
Jangan lupa mampir di karya author yang baru ,like ,koment ,vote ,bintang 🌟🌟🌟🌟🌟.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ceklek
Nova menatap ke arah pintu tersenyum saat tahu siapa yang masuk.
" Sudah selesai " Tanya Edward menatap anak²nya .
" Sudah Dad " Jawab Enzi yang berdiri dengan kedua adiknya sambil menunggu Nora yang membereskan bukunya .
" Mau Daddy bantu " Nora menatap sekilas pada Edward " Tidak Dad, kata Bunda Nora harus bisa membersihkan sendiri jangan mengharapkan pelayan kecuali Nora tidak bisa baru minta bantuan " Edward menarik sudut bibirnya lalu duduk di samping Nova dan memeluk pinggang wanita itu .
" Biar Abang saja " Nora menggeleng " Nora bisa bang " Ujar Nora membawa buku dan tasnya ke arah meja belajar nya dan menyusun nya dengan rapi, lalu kembali mengambil barang nya yang lain dan di tata di tempatnya masing-masing .
" Abang sama kakak bukunya sudah di siapkan " Tanya Edward pada ketiga anaknya yang masih berdiri .
" Sudah Dad " Jawab Mereka bersamaan , sekalipun mereka homeschooling,tapi mereka ingin seperti orang lain membawa tas dan bekal karena Richard dan Rachel pun ikut bersama mereka .
Sehingga pagi harinya sebelum Nova ke kantor bersama suaminya dia akan menyiapkan bekal keempat anaknya terlebih dahulu .
Begitu juga Vika akan menyiapkan bekal kedua anaknya serta suami nya karena pria itu kini sudah duduk di perusahaan sendiri di bantu Arif sedangkan Xavier sudah kembali memegang perusahan sambil mengajari Ghozi .
" Mau tidur di kamar Daddy sama bunda " Tawar Edward menatap ke empat anaknya .
Enzi ,Ethan ,Elea dan Nora saling melirik satu sama lain membuat Edward tersenyum ingin sekali menggigit pipi mereka ,tapi apa dia tega tentu saja tidak , bahkan melihat anaknya terluka saja itu membuatnya seperti orang yang kehilangan akal dan sasaran nya penjaga dan pelayan apa lagi jika itu Nora habislah mereka .
" Mau " jawab mereka hampir bersamaan .
" Kalau begitu sikat giginya baru ganti bajunya " ke empat nya langsung berjalan ke arah kamar mandi .
" Abang yakin " Edward menatap Nova mengagguk " yakin " Tanya Nova lagi .
" Yakin baby, kenapa ?? Apa kamu ingin di kunjungi " Nova memukul lengan Edward, menyembunyikan wajahnya di lengan sang suami .
" Kita bisa bermain di ruangan ganti atau kamar mandi ,tapi jika anak² sudah tidur " Ujar Edward mencium kepala Nova .
" Aku hanya bertanya ' Jawab Nora pelan.
" Serius juga tidak papa baby " Nova kembali memukul lengan Edward membuat pria itu tertawa kecil .
" Ganti bajunya " Keempat nya langsung masuk ke ruangan ganti yang terpisah di mana Ethan dan Enzi ke sebelah kanan, sedangkan kedua putri Edward ke arah kiri .
" Kaka " Elea menatap Nora " Ade butuh sesuatu " Tanya Elea lembut .
" Kakak pakai baju tidur apa ?? " Elea meletakan jari telunjuk nya di kening seolah sedang berpikir ingin memakai baju tidur yang mana sedangkan Nora memandang nya menunggu jawaban .
" Ade mau pakai apa " Tanya balik Elea setelah tidak mendapatkan jawaban dari otak kecilnya .
" Hebm, Nemo " Jawabnya dengan senyuman manis .
" Ok kita pakai baju itu " keduanya berjalan ke arah lemari mereka masing-masing .
Lalu mengambil baju dengan pelan agar tidak berantakan ,dan jika sampai berantakan keduanya akan di suruh merapikan kembali oleh sang Bunda .
Padahal di rumah besar ini banyak pelayan tapi lagi² Nova meminta mereka merapikan sendiri .
beberapa menit kemudian ke dua ke luar menghampiri kedua orang tuanya dan kedua kakaknya .
" Cantik " Ujar Edward tersenyum .
" Ayo ,ini sudah waktunya tidur " Nova menuntut ke empat anaknya untuk ke luar lebih dulu bersama Edward lalu dia berjalan di belakang mereka setelah mematikan lampu utama di kamar itu dan menutup pintu kamar baby four .
" Abang bobo di mana " Tanya Nora dengan heboh saat memasuki kamar orang tua nya .
" samping Bunda " Jawabnya berjalan ke arah tempat tidur king size itu
" Nora mau bobo sama Abang " Ujar Nora dengan wajah cemberut .
" Ade sama kakak saja mau " Tawar Ethan dengan lembut .
" Mau " Jawabnya dengan anggukan kepala .
" Daddy sama Bunda bersih² dulu ,Abang atur adik²nya " Enzi langsung mengatur tempat tidur sedangkan Ethan langsung ke arah ruangan ganti mengambil bantal mereka yang ada di situ .
5 menit kemudian Edward dan Nova ikut bergabung di atas tempat tidur langsung mengambil posisi yang sudah di siapkan .
" Siapa yang pimpin doa " Tanya Edward .
" Aku " Pekik Elea ,lalu membaca doa sebelum tidur seperti yang di ajarkan oleh sang bunda .
" I love you " Nova mengaguk sambil mengelus lengan sang suami yang memeluknya dari belakang karena pria itu berada di ujung sedangkan ujung samping nya ada Ethan ,Nora ,Elea ,baru Enzi .
" Jangan tidur ok " Nova kembali mengaguk sedangkan Edward bermain di leher jenjang sang istri .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sayang " Vika menatap Rangga yang baru saja masuk karena pria itu baru saja menidurkan anak²nya .
" bersihkan diri dulu " Rangga langsung berbelok ke arah kamar mandi,sedangkan Vika duduk di ujung tempat tidur sambil memegang piyama tidur Rangga .
" Tadi Abi telepon " Ujar Rangga yang baru ke luar dari kamar mandi yang hanya memakai boxer .
" Besok abi sama umi mau jemput anak² " Vika langsung menatap Rangga .
" Tidur di sana lagi " Rangga mengaguk " Koh di Izinin sih " Gerutu Vika kesal .
" Tidak papa sayang, lagian mereka tidak tiap hari meminta Richard dan Rachel ke sana " Ujar Rangga berdiri di depan Vika .
Seakan paham Vika langsung berdiri memakaikan piyama tidur untuk Rangga .
" Abi sama Umi ketuerus ,kan Vika kesepian " Omel Vika .
" Mereka juga kakek sama nenek nya sayang, lagian hanya semalam ,bukan biasanya begitu Hm " Ujar Rangga lembut sambil mengelus pipi Vika .
" Dulu vika minta adik selalu bilang nya sabar ,sekarang anak Vika sasaran nya karena sepi " Rangga tertawa kecil mendengar ucapan Vika
CUP
Karena sudah tidak tahan Rangga membungkam mulut sang istri dengan lembut .
" Jangan marah² nanti baby juga ikut marah " Ujar Rangga mengelus bibir Vika ,wanita itu melanjutkan kegiatan nya mengancingkan pakaian Rangga .
" Kakak selalu membela mereka " Rangga mengacak rambut panjang Vika yang terurai begitu indah .
" jam berapa di jemput nya " Tanya Vika .
" Setelah anak² sekolah " Jawab Rangga membawa Vika ke tempat tidur mereka .
" Kenapa tidak sore saja " Jawab Vika masuk dalam pelukan Rangga saat pria itu menarik nya .
" Abi sama Umi mau bawa mereka jalan² dulu Sayang katanya mau ke mall " Jawab Rangga .
" Boleh ikut " Rangga menggeleng " Nanti kamu kelelahan jika mau ke sana nanti weekend " Jawab Rangga cepat .
" Ayo tidur " Ujar Rangga memejamkan matanya sambil mengelus punggung Vika .
" Tidak ingin main " Cicit Vika tapi Rangga hanya diam saja sambil tersenyum.
" Sudah tidur " Tanya Vika pelan .
Vika menghela napas panjang,padahal dia sudah menunggu Rangga sejak tadi, Lagi² Vika menghela napas membuat Rangga ingin tertawa .
" Aaakkhhhh " Vika langsung melotot kan matanya tajam .
" Mau berapa " Tanya Rangga yang kini sudah berada di atas tubuh Vika .
BUGH
Rangga langsung membungkam mulut Vika dengan lembut, kedua tangan nya tidak di biarkan begitu saja .
Skip
Skip
Skip
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😚😚😚😚😚
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lanjut !! Mampir di novel yang satunya , Karya author yang baru .
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟