddy yakin kamu bisa " Jawab Daddy Radit membalas pelukan Davin .


' Kenapa menangis " Tanya Alister menghampiri sang istri " Takut " Jawab Ela pelan , Alister langsung memeluk sang istri " Makasih sudah menjadi kekuatan untukku " Ela mengaguk dalam pelukan Alister .


Satu persatu dokter mengundurkan diri dan sebagian memilih masuk kembali ke dalam karena tugas mereka sekarang memantau keadaan mommy ellena .


" Kenapa bang " Tanya Raymond .


" Nova menelpon sejak tadi " Ujar Edward khawatir .


' Coba telepon balik " Edward mengagguk menelepon balik sang istri .


Panggilan ke dua Nova langsung mengakat tapi hal pertama yang Edward tangisan anaknya .


" Kenapa baby " Tanya Edward serius .


" Anak² rewel " Jawab Nova .


" Mommy mana " Tanya Edward.


" Tadi ke bawah sama Enzi karena Enzi nangis terus tidak mau berhenti ,sekarang Nora juga nangis ,sejak tadi mereka tidak bisa tidur selalu terbangun " Ujar Nova serak .


" Aku akan pulang, jangan nangis nanti Elea sama Ethan ikut menangis " Ujar Edward .


" Nova bingung bang ....." Edward langsung mematikan panggilan saat mendengar Nova menangis .


" Kenapa " Tanya Henry .


" Anak² rewel sejak tadi " Jawab Edward .


" Pulanglah ,biar kami di sini sekalian bawa Daddy kembali " Ujar Jeje menatap Henry .


" Iya Mas biar Ana sama mas Jeje di sini yang lainnya kembali saja " Timpal Ana .


" Pulang saja ,mommy masih berada di ruangan pemulihan biar Davin sama Alister di sini " Ujar Davin , karena memang hanya mereka yang bisa masuk ke dalam .


" Apa Daddy boleh masuk minta izin sama mommy mu " Davin menggeleng tersenyum " Biar Davin mengatakan pada Mommy ,Daddy kembali ke rumah kasian anak² " Ujar Davin.


" Tolong jaga mommy dengan baik,laporkan apa pun itu " Ujar Jose .


" Iya ,hati² maaf Davin Tidak bisa mengantar kedepan " Ujar Davin .


" Tidak papa " Jawab Daddy Radit.


"Pulang duluan nanti ayah jemput di rumah utama " Ujar Davin menatap Nabilla .


" Nanti Bunda kirim kan makan siang " Davin mengaguk lalu mencium kening Nabilla begitu juga Alister memeluk Ela dan mencium kening istrinya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ceklek .


" Baby " Nova menatap ke arah pintu di mana Edward dan yang lainnya masuk.


" Periksa Nora sayang " Titah Rif'at ,Amanda langsung membersihkan tangannya .


" Hei kenapa ?? Dada Nora sakit " Ujar edward mengambil Nora dari gendongan Nova .


" Nora baik² saja " Ujar Elsa mengelus pundak Nova " Nora ....dari tadi menangis Oma ,Enzi juga....Nova takut " Edward menatap sekilas Nova lalu membawa Nora berdiri .


" Sama Mommy di bawah " Jawab Nora .


" Di bawah di mana " Tanya Raymond membuat Nova menatap Raymond " Tadi mommy izin ke bawah Dad " Jawab Nova .


" biar El periksa di bawa " Ujar El langsung ke luar dari kamar baby Four di ikuti Eliza .


" Abang bawa Nora ke sini " Edward membawa Nora di atas tempat tidur yang ada di ruangan itu .


" Kami ke dapur dulu iya ayah " Ujar Elsa .


" Iya sayang " Jawab Alan tanpa menatap sang istri para wanita pun ke luar dari kamar baby four hanya menyisakan para pria dan Raine .


"Apa Nora baik² saja nak " Tanya Jeje serius .


" Jangan nangis terus princess kasian bunda " Ujar Edward terus menggegam tangan Nora .


" Mommy di kamar Eyang ,Enzi tidur di sana " Ujar El yang baru masuk .


" Kenapa bisa di sana " Tanya Jose menatap El .


" Tidak tahu, di sana ada Eyang sama Kaka Zaza " Jawab El .


" Elea biar sama saya Bi " Ujar Riane .


" Iya Non " Jawab pelayan melepaskan tangannya dari Elea membuat bayi itu kaget dan membuka matanya .


" Tidak sayang ,ini Mama Riane maaf sudah menggagu tidurnya " Ujar Raine cepat sebelum bayi mungil itu menangis .


" Apa ini ada kaitannya dengan Oma " Ujar Naufal membuat semua mata menatap nya .


" Kenapa kamu bisa berpikiran begitu " Tanya Alan .


" Karena mereka tidak seperti ini sebelumnya, sama halnya dengan Eliza dulu saat Queen meninggalkan kami " Ucap Naufal .


" Lalu apa kita harus membawa mereka di rumah sakit " Tanya Jeje .


" Tidak perlu, ke kamar Daddy saja Enzi di sana bukan " Tanya Henry .


" Iya Opa " Jawab El .


" Bawa anak² di sana ,untuk sementara mereka biarkan di sana " Ujar Henry serius .


" Apa dia sudah lama menangis " Tanya Amanda menatap Nova .


" Iya " Cicit Nova , Amanda menarik napas kasar " Gendong dia bang jangan baringkan letakan di dada Abang " Ujar Amanda .


Edward menurut lalu mebawa Nora ke luar dari kamar di susul yang lainnya di mana Ethan berada di gendongan Amanda .


Ceklek .


" Maaf tadi adara ..."


" Tidak papa " potong Raymond cepat lalu mencium kening Adara ,lalu matanya menatap Enzi yang berbaring di atas tempat tidur ,mata bayi mungil itu masih sembab .


" Bawa box anak² ke sini ,nanti tiap jam kita akan masuk mengecek mereka " Ujar Jeje .


" apa itu tidak menganggu Daddy " Ujar Alan.


" jangan pikirkan Daddy, Daddy bisa tidur di kamar tamu atau di mana pun asal anak² nyaman " Jawab Daddy Radit.


" Nora baik² saja kan " Tanya Daddy Radit kini pandangan nya pada cicit bungsunya itu karena secara fisik dan mental dia sangat berbeda dengan kakaknya .


"Napasnya bunyi lagi Opa ,karena kelamaan menangis " Jawab Amanda .


" Maaf " Jawab Nova menunduk " Jangan menyalahkan dirimu ini semua di luar kendali kita ,jika saja mereka sudah bisa bicara kita akan bertanya apa yang membuat mereka tidak nyaman " Ujar Daddy Radit.


" Tenangkan Istrimu " Ujar Raymond mengambil Nora dari gendongan Edward .


" Iya Dad " Jawab Edward .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘