One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Keraguan Nova



" Apa yang kamu lakukan hari ini " Tanya Edward duduk di samping Nova .


" Sudah mandi " Edward mengaguk " Apa yang kamu lakukan " Tanya ulang .


" Hanya ke tempat Nenek Nur " Edward masih diam " makan gorengan sama Nona El sambil cerita , terus kembali tidur siang sama El, bangunnya El membawaku ke taman belakang " Ucap Nova .


" Tidak makan siang " Tanya Edward .


" Makan tapi tempat Nenek " Jawab Nova .


" Terus Coba pakaian " Lanjutnya lagi .


" Mommy sudah memberikan pesanan mu " Nova mengaguk " Tapi langsung di antar ke laundry sama pelayan tadi " Jawab Nova .


" Kalian bikin apa ?? jangan bertengkar di dalam sana yang akur Daddy menunggu kalian " Ucap Edward tepat di depan perut Nova .


" Ayo kita ke luar mungkin di bawah sudah banyak orang " Ucap Edward membantu Nova berdiri .


" Ada yang ingin aku bicarakan " Ucap Nova terbata .


" A....pa kita perlu menikah " Tanya Nova gugup menatap Edward .


" Maksud nya tidak bisa kah kita seperti biasa saja ,aku tidak akan melarang Abang bertemu mereka ,aku janji " Edward mencoba menahan amarahnya


" Ayo kita sudah di tunggu " Ucap Edward mencoba mengabaikan ucapan Nova tapi lagi² Nova menahan nya " Apa yang kamu ragukan ' Tanya Edward .


" Semuanya " Edward menarik napas lalu di hembuskan " Salah satunya biar aku bisa jelaskan " Ucap Edward lagi .


"Keluarga mu ,maaf bukannya aku...."


" Ayo " Ucap Edward,membawa Nova ke luar dari kamarnya tidak ada lagi pembahasan hingga mereka sampai di rumahan tengah .


"Biarkan Nova tinggal di kamar bawah Bang, kasian harus pulang pergi ke atas " Ucap Adara lembut .


" Iya Mom " Jawab Edward seadanya .


Di ruangan itu hanya ada penghuni rumah utama saja dan berkumpul seperti ini sudah menjadi kebiasaan mereka .


" Giman tadi apa pakaian nya sudah pas " Tanya Elvi lembut .


" Sudah Nyonya " Jawab Nova .


" Biasakan iya " Ucap Elvi lembut dia tidak ingin memaksa Nova mungkin masih Canggung .


" Iya " Jawab nya terbata .


" Marahin saja Oma ,sejak tadi El di panggil Non ...Non terus kakak Eliza sama Nenek Nur saja baru benar panggilan nya ' Aduh El kesal .


" Nenek Nur saja panggil El Nak gitu ,kakak Nova panuan kali mulutnya kalau panggil nama El " Lanjutnya lagi .


" Memang Kaka El panuan jorok " Ucap Della berdigik ngeri menatap El .


" Mau Kaka sumbal mulut mu dengan bantal " Ucap El semakin kesal .


" Apa Ade salah bicara Ma " Riane menggeleng " Kamu benar sayang " Jawabnya bangga .


" Anak sama ibu sama saja ,sama² gila" Ucap Radhi .


"Radhi " Radhi mendengus " Selalu " Jawabnya kesal menatap suami dari adik kembarnya itu .


" Gimana apa semuanya lancar " Tanya Daddy Radit.


" Lancar Eyang ,mereka akan mengusahakan untuk datang !! Apa kita liburkan karyawan pusat " Tanya Reza menatap Daddy Radit dan Henry bergantian .


" Setengah hari saja, mungkin mereka butuh persiapan juga " Ucap Henry .


" Lalu keperluan Nova apa kalian sudah penuhi " Tanya Mommy Ellena menatap para wanita .


" Sudah Mom ,tapi kalau untuk cincin Abang yang akan beli sendiri " Jawab Elvi .


" Berarti nanti pakaian Nova di susun kamar bawah Iya Mom " Tanya Adara menatap mertuanya .


" Iya sebagian saja khusus pakaian hamilnya yang lainnya di atas saja " Ucap Elvi .


" Apa mau di rubah kamarnya Bang " Tanya Reza .


" Tanyakan pada orang nya " Jawab Edward dingin .


" Kenapa lagi " Tanya Raymond menatap putranya


" Tidak Dad ,hanya cape saja seharian kerja " Raymond menaikan alisnya sebelah " Bukannya memang kamu sering menghadapi nya " Edward menaikan bajunya .


Tanpa rasa malu dia berbaring di paha Nova membuat wanita itu kaget, begitu juga yang lain nya .


" Abang Ada Della " Tegur Henry ,menatap Edward yang membelakangi mereka .


" Della ke ruangan main sama Nany " Tanpa di minta dua kali Della langsung berlari mencari pelayan yang sering menemani nya .


" Abang " Panggil Nova lirih .


" Jangan menggangguku aku lelah, ini semua karenamu " Nova semakin gugup apa lagi Edward sudah memeluk pinggang nya dan mencium perut nya.


Tidak berselang lama Rehan,Arif dan Morgan menghampiri mereka .


" Istri kalian tidak ikut " Tanya Elvi lembut .


' Maaf Nyonya mereka lagi bergosip " Jawab Morgan jujur .


" Apa tidak ada jawaban yang lebih bagus " Dengus Raymond .


" Maaf tuan " Jawab Morgan membuat kedua sahabatnya menahan senyumnya .


" Duduklah, kalian membuat mataku sakit " Ucap Henry membuat ketiganya langsung duduk


" Iya nyonya besar " Jawab mereka bersamaan .


" Apa yang dari desa sudah kembali " Tanya Henry .


" Belum tuan, tapi sebelum pernikahan tuan muda mereka akan kembali ' Jawab Arif .


" Apa semuanya sudah di lakukan " Tanya Raymond .


" Sudah Tuan, tapi sebagian butuh persetujuan dari pihak tertentu " Ucap Arif .


Saat mereka tengah fokus Pelayan mendekati mereka membawa sesuatu .


" bawa apa " Tanya Adara lembut .


" Gado² nyonya permintaan Nona Nova " Ucap nya masih berdiri .


" Siapa yang buat " Tanya Elvi .


" Nenek Nur Nyonya " Jawabnya lagi


" Berikan padanya " Ucap Mommy Ellena .


" Makasih Bibi " Ucap Nova lembut .


" Sama² Non, kalau begitu saya pamit " Ucap pelayan menunduk kepalanya .


" Abang bangun dulu , Nova mau makan " Tegur Henry .


" Yang makan mulutnya bukan Perut nya " Jawab Edward .


" Kalau mengantuk ke kamar " Edward mendengus lalu bangun menatap tangan Nova memegang piring .


" Kamu makan sepeti orang yang tidak makan sebulan " Mendengar ucapan Edward ketiga pengawal itu langsung menunduk .


" hebm " Rehan,Morgan dan Arif langsung menegang kan duduknya memasang wajah datar sedatar mungkin .


" Abang mau ' Tawar Nova .


" El mau " Jawab El Tersenyum manis .


" Boleh Non " Tanpa menjawab lagi El langsung duduk di samping Nova menggeser tubuh Riane membuat wanita itu kesal .


" Suapin iya ' Nova hanya mengaguk " Mau telurnya juga Non ' El mengaguk " Saos kacang nya banyakin " Nova menurut lalu menyuapi El .


" Daddy buatkan adik perempuan " Ucap El di sela makannya .


" soalnya El sudah punya kakak perempuan " Lanjut nya , Raymond hanya diam saja .


" Kakak itu apa " Tanya El.


" Bayam mau " Dengan polos El mengaguk .


bugh


" Itu untuk anak²ku bukan untuk mulutmu " Ucap Edward steela6h menendang pelan kaki Adiknya .


" Tidak papa " Jawab Nova memukul pelan paha Edward .


" Timunnya kak ' Bukannya sadar El malah semakin bertingkah .


" Bawakan minum untuk mereka Bi " Ucap Elvi pada pelayan .


" Iya Nyonya "


" Aunty bisa rasa tidak " Semua orang menatap Raine .


" Enak Pa " Ucap Raine saat Reza menatap nya .


" Mama semuanya enak, biar racun bilang enak " Cibir Rangga .


" Boleh Non " Jawab Nova tapi belum juga Riane mendekat Edward sudah berdiri menghalangi nya .


" Kalau anak Edward kelaparan minta makanan yang sama apa aunty bisa masak, sedangkan masak nasi saja Aunty tidak bisa " Ucap Edward dingin .


" Anak ini kalau ngomong mulutnya tidak bisa di saring " Ucap Riane kembali duduk .


" Lagian untuk apa kamu ikutan ,apa Reza sudah tidak mampu membelikan bubur coklat itu " Ucap Rifat menatap piring Nova


" Bahkan kekayaan kakak Reza lebih banyak dari kakak " Cibir Raine kesal .


" Maaf kita beda level , aku berdiri sendiri " Lidah Raine berdecak .


" Ngaca ,di belakang nama kakak ada nama Opa jadi jangan terlalu sombong , Daddy juga membantu kakak bukan " Talak Raine kesal .


" Tapi kakak dari Nol " Bela Rifat .


" Nol dari mana ,gedung saja Opa yang belikan " Cibir Riane menahan sinis Kakak keduanya,membuat Rif'at semakin kesal .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰😘😘😘😘


Like


Koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟