One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
E dan N



" Malam anak Daddy " Edward mencium satu persatu anaknya sedangkan Nova hanya tersenyum duduk di samping sang ibu .


" Apa Abang tidak ingin memberikan mereka nama " Tanya Alan lembut .


" Apa mereka sudah dari kamar Eyang " Tanya Edward tanpa menjawab pertanyaan Alan .


" Sudah " Jawab Elvi .


" Baby ayo ke kamar Eyang dulu " Ujar Edward .


" Sekarang " Edward mengaguk lalu merentang kan tangannya dan di terima Nova .


" Bukannya tadi aku bertanya " Tanya Alan menatap satu persatu manusia yang ada di situ .


" Pertanyaan Ayah tidak penting " Jawab Rif'at


" Apa menurutmu kamu itu penting " Tanya Alan sinis .


" Sangat penting " Jawab Amanda tersenyum .


" Sudah jangan berdebat " Ucap Ana .


Di dalam kamar kini Nova , Edward sedang duduk di ujung tempat tidur Mommy Ellena sedangkan Daddy Radit duduk di atas tempat tidur di samping mommy Ellena .


" Gimana keadaan Eyang " Tanya Nova lembut .


" Sudah baikan " Jawab Mommy Ellena lemah .


" Hanya bertiga " Nova mengaguk tersenyum kecut " Jangan patah semangat terus berdoa , Eyang yakin dia akan berkumpul dengan kita " Edward mengelus lengan sang istri dengan lembut .


" Iya Eyang , begitu juga dengan Eyang cepat pulih anak² kami belum di beri nama " Ucap Nova .


" Kenapa belum, kan tinggal di kasih nama " Timpal Daddy Radit menatap Kedua manusia yang baru saja menyandang status baru itu .


" Abang ingin Eyang yang memberikan nama " Jawab Nova tersenyum .


" Yang pertama kasih nama Enzio artinya pemimpin kalau hang ke dia Ethan artinya kuat " Jawab mommy Ellena .


" Kalau yang perempuan Eyang " Tanya Edward .


" Eleanor dan Eleanora artinya sama bersinar dan cerah ' Ucap Daddy Radit .


" Koh sama dengan Abang " Ucap Nova cemberut.


" Deal " Jawab Edward tersenyum sambil memeluk Nova dari belakang " Maaf baby, CUP " Nova hanya memanyunkan bibirnya .


" Kamu bisa ganti nak, jika kamu punya nama sendiri " Ujar Mommy Ellena lembut .


" Tidak Eyang itu bagus koh,bukan kah itu doa dari Eyang " Ucap Nova tersenyum .


" Syukurlah kalau kamu suka " Ucap Mommy Ellena .


" Enzi,Ethan ,Elena dan Nora bagaiman mana Eyang " Tanya Edward .


" Iya itu bagus, setidaknya ada samaan dengan istri mu hanya beda huruf R dan V " Jawab mommy Ellena tertawa kecil .


" Eyang " Rengek Nova manja dan sedikit merajuk .


" Kamu sudah punya anak empat itu sangat tidak cocok " Ucap Daddy Radit .


" Itu anak Mommy dan yang lainnya " Jawab Nova masih dengan wajah memelas .


" Apa kau ingin mengatakan pada dunia jika kamu masih gadis CK, lihat bahkan bekas sayatan Aunty mu belum hilang " Cibir Daddy Radit.


" Suami Nova banyak uang nya Eyang, jadi tidak usah takut nanti Nova akan menutupi nya " Ucap Nova tersenyum.


"sekalian buat dirimu perawan lagi dengan Uang " Ujar Daddy Radit


" Kami ingin pacaran dulu Eyang " Jawab Nova .


" Terserah kalian, asal jangan sampai mereka kelaparan Eyang akan memotong tubuhmu hingga halus " Ujar Daddy Radit.


" Iya Eyang " Jawab Nova serius .


" Apa Eyang iri " Timpal Edward .


" CK, kau kira Eyang sepertimu hanya karena makan malam langsung membuat mu mau mati " Cibir Daddy Radit.


" Eyang "


" Apa ?? Kau malu di ketahui olehnya " Ucap Daddy Radit.


" Abang hanya tidak suka jika milik Abang di pegang orang lain " Jawab Edward tegas .


" Kamu harus ingat jika suami mu itu posesif jadi jangan membuat nya marah ,jauhi apa pun yang membuatnya marah karena yang rasakan nanti kamu " Ucap mommy Ellena lembut.


" Iya Eyang " Jawab Nova tersenyum .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Gimana " Tanya Henry menatap kedua manusia yang baru saja duduk .


" Sudah " Jawab Edward .


" Tripel E dan N " Jawab Edward membuat mereka bingung .


" Enzio ,Ethan , Eleanor dan Eleanora " Lanjutnya .


" Terus N nya Abang " Tanya El bingung .


" Enzi, Ethan , Elea ,dan Nora " Ucap nya tersenyum.


" Biar kakak Nova tidak marah bang " Ujar Rangga tertawa kecil .


" Kenapa bukan Zio bang " Tanya Elsa


" Tidak suka ,Enzi saja " Jawab Edward .


" Lalu rencana selanjutnya apa " Tanya ayah .


" Pacaran " Jawab Nova cepat membuat kedua orang tuanya menatapnya .


" Kamu sudah punya anak Nak, koh pacaran " Ujar Ibu .


" Kami hanya bertugas membuat dan melahirkan Bu " Jawabnya tertawa kecil .


" Anak ini " Ucap ayah menggeleng entahlah dia sampai bingung harus menjawab apa .


" Maaf tuan ,aqiqahan nya bagaimana " Tanya Ayah dengan pelan .


" Kami akan melakukan seperti biasanya ,hanya gunting rambut dan bagikan kotak makanan " Jawab Henry .


" Baik tuan " Jawab Ayah .


" Tapi kemungkinan kita akan adakan itu saat adik mereka ke luar " Jawab Elvi lembut .


" Tidak papa nyonya ,kapan pun itu kami ikut saja " Jawab Ibu lembut .


" Maaf tapi mungkin besok kami akan kembali kasian Nenek Nur sendirian di sana " Ucap ayah .


" Koh buru² sih yah, kan Nova baru ke luar " Ujar Nova .


" Nenek mu sendirian nak " Ucap ibu .


" kenapa dia tidak mau ikut " Tanya Nova .


" Dia akan datang jika aqiqahan ,perjalan ke sini tidak dekat nak kasian nenek mu jika harus pulang pergi " Nova menghela napas panjang " Baiklah " Jawab Nova .


" Mi panggil Daddy makan malam " Ujar Jeje .


" Iya Pi " Jawab Ana lalu berdiri di ikuti dengan Riane .


" Mama ikut " Ucap Della .


" Sama papa dulu " Jawab Riane


" Della " Panggil Reza membuat Della menurut " Maaf Pa " Reza mengangkat Della duduk di atas pahanya membuat gadis kecil itu tersenyum .


" Boleh Rangga bicara "Ucap Rangga .


" Tumben ,mau bicara apa " Tanya Rif'at menatap keponakan nya .


" Rangga mau menikah " Ujar Rangga serius .


Uhuk ....Uhuk ......


Semua orang melongo menatap Rangga yang tetap mempertahankan ekpresi wajahnya serius dan tegang .


" Apa kau ingin saingan dengan Abang mu " Tanya Radhi tertawa kecil .


" Yakin " Tanya Henry serius membuat Radhi menghentikan tawanya menatap Henry .


" Iya Opa " Jawab Rangga jujur.


" Kau sudah setuju " Tanya Henry menatap Reza " Jika dia sudah yakin dan mampu kami hanya bisa memberikan jalan Dad " Ucap Reza bijak .


" Kenapa mendadak Nak ' Tanya Elvi lembut .


"Tidak mendadak Oma ,dia juga akan selesai dengan urusannya " Ucap Rangga .


" Nanti kita bicara sama Eyang dulu ok " Ujar Jeje menepuk pundak Rangga dengan pelan .


" Apa El harus menikah juga,Kaka Zaza sama Rangga akan menikah "


" Jangan macem² ,kamu kira pernikahan itu muda !! " Jawab Edward menatap tajam sang adik .


" Abang kenapa sih, selalu marah jika El bahas pernikahan " Jawab El kesal .


" Pokonya tidak boleh " Jawab Edward tegas .


" Abang ...."


" Diam,jangan sesekali memihak padanya " Ucap Edward tegas menatap istrinya .


" Tapi ...." Nova mengehentikan ucapan nya saat sang ibu memegang lengannya ,Nova hanya bisa menghembuskan nafasnya di udara .


" Tapi alasannya apa " Tanya El lagi .


" Tidak ada alasan " Jawabnya teman, Raymond dan Adara hanya menggeleng melihat sikap Edward .


" Apa Abang ingin kakak El hidup sendiri terus " Tanya Elsa


" Bukan begitu Oma ,tapi nanti saja dia masih muda tunggu 10 tahun kemudian jika aku sudah mau ' Semua orang langsung menatap membola ke arah Edward .


" Sekalian saja El jadi perawan tuan " Ujar El kesal .


" Itu lebih baik " Jawab Edward tenang .


" Hwaaa .....Hwaaaaaaa Dad ....Mom anak sulung kalian jahat ,Opa ...Oma Hwaaaaa " Bukannya kasian Rangga dan Della malah tertawa geli membuat El semakin mengencang kan suara .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘