
" Malam anak Daddy " Edward mencium satu persatu anaknya sedangkan Nova hanya tersenyum duduk di samping sang ibu .
" Apa Abang tidak ingin memberikan mereka nama " Tanya Alan lembut .
" Apa mereka sudah dari kamar Eyang " Tanya Edward tanpa menjawab pertanyaan Alan .
" Sudah " Jawab Elvi .
" Baby ayo ke kamar Eyang dulu " Ujar Edward .
" Sekarang " Edward mengaguk lalu merentang kan tangannya dan di terima Nova .
" Bukannya tadi aku bertanya " Tanya Alan menatap satu persatu manusia yang ada di situ .
" Pertanyaan Ayah tidak penting " Jawab Rif'at
" Apa menurutmu kamu itu penting " Tanya Alan sinis .
" Sangat penting " Jawab Amanda tersenyum .
" Sudah jangan berdebat " Ucap Ana .
Di dalam kamar kini Nova , Edward sedang duduk di ujung tempat tidur Mommy Ellena sedangkan Daddy Radit duduk di atas tempat tidur di samping mommy Ellena .
" Gimana keadaan Eyang " Tanya Nova lembut .
" Sudah baikan " Jawab Mommy Ellena lemah .
" Hanya bertiga " Nova mengaguk tersenyum kecut " Jangan patah semangat terus berdoa , Eyang yakin dia akan berkumpul dengan kita " Edward mengelus lengan sang istri dengan lembut .
" Iya Eyang , begitu juga dengan Eyang cepat pulih anak² kami belum di beri nama " Ucap Nova .
" Kenapa belum, kan tinggal di kasih nama " Timpal Daddy Radit menatap Kedua manusia yang baru saja menyandang status baru itu .
" Abang ingin Eyang yang memberikan nama " Jawab Nova tersenyum .
" Yang pertama kasih nama Enzio artinya pemimpin kalau hang ke dia Ethan artinya kuat " Jawab mommy Ellena .
" Kalau yang perempuan Eyang " Tanya Edward .
" Eleanor dan Eleanora artinya sama bersinar dan cerah ' Ucap Daddy Radit .
" Koh sama dengan Abang " Ucap Nova cemberut.
" Deal " Jawab Edward tersenyum sambil memeluk Nova dari belakang " Maaf baby, CUP " Nova hanya memanyunkan bibirnya .
" Kamu bisa ganti nak, jika kamu punya nama sendiri " Ujar Mommy Ellena lembut .
" Tidak Eyang itu bagus koh,bukan kah itu doa dari Eyang " Ucap Nova tersenyum .
" Syukurlah kalau kamu suka " Ucap Mommy Ellena .
" Enzi,Ethan ,Elena dan Nora bagaiman mana Eyang " Tanya Edward .
" Iya itu bagus, setidaknya ada samaan dengan istri mu hanya beda huruf R dan V " Jawab mommy Ellena tertawa kecil .
" Eyang " Rengek Nova manja dan sedikit merajuk .
" Kamu sudah punya anak empat itu sangat tidak cocok " Ucap Daddy Radit .
" Itu anak Mommy dan yang lainnya " Jawab Nova masih dengan wajah memelas .
" Apa kau ingin mengatakan pada dunia jika kamu masih gadis CK, lihat bahkan bekas sayatan Aunty mu belum hilang " Cibir Daddy Radit.
" Suami Nova banyak uang nya Eyang, jadi tidak usah takut nanti Nova akan menutupi nya " Ucap Nova tersenyum.
"sekalian buat dirimu perawan lagi dengan Uang " Ujar Daddy Radit
" Kami ingin pacaran dulu Eyang " Jawab Nova .
" Terserah kalian, asal jangan sampai mereka kelaparan Eyang akan memotong tubuhmu hingga halus " Ujar Daddy Radit.
" Iya Eyang " Jawab Nova serius .
" Apa Eyang iri " Timpal Edward .
" CK, kau kira Eyang sepertimu hanya karena makan malam langsung membuat mu mau mati " Cibir Daddy Radit.
" Eyang "
" Apa ?? Kau malu di ketahui olehnya " Ucap Daddy Radit.
" Abang hanya tidak suka jika milik Abang di pegang orang lain " Jawab Edward tegas .
" Kamu harus ingat jika suami mu itu posesif jadi jangan membuat nya marah ,jauhi apa pun yang membuatnya marah karena yang rasakan nanti kamu " Ucap mommy Ellena lembut.
" Iya Eyang " Jawab Nova tersenyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Gimana " Tanya Henry menatap kedua manusia yang baru saja duduk .
" Sudah " Jawab Edward .
" Tripel E dan N " Jawab Edward membuat mereka bingung .
" Enzio ,Ethan , Eleanor dan Eleanora " Lanjutnya .
" Terus N nya Abang " Tanya El bingung .
" Enzi, Ethan , Elea ,dan Nora " Ucap nya tersenyum.
" Biar kakak Nova tidak marah bang " Ujar Rangga tertawa kecil .
" Kenapa bukan Zio bang " Tanya Elsa
" Tidak suka ,Enzi saja " Jawab Edward .
" Lalu rencana selanjutnya apa " Tanya ayah .
" Pacaran " Jawab Nova cepat membuat kedua orang tuanya menatapnya .
" Kamu sudah punya anak Nak, koh pacaran " Ujar Ibu .
" Kami hanya bertugas membuat dan melahirkan Bu " Jawabnya tertawa kecil .
" Anak ini " Ucap ayah menggeleng entahlah dia sampai bingung harus menjawab apa .
" Maaf tuan ,aqiqahan nya bagaimana " Tanya Ayah dengan pelan .
" Kami akan melakukan seperti biasanya ,hanya gunting rambut dan bagikan kotak makanan " Jawab Henry .
" Baik tuan " Jawab Ayah .
" Tapi kemungkinan kita akan adakan itu saat adik mereka ke luar " Jawab Elvi lembut .
" Tidak papa nyonya ,kapan pun itu kami ikut saja " Jawab Ibu lembut .
" Maaf tapi mungkin besok kami akan kembali kasian Nenek Nur sendirian di sana " Ucap ayah .
" Koh buru² sih yah, kan Nova baru ke luar " Ujar Nova .
" Nenek mu sendirian nak " Ucap ibu .
" kenapa dia tidak mau ikut " Tanya Nova .
" Dia akan datang jika aqiqahan ,perjalan ke sini tidak dekat nak kasian nenek mu jika harus pulang pergi " Nova menghela napas panjang " Baiklah " Jawab Nova .
" Mi panggil Daddy makan malam " Ujar Jeje .
" Iya Pi " Jawab Ana lalu berdiri di ikuti dengan Riane .
" Mama ikut " Ucap Della .
" Sama papa dulu " Jawab Riane
" Della " Panggil Reza membuat Della menurut " Maaf Pa " Reza mengangkat Della duduk di atas pahanya membuat gadis kecil itu tersenyum .
" Boleh Rangga bicara "Ucap Rangga .
" Tumben ,mau bicara apa " Tanya Rif'at menatap keponakan nya .
" Rangga mau menikah " Ujar Rangga serius .
Uhuk ....Uhuk ......
Semua orang melongo menatap Rangga yang tetap mempertahankan ekpresi wajahnya serius dan tegang .
" Apa kau ingin saingan dengan Abang mu " Tanya Radhi tertawa kecil .
" Yakin " Tanya Henry serius membuat Radhi menghentikan tawanya menatap Henry .
" Iya Opa " Jawab Rangga jujur.
" Kau sudah setuju " Tanya Henry menatap Reza " Jika dia sudah yakin dan mampu kami hanya bisa memberikan jalan Dad " Ucap Reza bijak .
" Kenapa mendadak Nak ' Tanya Elvi lembut .
"Tidak mendadak Oma ,dia juga akan selesai dengan urusannya " Ucap Rangga .
" Nanti kita bicara sama Eyang dulu ok " Ujar Jeje menepuk pundak Rangga dengan pelan .
" Apa El harus menikah juga,Kaka Zaza sama Rangga akan menikah "
" Jangan macem² ,kamu kira pernikahan itu muda !! " Jawab Edward menatap tajam sang adik .
" Abang kenapa sih, selalu marah jika El bahas pernikahan " Jawab El kesal .
" Pokonya tidak boleh " Jawab Edward tegas .
" Abang ...."
" Diam,jangan sesekali memihak padanya " Ucap Edward tegas menatap istrinya .
" Tapi ...." Nova mengehentikan ucapan nya saat sang ibu memegang lengannya ,Nova hanya bisa menghembuskan nafasnya di udara .
" Tapi alasannya apa " Tanya El lagi .
" Tidak ada alasan " Jawabnya teman, Raymond dan Adara hanya menggeleng melihat sikap Edward .
" Apa Abang ingin kakak El hidup sendiri terus " Tanya Elsa
" Bukan begitu Oma ,tapi nanti saja dia masih muda tunggu 10 tahun kemudian jika aku sudah mau ' Semua orang langsung menatap membola ke arah Edward .
" Sekalian saja El jadi perawan tuan " Ujar El kesal .
" Itu lebih baik " Jawab Edward tenang .
" Hwaaa .....Hwaaaaaaa Dad ....Mom anak sulung kalian jahat ,Opa ...Oma Hwaaaaa " Bukannya kasian Rangga dan Della malah tertawa geli membuat El semakin mengencang kan suara .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘