One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
pembagian jadwal



" Abang " Edward menatap Sang istri " Apa tidak papa mereka dengan yang lainnya " Edward mengaguk saja .


"Bukannya tadi Oma sudah bilang tidak papa " Jawab Edward pelan .


" Tapi tidak enak bang ,nanti anak² bangun ,rewel " Ucap Nova menatap Edward yang sudah membuka laptop kerja nya .


" Mereka tidak akan rewel kalau ada ASI nya baby, sini " Nova menghela nafasnya lalu duduk di samping sang suami menemaninya berkerja .


" Jangan di pikirkan ,Mommy dan yang lainnya hanya ingin kamu terbiasa dulu, kamu habis di operasi jika langsung mengurus ketiga anakku nanti jahitannya lepas " Ucap Edward lembut .


"Apa tidak merepotkan mereka " Edward mengaguk " lebih baik kamu temani aku kerja " Jawab Edward .


Nova merubah posisi nya duduk kini dia duduk di antara kaki Edward menatap layar di depannya .


" Apa aku harus menjadi sekertaris Abang lagi " Tanya Nova mendongak menatap suaminya .


CUP


" Jika kamu mau lakukanlah tapi hanya menjadi sekertaris ku mengatur jadwalku sedangkan yang lainnya biarkan aku sama Rangga " Nova mengaguk tersenyum lalu kembali fokus pada layar laptop .


" ASI nya anak² kamu sudah siap kan " Tanya Edward .


" Sudah bang, semuanya sudah di kamar mereka kalau kurang nanti mommy bangunkan " Jawab Nova, karena memang kamar baby four berada di samping kamar mereka .


Flashback on


Setelah makan malam semuanya masih duduk di meja makan bersama Daddy Radit ,mommy Ellena dan kedua orang tua Nova .


" Anak² sama kami kan nak " Tanya Ana menatap Edward.


" Iya " Jawab Edward .


" Tidak " Jawab Jeje tegas .


" Abang ". Edward menatap istrinya yang menatapnya penuh pertanyaan .


" Mommy mau sama Elea " Jawab Adara .


" Jangan aneh-aneh baby " Ujar Raymond rendah .


" Jangan bilang kamu juga ingin ,aku akan menidurkan dia di ruangan ganti " Ucap Henry saat melihat Elvi akan bersuara .


" Ethan tidak akan memangkas waktu olahraga mu ,puas " Ucap Elvi kesal .


" Deal " Jawab Henry tersenyum manis membuat Elvi memutar bola matanya jengah.


" Berati besok malam dengan kami kan ,Amanda ,ibu ,sama Vania " Ucap Amanda .


" Mana bisa begitu ,Riane juga mau " Timpal Raine menatap Amanda .


" Kamu sudah ada Della jika kurang panggil Rangga " Jawab Vania .


" Kenapa berdebat hanya karena anak Abang ,Abang saja yang punya anak biasa saja " Ucap El menggeleng.


Sedangkan ke dua orang tua Nova hanya tersenyum lembut,mereka bersyukur kehadiran anak dan cucunya di terima di keluarga majikannya .


Sekalipun memang mereka tidak pernah memandang orang lain rendah , tapi bagaimana pun kedua orang tua Nova masih saja sungkan pada keluarga suami anaknya yang selalu membantu mereka dalam keadaan apapun .


" Buatlah jadwal hari senin siapa ,Selasa dan selanjutnya biar adil " Ujar Daddy Radit jengah


" Lagian untuk apa kalian bertengkar kan anak Abang,kalian membuat Nova bingung " Ujar mommy Ellena pelan .


" dari pada menyewa baby sitter mendingan kami yang jaga Mom, itupun hanya malam saja, jadi mereka bisa dekat dengan kami dan juga orang tua aslinya " Ujar Elsa tersenyum.


" Terserah kalian mau kaya mana ,Asal mereka nyaman jangan memaksa jika mereka tidak ingin" Ucap mommy Ellena .


" Riane akan buat jadwalnya " Ucap Raine .


" Apa Mama kurang kerjaan " Ujar Rangga .


" Makanya cepat nikah, biar anak kakak Mama yang urus " Jawab Riane .


"Jangan mendesak anak² hanya karena keinginan mu, biarkan mereka bicara dulu " Ucap Daddy Radit menatap Raine .


" Kode Opa ,kode " Ucap Riane yang tidak ingin di salahkan .


" Papa " Reza menatap Raine yang duduk di samping nya " Apa Della akan punya adik " Reza mengaguk saja " Perempuan " Tanya Della lagi dengan wajah yang berbinar .


" Iya pa " Jawab Della " Minta dua boleh ?? " Lanjutnya .


"Iya " Jawab Reza seadanya .


Perdebatan terus berlangsung hingga pemilik raga para wanita itu memutuskan dan kembali ke kamar .


Flashback off


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari nya sebelum sarapan keluarga besar itu menyempatkan diri melihat kedua orang tua Nova kembali ke kampung tidak lupa pelayan menyiapkan kotak makanan untuk kedua orang tua Nova yang memiliki kembali lebih pagi dan sarapan di jalanan .


Kini mereka sudah kembali ke ruangan maka ,Edward langsung menatap ke arah box bayi yang sejak tadi bergoyang dan di jaga pelayan .


" Pagi anak Daddy " Edward mencium ketiga anaknya bergantian " Gimana tadi malam nyenyak bobonya " Tanya Edward mengelus pipi Elea " Daddy makan dulu iya , CUP " Lanjutnya lalu kembali mencium ketiga bayi yang masih tertidur tapi sudah begitu harum .


melihat itu Nova pun ikut menyapa sang anak dan terus mencium mereka hingga membuat salah satunya menangis .


Oek ....Oek ...


" Nova " Nova menatap ke sumber suara Tersenyum kaku " Maaf Abang " Jawab Nova lalu menatap bayi perempuan satu-satunya yang ada di situ.


" Jangan Nangis ,bunda minta maaf sudah ganggu tidur Elea !! Hari ini bunda sama Daddy mau ke rumah sakit antar makanan Ade Nora ,doakan adek cepat sembuh biar bisa kumpul bareng Abang dan kakak " Seolah paham dengan ucapan bunda nya ,baby Elea langsung terdiam .


" Bunda makan dulu ,nanti pulang dari sana baru bunda ajak main kalian ok " Ucap Nova lalu meninggalkan anak²nya ke arah meja makan .


" Sudah" Nova mengagguk lalu mengambilkan sarapan Edward kini tugasnya kembali lagi seperti waktu dia masih jadi sekertaris sang suami .


" Apa tadi malam mereka rewel Mom " Tanya Edward .


" Tidak, hanya bayi besar yang rewel " Ucap Adara menatap Raymond yang hanya diam saja .


" Kamu sudah tahu tugasmu sebelum tidur apa , Tapi kamu bertingkah seolah kamu yang baru saja melahirkan " Adara hanya diam saja tapi matanya memicing ke arah sang suami .


" Maaf iya Dad " Ujar Nova tidak enak hati .


" Makanlah yang banyak,biar anak² ku sehat " Jawab Raymond datar .


" Iya Dad " Jawab Nova .


" Mau ke rumah sakit lagi kan " Tanya Amanda.


" Iya Aunty " Jawab Edward .


" Baiklah , Aunty ikut kalian iya " Ujar Amanda .


" Abang bawa mobil sport " Jawab Edward tanpa menatap Amanda .


" Seperti nya Abang mau kembali masa pacaran benaran " Timpal Radhi tapi Edward hanya menaikan bahunya .


" Uncle juga punya " Timpal Rif'at.


" Kalau begitu bawa Aunty naik itu " Jawab Edward seadanya .


" Opa ingin makan dengan tenang apa kalian tidak bisa diam hah " Bentak Daddy Radit.


" Sejak semalam cerewet betul, tidak laki² tidak perempuan sama saja " Lanjutnya dengan kesal .


" Maaf Opa " Jawab Rif'at dan Radhi .


" Selesaikan sarapan nya " Titah Daddy Radit membuat mereka langsung terdiam dan fokus pada makanannya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟