One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Miss dan Mr



Di atas kasur king size sepasang suami istri sedang memadu kasih,suara² yang membuat sebagian orang merinding terdengar cukup keras mengisi setiap sudut kamar .


Nova mengerang pelan tubuhnya naik turun saat Edward menghentakan pinggulnya, sepertinya tidak ada tanda² pria itu akan berhenti .


" Suka " Tanya Edward ,tanpa malu Nova mengaguk ,membuat Edward tersenyum miring dia juga menikmati nya .


Edward menunduk sedikit mengisap ...mengulum benda kenyal yang sejak tadi ikut bergoyang tanpa menghentikan pinggulnya


" Aaahhh.....Edward ....." Pekik Nova kenikmatan tangan nya meremas Seprei dengan kuat .


" Aaahhhhhh "


Edward yang merasa geram membalikkan posisi Nova lalu memasuki nya dari belakang.


pLak


" Aakkkhhh " Pekik Nova kala Edward memukul bokong sintal miliknya,tapi belum berhenti keterkejutan nya Edward kembali memasukinya dengan sekali hentakan .


Jleb


" OugHhhhhhh"


" Aaarrrggggghhhhhhh " Geram panjang Edward memejamkan kedua matanya ,merasakan miliknya di jepit milik Nova yang tetap sempit sekalipun sering melakukan .


" Shiiittt ...... Kau membuatku gila Nova " Edward langsung menggerakkan pinggulnya dengan kasar ,kedua tangan nya menahan pinggang wanita itu .


" Aaahhhhh "


" Aaahhhhh.....Edward .....Ini ... Aahhhhhh "


Suara tabrakan kulit mereka terdengar begitu jelas ,keringat meluncur di seluruh tubuh mereka dan itu membuat keduanya semakin bersemangat .


" Sayang ..... Aahhhhhh ....Cepat "


" Bersama ....Baby ... Aaarrrggggghhhhhhh " Edward semakin mempercepat pinggulnya saat merasakan miliknya semakin di jepit daging kenyal di bawah sana .


" Shiiiit .....Aaarrgghhhh"


Edward mengumpulkan rambut Nova meminta untuk menatap ke arahnya.


" Kau suka " Tanya Edward menghentakan kuat pinggulnya,Nova menahan tubuhnya di sandaran tempat tidur .


" Aaahhhhh .....ya "


" Faster ......Aku .... Aaahhh "


Jleb ....Jleb ...Jleb .....


" OugHhhhhhh "


" Aaarrrggggghhhhhhh Nova " Geram Edward panjang bersamaan dengan keluarnya cairan puding Vla yang memenuhi rahim sang istri .


Lalu keduanya ambruk di atas tempat tidur dengan napas yang tidak beraturan .


CUP


" Terima kasih " ujar Edward di sela napasnya yang putus² , Nova hanya mengaguk sebagai jawaban nya .


Edward menarik sang istri masuk dalam pelukan nya,menutup tubuh polos mereka dengan selimut tapi malah di buka kembali oleh sang istri .


" Panas " Jawabnya pelan dengan mata terpejam .


" Kau masih menginginkan baby, kau tahu aku tidak bisa menahan diri Baby " Jawab Edward kembali menutup tubuh Nova dan menarik nya dalam pelukannya .


" Jangan dulu tidur ,obatmu belum di minum " Ujar Edward .


" Tolong ambilkan " Edward melepaskan pelukannya pada Nova ,lalu membuka laci meja dan mengambil Segelas air minum .


" Baby " Nova membuka kedua matanya lalu menggigit pil kontrasepsi yang sudah terbuka tapi masih berada di bungkusannya lalu menerima gelas air dari sang suami .


" Sudah " Edward kembali meletakan gelas di atas meja bersama obat pil kontrasepsi nya .


" Kita istirahat sebentar ,sebelum anak² ke sini " Nova hanya mengaguk tanpa membantah karena memang tubuh nya sangat lelah .


" Sudah Abang "


" Aku hanya ingin bermain sebentar dengan mereka Baby " Jawab Edward kembali mengulum benda kenyal yang ada di depannya .


" Tapi nanti ... Aaahhhh " Edward tersenyum miring dia terus memainkan kedua benda itu bergantian .


" Abang ....Ssshhhht...Aahhhhh "


" Jangan .....Aku ....Sudah ..... Aahhhh"


" Basah Baby " Bisik Edward saat jari tangan nya sudah berada di lembah milik sang istri .


" Jangan ...Di gerakkan Aahhhhh Edward "


" Seperti nya kamu masih menginginkannya baby" Ujar Edward tersenyum seringai .


Nova menggigit bibir bawahnya dengan kuat ,menahan suaranya agar tidak kembali ke luar ,tapi itu percuma permainan tangan Edward membuat nya lupa diri ,hingga dia kembali mendesah .


" Aahhhhhh...masuki " Ujar Nova di sela desahannya .


" Sesuai keinginan mu Baby " Edward langsung menyibakan selimut nya ,dan memposisikan tubuhnya di kedua kaki wanita itu .


Jleb


Aahhhhhh


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Daddy " Edward menarik sudut bibirnya saat melihat anak²nya tengah asik bermain .


" Bunda mana " Tanya Elea menatap Edward .


" masih tidur " Jawabnya lalu duduk di samping Raymond .


" Ini sudah sore Lo bang ,masa masih tidur " Tanya Syifa .


" Anak kecil tidak perlu tahu urusan orang besar " Jawab Eric menatap sang sepupu .


" Aku sudah besar ya " Jawab Syifa kesal menatap ke arah Eric .


" Nora mau lihat Bunda " Ujar Nora , langsung di tahan Alan ' Nanti saja ,Bunda habis kerja perlu istirahat kalau Ade ke sana pasti Bunda langsung bangun karena tidak enak mengabaikan Nora " Ujar Alan menjelaskan .


" Kerja ,tapi ini weekend Opa " Jawab Elea menimpali .


"Menyelesaikan tugas kantor , seperti Nora sama Elea kalau di kasih tugas sama Miss " Terang Alan lagi .


" Memang Bunda punya Miss juga di kantor " Alan menatap sang istri meminta bantuan untuk segera menyelesaikan nya .


" Ada ,tapi Bunda bukan Miss tapi Mr " Elea dan Nora langsung terdiam bingung .


" Siapa namanya Oma " Tanya Nora, Elsa menatap Raymond membuat kedua wanita menatap ke arah Raymond .


" Daddy Ray " Elsa mengaguk sebagai jawabannya " Sama Papa Reza " Lanjut Elsa ,kedua gadis kecil itu kembali menatap Reza .


" Apa tugas bunda banyak " Tanya Elea .


" Sedikit " Jawab Reza tersenyum keduanya tidak lagi bertanya memilih ke arah Enzi dan Ethan .


" Lain kali pikirkan sendiri alasannya jangan hanya diam dan tersenyum " Ujar Alan kesal menatap Edward .


" Lagian untuk apa Opa menahan nya " Tanya Edward .


" Lalu apa kamu mau dia melihat keadaan ibunya begitu mengenaskan " Jawab Alan .


" Pikiran Opa terlalu jauh " Jawab Edward .


" Lalu kenapa kamu hanya diam Bodoh ' Umpat Alan kesal membuat mereka tertawa kecil .


" Lagi malas " Jawab Edward seadanya membuat Alan berdecak kesal .


" Abi " Rangga menatap ke arah belakang nya " Hm " Jawabnya saat Rachel sudah berada di depannya.


Gadis kecil itu naik ke atas sofa mendekat kan bibirnya ke telingah Rangga .


" Sudah izin sama Mama " Rachel mengerjapkan matanya berkali-kali " Belum " Rachel tetap diam sambil menatap Rangga .


" Rachel " Tegur Vika pada sang anak .


" Pergi sama Bibi,tapi jangan membeli terlalu banyak " Vika langsung menatap Rangga " Biarkan saja " Ujar Rangga yang paham akan tatapan sang istri .


" Tapi ...." Rangga menggeleng hingga membuat Vika menhentikan ucapannya " sekalian bikin minimarket di depan rumah " Ujar Vika kesal .


" Temani adiknya " Ujar Rangga pada Della yang langsung di anggukan kepala .


" Hai para pasukan siapa yang mau ikut ' ke lima bocil itu langsung menatap ke arah Della .


" Kita akan belanja " Semuanya langsung berdiri dengan cepat .


" Daddy uang " Ethan menengadah kan tangannya di depan Edward .


" Minta sama Opa " Henry langsung melotot kan matanya tajam .


" Dompet Edward di kamar " Lidah Henry berdecak " Apa susahnya kamu naik ambil " Jawab Henry ketus .


" Nanti ganggu Nova tidur " Henry di buat semakin kesal .


" Ini " Della langsung menerima kartu yang di berikan Daddy Radit .


" Terimakasih Eyang sayang, cintaku , Love² " Ujar Della sambil mencium kartu sakti itu .


" Ayo pasukan ,Go " Pekik Della memberikan arahan .


"Salim dulu " Titah Vika , menhentikan langkah mereka lalu berbelok mencium punggung tangan mereka satu persatu baru pergi .


" Apa kalian tidak ingin memiliki seperti mereka " Eric memutar bola matanya " Mulai lagi " Jawab Eric .


" Harus ,kamu sudah tua "Eric langsung menutup mulutnya dengan rapat saat suara ratu ke dua bersuara siapa lagi kalau bukan Elvi.


" Iya Oma " Jawab mereka hampir bersamaan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lanjut !!


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟