One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Sekertaris



Hari terus bergulir waktu pun berjalan begitu cepat 6 tahun sudah Edward menyambangi pendidikan nya di negeri orang dan hari ini dia akan menjadi hari yang sangat berharga untuknya sekalipun umurnya masih terbilang muda 22 tahun tapi tidak membuatnya untuk santai² setelah mendapatkan gelas S2 nya begitu juga Rangga ..


Pagi ini mereka akan di perkenalkan di perusahaan sebagai wakil dan asisten Radhi tapi bukan berarti Raymond langsung berhenti dia akan tetap menjadi CEO begitu jga Reza menjadi asisten nya .


Nova yang baru saja mendapat kan Kabar itu tentu kaget karena tidak ada pemberitahuan sama sekali dari asisten bosnya itu .


Saat di ruangan rapat Nova hanya bisa menundukan kepalanya, apa lagi di ruangan itu semua orang ikut bahkan bagian terbawah pun ikut masuk .


Hampir 1 jam lebih mereka berada di ruangan itu mereka kembali ke ruangan Raymond dan Nova pun ikut masuk di dalam atas permintaan Raymond sendiri dan Radhi pun bersama mereka .


" Duduk " Nova duduk di sofa singel sedangkan Raymond dan Rangga duduk bersampingan .


Reza memberikan iPad nya berdiri di samping Raymond .


" Ruangan Abang ada di sebelah dan semuanya sudah dibikin sesuai keinginan Abang " Edward mengagguk saja .


" Dan untuk Nova kamu akan bekerja bersama Edward, sebagai sekretaris nya dan mejamu ada di sana " Edward dan Nova langsung menatap Raymond cepat .


" Daddy, Rangga ..."


" Rangga akan bersama Uncle Radhi, menjadi sekertaris sekaligus asisten nya sambil belajar " Potong Raymond cepat .


" Apa tidak bisa Di tukar " Ucap Edward menatap Raymond .


" Tanyakan pada uncle mu " Edward menatap Radhi " Maaf kan uncle bang, kamu tahu Aunty Vania cemburuan kalau dia tahu uncle bersama wanita satu ruangan bagaimana nasib uncle apa lagi Nova masih muda " Jawab Radhi Tersenyum kuda .


" Apa tidak bisa seperti biasanya " Ucap Edward lagi .


" Papa Reza sudah membahaginya, dan ini sudah final " Edward menghela nafas panjang .


" Tu-an ...."


" Kembali ke ruangan kalian ,dan ini jadwal Edward " Reza memotong ucapan Nova memberikan iPad jadwal Edward yang di berikan pada Raymond tadi .


" Iya tuan " Ucap Nova Terbata lalu mengambil iPad itu .


" Kembali ke ruangan kalian " Usir Raymond .


" Ayo kak " Radhi mengangkat tangannya meletakan di pundak Rangga " Siap " Rangga mengaguk Tersenyum .


Edward dan Nova pun menyusul ke luar dari ruangan itu menuju ruangan mereka .


BRAK


Edward membuka ruangan kerjanya begitu keras hingga membuat Radhi ,Rangga dan Nova kaget tapi mereka enggan berkomentar .


Nova tidak mengatakan apa pun dia langsung duduk di mejanya yang tidak terlalu jauh jaraknya antara meja Edward .


Sesekali dia melirik ke arah meja Edward dia menatap pria itu yang memejamkan matanya di kursi kerjanya .


Nova berdiri ke luar dari ruangan itu ,dan Edward hanya menatap nya sekilas saja .


Tidak berselang lama Nova masuk membawa secangkir teh melati yang langsung mengganggu penciuman Edward hingga membuat pria itu membuka matanya .


" Maaf tuan " Nova meletakan minuman itu di meja Edward " Aroma bunga Melawati bisa menangkan pikirkan Anda" Ucap Nova lembut .


" Tidak usah mencari simpati ku ,bagiku kamu hanya wanita murahan " Ucap Edward ketus, Nova hanya tersenyum kecut .


" Saya hanya melakukan tugasku tuan " Ucap Nova menunduk kepalanya lalu kembali ke mejanya .


Ceklek


Nova menatap ke arah pintu begitu juga Edward .


" Selesaikan ini, dan Besok semua nya harus selesai " Ucap Reza meletakkan beberapa berkas di atas meja Nova .


" Itu semua berkas yang akan di tangani tuan Edward " Lanjutnya sambil menatap Edward .


Reza tersenyum saat melihat secangkir minuman di atas meja Edward dan pria itu hanya berdecak saja .


Nova kembali fokus pada pekerjaan nya begitu juga Edward karena ada beberapa email yang di kirim Reza .


Sesekali dia menatap gelas yang di bawah Nova lalu menatap wanita itu yang hanya fokus pada pekerjaan nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tok ...tok ...


Ceklek


" Maaf ,makan siang " Ucap Rangga ,Edward mengaguk lalu berdiri meninggalkan ruangan nya .


Sedangkan Nova merapikan mejanya dan siap ke kantin mungkin kedua sahabatnya sudah menunggunya.


Dan benar saja saat sampai di sana kedua temannya sudah mengakat kedua tangan nya .


" Gimana rasanya bisa bekerja dengan tuan muda " Tanya Laras menatap Nova sambil tersenyum .


" Biasa saja " Jawabnya seadanya .


" Susah bicara sama kamu " Arya dan Nova hanya tersenyum saja " Sudah ayo pesan dulu " Ucap Arya .


" Bagaimana " Tanya Laras lagi seperti nya wanita itu begitu penasaran .


" Kamu tahu kutub Utara " Laras mengaguk " Seperti itulah rasanya, dingin ,sepi dan seram " Ucap Nova .


sesak dan sakit. Lanjutnya dalam hati saat mengingat kembali ucapan Edward yang selalu mengatakan dia wanita murahan .


" Tapi aku menyukai nya apa lagi tadi di ruangan rapat aahh dia terlihat lebih tampan dengan sikap dinginnya " Ucap Laras heboh .


" Aku takut kamu akan menjadi gila nantinya " Ucap Nova .


" Aku tidak Masalah ,jika itu tentangnya bahkan semua orang sedang membahas tuan Edward jangan lupa tuan Rangga aaahhh aku tidak ingin kembali ke kost aku rela lembut asal bersama mereka " Ucapnya sambil menggeleng .


tak


Arya memukul kening Laras membuat wanita itu menatap nya sengit .


" Sadar ,kamu hanya serpihan kotoran bumi yang hidup di bumi ini jadi jangan terlalu tinggi berkhayal " Ucap Arya.


" Tidak ada salahnya bermimpi ,semuanya berawal dari mimpi kan " Ucap Laras tidak mau kalah .


" Iya bermimpi lah ,dan semoga kamu tidak terlalu sakit saat kamu sadar nantinya " Ucap Arya .


Nova Tersenyum kecut mendengar ucapan Arya ,dia benar bahwa mereka hanya serpihan kotoran yang ada di bumi ini .


Sepertinya memang dia harus melupakan Edward dan fokus pada pekerjaan nya dan membahagiakan keluarganya .


Tidak berselang lama pesanan mereka sampai hingga membuat manusia yang berdebat itu terdiam .


" Sudah makan dulu ,aku semakin lapar mendengar ocehan kalian " Ucap Nova .


" Salahkan dia " Ucap Laras dan Arya bersamaan , Nova hanya menggeleng lalu memakan makanannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟