One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
seperti iblis



Kini semuanya sudah rapi dengan seragam sekolah dan mengambil tempat duduk masing-masing .


" Morning " Sapa Henry yang baru saja datang bersama Elvi .


" Morning Opa ,Oma " Jawab Mereka .


Tidak berselang lama Raymond dan Adara menyusul lalu di belakang mereka Reza dan Riane .


" Morning " Raymond mencium pipi anak²nya begitu juga Adara dan mereka tidak berani melawan sekalipun kesal apa lagi Edward .


" Kenapa abang tidak bilang jika ke Paris, siapa yang Abang temui di sana " Tanya Adara beruntun sambil menyiapkan roti selai kacang untuk suaminya.


" Apa Abang punya pacar " Tanya Raine menatap Edward yang hanya terdiam .


"Apa dia sejenis makanan ringan Ma " Tanya Edward santai .


" Dia sejenis racun yang siap membunuhmu " Ucap Raine kesal .


" Pacar, Jadi jangan bertanya lagi " Jawab Edward .


Iya sebelum kembali dia sudah memutuskan untuk memulai hubungan mereka entah nanti seperti apa ?


Nanti baru di pikirkan tapi untuk sekarang biarkan seperti ini apa lagi mereka sudah terlalu jauh melangkah nya .


" Abang punya pacar siapa ?? " tanya Erland heboh .


" Kau tidak dengar ucapan nya tadi jangan bertanya lagi " Tekan Eric menatap Erland .


"Manusia es seperti Abang punya pacar wow ,Erland harus memberikan penghargaan untuk kekasih Abang karena berhasil mencairkan gunungan es seperti Abang " Ucap Erland .


" Adek " tegur Adara .


" Mommy harus mandi kembang tujuh rupa selama 7 malam dan mommy harus shalat tahajjud karena anak mommy yang dingin ini ...."


Tak


" aaww Abang " Pekik Erland kesal .


" Mau diam atau pisau ini mendarat di kepala mu " Ancam Edward menatap tajam adiknya .


" Daddy " Rengek nya pada Raymond yang hanya di balas senyuman .


' Nanti Daddy marahin Abang, lanjutnya makannya iya " Ucap Raymond .


" Daddy ,Eric pulang telat hari ini " Ucap Eric di sela sarapan nya .


" Jangan lagi membawaku ,aku lelah mengikuti kakak yang seperti pencuri " Eric menatap tajam adiknya .


" Bukannya aku sudah membayar mu "


" Aku akan kembali kan " Jawabnya tenang .


" Tidak bisa " Tekan Eric membuat Erland mendengus .


" Memang kalian mau ke mana " Tanya elvi lembut .


" Main petak umpet Oma " Jawab Erland kesal .


" Sama siapa " Tanya Henry .


" Aira rafiqah Herlambang membosankan " Ucap Erland sambil mencibir.


" Apa kau tidak bisa diam hah " bentak Eric emosi .


" Memang kamu di bayar pakai apa " Tanya Randy .


" Boba sama bakso " Jawab Erland jujur .


" Miskin sekali kamu ric " Cibir El tertawa kecil .


" Dia yang memintanya bukan aku kak " Jawab Eric .


"Papa jadikan ke sekolah Kaka " Tanya Rangga pada Reza .


"Iya tapi Papa ke perusahaan dulu baru ke sekolahan kakak " Rangga mengagguk saja .


" Mama ke kantor " Tanya Randy menatap Raine .


" Hebm ,kenapa mau main ke sana " Randy mengaguk " Baiklah " Jawab Riane karena memang hanya Randy yang selalu berada di sana .


Jangan tanyakan Rangga karena dia copyan Reza sedangkan Randy copyan mereka berdua jadi anak itu kadang cerewet kadang diam .


" Cucu Oma sekarang sudah pada tahu perempuan iya " Ucap Elvi tertawa kecil .


" Erland tidak " Sanggah nya dengan cepat .


" Randy juga Tidak " Ucapnya cepat .


" Cih ,kamu kira Kaka Tidak tahu apa yang membuatmu sering ketempat kerja Mama " Randy menatap sang kakak .


" Hati² Mama dia mengincar anak sekertaris Mama "


" Kakak " Pekik Randy kesal .


" Apa aku harus memanggil uncle Arif ke sini " Tantang Rangga .


" Kakak jangan ganggu adiknya " Ucap Reza melerai .


" Terus Kaka siapa pacarnya " Tanya Henry menatap Rangga yang lebih dingin di banding Reza .


" Kaka sibuk Opa " Jawabnya tenang .


" Hati² kak ,dulu juga Papa bilang nya gitu sibuk tapi ujung-ujungnya ....."


" Kau tidak ingin diam " Riane tertawa kecil mendengar teguran Reza .


Elvi dan Henry Tersenyum melihat kebahagiaan anak serta cucu nya .


" Ajak adikmu tinggal di sini Son ,jika mereka menolak keluar kan Amanda dari rumah sakit begitu juga Radhi dan buat perusahaan Rifat anjlok " Raymond mengaguk sebagai jawaban .


" Opa jahat sekali " Tegur Erland .


" Itu cara agar membuat mereka menyerah ' Jawab Henry Tersenyum .


" Opa seperti iblis " Jawabnya tertawa kecil .


" Adek " Bentak Adara emosi .


" Maaf Opa " Bukannya marah Henry malah tertawa di antara cucu nya hanya Erland lah yang mulutnya seperti Riane .


Setelah selesai sarapan satu persatu mereka berpamitan meninggalkan Elvi, Henry dan Adara di rumah besar itu .


" Anakmu cepat juga gerakan nya " Reza hanya tersenyum saja .


" Aku yakin Arif tidak tahu tentang anaknya dan Randy " Lanjutnya .


" Sepertinya begitu tuan " Jawab Reza tertawa kecil sambil menggeleng .


Sedangkan di sekolah Raymond dan yang lainnya baru saja turun dari mobil dan siap menuju kelas .


Tapi langkah mereka di hentikan suara seseorang yang membuat mereka kesal dan mengentikan langkahnya.



" Apa kau tidak punya rasa malu " Tanya Edward dengan wajah datarnya jangan lupa El yang bergelut manja di lengan Edward .


" Ayah ku mengundang mu makan malam di rumah " Jawabnya dengan binar bahagia .


" Apa kita sedekat itu ?? bangun dan cepat sadar katakan pada ayah mu saya tidak akan ke sana " Tolak Edward ketus .


" Tapi Ed ayah ku ...."


" Kau yang membuat nya jadi kamu hadapi sendiri , menyebalkan " Umpat Edward lalu melanjutkan langkahnya .


" Hei nenek peyot apa ayah mu tidak punya uang hanya untuk sekedar beli cermin ,sudah di tolak berkali² masih saja gatal ,aku ingatkan Abang ku sudah punya pacar bahkan yang aku tahu dia di Paris " Ucap Erland ketus .


" Ayo " Eric menarik tas sang adik untuk meninggalkan wanita itu .


" Mau aku belikan cermin, jadi wanita itu ounya harga diri " Ucpa Syafa yang baru saja datang .


" Apa kamu ?? Awas iya aku akan membalasnya " Ucap Bianca kesal .


" Mimpi ,kalau mau balas itu usahakan perusahaan milik ayahmu dia atas kami " Ucpa Syifa mencibir lalu menatap sinis ke arah Bianca dan teman²nya .


" Masuk " Titah Daffi membuat mereka melanjutkan langkahnya karena mereka datang menggunakan satu mobil .


" Murahan " cibir Qiandra yang langsung di tarik Daffi .


" Sialan !! Tunggu saja aku akan pastikan Abang kalian akan bersama ku " Ayo " Ucpa Bianca meninggalkan tempat itu .


" Apa ?mau ku colek mata kalian hah " Bentak Titin teman bianca .


Huh " Ejek semua orang yang melihat mereka sejak tadi .


" Ayo kita ke kelas setelah itu kita susun rencana membuat pria dingin itu menjadi milik ku dan dia harus menjadi milikku" Tekan Bianca serius .


" Kami akan membantumu dengan begitu aku akan mendapatkan Rangga " Ucap Mona teman Bianca .


" Dan aku bisa mendapatkan salah satu dari mereka " Ucap Titin Tersenyum kuda .


" Terserah ,Asal aku mendapat ka edward dulu " Ucpa Bianca sambil masuk dalam kelas bersama kedua temannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰


Like


koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟