One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
adik El



Ceklek


" Abang ....Maaf saya tidak tahu ,permisi " Ujar Nova .


Saat sampai di kantor Nova langsung meminta izin pada Edward untuk bertemu Laras dengan Aris, tentunya Edward langsung mengizinkan permintaan sang istri karena dia tidak ingin istri nya itu bosan hanya karena duduk diam dalam ruangannya .


" Masuk baby " Nova tampak terdiam di ambang pintu " Nanti ganggu " Edward menggeleng " Sini " Mau tidak mau Nova mendekat ke arah sofa lalu duduk di samping suaminya .


" Sudah selesai, CUP " Nova mengaguk malu karena Edward menciumnya di depan teman bisnisnya jika itu hanya Rangga tidak masalah .


" Lanjutkan " Titah Edward sambil merangkul pinggang Nova dengan lembut, Nova langsung menunduk malu .


Tapi tidak dengan wanita yang kini berhadapan dengan mereka, dia tidak suka melihat kemesraan dua manusia di depannya lebih tepatnya dengan Nova ,karena sejak lama dia menginginkan pria itu .


Bahkan sudah sejak lama dia menginginkan kerja sama ini agar bisa lebih dekat dengan calon pemilik perusahaan RM Corp .


" Apa ada yang salah Nona Alesya " Tanya Rangga membuyarkan lamunan wanita itu.


" Ah tidak Tuan ,maaf saya hanya sedang memikirkan sesuatu " Jawabnya tersenyum tipis sedangkan Edward hanya diam saja .


Dia bukannya tidak tahu, bahkan sejak pertama bertemu dengan wanita itu Edward sudah tahu !! Tapi kalian tahu bukan dia pria sejenis apa ?? Iya sejenis kulkas yang terbuat dari kayu jati 🤭🤭🤭🤭🤭Maafkan author Abang Edward .


Bukan Edward namanya jika dia peduli dengan orang lain apa lagi itu tentang perasaan karena baginya hanya satu wanita yang ada dalam hidupnya Nova Denisha Alexander Mateo .


Wanita yang rela menunggu nya hingga 7 tahun, bahkan mengandung anaknya tanpa siapa pun di sampingnya sejak awal kehamilannya tapi dia tidak pernah mengeluh atau membenci kehadiran buah cinta mereka.


" Jika anda tidak nyaman ,kita bisa berhenti sejenak " Alesya menggeleng ,dia tidak ingin berlama-lama melihat kemesraan Edward dan istri nya " Tidak tuan, Lanjut " Jawabnya .


Aku pastikan Edward akan bersama ku karena kami lebih cocok di banding kamu yang hanya wanita sampah yang mengotori hidup Edward Ucap Alesya dalam hati .


Edward mengeluarkan ponselnya memberikan pada Nova ,agar wanita itu tidak bosan dengan senyum manisnya Nova menerimanya lalu mengambil jari Edward untuk membuka kode ponsel nya .


Hampir satu jam pembahasan masalah pekerjaan akhirnya Nova bisa menggerakkan tubuhnya dengan bebas , Sedangkan wanita yang bersama mereka tadi sudah ke luar di antar Rangga .


" Cape " Ujar Nova .


" Kenapa tidak ke kamar saja Hm " Tanya Edward lembut .


" Tidak enak sama tamu Abang " Edward hanya mengaguk saja .


" Mau makan " Nova mengaguk " Abang ada camilan " Tanya Nova .


" Pesanlah, biar OB mengantarkan untukmu " Ujar Edward .


" Abang sama Rangga tidak mau " Tanya Nova lagi .


" Pesan saja Baby " Jawab Edward berdiri menuju meja kerjanya ,Nova langsung mengambil telepon milik perusahaan ,kalian tahu bukan dia juga pernah bekerja di sini bukan ,jadi tidak heran lagi jika wanita itu bisa melakukan apa pun .


Ceklek


" Rangga mau camilan apa " Rangga mengerutkan keningnya lalu menatap Edward yang hanya mengaguk " Terserah Kak, apa saja " Jawabnya seadanya lalu berjalan ke meja kerjanya .


" Abang kapan bisa kerja " Tanya Nova berjalan mendekati Edward setelah memesan camilan nya .


" Kalau kamu sudah sehat " Jawab Edward, matanya fokus pada layar di depannya .


" Lamanya " Keluh Nova cemberut, Edward menatap wanita yang kini duduk di depan nya .


" Menurut Ok " Nova mengaguk pelan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore harinya setelah seharian menemani suaminya berkerja kini mereka bisa kembali di rumah besar itu, bibir Nova seketika terangkat saat melihat ke empat anaknya berada di gazebo depan ,tanpa menunggu Edward dia langsung ke kaur menemui mereka .


" Mau ke mana " Cegah Raymond yang sudah berdiri di depan Nova ' Ketemu anak² Dad " Jawab Nova polos .


" Kamu dari mana " Nova menaikan alisnya menatap ayah mertuanya " Kantor " Jawabnya dengan wajah bingung .


" Sana mandi " Ujar Raymond menarik lengan baju Nova " Tapi Dad ...."


" Aku kangen anak² bang " Edward hanya mengaguk sebagai jawabannya .


" Kamu dari luar baby, banyak kuman yang menempel di tubuh mu sekalipun kamu tidak melakukan apa pun " Ujar Edward di sela langkahnya menaiki tangga .


Sedangkan di gazebo mereka hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah Nova yang menurut mereka bukan lagi seperti seorang ibu melainkan anak Adara dan Raymond .


" Bunda di marahin Daddy Ray iya dek " Tanya El menatap baby Ethan membuat bayi yang baru berumur 6 Minggu itu tersenyum membuat El gemas sendiri .


" Cepat besar ,biar kakak bawa Ade jalan " Ucap El mencium pipi Ethan berkali² membuat baby Ethan kesenangan .


" Bagiamana dengan Iqbal " El langsung menghentikan gerakannya " Baik " Jawab El seadanya .


" Dia tidak ke sini " Tanya Ana .


" Lagi sibuk " Jawabnya lalu kembali mencium Ethan .


Para orang tua hanya bisa menghela napas panjang tidak Eliza ,El kedua wanita itu sama keras kepalanya .


Tapi tidak dengan Vika yang begitu dewasa menyikapi masalah sekalipun umurnya beda 2 tahun dengan El dan 3 tahun dengan Eliza .


Beberapa menit kemudian Raymond dan yang lainnya ikut bergabung dengan yang lainnya di gazebo ,Nova langsung berlari naik ke atas gazebo mencium pipi anaknya satu persatu .


" Kau tidak bisa pelan ,lihat pipi mereka sampai merah " Ucap Henry kesal .


" Kangen Opa " Jawab Nova kembali mencium mereka bahkan sampai menggigit pelan pipi baby Nora hingga meninggalkan bekas dan membuat bayi itu menangis .


" Nova " bentak Raymond hampir saja pria itu memukul kepala Nova karena kesal .


" Baby ,jangan ganggu anak² " Tegur Edward lembut, Bukanya merasa bersalah Nova malah tertawa kecil melihat anaknya menangis .


" Eeehh anak ini " Geram Adara mengepalkan kedua tangannya di depan Nova lalu mengakat baby Nora .


" Pipi Nora jadi jelek Kak " Ucap El


" Lucu kan ,kaya pakai blush on " Jawab Nova tanpa rasa bersalah .


" Menjauh atau Opa akan menendang mu " Tegur Henry sebelum Nova mendekati baby Enzi .


" Ayo " Edward mengamankan sang istri,duduk di depannya memeluknya dengan manis meletakan dagunya di bahu Nova dan kedua kakinya melingkar di paha Nova agar wanita itu tidak membuat keributan lagi .


" Mereka sudah mandi Mom " Tanya Edward menatap anak²nya yang terlelap di lantai gazebo .


" Sudah bang " Edward menunduk mencium ketiga anaknya karena baby Nora masih berada di gendongan Adara " Tadi tidak rewel kan di tinggal Daddy sama bunda " Tanya Edward lembut lalu mengelus pipi ketiganya .


" Hidup mereka tenang tanpa wanita itu " Jawab Raine menatap Nova,Edward hanya tersenyum lalu menatap nova sekilas.


" Anak Daddy pintar semua " Puji Edward kembali mencium ketiga anaknya ,tapi saat Nova akan ikut mencium anak²nya ,El menarik bagian belakang baju Nova membuat wanita itu menatap ke belakang " Nanti Ade nangis lagi " Ujar El posesif .


" Mereka anak²ku " El menggeleng cepat " Mereka adik El " Jawab El cepat .


" adikmu Eric sama Erland " Jawab Nova .


" Tapi mereka juga adikku, jadi jangan buat mereka menangis " Nova mencibir kan bibir nya kesal menatap sinis ke arah El .


" Jangan berdebat, CUP " Ujar Edward lembut mencium pipi Nova dan kembali memeluknya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟