
Di atas kasur king size sepasang suami istri sedang memadu kasih,suara² yang membuat sebagian orang merinding terdengar cukup keras mengisi setiap sudut kamar .
Nova mengerang pelan tubuhnya naik turun saat Edward menghentakan pinggulnya, sepertinya tidak ada tanda² pria itu akan berhenti .
" Suka " Tanya Edward ,tanpa malu Nova mengaguk ,membuat Edward tersenyum miring dia juga menikmati nya .
Edward menunduk sedikit mengisap ...mengulum benda kenyal yang sejak tadi ikut bergoyang tanpa menghentikan pinggulnya
" Aaahhh.....Edward ....." Pekik Nova kenikmatan tangan nya meremas Seprei dengan kuat .
" Aaahhhhhh "
Edward yang merasa geram membalikkan posisi Nova lalu memasuki nya dari belakang.
pLak
" Aakkkhhh " Pekik Nova kala Edward memukul bokong sintal miliknya,tapi belum berhenti keterkejutan nya Edward kembali memasukinya dengan sekali hentakan .
Jleb
" OugHhhhhhh"
" Aaarrrggggghhhhhhh " Geram panjang Edward memejamkan kedua matanya ,merasakan miliknya di jepit milik Nova yang tetap sempit sekalipun sering melakukan .
" Shiiittt ...... Kau membuatku gila Nova " Edward langsung menggerakkan pinggulnya dengan kasar ,kedua tangan nya menahan pinggang wanita itu .
" Aaahhhhh "
" Aaahhhhh.....Edward .....Ini ... Aahhhhhh "
Suara tabrakan kulit mereka terdengar begitu jelas ,keringat meluncur di seluruh tubuh mereka dan itu membuat keduanya semakin bersemangat .
" Sayang ..... Aahhhhhh ....Cepat "
" Bersama ....Baby ... Aaarrrggggghhhhhhh " Edward semakin mempercepat pinggulnya saat merasakan miliknya semakin di jepit daging kenyal di bawah sana .
" Shiiiit .....Aaarrgghhhh"
Edward mengumpulkan rambut Nova meminta untuk menatap ke arahnya.
" Kau suka " Tanya Edward menghentakan kuat pinggulnya,Nova menahan tubuhnya di sandaran tempat tidur .
" Aaahhhhh .....ya "
" Faster ......Aku .... Aaahhh "
Jleb ....Jleb ...Jleb .....
" OugHhhhhhh "
" Aaarrrggggghhhhhhh Nova " Geram Edward panjang bersamaan dengan keluarnya cairan puding Vla yang memenuhi rahim sang istri .
Lalu keduanya ambruk di atas tempat tidur dengan napas yang tidak beraturan .
CUP
" Terima kasih " ujar Edward di sela napasnya yang putus² , Nova hanya mengaguk sebagai jawaban nya .
Edward menarik sang istri masuk dalam pelukan nya,menutup tubuh polos mereka dengan selimut tapi malah di buka kembali oleh sang istri .
" Panas " Jawabnya pelan dengan mata terpejam .
" Kau masih menginginkan baby, kau tahu aku tidak bisa menahan diri Baby " Jawab Edward kembali menutup tubuh Nova dan menarik nya dalam pelukannya .
" Jangan dulu tidur ,obatmu belum di minum " Ujar Edward .
" Tolong ambilkan " Edward melepaskan pelukannya pada Nova ,lalu membuka laci meja dan mengambil Segelas air minum .
" Baby " Nova membuka kedua matanya lalu menggigit pil kontrasepsi yang sudah terbuka tapi masih berada di bungkusannya lalu menerima gelas air dari sang suami .
" Sudah " Edward kembali meletakan gelas di atas meja bersama obat pil kontrasepsi nya .
" Kita istirahat sebentar ,sebelum anak² ke sini " Nova hanya mengaguk tanpa membantah karena memang tubuh nya sangat lelah .
" Sudah Abang "
" Aku hanya ingin bermain sebentar dengan mereka Baby " Jawab Edward kembali mengulum benda kenyal yang ada di depannya .
" Tapi nanti ... Aaahhhh " Edward tersenyum miring dia terus memainkan kedua benda itu bergantian .
" Abang ....Ssshhhht...Aahhhhh "
" Jangan .....Aku ....Sudah ..... Aahhhh"
" Basah Baby " Bisik Edward saat jari tangan nya sudah berada di lembah milik sang istri .
" Jangan ...Di gerakkan Aahhhhh Edward "
" Seperti nya kamu masih menginginkannya baby" Ujar Edward tersenyum seringai .
Nova menggigit bibir bawahnya dengan kuat ,menahan suaranya agar tidak kembali ke luar ,tapi itu percuma permainan tangan Edward membuat nya lupa diri ,hingga dia kembali mendesah .
" Aahhhhhh...masuki " Ujar Nova di sela desahannya .
" Sesuai keinginan mu Baby " Edward langsung menyibakan selimut nya ,dan memposisikan tubuhnya di kedua kaki wanita itu .
Jleb
Aahhhhhh
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Daddy " Edward menarik sudut bibirnya saat melihat anak²nya tengah asik bermain .
" Bunda mana " Tanya Elea menatap Edward .
" masih tidur " Jawabnya lalu duduk di samping Raymond .
" Ini sudah sore Lo bang ,masa masih tidur " Tanya Syifa .
" Anak kecil tidak perlu tahu urusan orang besar " Jawab Eric menatap sang sepupu .
" Aku sudah besar ya " Jawab Syifa kesal menatap ke arah Eric .
" Nora mau lihat Bunda " Ujar Nora , langsung di tahan Alan ' Nanti saja ,Bunda habis kerja perlu istirahat kalau Ade ke sana pasti Bunda langsung bangun karena tidak enak mengabaikan Nora " Ujar Alan menjelaskan .
" Kerja ,tapi ini weekend Opa " Jawab Elea menimpali .
"Menyelesaikan tugas kantor , seperti Nora sama Elea kalau di kasih tugas sama Miss " Terang Alan lagi .
" Memang Bunda punya Miss juga di kantor " Alan menatap sang istri meminta bantuan untuk segera menyelesaikan nya .
" Ada ,tapi Bunda bukan Miss tapi Mr " Elea dan Nora langsung terdiam bingung .
" Siapa namanya Oma " Tanya Nora, Elsa menatap Raymond membuat kedua wanita menatap ke arah Raymond .
" Daddy Ray " Elsa mengaguk sebagai jawabannya " Sama Papa Reza " Lanjut Elsa ,kedua gadis kecil itu kembali menatap Reza .
" Apa tugas bunda banyak " Tanya Elea .
" Sedikit " Jawab Reza tersenyum keduanya tidak lagi bertanya memilih ke arah Enzi dan Ethan .
" Lain kali pikirkan sendiri alasannya jangan hanya diam dan tersenyum " Ujar Alan kesal menatap Edward .
" Lagian untuk apa Opa menahan nya " Tanya Edward .
" Lalu apa kamu mau dia melihat keadaan ibunya begitu mengenaskan " Jawab Alan .
" Pikiran Opa terlalu jauh " Jawab Edward .
" Lalu kenapa kamu hanya diam Bodoh ' Umpat Alan kesal membuat mereka tertawa kecil .
" Lagi malas " Jawab Edward seadanya membuat Alan berdecak kesal .
" Abi " Rangga menatap ke arah belakang nya " Hm " Jawabnya saat Rachel sudah berada di depannya.
Gadis kecil itu naik ke atas sofa mendekat kan bibirnya ke telingah Rangga .
" Sudah izin sama Mama " Rachel mengerjapkan matanya berkali-kali " Belum " Rachel tetap diam sambil menatap Rangga .
" Rachel " Tegur Vika pada sang anak .
" Pergi sama Bibi,tapi jangan membeli terlalu banyak " Vika langsung menatap Rangga " Biarkan saja " Ujar Rangga yang paham akan tatapan sang istri .
" Tapi ...." Rangga menggeleng hingga membuat Vika menhentikan ucapannya " sekalian bikin minimarket di depan rumah " Ujar Vika kesal .
" Temani adiknya " Ujar Rangga pada Della yang langsung di anggukan kepala .
" Hai para pasukan siapa yang mau ikut ' ke lima bocil itu langsung menatap ke arah Della .
" Kita akan belanja " Semuanya langsung berdiri dengan cepat .
" Daddy uang " Ethan menengadah kan tangannya di depan Edward .
" Minta sama Opa " Henry langsung melotot kan matanya tajam .
" Dompet Edward di kamar " Lidah Henry berdecak " Apa susahnya kamu naik ambil " Jawab Henry ketus .
" Nanti ganggu Nova tidur " Henry di buat semakin kesal .
" Ini " Della langsung menerima kartu yang di berikan Daddy Radit .
" Terimakasih Eyang sayang, cintaku , Love² " Ujar Della sambil mencium kartu sakti itu .
" Ayo pasukan ,Go " Pekik Della memberikan arahan .
"Salim dulu " Titah Vika , menhentikan langkah mereka lalu berbelok mencium punggung tangan mereka satu persatu baru pergi .
" Apa kalian tidak ingin memiliki seperti mereka " Eric memutar bola matanya " Mulai lagi " Jawab Eric .
" Harus ,kamu sudah tua "Eric langsung menutup mulutnya dengan rapat saat suara ratu ke dua bersuara siapa lagi kalau bukan Elvi.
" Iya Oma " Jawab mereka hampir bersamaan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !!
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟