
Seminggu sudah akhirnya ketiga remaja itu bisa bernapas dengan lega setelah menyelesaikan ujian yang menguras otak dan tenaga mereka .
Ketiganya masuk langsung membuang tubuh mereka di atas sofa empuk di ruangan tamu .
" Akhirnya Selesai juga " Gumam El menaikan kakinya meluruskan tubuh nya, begitu juga edward dan Rangga menaikan kaki nya dan berbaring di sofa dengan pakaian lengkap dan sepatu sekolah .
" Koh di sini " Tanya Adara saat mendengar laporan dari pelayan dia langsung menuju ruangan tamu .
" Jangan ganggu Mom, Abang cape " Gumam Edward sambil memejamkan matanya .
Adara menggeleng lalu mengambil tas ketiga remaja itu di berikan pada pelayan ,lalu mrmbuka sepatu El tidak dengan dua pria itu karena pasti mereka akan menolaknya " Makasih Mom " Adara hanya mengagguk saja .
" Jangan lama² habis itu mandi iya " Ucap Adara lembut .
" Kami cape Mom ,biarkan kami istirahat " Ucap Rangga lesuh .
" Ok " Jawab Adara meninggalkan mereka " jika ada yang masuk Katakan untuk pelan² " Ucap adara pada penjaga pintu .
" Iya Nyonya " Jawab nya .
Edward bangun membuka sepatu nya begitu juga Rangga lalu keduanya kembali membaringkan tubuhnya di sofa mencari posisi yang membuatnya nyaman .
Sedangkan El wanita itu tertidur begitu lelap entah karena lelah atau memang mengantuk dia begitu damai dalam mimpinya hanya dengan hitungan detik .
🌵
🌵
🌵
🌵
Saat penjaga melihat mobil yang masuk satu persatu dengan sigap berdiri di depan pintu utama .
" Maaf tuan, tuan Edward ,tuan Rangga dan Nona El mereka sedang tertidur di ruangan tamu " Raymond mengaguk paham ,lalu penjaga membuka pintu sehingga Raymond masuk .
" Mereka sudah lama tidurnya " Tanya Reza.
" Sudah tuan " Reza langsung masuk dalam rumah bersama Raine yang juga datang bersama nya ,
Lalu di susul Radhi dan Rifat serta Amanda ,pantasan Adara dan Vania tidak menyambut kedatangan mereka ternyata ada makhluk halus di ruangan tamu Batin Radhi lalu melanjutkan langkah nya .
" Apa karena anakmu tidur kamu tidak menyambut ku " Adara hanya tersenyum lalu mencium punggung tangan suaminya " Maaf " Jawabnya .
" Kenapa tidak di bangunkan Mereka " Tanya Raine .
" Mereka cape ,mau bangun sendiri " Jawab Vania .
" Ayo mandi, aku juga cape mau di urut " Ucap Raymond .
" Ayo sayang " Amanda mengaguk .
Satu persatu mereka menuju kamarnya masing-masing .
" Kapan Daddy sama mommy kembali " Tanya Adara kini mereka sudah berada dalam kamar mandi .
" Mereka sekalian liburan baby " Jawab Raymond sambil menatap Adara yang membantu nya membuka pakaian kerjaannya .
" Berarti mereka tidak lagi bersama Eliza " Raymond mengaguk .
CUP
" Ayo " Adara membawa Raymond ke bathup setelah mendapat kan ciuman manis dari suaminya .
Di ruangan tamu Edward lebih dulu membuka matanya,bukannya langsung bangun dia malah terdiam hingga dia melihat pelayan lewat .
" Daddy sudah pulang bi ' Pelayan pun langsung mendekat ke arah Edward " Iya tuan " Jawabnya yang hanya di tanggapi dengan anggukan .
" Bangun, Daddy sudah pulang " Rangga mengerjapkan mata nya secara perlahan " 5 menit lagi bang " Gumamnya.
" Apa kau ingin tunggu Mama Raine " Rangga menghela napas panjang lalu bangun dan duduk dengan wajah bantalnya .
" El "
" Hebm "
" Bangun " El hanya mengaguk lalu ikut duduk tapi tidak ada salah satu dari mereka meninggalkan ruangan itu .
Seolah mereka belum puas berada di ruangan tamu padahal mereka Selalu melewati nya jika mau ke luar atau masuk ke rumah besar itu .
Setelah puas mereka langsung ke kamar membersihkan tubuhnya sebelum satu persatu orang tua mereka kembali berkumpul .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kapan anak² balik " Tanya Amanda kini mereka sedang berkumpul di halaman depan di temani makanan ringan dan minuman hangat .
" Lusa " Jawab Reza .
" Kapan Abang pergi " Tanya Edward .
" Kan belum pengumuman bang " Ucap Adara cepat
Karena dia melakukan seperti orang biasanya tidak menggunakan kekuasaan keluarga nya begitu juga Rangga ,dan mereka yakin akan lulus nantinya .
" Apa kakak juga " Rangga mengaguk sambil tersenyum .
' Tidak boleh , pokoknya harus tunggu...."
' Mom please " Edward kembali berhadapan dengan Adara yang bagaimana wanita itu selalu keberatan dengan keputusan nya " Tapi kenapa harus cepat ² ke sana ,mommy belum puas main sama Abang " Edward memutar bola matanya jengah " Belum puas,lalu 15 tahun ini apa namanya mommy " Ucapnya kesal .
" Sampai kapan pun mommy akan mencari Alasan yang semakin tidak masuk akal " timpal El , Adara langsung menatap El wanita pertama yang selalu mengajaknya ribut dan selalu di bela oleh suaminya .
" Mommy tidak mengajakmu bicara " Jawab Adara sinis .
" Apa tidak bisa di sini saja Bang " Ucap Riane karena anak nya akan mengikuti kemana pun Edward pergi .
" Sudah finall " Jawab Edward .
" Tapi ....Iya aku diam " Ucap Raine kesal menatap suaminya .
" Jadi kapan mereka pergi " Tanya Rifat .
"tunggu anak² baru mereka pergi " Jawab Reza membuat Riane dan Adara melototkan matanya .
Ingin protes tapi lagi² mereka berpikir karena nantinya pasti akan kalah .
" siapa yang mengantar mereka " Tanya Radhi .
" Mereka pergi sendiri " Jawab Raymond .
" Pengawal atau di antar Morgan atau siapa gitu ' Raymond menggeleng " mereka menolak nya " Radhi langsung menatap ke dua pria itu " Yakin " Edward dan Rangga mengaguk .
" Sudah minta izin sama Eyang ,Opa sama Oma " Tanya Radhi lagi .
" Belum ,nanti Abang telepon " Jawab Edward .
" Seminggu lagi iya bang " Adara menatap putra bungsu nya dengan sendu " mom , seminggu atau apa pun itu Abang dan Rangga tetap akan pergi " Ucap Edward tenang .
" Seminggu saja ,habis itu mommy tidak akan menahan Abang lagi,janji " Ucap Adara menatap Edward .
Edward menatap Raymond yang mengangguk membuat pria itu memejamkan matanya " Baiklah tapi hanya seminggu habis itu mommy harus siap " Adara mengangguk tersenyum .
" Mulai besok Abang temani mommy kita akan berkeliling selama seminggu jangan membantah atau mommy mogok makan dan tidak mau keluar kamar " Ancam Adara membuat Edward frustasi kalau tahu mendingan dia tidak menyetujui nya .
" Kenapa harus ke luar mom " Ucap Edward lirih .
" Kita hanya jalan² bang layaknya sepasang kekasih selama seminggu ,boleh kan Dad " Edward menggeleng cepat menatap Raymond yang hanya tersenyum" boleh baby " Edward mengusap wajahnya kasar " Daddy menyebalkan " Ucap Edward .
" Mama tidak akan melakukan hal itu kan pada Rangga " Ucap Rangga ragu saat menatap senyum di wajah Raine " Tentu saja iya " Jawabnya dengan senyum di wajahnya .
" 4 hari saja iya " Tawar Rangga berharap Riane setuju karena dia juga harus memikirkan sang kekasih .
" Tidak pokok nya ...."
" Kau sedang hamil, jangan banyak tingkah " Ucap Reza ketus .
" Tapi ...."
" Iya atau tidak " Raine mendengus kesal " Iya " Jawab nya kesal .
" Makasih Pa " Reza hanya mengagguk saja .
" Amanda ikut iya " Kedua wanita itu langsung menatap sang sumber suara .
" Siapa yang kamu ajak " Amanda menatap Rifat ,itu sangat tidak mungkin karena suaminya pasti sibuk , Daffi apa lagi itu karena langsung masuk sekolah " Tidak ada " Jawabnya lesuh .
" Nanti aku Kosong kan jadwalku menemanimu " Ucap Rifat lembut .
" Janji " Rifat mengaguk Tersenyum .
" Kalau kamu sayang " Radhi menatap Tersenyum pada Vania " Aku kenapa " Tanyanya Bingung " Seperti mereka kencan " Jawab Radhi .
" Aku sudah bosan , hampir selama kuliah hanya wajahmu dan Raine yang aku temui " Radhi mencibir sang istri " Itu dulu maksud aku sekarang " Jawabnya kesal .
" Nanti aku pikirkan ' Jawabnya vania membuat mereka tertawa kecil .
" Selalu saja sok jual mahal" Cibir Radhi kesal .
...****************...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟