
Edward menarik napas panjang saat melihat mall benar² di kosong kan hanya karena istri nya ingin belanja ,padahal dua benih kecebong nya belum jelas jenis kelaminnya .
Belum lagi di depan mall sudah ada Jose ,Davin beserta istri dan menantu mereka tidak lupa pula penanggung jawab mall tersebut ikut menyambut mereka .
" Hati² baby " Nova mengaguk menurunkan kakinya dengan pelan .
" Jalan saja boleh " Edward mengagguk " Pak kursinya di bawah iya " Ucap Edward pada pengawal .
" Iya tuan muda " Jawab Pengawal .
" Apa aman " Tanya Henry menatap Morgan .
" Sudah Tuan " Jawab Morgan.
Satu persatu masuk dalam mall sedangkan pengawal tetap berdiri di depan pintu dan pintu akses tempat masuk lainnya,Morgan, Rehan dan Arif ikut masuk ke dalam dengan satu pengawal yang membawa kursi roda Nova .
" Apa tidak bisa toko perlengkapan bayi di lantai bawah saja ,apa mereka tidak berpikir membuka toko di lantai 3 sedangkan ibu hamil harus ke atas " Ucap Edward kesal saat menatap ke atas .
" Pakai lift bang " Ujar Henry .
" Menyusahkan saja ,minta mereka pindah ke bawah kalau mereka tidak setuju tutup perusahaan nya " Rehan ,Morgan dan Arif hanya diam saja .
Satu persatu masuk dalam lift dan sebagian menggunakan tangga eskalator,karena liftnya Tidak bisa mencakup semua nya .
Sesampainya di lantai tiga mereka langsung masuk dalam toko perlengkapan bayi yang katanya terlengkap dan semua pegawai sudah menunggu mereka depan toko bahkan sang manajer ikut menyambut sang pemilik gedung perbelanjaan itu .
" Selamat datang tuan nyonya " Sapa mereka bersamaan sambil menunduk kepalanya
"Pakai kursi roda iya " Nova menggeleng cepat " masih kuat " Jawab Nova .
" Kamu duduk saja ,biar Mommy dan yang lainnya yang cari " Titah Adara .
" Iya Kamu duduk saja nanti kami datang ke sini meminta persetujuan mu " Timpal Elvi .
' Duduk saja bang, jangan membantah " Tegur Raymond saat pria itu akan bersuara .
Edward menatap para pria yang sudah duduk sambil memainkan ponselnya sedangkan para istri mereka sudah berceceran entah ke mana .
" Seperti nya kalian sangat pengalaman " Ucap Edward lalu ikut duduk di samping Nova ,bahkan mommy Ellena pun ikut mencari pakaian untuk Cicitnya .
" Uncle " Panggil Edward .
" Iya Tuan " Jawab Arif .
" Bisa minta tolong bawakan makanan ke sini seperti nya mereka akan lama " Ucap Edward menatap Arif .
" Baik tuan, apa untuk semuanya " Tanya Arif lagi .
" Daddy makannya disini Tidak papa kan " Raymond mengaguk saja .
" Pesan sama untuk Uncle iya sama untuk yang di bawah " Ucap Edward .
" Baik tuan ,mau menu apa " Edward menatap Nova " Baby makan apa " Tanya Edward lembut .
" Es krim boleh " Edward menggeleng " Nanti kalau sudah makan karbo " Jawab Edward .
" Apa yang Abang pesan saja " Jawab Nova
" Burger boleh " Lanjutnya lagi tapi Edward hanya memasang wajah datarnya dan Nova sudah paham itu .
" Pesan seperti biasanya saja Uncle ,nanti tanya mereka mau makan apa kalau Uncle pilih kesukaan nya saja " Ucap Edward .
" baik tuan " Arif pun berpamitan meninggalkan bosnya di ikuti Morgan dan Rehan setelah memastikan pesanan mereka satu persatu .
" Abang tolong ambilkan pakaian yang itu " Edward menatap arah tangan Nova lalu beranjak dari duduknya .
" Yang ini ' Tunjuk Edward pada,Nova mengagguk " Yang mana " Tanya lagi .
" Yang sambung sama celananya bang,yang abu² cantik sama topi sepatu sama buat di ikat di leher nya " Jawab Nova Tersenyum .
" Ambil semua model seperti yang di ucapkan istri ku " Ucap edward pada pelayan toko .
" Baik tuan " Jawab pelayan .
" Abang ,Nova hanya mau lihat saja " Ucap Nova Cepat .
" kamu lihat berarti suka ,kalau suka ambil " Ucap Reza tanpa menatap Nova .
Tidak berselang lama pesanan makanan mereka sudah datang Arif , Rehan dan Morgan langsung meletakkan di depan Mereka masing-masing .
" Panggil mereka jangan sampai aku sendiri yang menyeret mereka " Ucap Jose
" Baik tuan " Morgan langsung mencari di mana keberadaan nyonya mereka .
Tidak berselang lama mereka datang ,Nova langsung melotot kan mata nya saat beberapa pegawai membawa troli pakaian .
" Sudah selesai " Tanya Henry
" Belum Dad" Jawab Elvi tenang
" Abang " panggil Nova lirih .
" kenapa banyak sekali " Bisiknya takut nanti di dengar karena tidak enak .
" Ayo makan dulu " Ucap edward tanpa niat menjawab pertanyaan Nova .
" Kalian Tidak makan " Tanya Adara menatap ketiga pengawal yang selalu bersama mereka .
" Makan nyonya " Jawab Rehan .
" Duduklah ini masih banyak yang kosong " Mereka pun ikut bergabung saat melihat tatapan tajam Henry yang siap membunuh mereka jika menolak .
" Mba semuanya nanti di kirim ke rumah iya ,jangan lupa sama box bayi dan yang lainnya stroller juga samakan warna nya " Ucap Amanda
" jangan lupa popoknya, dan semua yang bersangkutan kebutuhan mandinya dan sesudah mandi pilih yang terbaik " Nova langsung menatap Elvi kandungan nya masih 7 bulan tapi popoknya sudah ada duluan bahkan perlengkapan mandi nya pun begitu , apa begini cara orang kaya belanja Nova hanya bisa menggeleng kan kepalanya " Apa lagi iya " Elvi kembali memutar otaknya " itu saja dulu nanti kalau kurang nanti kami telepon " Lanjutnya lagi .
" Baik nyonya " Jawab Manajer toko .
" Daddy uang " Daddy Radit langsung melotot kan matanya menatap Elvi .
" Apa kamu sudah bosan hidup hah" Tanya Daddy Radit menatap Elvi .
"Demi cicit buyut nya Dad " Jawab Elvi tenang tanpa rasa takut .
" Apa Henry tidak memberikan kamu uang, Jika tahu begini mendingan dulu aku membuang mu jauh sampai ke hutan terdalam sana " Ucap Daddy Radit kesal tapi tetap memberikan kartunya pada Elvi .
" Jangan nakal " Elvi hanya tertawa mendengar ucapan suaminya .
" Ini pak " sang menajer megambil kartu yang di kasih Elvi ,di mana kartu kenginginan semua insan penghuni bumi .
" ayo makan " Elvi mengaguk lalu makan dengan tenang begitu juga yang lainnya .
" Boleh punya Abang " Tanya Nova sambil menatap makanan Edward .
" Bukannya sama " Tanya Edward bingung .
" Pengen punya Abang saja seperti nya enak " Edward menatap wajah Nova yang terus menatap makanan nya .
" Kasih saja bang " Tegur Raine
" Makanan kami sama ,apa yang harus Abang kasih " Jawab Edward menatap Raine .
" itu kenginginan anaknya bang " Timpal Rifat .
" Semakin aneh " Gumam Edward membuat mereka tertawa .
" makanlah " dengan senang Nova mengambil makanan Edward dan memberikan makanannya pada Edward .
" Cepat lahirkan mereka ,setelah itu jangan lagi !! Semenjak hamil kamu membuatku pusing " Ucap Edward .
" Orang hamil memang begitu bang, sesuka hatinya dan mereka maha paling benar dan paling berkuasa jadi bersabarlah " Ucap Alan .
" Pantasan Opa tidak lagi membuat Oma hamil, tenyata begitu " Ucap Edward paham .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘