
Kini semua kembali pada aktifitas masing-masing,di mana Henry,Jose, Davin serta istri dan anaknya sudah berada di Indonesia .
Begitu juga dengan Queen dan Naufal sedang kan Eliza kembali lagi untuk melanjutkan kuliahnya .
Sesuai keinginan Jeje dan Alan mereka menetap di sana Sekali pun nanti akan kembali sesekali waktu jika merindukan anak serta Cucu mereka .
3 hari lagi Edward dan yang lainnya akan Kembali beraktivitas seperti biasanya .
sedangkan Raymond dan Reza langsung masuk kerja karena sudah terlalu banyak pekerjaan menumpuk yang menanti mereka .
Saat Edward tengah duduk sambil membaca bukunya dia di kagetkan dengan dering HP nya .
Tapi dia hanya menatap sekilas pada HP nya tanpa berniat mengangkatnya .
Dia memilih untuk melanjutkan baca bukunya dan menyalakan silent biar tidak terganggu .
Hingga akhirnya Hp itu mati dengan sendirinya setelah tidak mendapatkan jawaban .
Sedangkan di Negera yang jauh sana pengawal sedang membantu sang Nona .
"Ayo nona saya bantu "
" Makasih " Jawabnya lalu berdiri di bantu pengawal.
Karena tadi ada sedikit insiden saat akan kembali ke apartemen tanpa sengaja dia menabrak pembatas jalan karena tidak sadar ada orang yang akan menyebrang .
Syukur lukanya tidak terlalu parah hanya luka kecil bagian kening nya selebihnya baik² saja .
Untuk mobilnya sendiri semua sudah di urus jadi dia memilih kembali ke apartemen .
Sesampainya nya dalam kamar iya langsung mengobati lukanya sendiri tanpa bantuan orang lain .
" Ssstttt " Desisnya saat merasakan perih bagian keningnya .
" Sakit juga " Gumamnya setelah selesai dengan urusannya lalu dia berjalan ke arah balkon bahkan dia sendiri belum mengganti pakaian nya saat dari luar tadi .
Dia menatap benda kecil yang sejak tadi berada di tangannya lalu dia mencoba menelpon seseorang.
Hingga beberapa kali panggilan itu terangkat .
" Hebm "
" Aku kecelakaan " Ucapnya lirih sambil menatap lurus ke depan .
Tidak ada maksud mengadu dia hanya ingin mendengar respon bagaimana .
" Hati² " Hanya bisa menarik bibirnya sedikit .
Terlalu jauh harapan ku Batinnya dengan sesak .
" Iya makasih, maaf sudah ganggu aku tutup iya "
" iya " Sebelum dia menutup panggilan itu sudah di tutup dari sana .
Menyimpan HP nya di meja lalu membaringkan tubuhnya di kursi panjang yang ada di balkon tempat dulu edward membaringkan tubuhnya dan memeluk pinggang nya .
" Maaf aku masih merindukan mu,Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk melepaskan perasaan ini " Gumamnya lalu memejamkan matanya kembali .
Setetes air matanya keluar begitu saja tanpa di undang .
" Apa yang aku pikirkan " Ucapnya sambil tersenyum kuda lalu dia bangun kembali dalam kamar .
Langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya biarkan untuk malam ini saja dia tidur dalam keadaan itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Edward memasuki perusahaan milik keluarga nya dengan langkah besarnya menuju ruangan Raymond .
Bohong jika pikirannya baik² saja nyatanya pikirannya sangat kacau saat mendengar nya kecelakaan entah berat atau ringan tapi dia ingin berada di samping nya .
Ceklek
Raymond menatap heran pada sang anak sulung yang mau ke perusahaan tanpa di ajak terlebih dahulu .
Dia masih duduk di kursi kerjaannya begitu juga Reza yang kaget akan kedatangan Edward masih duduk di kursinya.
" Abang mau ke Paris " Raymond masih terdiam lalu menatap jamnya .
Malam Batin Raymond lalu kembali menatap Edward .
" Abang harus ke sana dia kecelakaan " Lanjutnya .
" setelah memastikan semuanya baik !! Abang akan kembali " Ucap Edward .
" Sudah minta izin sama mommy " Edward menggeleng " Aku tidak ingin mommy tahu begitu juga yang lainnya " Raymond hanya mengaguk saja .
" Siapkan Za " Reza pun langsung berdiri ke luar dari ruangan itu .
" Sampai kapan Abang sembunyikan ,bukannya Daddy tidak terlalu masalah tentang kehidupan dia dari mana ,selagi itu orangnya baik Daddy tidak masalah " Ucap Raymond berdiri dari duduknya menemani sang anak di sofa .
" Ok Daddy paham kamu masih SMA ,dia sudah kuliah dia lebih dewasa di banding Abang, dia menyukai mu bahkan tanpa rasa malu dia mengutarakan pada Abang ,dan Daddy lihat Abang juga begitu " Edward hanya terdiam " Jangan sampai kamu menyesal Daddy tidak ingin Abang merasakan itu karena itu sakit " Ucap Raymond lembut .
" Perjalanan Abang masih jauh Dad " Ucap Edward lirih .
" Daddy tahu,begitu juga dia ,apa dia perna meminta Abang sebuah hubungan yang serius dalam arti menikah , Tidak bukan ! Dia hanya ingin Abang mengetahui perasaan nya dan menjaga itu " Edward hanya terdiam .
" Sudah siap " Ucap Reza saat masuk dalam ruangan .
" Ed pamit Dad ,jangan beritahu mommy " Raymond hanya mengaguk saja .
" By " Pamitnya " Hati² " Ucap Raymond dan Reza bersamaan .
" Arif ada " Tanya Raymond saat Edward sudah pergi .
" Ada tuan ,dia sedang menuju bandara dan Mereka akan bertemu di sana " Raymond hanya mengaguk saja lalu kembali ke meja kerjaan nya .
" Libatkan Rangga bagaimana pun nanti nya dia akan bersama Edward "
" Baik tuan " Jawab Reza .
Beda Edward beda juga Eric yang kini sedang mengincar seseorang yang sejak kembali dari Landon dia berubah menjadi paparazi hanya untuk mengetahui kegiatan wanita yang dia sukai .
" Wanita aneh " Gumam Eric saat melihat wanita yang di incarnya berlari di sekitar taman .
Siapa lagi kalau bukan Aira rafiqah Herlambang !!
" Kakak " Rengek Erland yang sejak tadi bersama nya .
" Diamlah ,jangan mengganggu ku " Ucap Eric kesal .
" Ehz aku cape, apa Kakak tidak lelah sudah dua jam kita di sini Aira juga hanya berkeliling taman tidak melakukan papa " Dengus Erland .
Bagaimana tidak kesal ,setelah sarapan dia meminta sang adik menemani setelah mendapat laporan dari suruhan nya untuk memantau kegiatan Aira dia langsung menarik tangan Erland ke luar dari rumah .
" 5 menit lagi , seperti nya dia sudah mau selesai " Ucapnya.
" Dari tadi 5 menit " balas nya kesal .
" Bangun dia sudah kembali ke mobil " Erland langsung membetulkan duduknya .
" Uncle ikuti mobil itu iyaa jangan sampai hilang jika hilang kepala uncle taruhannya " Ancam Eric .
" Baik tuan " Jawabnya .
" Kalau suka itu samperin bukan main petak umpet kaya anak kecil saja " Eric hanya terdiam sambil fokus pada mobil yang akan ke luar dari taman itu .
" Tidak Kaka ,tidak Kaka El sama saja ,murahan " Cibir nya .
PLak
"Diamlah kau membuat kepalaku pusing Erland " Erland mengusap kepala nya " Aku akan bilang pada mommy " Eric hanya diam saja .
" Terserah " Jawabnya .
Bukan hal baru bagi mereka jika Erland selalu mengadu pada Adara atau Raymond mungkin karena dia anak bungsu dan bersifat lembut mungkin dari Adara .
Tapi jika sudah marah mau Adara atau Raymond mereka memilih untuk membiarkan sampai dia sendiri yang bersuara
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Ayo sedikit lagi siapa yang sudah tidak sabar 😁😁😁😁😁
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟