One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Selalu merindukan nya



" Boleh kenalan " Rangga menatap wanita yang duduk di samping nya lalu kembali fokus pada ponsel nya .


" Aku Nadia " Lanjutnya lagi .


" Aku tidak peduli " Skak !! Wanita itu langsung berdiri ke arah Eliza .


" Adik²mu benar² menjengkelkan " Eliza hanya tertawa " Bukannya aku sudah bilang jangan mendekati mereka jika tidak ingin emosi " Sebelumnya Eliza sudah memberikan ultimatum pada teman²nya tapi sepertinya nya mereka masa bodoh .


Eliza menatap ke dua adiknya yang hanya fokus pada ponselnya lalu mendekati ke duanya .


" Mau makan apa " Tanya Eliza .


" Apa saja " Jawab Edward tanpa menatap Eliza .


" Biar aku saja yang ambilkan Za " Eliza menggeleng karena pasti kedua adiknya tidak akan memakan itu " Jika kamu tidak ingin kecewa " Ucapnya Tersenyum .


Eliza dan teman²nya memakai ruangan VIP sehingga mereka sesuka hatinya melakukan apa pun di ruangan yang cukup besar itu.


Eliza pun mengambilkan makanan untuk kedua adiknya lalu di simpan di depannya dengan segelas minuman .


" Masih " Keduanya menggeleng Eliza pun kembali bergabung dengan teman² nya .


" Apa mereka memang begitu " Eliza mengagguk " Bahkan jika kamu berada di tengah-tengah keluargaku aku yakin kamu akan mati " Ucap Eliza Tersenyum.


" Apa seseram itu keluargamu " Eliza mengagguk " Sangat seram " Ucapnya penuh penekanan karena memang dia tidak membocorkan siapa dirinya sekalipun teman² nya tahu dia memakai pengawal .


" Serius " Eliza mengaguk lalu menatap kedua adiknya sambil menggeleng bahkan kedua manusia itu tidak terusik sedikit pun hanya fokus pada makanan nya .


Pukul 10 malam di new York Eliza,Edward dan Rangga pun sampai di apartemen dan mereka langsung masuk ke apartemen masing-masing .


" Besok sarapan di sini iya " Edward dan Rangga langsung menutup pintu apartemen tanpa menjawab .


" Anak kurang ajar ,hei aku ini kakak kalian bangsat " Umpat Eliza kesal lalu masuk dalam apartemen bahkan dia membanting pintu apartemen miliknya .


🌵


🌵


🌵


🌵


🌵


Sedangkan di perusahaan Nova di buat pusing dengan berkas yang menumpuk itu .


Bahkan kini dia sudah mengikat tinggi rambutnya masa bodoh dengan imej sekertaris harus tampil sempurna .


Dia harus fokus pada berkasnya karena Reza memberikan waktu 3 hari dan dia harus menyelesaikan sebelum waktu itu bukan .


" Ibu ayah ,Nova mau menikah saja " Gumamnya frustasi sambil menatap berkas dan laptop didepannya mencocokkan isinya dan juga jumlah yang sudah tertulis di dalam berkas dan laptop .


" Oh tuhan ,aku sudah lelah kuliah lalu sekarang astaga kapan aku bisa santai goyang kaki menerima uang saja " Gumamnya lagi .


" Ke ruangan " Nova menatap pintu yang tertutup rapat lalu merapikan penampilan nya .


Ceklek .


" Siapkan berkas, kita akan meeting " Nova langsung melotot kan matanya .


Berkas !!


Yang mana bahkan dia baru memeriksa beberapa saja mungkin tidak cukup 5 .


" Ba-ik tuan " Jawab Nova Gugup lalu ke luar dari ruangan itu .


" Berkas yang mana ,astaga seperti nya ini hari pertama dan terakhir nya aku kerja " Ucap Nova sambil menatap berkas yang ada di atas mejanya .


Ceklek .


" Ayo " Nova hanya mengaguk lalu mengambil iPad nya mengikuti Reza dari belakang .


Sedangkan bos besar mereka berada dalam ruangan mungkin bisa di bilang ini tidak terlalu penting padahal tanpa Raymond pun meeting atau rapat penting pun tetap berjalan sekalipun hanya Reza .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nova membuang tubuhnya di kasur tempat tidurnya yang ukuran singel meluruskan kakinya .


" Sekertaris impian semua orang tapi nyatanya pekerjaan nya tidak seindah namanya " Nova menarik napas panjang di mana dia hanya Istirahat saat makan siang setelah itu dia harus mengikuti Reza ke mana pun pria itu melangkah .


" Baru hari pertama tapi rasanya aku ingin menyerah saja " Ucap Nova .


Dengan malas Nova bangun saat mendengar nada dering HP nya .


" Assalamualaikum "


" Ibu " Rengek Nova manja


" Iya nak, gimana kerjaan nya " Tanya sang ibu .


" Nova mau menikah saja Bu huawwww " Bukannya kasihan sang ibu malah tertawa .


" Baru hari pertama nak ,koh sudah mengeluh " ucap sang ibu .


" Nanti juga terbiasa Nak, kita harus bersyukur karena tuan muda menerima mu dengan baik lihatlah orang di luar sana bahkan mereka sangat susah mencari pekerjaan " Nova mengaguk membetulkan itu .


Dia memang termaksud orang yang beruntung termaksud keluarga karena bisa berkerja sama dengan keluarga mantan kekasih nya itu.


Ehz apa iya !! Entahlah Nova sendiri bingung tapi memang iya kan karena pria itu yang mengatakan hubungan mereka berakhir .


Mengingat itu Nova hanya bisa menghela napas panjang .


" Nova " Panggil sang ibu .


" Ah iya Bu " Jawab Nova tertawa .


" Kamu ini bikin ibu takut saja,iya sudah mandi dulu sana baru masak maka malam jangan beli di luar " Ucap sang ibu .


" Iya kanjeng ibu " Ucap Nova .


" Iya sudah ibu tutup iya "


" Iya Bu, salam buat ayah " ucap Nova .


" Gimana kabarnya bang, di sana pagi kan !! " Gumam Nova menatap layar Ponselnya .


" Apa senyum ini masih bisa aku dapat kan, semoga iya " Lanjutnya lagi sambil mengusap layar depannya .



" Nova kangen " Ucap Nova lalu menyembunyikan wajahnya di kedua kakinya setiap mengingat pria itu hanya ada air mata yang mewakili perasaan nya .


Dia ingin menghubungi pria itu tapi dia tidak seberani itu apa lagi dia tahu sifat Edward seperti apa .


Bahkan mungkin nomor nya sudah di blok oleh pria itu, jadi iya dia hanya bisa menatap fotonya yang menang selalu ada di Hp nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟