One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Rasa syukur



Edward terus mengelus pipi Nova dengan pelan sesekali menatap ke arah Amanda yang begitu serius menangani istri nya .


Edward meringis saat melihat benda tajam nan tipis itu kembali menyentuh bagian perut istrinya.


" Maafkan aku baby sudah menyakitimu maafkan aku !! Terimakasih sudah berjuang untuk melahirkan anak² " Gumam Edward mencium kening Nova begitu lama .


Hampir satu jam berada dalam ruangan yang begitu dingin itu Edward di kagetkan dengan suara nyaring yang memenuhi ruangan operasi .


Oek .....Oek ...Oek .....


" Baby " Gumam Edward menatap bayi yang masih ada di gendongan Amanda .


" Selamat Datang Cucu Oma " Amanda menatap Edward yang masih terpaku menatap bayi yang masih berlumuran darah dan cairan putih itu " Laki² " Edward hanya mengaguk sebagai jawaban lalu Amanda memberikan pada perawat .


Tidak berselang lama Ruangan itu kembali di penuhi tangisan bayi membuat Edward kembali menitihkan air matanya dia merasa bahagia dan juga bersalah pada Nova .


Jika dulu dia membiarkan Nova sendirian dan tidak merasakan kehamilan simpatik mungkin dia tidak akan bertemu dengan anak²nya begitu juga dengan Nova .


Bahkan dia tidak akan tahu bahwa dia memiliki anak dari wanita yang begitu dia cintai ,tapi Tuhan masih menyayangi dan tidak ingin anak² nya tumbuh tanpa kasih sayang nya sehingga dia memberikan hal seperti itu.


Jika di tanya apa Edward benci dengan mengalami hamil simpatik ??


Jawabannya tidak ,karena itu merupakan jalan dia bisa berkumpul dengan istri dan anak² nya di mana kini mereka sudah bisa melihat dunia sekalipun belum bisa melihat dan mendengar kan .


" Dokter " Panggil Perawat yang membantu Amanda .


" Lakukan yang terbaik " Jawab Amanda .


" Tapi ...."


" Apa kamu di bayar di rumah sakit ini hanya untuk bertanya Hah " Bentak Amanda emosi membuat perawat itu langsung melakukan tugasnya .


" Aunty ,kenapa dengan anak Edward " Amanda langsung menatap Edward .


" Semua akan baik-baik saja " Edward menatap bayi yang baru saja di ke luarkan dari perut Istri nya tidak ada tangisan seperti Kakak nya yang lain hingga membuat Edward takut .


" Bunda " Amanda menghela napas panjang " Bunda akan lakukan apa pun ,Abang hanya perlu menemani Nova ,sudah ada dokter yang akan membantu " Jawab Amanda .


" Dok " Amanda menatap ke samping mya dia melihat dokter pengganti sudah berpakaian operasi .


" Lanjutkan " Titah Amanda .


"Baik Dok " Jawabnya lalu mengambil ahli operasi


Sedangkan Amanda langsung melepaskan semua yang melekat di tubuhnya mencuci tangannya.


Setelah selesai dia kembali Makai APD yang baru dan melihat anak² Edward.


" Aku akan melakukan apa pun untuk mereka baby, jangan memikirkan apa pun ,Aku janji " Gumam Edward menatap pintu ruangan di mana Amanda masuk .


Sedangkan di luar semua orang berucap syukur saat suara tangisan saling bersahutan seolah ingin ikut lomba .


Mendengar itu Daddy Radit langsung bersujud membuat yang lainnya kaget .


" Daddy "


" Opa "


" Daddy bangun jangan seperti ini " Jose membangun Daddy Radit .


" Daddy hanya bahagia Nak,Daddy dan Mommy masih di beri kesempatan untuk bisa melihat Anak Edward " Ucap Daddy Radit dengan suara bergetar .


" Daddy akan terus sehat " Jose memeluk Daddy Radit saat pria yang sudah berumur itu menangis haru karena bahagia .


Tuhan begitu menyayangi keluarga nya sehingga selalu di berikan kelimpahan yang begitu luar biasa ,padahal Daddy Radit sadar bahwa apa yang mereka lakukan selama ini Tidal sebanding dengan kebahagiaan ini .


Di mana mereka akan membunuh atau menyingkirkan siapa pun yang berani mengusik keluarga mereka ,karena dia tidak ingin terjadi papa dengan anak ,cucu dan keturunan nya .


" Ray sekarang sudah menyandang status Opa ,apa Ray akan dapat hadiah dari Opa " Daddy Radit mengelus wajah Raymond sambil tersenyum .


" Kamu mau apa ,Opa akan kabulkan jika Opa mampu " Tanya dengan dengan lembut .


" Terus dampingi kami ,hanya itu yang Ray mau !! Seperti kata Daddy , Kami akan melakukan apa pun untuk Opa dan Oma bahkan jika tuhan menginginkan nyawa kami Ray siap asal Opa selalu sehat " Daddy Radit mengacak rambut Raymond sambil tersenyum .


Padahal itu hal yang di benci Raymond jika ada yang memegang kepalanya ,tapi kali ini berbeda hingga dia hanya menampakan senyum nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ceklek


Semua orang menatap ke arah pintu di mana Edward ke luar dengan wajah yang susah di tebak .


Saat melihat Daddy Radit Edward langsung berjalan ke arah pria itu yang sejak tadi menunggu nya ke luar .


Hap


Edward langsung memeluk Daddy Radit dengan erat menyembunyikan wajahnya di leher pria itu .


" Selamat ,Abang sudah jadi orang tua !! Jaga istri dan anak²mu " Edward hanya mengaguk sebagai jawaban .


" Hei kamu sudah menjadi ayah kenapa menangis " Ucap Daddy Radit saat merasa kan bajunya basah .


" Abang ...... Hanya bahagia karena Anak² Abang bisa bermain dengan Eyang terimakasih " Daddy Radit hanya menepuk pundak Edward .


" Apa anak Abang baik² saja " Ucap Edward membuat mereka menatap ke arah nya .


" Pasti baik² saja " Edward melepaskan pelukannya lalu berjongkok depan Daddy Radit seperti yang di lakukan Henry tadi sambil menatap para pria yang duduk di kursi .


" Anak Abang tidak menangis, bahkan sampai Aunty di gantikan dokter lain untuk meneruskan Operasinya " Ucap Edward lirih sambil menunduk .


" Mereka pasti baik² saja , percaya sama Eyang " Edward menggeleng pelan " Tidak Eyang , bahkan suster tidak yakin dengan itu, apa yang harus aku Katakan sama Nova Nantinya Opa , Dad " Tanya Edward menatap Henry dan Raymond .


" Opa " Jose hanya bisa terdiam menatap ke arah Edward ,dia sendiri bingung harus mengatakan apa .


" Percaya sama Aunty mu " Ucap Daddy Radit mengelus kepala Edward sambil tersenyum .


Terimakasih untuk kebahagiaan yang luar biasa ini tuhan dan selamat kan cicit buyutku Ucap Daddy Radit dalam hati .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟