One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
hasil dari kesabaran.



Waktu terus berganti kini kandungan Nova sudah memasuki usia 4 bulan di mana perut nya semakin besar karena mengandung 4 bayi sekaligus .


Bukan hal yang mudah untuk seorang wanita hamil tanpa adanya suaminya di samping ,tapi itu tidak membuat Nova sedih karena baginya kehadiran mereka sudah jauh lebih baik ,apa lagi Nenek Nur selalu membuat nya nyaman dengan kehamilannya .


Seperti ucapan dokter saat itu, Nenek Nur Dan Nova sudah berada di rumah sakit untuk memeriksa kandungan Nova .


Sekalipun begitu Nova selalu rutin memeriksa nya ke bidan yang ada di desa, saat Nova dan Nenek Nur tengah antri menunggu giliran ada seseorang yang sejak tadi melihat ke arah mereka .


Entah dia orang baik atau tidak tapi Nenek Nur merasakan itu ,syukur Nova tidak terlalu peduli dia hanya diam sambil mengelus perutnya .


Beberapa menit kemudian tibalah giliran Nova untuk masuk ke dalam , Nenek Nur membatu Nova untuk berdiri baru mereka di persilahkan masuk .


Dan orang yang sejak tadi menatap mereka pun sudah pergi dari tempatnya .


Seperti biasanya sebelum di periksa lebih jauh Nova akan melakukan tekanan darah dan berat badan terlebih dahulu .


Barulah dia duduk berhadapan dengan dokter kandungan .


" Selamat pagi Mba , Nenek Nur gimana kabarnya " Sapa dokter ramah .


" Lagi dok , Alhamdulillah kami baik " Jawab Nenek Nur Tersenyum.


" Sudah siap ketemu Cucu nya Nek " Nenek Nur mengaguk antusias " Bahkan sejak semalam Nenek tidak bisa tidur dok ingin segera pagi " Adu Nova membuat dokter dan suster tertawa begitu juga Nenek Nur .


" Seperti Nenek Nur lebih antusias iya " Nova mengagguk " Iya dok " jawab Nova .


" Apa ada keluhan " Tanya dokter serius .


" Hanya lelah dok, punggung saya juga sering sakit, baru sering ke kamar mandi " Ucap Nova.


" Itu karena Mba hamil langsung kembar 4, makanya perut Mba sepeti orang yang hamil 7 bulan " Ujar dokter .


" Sayur ,buah yang lainnya di makan kan " Tanya dokter .


" Iya Dok ,karena di kebun nenek banyak pilihan " Ujar Nova Tersenyum .


" Kita langsung periksa iya ?? Berat badan dan tekanan darah Mba Nova juga bagus " Ujar Dokter .


" Iya Dok " Jawab Nova dan Nenek Nur .


Perawat membantu Nova berjalan ke arah tempat tidur pasien di ikuti Nenek Nur .


Kini Nova sedang berbaring di atas tempat tidur pasien pakaiannya sudah di naikan sedikit perut buncitnya sudah sangat terlihat .


Nenek Nur dan Nova langsung menatap ke layar monitor saat alat USG sudah di letakan di perut nya .


Nova Tersenyum haru saat melihat layar monitor di mana mereka sudah terlihat begitu jelas kepala,mata hitung semuanya sudah tampak terlihat jelas .


" Semuanya baik iya Mba , sekalipun ukuran mereka kecil tapi itu tidak ada hal serius secara mereka harus berbagi tempat karena ada 4 orang " Ucap dokter lembut .


' Berat badan dan juga panjang semuanya ok , seperti nya Nenek Nur begitu perhatian pada Cucu nya ' Nenek Nur Tersenyum mendengar nya .


Karena memang selama Nova hamil Nenek Nur begitu antusias mengurusnya dari Nova bangun hingga dia tidur kembali Nenek Nur selalu mengaturnya .


Bahkan saat Nova membantu Nenek Nur pun ada jam tertentu untuk Nova istirahat baru dia kembali berkerja membantu , sebenarnya Nenek Nur tidak mengizinkan nova ikut tapi karena Nova memaksa maka nenek Nur membuat aturan yang tentu nya di setujui Nova .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di perusahaan besar Raymond ,Reza dan Edward sedang melakukan rapat di mana mereka sudah melewatkan 1 jam lebih sejak mereka masuk di ruangan tu .


Saat semuanya tengah serius dan sibuk Hp Reza bergetar tapi pria itu hanya diam saja .


Reza kembali Fokus hingga panggilan ke tiga dia langsung berdiri meninggalkan ruangan rapat .


Raymond yang melihat itu hanya menatap sekilas lalu kembali menatap lurus ke depan .


Reza menatap layar ponselnya tanpa menunggu lagi dia langsung mengangkat nya .


" Kenapa " Tanya Reza to the poin.


" Nona Nova berada di rumah sakit xx "


Reza langsung memegang badannya menatap lurus ke depan.


" Apa yang dia lakukan " Tanya Reza serius .


" Memeriksa kandungan nya tuan, dan Nona Nova di temani wanita paruh baya " Lapornya pada Reza .


" Ikuti terus sampai di tempat dia tinggal jangan sampai kehilangan jejaknya atau kepala mu yang akan hilang ,paham " Ujar Reza serius .


" Iya Tuan " Jawab nya .


" Lakukan dengan benar,jika mereka sudah selesai ikuti dan laporkan hasilnya " Ujar Reza .


Saat masuk di dalam dia langsung membisikkan sesuatu pada Raymond menguat pria itu menatapnya datar yang hanya di beri anggukan kepala .


Edward yang melihat kedua pria petinggi perusahaan itu sedikit penasaran tapi dia kembali lagi menatap ke depan .


" Butuh berapa lama lagi " Tanya Raymond membuat penghuni ruangan itu menjadi bingung dan takut .


" Sedikit lagi tuan ' Ujar pemateri .


" Lakukan dengan cepat " Ujar Raymond mengangkat tangannya ke atas meja .


Edward menatap Raymond seperti orang yang gelisah.


Apa ada masalah di rumah Ucap Edward dalam hati .


30 menit berlalu Raymond langsung ke luar di ikuti Edward sedangkan Reza masih berada dalam ruangan itu .


Sesampainya di ruangan Raymond langsung mengambil ponselnya yang di tinggalkan di ruangan itu menelpon seseorang .


" Ke rumah sakit Xx sekarang juga " Titah Raymond menatap ke arah luar jendela .


Mendengar kata rumah sakit Edward langsung menegangkan duduknya .


" Pakai helikopter , kalau kamu pakai mobil atau kendaraan yang lainnya itu terlalu lama ' Ucap Raymond .


" Iya tuan " Raymond mematikan sambungan telepon nya lalu membalikkan badannya menatap Edward yang juga menatap nya .


Ceklek .


" Tuan " Panggil Reza masuk berjalan ke arah Raymond memberi kan ipadnya .


Raymond menatap layar,lalu dia menatap edward yang masih menatap nya sejak tadi .


" Mereka baru selesai berbelanja susu hamil dan kini mereka sudah pergi dan anak buah sedang mengikuti mereka " Raymond menatap layar iPad menggeser setiap gambar .


" Papa " Reza menatap Edward yang meminta penjelasan .


" Tunggu sedikit lagi " Ujar Reza .


" Tentang Nova " Reza mengaguk membuat Edward langsung berdiri " di mana mereka " Tanya serius .


" mereka belum tahu di mana Nova tinggal jadi mereka masih terus mengikuti nya ,karena dia dari rumah sakit " Jawab Reza .


Raymond mendekati Edward memberikan iPad nya padanya dengan cepat Edward mengambil benda tipis .


'siapkan helikopter dari sekarang jika kita sudah tahu kita langsung ke sana " Ujar Raymond .


Edward mengusap layar iPadnya dengan mata yang berkaca-kaca di mana Nova sedang duduk sambil antri seperti yang lainnya dan di samping Nova ada seorang paru baya yang selalu mengelus tangan Nova.


" Dia yang selalu bersama Nova " Ujar Reza tanpa Edward bertanya .


" Kita akan mencari tahu tentang nenek itu nantinya " Lanjutnya .


Edward menarik sudut bibirnya saat melihat Nova berdiri dengan perut besarnya .


"Kenapa perut nya besar sekali Dad " Tanya Edward menatap Raymond .


" Daddy juga tidak tahu, mungkin saja dia hamil kembar karena saat Mommy hamil kalian perut nya besar tapi tidak seperti itu " Ujar Raymond .


" Apa itu artinya Nova hamil lebih dari dua " Tanya Edward serius .


" Maybe " Jawab Raymond.


" Batalkan semuanya Za ,kita kembali ke rumah sekarang " Ujar Raymond .


" Baik tuan " Jawab Reza .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ ...


Sudah siap belum ,kalau author belum sih 🤭🤭🤭🤭🤭


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟