
" Daddy sudah " Tegur Elvi menatap sang suami yang berada dalam kolam bersama Baby Four dan twins .
" Belum dingin Oma " Gumam Rachel bergetar menahan dinginnya .
" Ayo naik,Abi sudah mau pulang Lo " Rachel menggelengkan kepalanya membawa dirinya ke tengah kolam di ikuti Jeje .
" Anak² di bawa ke atas Pi, lihat bibir mereka sudah gemetar nanti masuk angin " Ujar Ana .
" Abang ....Kakak " Tegur Elvi ,tanpa membantah bocah laki² itu langsung naik ,Elsa dan Adara langsung mengambil kan Handuk jubah kecil milik mereka lalu menutup tubuh Enzi ,Ethan dan Richard
" Tidak Oma Ana ,kami belum dingin " Sahut Nora .
"Ayo nanti Bunda, Mama marah " Bujuk Ana lembut
" Mama di kamar ,lagi pusing " Jawab Rachel karena memang itu kenyataan nya kehamilan kali ini membuat Vika harus tetap berada di dalam kamar entahlah dia lebih nyaman berada di sana ,dan semua penghuni rumah tidak tidak keberatan asal Vika dan bayi dalam kandungan nya baik² saja .
" Ayo Nanti di marahin Daddy " Ujar Elvi lagi .
" Daddy " Pekik Elea saat melihat Edward yang menghampiri mereka , seperti nya pria itu baru pulang .
Elvi menghela napasnya panjang belum juga kering mulutnya yang di bicarakan sudah datang .
Tidak berselang lama di susul Reza ,Eric dan Raymond pastinya .
" Kenapa tidak tunggu Uncle " Ujar Eric mendekati Keponakan nya .
"Dari tadi mereka berenang tidak satu pun dari mereka yang mau naik " Aduh Adara pada sang suami .
" itu karena Daddy juga tidak mau naik " Jawab Raymond lalu mendekati Kolam .
" Ayo naik, bibir Elea sudah hitam nanti masuk angin ,kasian adeknya Nak " Ujar Edward lembut .
" Nora ...belum ...dingin ...Daddy " Jawab Nora bergetar .
" Nanti lagi berenang nya princess " Bujuk Edward lagi .
" Opa " Bentak Edward kesal .
" Dari tadi Oma minta mereka naik ,tapi Opa mu hanya diam dalam kolam " Adu Elvi kesal .
" Dad,jangan buat anak-anak sakit " Ujar Raymond .
" Dari tadi Daddy juga bujuk mereka tapi mereka tidak mau " Jawab Henry kesal .
" Kalau Daddy naik mereka juga baik " Jawab Reza .
" Lalu yang jaga mereka siapa ?? mereka ' Tunjuk nya pada penjaga " Bahkan mereka lebih jauh dari jarak Daddy " Lanjutnya ketus.
" Ayo naik, nanti bunda marah !! nanti bunda tambah pusing Sayang " Ujar Edward .
" Nova sakit Bang " Tanya Adara .
" Iya Mom " Jawab Edward .
" Ade naik " Tegur Enzi dingin .
" Tapi ....."
" Naik " Ucap Enzi sedikit meninggikan suaranya .
" Iya " Jawab Elea murung .
" Ayo dek " Ajaknya pada Nora .
" Rachel juga naik ya, nanti di hukum Abi " Rachel mengaguk lalu naik langsung di sambut Reza .
" tumben ikut pulang sama Daddy " Ujar Adara menatap Eric .
"Lagi boke ,belum gajian " Jawab Eric sekenanya tersenyum kuda pada mommy nya.
" Kamu tidak semiskin itu Ric " Tegur Alan tertawa kecil .
" Ayo masuk " Ujar Henry lalu membawa baby Four dan twins masuk .
" Daddy ... gendong " Ujar Elea bergetar .
" Daddy dari luar ,jalan sendiri ok " Elea mengagguk sambil memeluk tubuh nya yang kedinginan nya .
" Dari tadi Oma bilang sudah , nanti lagi tapi malah ngeyel " Enam anak kecil itu hanya mendengar tanpa membatah .
" Maaf oma " Jawab Rachel dan Elea lirih .
" Dari mana anak² berenang kamu biarkan saja " Tegur Reza menatap Raine yang baru turun dari tangga .
" Lihat itu anak mu yang manja " Tunjuk nya pada Della yang baru selesai mandi dan sudah rapi " Lagian aku baru ke kamar sebentar urus bayi besar mu itu " Lanjutnya kesal .
" Sudah sana ke kamar aku juga mau mandi " Raine mendengus kesal memutar kembali tubuh nya.
" jaga adik²nya " Della mengaguk lalu mengajak twins ke kamarnya di temani Elsa .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Sudah " Jawab Nova pelan.
" Masih pusing " Nova mengaguk " Aku tinggal sebentar mandi ya " Nova kembali mengaguk .
CUP
Edward langsung meninggalkan Nova sendirian,menuju kamar mandi membersihkan diri.
Sebelum nantinya menemani anak-anak nya mengerjakan tugasnya .
Tok ....tok ...
" Bunda " Nova memejamkan matanya kuat ,berusaha untuk bangun .
Tok ...tok
" Bunda ... Daddy boleh Enzi masuk " Dengan menahan rasa sakit kepalanya Nova berjalan ke arah pintu .
Ceklek
" Kenapa bang " Tanya Nova lirih .
" Bunda sakit " Nova hanya mengulum senyum " Hanya pusing ,ayo masuk " Enzi langsung masuk mengikuti Nova dari belakang .
" Maaf Bunda tinggal tidur ya, Abang tidak papa kan " Enzi mengagguk lalu naik ke atas tempat tidur .
" Mau Abang pijat kepalanya bunda " Nova menggeleng " Ade mana sayang " Tanya Nova pelan menghadap Enzi .
" Lagi pakai baju sama bibi, mommy lagi bantu Daddy Ray " Nova tidak bertanya lagi, begitu juga Enzi membiarkan Nova untuk istirahat.
Saat sedang asik duduk sendiri ,pintu kamar kembali di ketuk !! Enzi langsung turun untuk membukakan pintu .
Ceklek
" Jangan ribut Bunda lagi sakit " Ketiga manusia itu mengaguk lalu masuk dengan pelan hingga tidak menimbulkan suara .
Tidak berselang lama pintu kamar mandi pun terbuka ,dan itu membuat Edward kaget saat melihat anak²nya di kamar .
" Kenapa tidak tunggu Daddy di kamar saja " Ujar Edward lembut .
" Mau lihat keadaan Bunda " Jawab Enzi cepat .
" Daddy pakai baju dulu ,jangan ribut " Baby Four mengaguk cepat .
" Ambil bukunya kalia ,sekalian sama buku Abang " Titah Enzi menatap adik²nya .
" Kata Daddy kan kita kerjakan di kamar bang " Jawab Ethan .
" Ambil saja ,kalau bunda butuh papa gimana ?? Sedangkan Daddy menemani kita " Ucap Enzi memberikan peringatan pada adiknya .
" Ayo Bantu kakak " Elea dan Nora langsung berdiri tanpa di minta kembali .
" Adeknya mana bang " Tanya Edward yang baru ke luar dari ruangan ganti .
" Ambil buku Daddy ,di sini saja kerjakan tugasnya sambil jagain Bunda " Edward tersenyum tipis lalu mendekati tempat tidur duduk di samping sang istri .
" Baby " Panggil Edward lembut " Jangan dulu tidur ,kamu belum makan malam " Lanjutnya lagi .
" Kepala nya tambah pusing " Nova mengaguk membalikkan badannya memeluk pinggang Edward .
" Abang " Enzi langsung berjalan menuju pintu membuka lebih lebar pintu kamar orang tuanya .
" Jangan ganggu Daddy sama bunda ,nanti Daddy periksa " Titah Enzi serius .
" Ya bang " Enzi membawa ketiga adiknya ke arah sofa membuat Edward tidak bisa menahan tawanya .
" Anak² begitu perhatian padamu " Nova hanya diam saja sambil merasakan sapuan halus di kepalanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf Up nya belum terlalu lancar ,lagi temani suami cek up
Mohon doanya semoga semuanya lancar² 😚😚😘😘😘
Tapi di usahain tetap Up walau hanya se bab 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Lanjut !!
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟