
Daddy Radit sampai di rumah utama saat pukul jam dini hari,saat mendengar suara helikopter semua penghuninya langsung terbangun ke luar dari kamar masing² .
Bahkan kini para wanita hanya memakai pakaian tidur yang di lapisi jubahnya sekalipun baru bangun tapi mereka tetap kelihatan cantik .
Edward turun lebih dahulu lalu membantu Nova Henry yang berada di belakang Nova menjaga cucu menantu nya jangan sampai jatuh .
Melihat Nova turun kedua orang tuanya hanya bisa terdiam sekalipun dari jarak jauh mereka bisa melihat perut nya yang besar tidak berselang lama Nenek Nur pun juga ke luar setelah Nova .
Kini mereka sudah saling berhadapan mereka semua menatap Nova dan Nenek Nur .
"Bawa Nova Istirahat bang " Ucap Daddy Radit .
" Iya Eyang " Jawa Edward .
" Qila bawa Nenek Nur ke kamar tamu " Aqila langsung membawa nenek Nur ke kamar tamu dengan lembut .
" Jangan bertanya papa pun ,nanti besok saja !! " Ucap Henry .
Mau tidak mau mereka kembali lagi ke kamar ,padahal ini sudah pukul 4 pagi .
" Kita tunggu pagi nya ,ibu juga belum istirahat juga " Ucap ayah Nova .
" Iya yah, melihat Nova baik² saja sudah membuat ibu tenang " Ucap ibu Nova lalu keduanya kembali ke kamar .
Sesampainya di kamar Edward mendudukkan Nova dengan pelan di sofa ,lalu dia ke luar kembali dari kamarnya .
Tok ....tok ....
" Mommy " Panggil Edward .
Ceklek
" Abang butuh sesuatu " Tanya Adara lembut .
" Mommy punya baju tidur tapi yang agak besaran " Tanya Edward .
" Tunggu mommy masuk dulu " Edward mengaguk lalu mengikuti Adara ke kamar , sedangkan Raymond masih berada dalam kamar mandi membersihkan diri.
Saat keduanya tengah fokus mencari pakaian Raymond masuk hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya .
" Baby " Panggil Raymond dia belum sadar jika ada Edward karena memang ruangan ganti mereka terpisah sekat lemari .
Tadi saat masuk pintu ruangan ganti terbuka dan Raymond yakin istrinya di dalam karena di dalam kamar juga dia tidak melihat nya .
" Iya ,,Tunggu lagi cari baju " Raymond berjalan ke arah sumber suara , sesampainya di sana dia menatap putra nya yang belum membersihkan dirinya .
" yang ini cukup tidak " Adara memperlihatkan pakaian yang masih ada labelnya yang belum sama sekali dia pakai .
" Tidak tahu mom " Jawab Edward jujur .
" Coba dulu ,kalau tidak muat nanti mommy Carikan lagi " Edward mengaguk lalu membawa pakaian itu ke kamarnya .
" Untuk Nova " Adara mengaguk " Ayo pakai baju baru Istirahat " Adara menarik suaminya ke luar dari ruangan ganti miliknya .
Edward masuk dalam kamarnya dia melihat Nova masih duduk terdiam menatap lurus ke arah dinding kaca .
Jujur pikirannya tidak tenang,karena saat ini dia berada di kamar Edward ,tapi kenapa dia tidak melihat Zaza apa mereka bertengkar saat tahu dia hamil jika itu benar dia akan meminta maaf dan menjauh sejauh mungkin .
" Baby " Panggil Edward lembut memegang pundak Nova .
" Ganti baju dulu ,baru Istirahat iya " Nova mengagguk, Edward membantu Nova berdiri membawanya ke kamar mandi .
" Abang mau ke mana " Tanya Nova saat melihat Edward masuk bersama nya .
" Membantumu " Jawabnya tenang membuat Nova memicing kan matanya .
" Aku hanya membantumu ,aku juga lelah jadi ayo cepat biar kita istirahat besok masih banyak hal yang harus kita lewati " Ucap Edward .
" Aku bisa sendiri ,Abang juga bersih² sana biar cepat ' Edward mengaguk ,kalau butuh papa bilang " Nova hanya diam saja lalu membersihkan dirinya .
Lagi² Nova terpaku dalam kamar mandi menatap sekeliling nya .
Koh tidak ada sabun atau keperluan wanita yang lainnya Ucap Nova dalam hati .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam 9 pagi Edward baru membangunkan Nova karena wanita hamil itu belum sarapan ,dan mereka semua memilih libur berkerja begitu juga yang lainnya .
Hingga kini Cucu Daddy Radit berkumpul semua hanya kurang cicit nya karena memang mereka masih berada di luar negeri ,yang terlihat hanya El, Rangga jangan lupa Eliza yang sejak pagi buta sudah memaksa kedua orangtuanya ke rumah Daddy Radit setelah mendapatkan kabar kalau Nova sudah kembali .
Kini semuanya sudah berkumpul tinggal menunggu Nova turun.
" Princess duduk " Tegur Henry pada Eliza .
" No Opa ,kenapa lama sekali " Ucap Eliza kesal .
" Zaza " Lidah Eliza berdecak saat mendengar suara rendah Queen " Bunda jelek " Queen hanya memberikan senyuman manis " Jangan mengganggu anakmu " Ucap Naufal tapi Queen hanya tersenyum .
Tidak berselang lama Edward turun melewati tangga sambil memegang tangan Nova , melihat itu Eliza langsung mendekati tangga berdiri di anak tangga terkahir .
" Bagus iya " Nova mendengar suara dari seseorang yang dia kenal langsung mengangkat kepalanya seketika matanya membola .
"Abang " Edward hanya mengaguk saja " Ayo " Ucap Edward saat melihat wajah pucat Nova .
" Turun cepat " Eliza menaikan tangannya meminta keduanya untuk turun.
" Mau pindah tidak, kau membuat istri ku takut " Bentak Edward kesal bagaimana tidak bahkan kini tangan Nova bergetar .
" Istri mu itu aku bukan dia ,cepat turun " Ucap Eliza kesal.
Nova semakin ketakutan tidak ingin terjadi apa pada cucunya Henry berdiri menarik rambut Eliza tapi dengan lembut tentunya .
" Mau Opa hukum " Mau tidak mau Eliza menurut .
" Mau pulang " Cicit Nova dengan mata berkaca-kaca .
" Ada aku ,ayo " Nova tetap diam di anak tangga .
" Baby ,kasian mereka sudah menunggumu sejak pagi tadi, apa lagi ayah sama ibu " Nova menatap kedua orang tuanya yang juga menatap nya dengan sendu " Ta....kut " Jawab Nova terbata dan menunduk .
" Mau pulang saja " Ucpanya lagi apa lagi kini Adara juga menatapnya jangan lupa wajah kesal Eliza .
" Setelah ini ,aku janji ok " Ucap Edward lembut, Nova mengaguk pelan lalu ikut bergabung dengan yang lainnya .
" Nova " Panggil ibu serak Menatap putri nya .
" iya " Jawabnya Gugup meremas ke dua tangannya.
" Ayah sama ibu tidak marah nak, jangan takut " Ucap ibunya .
" Maaf......Maaf membuat ayah sama .....' Edward langsung memeluk Nova saat mendengar suara Nova bergetar .
" Jangan nangis ,ingat anak² baby " Bisik Edward mengelus punggung Nova lalu melepaskan pelukannya .
" Kamu sehat " Nova mengagguk " Berapa usianya,kata nyonya besar mereka ada 4 " Nova hanya mengaguk ,karena lidahnya terasa Kelu .
' Apa tidak ingin bicara sama ibu nak " Tanya ibunya mendekati Nova yang sejak tadi menunduk lalu memegang kedua tangan nya " Jangan takut Hm " Ucap ibunya mengelus tangan Nova .
" Maaf ..." Cairan bening ke luar begitu deras membasahi pipi mulusnya dia tidak bisa menahannya lagi apa lagi kini ibunya berjongkok di depannya .
" Kamu sudah dewasa sekarang " Ibu mengelus lengan Nova lalu menatap perut nya dia menarik sudut bibirnya lebar " Jangan bertengkar di dalam ,sehat terus Nenek menunggu kalian " Ucapnya lalu mengakat wajah Nova menatapnya sambil tersenyum " Jangan menangis pikirkan kandungan mu, ayah sama ibu baik² saja ,kami tidak marah kamu bisa bertanya pada ayah " Ucpanya menatap suaminya yang di balas anggukan kepala sambil tersenyum ke arah putrinya,membuat Nova semakin menangis ,rasa bersalah itu terus mencuat,dia yakin jika kedua orang tuanya kecewa tapi semuanya sudah terjadi .
Menyesal pun tidak akan bisa ,itulah kenapa dia memilih menjauh dan tinggal berapa Nenek Nur di desa sekalipun dia sering merindukan kedua orangtuanya .
Melihat Nova terus menangis membuat ayah berdiri mendekati mereka lalu memeluk kedua wanita yang beda usia itu .
" Ayah menyayangi mu " Nova memegang lengan ayah nya dengan erat menyembunyikan wajahnya di lengannya .
Eliza menatap ke arah lain sambil menghapus air matanya,rasa kesal ,emosi dan sesak bercampur dalam dadanya begitu juga yang lainnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟