
Raymond menatap ke dua adiknya yang berada di meja makan ,istri dan anaknya juga ada di sana .
" Tidak usah Baby " Adara mengaguk paham lalu duduk di kursi nya .
Makan malam itu terasa tenang dan nyaman bagi Henry dan Elvi di mana dia menatap semua anak cucunya berada di meja makan besar itu terkecuali Queen yang berada di rumah mertua nya .
" Are you happy " Elvi mengaguk cepat karena inilah impian nya bersama anak dan cucunya .
Dan semoga Tuhan selalu mengabulkan semua doanya atas kesehatan mereka sehingga bisa bersama cicitnya nanti dan rumah besar itu semakin ramai layaknya pasar .
Satu hal yang elvi syukuri dia tidak seperti ibunya dulu di mana dia hanya sendiri pasti begitu kesepian belum lagi ayah nya meninggal dan dia harus merantau .
Memikirkan dulu saja Elvi tidak sanggup bagaimana kalau dia seperti ibu tanpa sadar dia menatap Henry .
Lalu menggeleng cepat saat pikirannya sudah kemana² dulu dan sekarang beda Batin Elvi lalu kembali melanjutkan makannya .
" Abang tunggu Daddy di ruangan kerja " Ucap Raymond saat anak² sudah berdiri setelah makan.
" Rangga juga iya " Ucap Reza .
" Iya Pa " Jawab Rangga .
Kini di meja makan itu hanya ada orang tua dan anak sedang kan Cucu mereka mencari kesibukan sendiri .
" Daddy " Henry mengangguk sebagai jawabannya.
" Kami akan tinggal disini " Rifat menghela napas panjang saat ucapan itu begitu saja keluar .
" Daddy sudah menantikan itu , lagian masih banyak bukan kamar yang kosong nanti pelayan membersihkan kamar kalian juga dulu tidak di tempati " Ucap Henry Tersenyum senang .
Rifat dan Radhi menatap Raymond hanya diam saja sambil mendengarkan.
" Kakak " Raymond menaikan alisnya menunggu Radhi melanjutkan ucapannya " Kami akan tinggal di sini " Raymond hanya mengaguk sebagai jawaban .
" Cih apa yang aku harapkan ' Cibir Radhi kesal .
Setidaknya bilang makasih atau apa kah tapi hanya anggukan kepala lagian untuk apa mengharap kan sesuatu yang memang tidak mungkin di lakukan pria kutub Utara itu .
Melihat wajah nya saja ingin sekali Radhi mencakar nya dan membanting kepalanya hingga pecah dan memberikan isinya pada buaya .
" kau salah orang " Bisik Rifat .
" Iya , lihatlah wajahnya jika dia bukan kakak yang paling tua ingin sekali aku memukul nya " balasnya dengan berbisik .
" Jangan menghayal kan kamu akan kesal sendiri " Balas Rifat.
" Sudah " Keduanya mengaguk " Katakan yang ingin kamu katakan ,jika ingin melawanku usahakan kamu lebih kuat dari Reza maka aku tunggu di ring " Lihat lah !! Radhi mengepalkan tangannya di atas meja memicing kan matanya tajam tapi Raymond hanya biasa saja .
" Aku akan berusaha dan membuat mu memohon " Ucap Radhi menggebu-gebu.
" Iya ,aku tunggu dan kalahkan Edward " Radhi semakin mengepalkan tangannya bahkan tangannya sudah memerah .
" Dad ,mom Ray ke ruangan kerja " Henry dan Elvi hanya mengaguk Tersenyum .
" Duluan di kamar iya, CUP" Raine mengagguk " Jangan lama " Reza hanya pergi begitu saja mengikuti Raymond.
" Daddy " Henry menatap Radhi yang begitu kesal pada Raymond .
" Kalian tahukan dia begitu menyayangi kalian ,bahkan jikapun kamu memukul nya dia tidak akan membalas tapi jangan memancing nya kamu bisa mati di tangan nya " Radhi mendengus kesal " Aku akan membuatnya mati tanpa menyentuhku ,aku akan meminta pengawal membeli racun yang paling ampuh sekali teguk langsung mati " Bukannya marah Henry dan Elvi hanya tertawa kecil .
" Mimpi kakak ketinggian" Cibir Raine .
" Diam kamu, dan ajarin suamimu aku ini kakak ipar nya apa dia tidak bisa hormat padaku , Cih memikirkan saja ingin aku tebas kepalanya " Ucap Radhi .
" Tidak usah kamu , aku saja tidak !! Dia hanya akan hormat pada Kaka Ray " Ucap Rifat .
" Mau kerja sama " Rifat menggeleng cepat " Aku masih menghabiskan waktu bersama istri dan anakku " Tolak Rifat membuat Radhi kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Biar dia waras " Jawab Edward .
" Mungkin besok Ayah nya akan ke perusahaan " Edward hanya mengaguk saja .
" Abang tidak peduli " Jawabnya Acuh .
" Kau melakukan nya " Kini Raymond sudah duduk di meja kerjanya sedangkan Reza duduk di samping Rangga .
" Tidak " Raymond mengaguk saja dia tahu anaknya tidak akan melewati batas .
" Kamu sudah tahukan adikmu akan ikut bersama mu nanti " Edward mengagguk .
" Papa Reza sudah mengurusnya dan dia akan ikut ujian bersama mu " Edward kembali mengaguk .
" Di mana " Tanya Raymond .
"new York" Jawabnya tegas
" Kita tidak punya ...."
" Aku ingin hidup biasa jangan ada pengawal di dekat kami ,kalau Daddy ingin mereka menjaga dari jauh jangan melakukan papa pun jika kami tidak minta " Ucap Edward tegas .
" Katakan sendiri pada Eyang dan Opa karena Daddy tidak ingin di salahkan " Jawab Raymond tidak kalah tegas .
" Papa akan mengurusnya nya dan kalian akan tinggal di apartemen yang sama dengan kakakmu ,jangan membantah " Edward mengaguk paham
" Apa boleh Rangga bicara dulu sama Mama " Ucap Rangga menatap Reza .
" Iya boleh, jika Kaka ingin tempat lain Papa akan kabulkan " Ucap Reza lembut .
" Kakak akan ikut Abang tapi boleh kah kakak minta jangan biarkan adek sendiri " Reza paham .
" Adikmu tetap akan bersama yang lain, Papa janji itu " Reza tahu rasa sayang Rangga pada sang adik.
" Makasih Pa " Reza hanya membalasnya dengan senyuman .
" Di sana kalian tetap akan bekerja jadi gunakan waktu kalian sebaik mungkin, jangan melewati Waktu istirahat fokus pada pendidikan kalian !! Papa Reza akan tetap mengirim kan email pada kalian jika ada waktu selesai kan jika tidak jangan terlalu di hiraukan " Ucap Raymond .
" Apa mommy sudah setuju " Raymond terdiam " Daddy akan bicara pada mommy mu " Ucap Raymond .
" Jangan buat mommy nangis ,Abang tidak suka " Ucap Edward serius .
" Dia istri ku , khawatir kan saja kekasih mu yang jauh di sana " Edward hanya terdiam .
Lalu dia mengambil HP nya di saku celananya tidak ada pesan papa pun mungkin sibuk pikir Edward .
Lalu kembali memasukan hp nya dalam saku celananya kembali fokus pada Raymond .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf kemarin tidak Up bukannya apa author baru vaksin membuat tangan dan kepala nyut-nyutan .
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟 🌟🌟🌟