One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Cerita Jeje



" Daddy " Pekik baby four saat melihat mobil Edward memasuki pintu gerbang .


" Tunggu Daddy nya di sini saja Ok " Ujar Jeje dengan lembut .


" Daddy ... Daddy ...Daddy " Panggil Elea dan Nora sambil melompat dengan girang .


" Apa aku terlalu lama berpisah denagn mereka " Gumam Edward tertawa kecil melihat tingkah kedua putri .


Sedangkan Jeje dan Nova hanya menggeleng saja melihat Elea dan Nora yang seperti cacing kepanasan .


" Apa kalian begitu merindukan Daddy " Tanya Edward saat sudah berada di depan kedua putri nya.


Elea dan Nora langsung mengaguk dengan cepat bahkan keduanya langsung merentang kan tangannya untuk di gendong membuat Edward tertawa .


" Daddy masih cape sayang, biarkan Daddy istirahat dulu " Iakt Nova lembut .


" Tidak papa Baby " Jawab Edward mengelus kepala kedua putrinya lalu dia menatap kedua anak laki²nya.


" Happy " Keduanya mengaguk dengan cepat " Kami baru kembali dari Empang " Jawab Ethan .


" Apa kalian menangkap banyak,Daddy sangat lapar " Ujar Edward .


"Daddy tenang saja ,kami menangkap banyak ikan " Jawab Enzi.


" Good " Jawab Edward mengusap pundak kedua anak laki-laki nya,lalu menggendong Nora dan Elea .


" Apa yang kalian makan " Tanya Edward menatap ke dua Putri nya .


" Mereka sudah menghabiskan sekarung beras hanya seminggu menginap di sini " Jawab Jeje membuat Edward tertawa lepas .


" Benarkah " Nora dan Elea langsung menyembunyikan wajahnya di leher Edward.


"Ayo masuk dulu " Ujar Nova membawa kedua putra nya masuk begitu juga Edward dan Jeje.


" Oma mana " Tanya Edward.


" Di belakang memasak bersama ibu dan nenek Nur " Jawab Nova .


" Ayah " Tanya Edward lagi .


" Mencarikan kelapa untuk istri mu yang mengidam " Edward langsung mengentikan langkahnya menatap Nova .


" Kenapa tidak meminta padaku, di jalanan banyak yang menjual " Tanya Edward .


" Pengen yang dari pohonnya " Edward menggeleng kan kepalanya lalu mendudukkan bokongnya di sofa begitu juga yang lainnya .


" Daddy cape " Edward menatap Nora lalu mengaguk .


" Kenapa tidak membawa sopir " Tanya Jeje .


" Hanya ingin sendiri saja Opa " Jawab Edward .


" Dada Daddy sakit " Tanya Nora sambil menyentuh dada Edward .


" Tidak sayang, Daddy cape menyetir tangan Daddy pegal karena terlalu lama memegang stir mobil " Jawab Edward lembut .


" Mau Nora Urut " Edward mengagguk sambil tersenyum .


" Elea juga mau " timpal Elea yang tidak mau kalah dengan adiknya .


" Mau ke mana " Tanya Edward saat melihat Nova berdiri .


" Ke dapur " Edward tidak bertanya lagi membiarkan istri nya ke dapur .


" Kata Oma ,Opa menikmati waktu liburan nya di sini " Lidah Jeje berdecak .


" Syukur kau datang saat anak² sudah kembali dari empang, jika tidak kamu akan jantungan seperti Nova dan yang lainnya " Jawab Jeje .


" Mereka seperti kerbau yang habis membajak sawah hanya mata dan gigi yang kelihatan " Lanjutnya lagi membuat Edward tertawa geli .


" Bahkan ayah mertuamu memandikan mereka dua kali hanya karena mereka masih bau lumpur " Tawa Edward semakin kencang " Mau tidak mau ibu nya Nova dan Oma mu turun tangan mengurus mereka " Lanjutnya lagi.


" Apa yang mereka lakukan di empang " Tanya Edward menatap Jeje .


" Mencebur " Jawab Jeje kesal kembali di ingatkan tentang kejadian di empang .


" Padahal kakek mereka membawa jaring biar tidak cape menangkap, tapi " Jeje menetap satu persatu cucunya " mereka memilih jalan yang membuat kepala Opa pusing Membuang diri dalam empang dan menangkap sendiri ,syukur airnya hanya sebatas dada jika tidak kamu tidak akan melihat mereka sekarang " Lanjut nya dengan kesal .


" Lalu kau pikir Opa akan membiarkan mereka berada di dalam empang sambil menjerit karena ikan di dalam empang langsung melompat di depan mereka " Jawab Jeje ketus .


" Bahkan ayah mertua mu membiarkan jaringnya begitu saja langsung masuk dalam empang hanya karena Cucu nya " Edward tidak bisa menahan lagi bahkan air matanya ke luar mendengar cerita Jeje dan itu semakin membuat Jeje kesal .


" Tertawa lah , jika ini kembali terjadi dengan senang hati Opa meninggalkan mereka di empang " Lanjutnya dengan kesal .


" Opa kenapa " Tanya Nova sambil membawa minuman dan kue untuk mereka.


" Kue " Pekik Baby Four langsung menghampiri Nova .


" Tanya saja sama suami mu " Jawab Jeje kesal ,Nova menatap ke arah Edward yang masih tertawa .


" Duduk dulu nanti Bunda bagikan ok " Baby Four langsung duduk lesehan menunggu Nova memberikan kue dan susu mereka .


" Lihatlah bahkan mereka seperti sedang mengantri sembako, lalu bagaimana dengan yang duanya " Jeje menghela napasnya panjang tapi tidak dengan Edward dia malah semakin tertawa melihat penderitaan Jeje .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Aku merindukan mu " Edward langsung memeluk Nova dengan erat menghirup aroma tubuh wanita itu ,kini keduanya sedang berada dalam kamar sedangkan baby four bersama mertua Edward dan juga Opa Omanya .


" Mandi dulu " Edward menggeleng membawa Nova ke arah sofa dan mendudukkan nya di pangkuan nya .


" Kamu tahu selama seminggu aku tidak bisa tidur dengan nyenyak karena tidak memeluk mu " Ucap Edward sambil membuka kancing baju Nova bagian depan .


" Mereka tambah besar " Ujar Edward menatap Nova sambil tersenyum .


" Mau ngapain " Tanya Nova menatap suami nya .


" Menyapa twins " Jawab Edward lalu mengeluarkan dua benda kenyal yang semakin berisi dan dan padat dari bungkusan nya .


Hap


Mulut hangat Edward langsung melahap benda kenyal itu dengan kasar mengulum ujung yang berwarna merah kecoklatan tangan satunya tidak tinggal diam memainkan yang sebelah nya meremas dengan memilin ujungnya membuat Nova menengah ke atas dengan mata terpejam.


"Da...ddyHhhhh " Nova meremas rambut belakang Edward dengan lembut .


" Aahhhh " Desah Nova dengan manja menekan kepala Edward agar mengisap seluruhnya.


Karena merasa tidak nyaman Edward mengentikan kegiatan nya membuat Nova menatap nya protes membuat Edward tersenyum dan mencium bibirnya .


CUP


Edward meminta Nova berdiri lalu membuka semua kain yang melekat di tubuh istri nya .


" Wow " Gumam Edward menatap Nova yang kini berdiri di depannya dengan polos .


" Kau membuat ku semakin gila Nova " Edward langsung menggendong Nova ala baby koala membawa wanita itu ke arah tempat tidur mereka .


" Kau akan membayar seminggu ini, dan aku tidak akan menyia-nyiakan itu " Gumam Edward merebahkan tubuh Nova dengan lembut .


Lalu dia memposisikan badannya di kedua kaki wanita itu yang sudah di tekuk .


" Buka baju " Ujar Nova sayu .


" Aku ingin puas bermain dengan mereka " Jawab Edward tersenyum miring .


" Aaahhhhh " Nova membusung kan dadanya saat merasakan jari Edward memasuki lahan nya .


" kau suka " Nova mengaguk dengan mata terpejam " Benarkah , bagaimana dengan ini " Tanya Edward menatap sinis ke arah Nova .


" AaaHhhh ....Jangan Aaahhhh " Nova menggeleng dengan cepat saat Edward terus menggegerkan kedua jarinya di bawah sana .


" Ed....Ward .... Aaahhhh "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟