
Henry dan para pria generasi pertama langsung ke rumah sakit saat Davin menelpon mereka jika Mommy Ellena sudah melewati masa kritisnya , sedangkan yang lainnya kembali berkerja karena sehari saja meninggalkan perusahaan perkejaan mereka sudah menumpuk apa lagi jika mereka kembali meliburkan diri dan itu bisa membuat mereka lembur .
" Gimana keadaan Mommy " Tanya Henry menatap davin yang menunggu mereka di pintu masuk .
" Sementara mereka memindahkan mommy ke ruangan perawatan " Jawab Davin .
" Semua baik² saja kan Nak " Tanya Daddy Radit .
" Sejauh ini baik² saja ,tapi Davin tidak bisa menebak kapan mommy sadar " Jawab Davin
" Tidak papa ,asal mommy kalian sudah melewati masa itu,mungkin dia lagi lelah " Jawab Daddy Radit .
" Iya Dad " Jawab Davin .
" Alister kerja " Tanya Jose sambil mendorong kursi Daddy Radit .
" Dia kembali ke rumah ,ada hal yang dia urus " Jawab Davin.
" Kau belum istirahat " Tanya Alan .
" Bahkan aku baru bangun,karena perawat memanggil ku melaporkan keadaan Mommy " Jawab Davin .
" Pantasan kau bau ,ternyata kau belum mandi " Timpal Jeje .
" Aku sudah mandi sialan " Umpat Davin kesal .
Alan menekan tombol lift di lantai tempat mommy Ellena di rawat .
" Nabilla bilang anak² rewel " Tanya Davin .
" Hebm, mungkin mereka juga tahu kondisi kita " Jawab Henry .
" Tapi mereka sudah tidak papa kan " tanya Davin lagi .
" Bahkan kami tidak bisa tidur menemani mereka begadang yang tiap menitnya terbangun seolah ada yang menggangu tidur mereka " Ujar Jose .
" Nova sampai 2x pompa ASI,padahal biasanya kalau malam hanya sekali saja " Timpal Alan bersamaan dengan lift berhenti
" Lalu Nora ' Tanya Davin ke luar dari lift di susul yang lainnya .
" Sama Edward hanya bersama Daddy nya dia bisa tenang " Jawab Jeje .
" Yang penting dia baik² saja ,hal biasa jika mereka tidak tenang karena apa yang di rasakan orang sekitarnya biasanya mereka juga akan merasakan nya apa lagi itu terjadi dengan orang tuanya biasanya ikatan batin mereka cukup kuat " Ujar Davin .
Sedangkan di perusahaan Edward tengah melakukan panggilan pada video pada Nova, hanya untuk Nora bisa melihat nya , sekalipun Edward sibuk berkeja .
" Kakak " Edward menatap Rangga " Papa butuh tanda tangan kakak " Ujar Rangga meletakan berkas di depan Edward .
" Semuanya " Rangga mengaguk lalu menatap Laptop Edward .
" Hai Nora " Sapa Rangga dengan lembut .
" Iya Uncle " Jawab Nova lembut sambil menatap baby Nora .
" Apa ini di perlukan Sekarang " Tanya Edward tanpa menatap Rangga .
" Iya Kak " Jawab Rangga lalu kembali fokus pada layar di depannya .
" Apa Nora sudah makan " Tanya Rangga lagi .
" Sudah Uncle, Nora makan banyak " Jawab Nova .
" Pintar , Abang sama kakak mana " Tanya Rangga lagi .
" Sama Mommy Dara sama Oma Elvi " Jawab Nova lembut .
" Nora tidak ikut " Tanya Rangga .
" Kata Daddy ,Nora di kamar saja Uncle !! Dada Nora sakit " Jawab Nova .
"Masih sakit ? Cepat sembuh biar nanti Uncle kasih hadiah " Ujar Rangga .
" Iya Uncle " Jawab Nova .
" Ini " Rangga menatap berkas yang sudah di tanda tangani Edward " Iya kak " Ucap Rangga .
" By Nora , Uncle kerja dulu iya " Ujar Rangga .
" Iya Uncle ,hati² " Ucap Nova .
" Kalau sudah tidur letakan di tempat tidur saja baby " Ujar Edward .
" Tapi kamu juga butuh istirahat baby, semalam kamu tidak istirahat dengan baik " Ujar Edward .
" Gini saja Abang tidak papa koh " Ujar Nova merendahkan senderan sofa .
" Kalau begitu aku lanjut kerja dulu, kalau dia rewel telepon saja " Nova mengagukan kepalanya .
" iya bang " Jawab Nova.
" Cepat sehat sayang ,kasian Daddy ,Daddy Ray dan yang lainnya mereka ikut sedih memikirkan Ade " Ujar Nova mengelus pipi Nora dengan lembut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore harinya mereka kembali dengan membawa setumpuk pekerjaan karena mereka tidak mungkin menyelesaikan di kantor .
" Daddy sudah pulang " Tanya Raymond menatap Adara yang menyambut nya .
" Sudah ,baru saja tapi ayah sama papi di sana jaga Mommy " Raymond mengagguk menggegam tangan Adara masuk dalam rumah.
" Anak² " Tanya Raymond .
" Enzi sama Elea di kamar , Ethan sama Riane " Jawab Adara .
" Nora sama Nova " Adara hanya mengaguk sebagai jawabannya .
Ceklek
Raymond membuka pintu kamarnya dengan pelan ,hal pertama yang dia lihat kedua cucunya yang tertidur .
"Jangan meninggalkan mereka sendirian sekalipun hanya sebentar " Ujar Raymond .
" Iya Dad maaf " Jawab Adara membantu Raymond membuka pakaian kantornya .
" Aku bantu " Raymond menggeleng " Temani anak² saja " Ujar Raymond lalu meninggalkan Adara begitu saja setelah pakaian nya terlepas dan hanya menyisakan boxer saja .
Di kamar lain saat Edward masuk dalam kamar dia melihat Nova tertidur dengan setengah duduk dan Nora berada di dadanya .
" Baby " Panggil Edward pelan .
CUP
Nova membuka matanya perlahan lalu tersenyum saat melihat Edward sudah berada di depannya .
" Aku mandi dulu, setelah itu istirahat di tempat tidur biar Nora sama aku " Nova hanya mengangguk saja karena memang dia sudah lelah dengan posisi nya sekarang .
Edward langsung masuk dalam kamar mandi setelah meletakan tas kerjanya .
Tidak butuh waktu lama edward sudah selesai lalu dia ke ruangan ganti .
" Sudah mandi " Tanya Edward menghampiri Nova .
" Sudah,tadi Nora di jaga Oma Elsa " Jawab Nova .
Cup
" Nora juga sudah mandi " Tanya Edward mengambil tubuh anaknya lalu mencium nya .
" Istirahat lah " Nova menurut karena badannya terasa pegal .
Edward membawa tas kerjanya ke arah tempat tidur sambil menggendong Nora .
Lalu meletakkan Nora di atas dadanya sambil membaca berkas .
" Apa tidak susah " Edward menatap kebawah " tidak " Jawabnya mengelus rambut Nova dengan lembut .
Nova memegang bagian bokong Nora lalu kembali memejamkan matanya , sedangkan Edward kembali fokus pada berkasnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟