One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
penolakan Adara



" Daddy "


" Hebm "


" Minta tolong pesankan pakaian wanita ,bilang sama Papa Reza " Edward hanya terdiam saat mendengar tarikan napas panjang Raymond .


" Maaf Dad " Ucap Edward bersalah.


" Tanan di rumah, nanti malam Eyang mu datang dengan yang lainnya "


" Iya Dad " Jawab Edward ,lalu menyimpan telepon kantor yang ada di kamar pribadi nya .


Edward menatap tempat tidur di mana Nova masih tertidur di bawah selimut tebal, dengan deru nafas panjang dia langsung berdiri menuju kamar mandi .


Saat ke luar pun Nova belum juga bangun bahkan posisi tidurnya masih sama seperti dia meninggalkan nya , dia berjalan ke arah lemari pakaiannya mengambil setelan jasnya langsung memakai nya .


Lalu dia ke luar dari ruangan itu langsung menuju meja kerjanya .


tok ...tok ...


" Masuk "


Ceklek


" Maaf tuan muda pesanan tuan ' Edward mengaguk paham " Simpan di sofa uncle " Ucap Edward pada anak buah Raymond .


" Baik tuan " Jawabnya lalu masuk menyimpan paper bag di atas sofa .


Edward berdiri saat anak buah Daddy nya ke luar, dia mengambil paper bag itu di masukan dalam kamar pribadi nya di letakan di atas meja samping tempat tidur .


" Nova "


" Nova " Panggil nya lembut sambil duduk di ujung tempat tidur


" Hebm "


" Pakaian gantimu di atas meja iya " Ucap Edward mengelus kepala Nova lembut .


Nova membuka matanya hal pertama yang dia lihat Edward yang juga menatap padanya .


" Mau mandi " Nova hanya diam saja lalu bangun pergi ke kamar mandi tanpa menutup tubuhnya sama sekali .


Menutup nya pun untuk apa itulah pikiran Nova ,Edward hanya memejamkan matanya kuat


Tidak berselang lama Nova ke luar sudah segar ,dia mengambil pakaian yang berserahkan di lantai lalu di buang di tempat sampah dia mengambil paper bag itu dan memakai nya di depan Edward tanpa malu .


Entahlah pikiran Nova sudah benar² penuh,Jujur dia sudah lelah jika bisa meminta dingin pergi jauh sejauh mungkin yang tidak bisa di jangkau oleh keluarga Edward .


Edward masih terdiam menatap Nova hingga dia selesai dengan kegiatannya .


" Bisa kita bicara " Ucap Edward .


Nova membalikkan badannya menengadah kan tangannya .


" Bayaranku " Ucapnya Datar, Edward mengusap wajah nya kasar sambil menunduk lalu dia berdiri berhadapan dengan Nova memegang kedua pundak wanita itu .


" Jujur Kamu bukan Nova yang aku kenal " Ucap Edward kecewa .


" Lalu apa tuan pria yang aku kenal 7 tahun yang lalu ?? ' Tanya balik Nova .


" Tolong jangan seperti ini ,aku takut kamu kembali tersakiti Nova " Ucap Edward rendah .


" Kamu bisa memakai uang yang ada di kartu itu berapa pun " Lanjut nya menatap Nova .


" Terimakasih " Jawabnya Nova ,Edward menahannya kembali sebelum Nova ke luar " Maaf saya harus kerja tuan " Ucap Nova .


" Daddy sama Papa Reza yang urus " Jawab Edward membawa Nova duduk di sofa menghadap ke arah luar .


" Tuan masih bisa menikahi wanita yang pantas ,tidak harus saya " Ucap Nova tiba² .


" saya yakin keluarga anda sudah menyiapkan itu,dan kegiatan kita saya anggap itu tidak pernah terjadi sebelumnya karena anda membayar saya !! Dan itu sudah seharusnya bukan " Lanjutnya menatap ke arah jendela .


" Apa kamu menyesali nya " Nova Tersenyum miris " Tidak !! saya menyukai uang " Nova memejamkan matanya menahan sakit karena Edward mencekram kedua lengannya dengan keras .


' Baiklah , kita akan menikah dan itu hanya dasar saling membutuhkan dan aku akan tetap membayar mu setelah melakukan nya , itukan yang kamu mau " Ucap edward menekan ucapan nya .


" Aku akan membayar mu layaknya wanita panggilan " Lanjutnya dengan kejam " Tapi saat kita menikah nanti jangan pernah menerima panggilan dari mana pun termaksud kekasih mu " Lanjutnya lalu berdiri meninggalkan Nova sendirian di kamar itu dengan perasan marah .


BRAK


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Abang sudah yakin " Tanya Daddy Radit


Bahkan dia belum istirahat sama sekali mereka langsung berkumpul di ruangan keluarga


" Iya Eyang " Jawabnya tanpa ragu .


Di ruangan itu ada kedua orang tua Adara juga kakak nya dan istrinya . Davin ,Jose serta anak dan mantu mereka tidak lupa Naufal,Queen dan Eliza .


"Abang sudah siap dengan segala masalah kedepan nya " Tanya Adit berat , Jujur dia sendiri kaget saat di telepon Raymond yang akan di jemput anak buahnya .


" Iya Opa "Jawabnya tenang ,Adit menatap sang putri yang hanya diam saja .


" Apa mommy mu sudah setuju " Tanyanya lembut ,Edward menatap Adara yang langsung menatap ke arah lain .


" Mommy " panggil Edward lembut .


" Iya " Jawabnya Tersenyum menatap Edward .


" Boleh " Adara hanya mengaguk sebagai jawabannya " Mom " Adara menghela napas panjang " Jika mommy bilang tidak apa Abang akan menurutinya " Edward terdiam menatap Adara .


" Apa yang membuat mommy tidak setuju " Tanya Edward setelah lama terdiam.


" Semuanya " Jawab Adara jujur " Mommy tahu dia anak yang baik, anak yang pintar ,orang tuanya juga baik bahkan mereka menjaga rumah eyang di kampung , tapi bisa kah cari yang sesuai dengan keadaan Abang " Semua orang menatap ke arah Adara .


" Apa mommy mempermasalahkan status sosial kita " Tanya El membuka suara .


" Kenapa tidak !! Rangga, Eric, kamu bisa mendapat kan yang sesuai ,dan Abang harus karena dia .....


" Kamu lupa siapa dirimu ,di mana kamu berasal sebelum bertemu orang tua mu " Adara menatap ke sumber suara siapa kalau bukan Jose " Jika kamu tidak menikah dengan Raymond apa kamu yakin bisa bertemu dengan orang tuamu " Lanjutnya dengan tajam .


"Adara hanya ingin yang terbaik untuk Abang, aku tidak ingin dia mendapatkan wanita yang sama denganku " Bela Adara .


" Kalian berbeda, dia sekolah dengan nilai tertinggi ,dapat biaya siswa , kuliah di luar negeri dengan biaya siswanya , lalu kembali dengan bangga sehingga dia bisa mendapat pekerjaan nya sekarang ,jangan pikir suamimu menerima nya secara cuma² karena dia pernah tinggal di sini ,kamu salah Adara dia seperti karyawan lainnya " Ujar Jeje datar .


Ruangan itu mendadak jadi sepi dan tegang !! Daddy Radit, Henry , Raymond hanya terdiam saja membiarkan Adara mengeluarkan pendapatnya .


"Apa salah jika Adara menginginkan menantu yang sesuai keinginan ku " Tanya Adara kesal .


" Ade tidak salah ,tapi itu belum tentu baik untuk Abang dek " Ucap Daniel " Risna bukan keluarga yang berada bahkan dia harus berkerja di butik nona Queen , lalu maaf sebelumnya nyonya Elvi ,nyonya Elsa tapi kamu bisa lihat nya sekarang bukan ,status sosial tidak selamanya baik dan bahagia dek " Lanjutnya dengan lembut .


" Adara. " Panggil Elsa lembut " jujur ibu dulu tidak pernah berpikir untuk menikah dengan ayah Alan, bahkan membayangkan saja tidak ,tapi karena ulah Daddy dan Papa kalian kami harus terpaksa menikah ,dan mungkin itu juga yang di pikiran Nova, mau tidak mau dia harus mau !! Kamu harus paham posisi nya dia berada di mana ,bukankah tidak jauh berbeda denganmu dulu " Tanya Elsa lembut .


" Bisa saja kan dia menjebak Abang, karena mereka melakukan di perusahaan , dan untuk Adara saya yakin di sini sudah cukup tahu " Ucap Adara .


" Lalu maumu Edward mau menikah dengan siapa " Tanya Mommy Ellena .


" Eliza " Jawab Adara jujur membuat Naufal dan Queen melototkan matanya tajam begitu juga Eliza kaget bahkan yang ada di situ buat melongo tidak percaya .


" mereka tidak sedarah dan Eliza bukan anak kand....."


PLak


" Raymond "


" Son "


" Daddy "


" Tuan "


Adara langsung memegang pipinya yang terasa kebas dan perih padahal Raymond tidak sekencang itu menampar nya .


" Ingat ini baik² tanamkan di kepala mu !! Eliza mau anaknya siapa pun dia tetap anak Naufal dan Queen karena mereka yang merawat nya dan itu sudah tercatat di KK, akta lahirnya dan dia Cucu pertama di keluarga ini bukan Edward anakmu tapi Eliza Novayandri Agrata Mateo , ini pertama nya aku menyentuh mu bukan itu artinya kamu sudah di luar batas , Dari mereka dalam kandungan aku sudah mengatakan mereka anak² ku yang arti nya kamu tidak punya hak atas pilihan mereka begitu juga aku , masuk kamar jangan pernah ke luar tanpa seizin ku " Ucap Raymond dengan helaan napas menahan emosi nya. .


" Masuk Adara " Bentak Raymond emosi ,Adara berdiri meninggalkan ruangan itu dengan lelehan cairan bening .


" Maaf ayah ,ibu Daniel " Ucap Raymond sambil menunduk .


" Kami tidak papa nak, harusnya kami yang meminta maaf karena tidak bisa mendidik Adara dengan baik " Ucap Adit tidak enak .


Entah kenapa dia merasa bahwa tadi bukanlah anaknya melainkan orang lain .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟