One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Sunyi



" Bagaimana keadaan mommy " Tanya Jose baru datang .


" Lagi di periksa sama Davin dan Alister " Jawab Jeje .


" Sebenarnya mommy sakit apa Dad " Tanya Henry menatap Daddy Radit .


" Sakitnya orang tua " Jawab nya tenang karena dia harus terlihat baik² saja di depan anak² dan yang lainnya .


" Opa " Daddy Radit menatap Raymond .


" Oma kalian akan baik² saja " Jawabnya datar .


" Apa Opa menyembunyikan sesuatu dari kami " Tanya Reza .


" Kamu bisa lihat hasil pemeriksaan Oma mu " Jawab Daddy Radit tapi Reza tidak percaya begitu saja sama halnya dengan yang lainnya.


Beberapa menit kemudian Pintu ruangan terbuka Davin ke luar di ikuti perawat yang bertugas sedangkan Alister masih berada di dalam .


" Bagaimana keadaan mommy " Davin menatap Daddy Radit yang hanya terdiam duduk di kursinya .


" Mommy harus nginap " Jawab Davin tanpa mengalihkan pandangannya pada Daddy Radit membuat yang lainnya semakin penasaran dan curiga " Daddy " Panggil Davin lirih .


" Sampai kapan " Tanya nya dengan suara serak .


" Katakan dengan jelas ,aku yakin kamu tahu kondisi mommy " Tanya Henry menatap dingin kearah Davin .


" Daddy " Daddy Radit hanya diam saja menatap pintu ruangan yang sudah tertutup rapat .


" Antar Daddy ke dalam " Davin menggeleng " Mommy belum bisa di jenguk ,Daddy istirahat dulu " Ucap Davin .


" ini rumah sakitku, siapa yang berani melarang ku " Ucap Daddy Radit menatap tajam Davin .


" Kali ini tolong dengar kan Davin Dad ,jangan keras kepala !! Daddy harus memikirkan yang lainnya " Ucap Davin memelas .


" Mommy kalian hanya butuh Daddy saat ini " Jawab nya tegas .


" Ada Alister yang menjaga Oma ,Daddy tenang saja " Davin menatap Henry dan Jose " Bawa Daddy pulang , biar Davin sama Alister yang jaga Mommy, Nabilla juga ada di atas " Ucpa Davin.


" Jangan berani menyentuh Daddy atau kalian akan tahu akibatnya ' Davin tetap mengaguk untuk membawa Daddy Radit pergi dari rumah sakit .


" Mommy kalian butuh Daddy Bajingan " Umpat Daddy Radit saat kursinya di dorong Reza .


" Davin akan membiarkan Daddy di sini asal Daddy mau berobat " Ucapan Davin membuat mereka menatap ke arahnya dengan tajam .


" Tidak akan " Jawabnya tegas .


" Jangan salahkan Davin jika mereka tahu apa yang Daddy dan mommy sembunyikan selama ini dan alasan kalian memilih tinggal di London " Daddy Radit menatap tajam Davin yang seperti nya tidak gentar sedikitpun .


" Katakan dengan jelas Bodoh ' Bentak Jose menatap Davin .


" Mommy sudah lama sakit jantung itu kenapa mereka memilih tinggal di London " Semua orang melotot kan matanya kaget .


" Maaf jika aku menyembunyikan terlalu lama karena Daddy meminta nya " Lanjutnya dengan lesuh .


" Kau menyembunyikan hanya karena ucapan Daddy " Tanya Henry kesal " Seperti nya kau benar sudah bosan " Lanjutnya menatap tajam Davin .


" Tahan emosi mu , Davin juga tidak punya pilihan apa lagi itu Daddy yang meminta " Henry mengepalkan tangannya kuat .


" Apa yang harus kita lakukan " Tanya Alan .


" Hanya menjaga kesehatan mommy saja jangan membuat nya kaget atau yang lainnya " Ucap Davin .


" Operasi " Tanya Jeje ,Davin menggeleng pelan .


" Mommy tidak menginginkan itu " Jawab Davin dengan helaan napas " Kalau pun mau kita harus mencari yang cocok " Lanjutnya lagi .


" Reza akan mencari nya " Jawab Reza tegas .


"Bayar mereka berapapun itu " Ucap Henry.


" Iya Dad " Jawab Reza .


" Bawa Daddy Istirahat, di atas ada Nabilla " Jawab Davin .


" Biar Alan saja " Alan langsung membawa Daddy Radit meninggalkan mereka .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Daddy sama Opa mana mom, Eyang juga mana " Tanya Edward .


" Ayo sarapan dulu " Ucap Elvi lembut .


" Mommy " Adara menatap sang putra .


" Daddy sudah ke perusahaan Abang, karena ada urusan mendadak sama Papa Reza " Jawab Adara .


" Koh Abang tidak tahu " Tanya Edward lagi .


"Nanti Nova ikut bangun ,Daddy tahu Nova tidak bisa tidur kalau tidak ada kamu " Edward langsung terdiam .


" Tapi Opa Jeje sama Opa Alan mana, Opa Henry juga " Timpal Rangga menatap meja makan .


" Susah ayo maka. " Ucap Elvi.


" Oma " Elvi menatap Edward " Makan Abang " Edward tidak lagi bertanya dia melayani istri nya terlebih dahulu baru dia makan .


Dret .....dret


Edward mengambil ponselnya dari saku jasnya di sana tertera nama sang Daddy sebagai penelpon.


" Hallo Dad "


" Abang sudah mau ke perusahaan "


" Iya ,ada yang Daddy lupakan biar Abang bawa sekalian " Ucap Edward .


" Daddy di rumah sakit " Edward langsung menatap Adara dan Elvi bergantian " Eyang sakit ,Abang gantikan Daddy di perusahaan sama Rangga nanti Uncle Radhi ikut " Lanjutnya .


" Iya Dad ' Jawab Edward tanpa melepaskan pandangannya pada Adara dan Elvi .


" Eyang sakit apa " Semua orang terdiam begitu juga Rifat dan Radhi yang tadi malam sebelum nya sudah di beri tahu Elvi .


" Eyang sakit " Tanya El kaget .


" Mom .....Oma " Panggil Edward lagi .


" Kita belum tahu hasilnya Bang " Jawab Adara .


" Kenapa tidak ada yang memberi tahu Abang " Bentak Edward kesal .


" Abang, Daddy dan yang lainnya memikirkan keadaan Nova jika Abang tahu sejak semalam akan seperti ini " Ucap Rifat .


" Tapi setidaknya ...."


" Percaya sama Opa Davin dan Uncle Alister mereka akan melakukan yang terbaik ,bukannya Daddy bilang kita gantikan posisi nya hari ini, ayo selesai kan sarapannya setelah itu kita perusahaan jika urusan di sana sudah selesai kita akan menyusul " Ucap Radhi .


" Shhhiiiit " Edward mengusap wajahnya kasar .


" Abang " Edward menatap Nova lalu mengambil napas panjang " Maaf Baby, ayo habiskan Sarapan nya kasian anak² " Nova mengagguk cepat .


" jangan menunggu ku, istirahat saja mungkin setelah dari perusahaan aku langsung ke rumah sakit" Ucap Edward .


" Nanti di temani El atau mommy jangan melakukan apa pun " Lanjutnya lagi .


" Abang tidak pulang " Tanya Nova lirih .


" Aku usahakan tapi jangan menunggu " Nova mengaguk sebagai jawaban .


" Ayo selesai kan sarapan kalian " Ucap Elvi .


Sarapan pagi ini terasa hambar tidak ada canda seperti biasanya di mana semua orang hanya fokus pada piring dan pikiran mereka masing-masing .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟-