
" Apa yang kamu lakukan hari ini " Tanya Edward duduk di samping Nova .
" Sudah mandi " Edward mengaguk " Apa yang kamu lakukan " Tanya ulang .
" Hanya ke tempat Nenek Nur " Edward masih diam " makan gorengan sama Nona El sambil cerita , terus kembali tidur siang sama El, bangunnya El membawaku ke taman belakang " Ucap Nova .
" Tidak makan siang " Tanya Edward .
" Makan tapi tempat Nenek " Jawab Nova .
" Terus Coba pakaian " Lanjutnya lagi .
" Mommy sudah memberikan pesanan mu " Nova mengaguk " Tapi langsung di antar ke laundry sama pelayan tadi " Jawab Nova .
" Kalian bikin apa ?? jangan bertengkar di dalam sana yang akur Daddy menunggu kalian " Ucap Edward tepat di depan perut Nova .
" Ayo kita ke luar mungkin di bawah sudah banyak orang " Ucap Edward membantu Nova berdiri .
" Ada yang ingin aku bicarakan " Ucap Nova terbata .
" A....pa kita perlu menikah " Tanya Nova gugup menatap Edward .
" Maksud nya tidak bisa kah kita seperti biasa saja ,aku tidak akan melarang Abang bertemu mereka ,aku janji " Edward mencoba menahan amarahnya
" Ayo kita sudah di tunggu " Ucap Edward mencoba mengabaikan ucapan Nova tapi lagi² Nova menahan nya " Apa yang kamu ragukan ' Tanya Edward .
" Semuanya " Edward menarik napas lalu di hembuskan " Salah satunya biar aku bisa jelaskan " Ucap Edward lagi .
"Keluarga mu ,maaf bukannya aku...."
" Ayo " Ucap Edward,membawa Nova ke luar dari kamarnya tidak ada lagi pembahasan hingga mereka sampai di rumahan tengah .
"Biarkan Nova tinggal di kamar bawah Bang, kasian harus pulang pergi ke atas " Ucap Adara lembut .
" Iya Mom " Jawab Edward seadanya .
Di ruangan itu hanya ada penghuni rumah utama saja dan berkumpul seperti ini sudah menjadi kebiasaan mereka .
" Giman tadi apa pakaian nya sudah pas " Tanya Elvi lembut .
" Sudah Nyonya " Jawab Nova .
" Biasakan iya " Ucap Elvi lembut dia tidak ingin memaksa Nova mungkin masih Canggung .
" Iya " Jawab nya terbata .
" Marahin saja Oma ,sejak tadi El di panggil Non ...Non terus kakak Eliza sama Nenek Nur saja baru benar panggilan nya ' Aduh El kesal .
" Nenek Nur saja panggil El Nak gitu ,kakak Nova panuan kali mulutnya kalau panggil nama El " Lanjutnya lagi .
" Memang Kaka El panuan jorok " Ucap Della berdigik ngeri menatap El .
" Mau Kaka sumbal mulut mu dengan bantal " Ucap El semakin kesal .
" Apa Ade salah bicara Ma " Riane menggeleng " Kamu benar sayang " Jawabnya bangga .
" Anak sama ibu sama saja ,sama² gila" Ucap Radhi .
"Radhi " Radhi mendengus " Selalu " Jawabnya kesal menatap suami dari adik kembarnya itu .
" Gimana apa semuanya lancar " Tanya Daddy Radit.
" Lancar Eyang ,mereka akan mengusahakan untuk datang !! Apa kita liburkan karyawan pusat " Tanya Reza menatap Daddy Radit dan Henry bergantian .
" Setengah hari saja, mungkin mereka butuh persiapan juga " Ucap Henry .
" Lalu keperluan Nova apa kalian sudah penuhi " Tanya Mommy Ellena menatap para wanita .
" Sudah Mom ,tapi kalau untuk cincin Abang yang akan beli sendiri " Jawab Elvi .
" Berarti nanti pakaian Nova di susun kamar bawah Iya Mom " Tanya Adara menatap mertuanya .
" Iya sebagian saja khusus pakaian hamilnya yang lainnya di atas saja " Ucap Elvi .
" Apa mau di rubah kamarnya Bang " Tanya Reza .
" Tanyakan pada orang nya " Jawab Edward dingin .
" Kenapa lagi " Tanya Raymond menatap putranya
" Tidak Dad ,hanya cape saja seharian kerja " Raymond menaikan alisnya sebelah " Bukannya memang kamu sering menghadapi nya " Edward menaikan bajunya .
Tanpa rasa malu dia berbaring di paha Nova membuat wanita itu kaget, begitu juga yang lain nya .
" Abang Ada Della " Tegur Henry ,menatap Edward yang membelakangi mereka .
" Della ke ruangan main sama Nany " Tanpa di minta dua kali Della langsung berlari mencari pelayan yang sering menemani nya .
" Abang " Panggil Nova lirih .
" Jangan menggangguku aku lelah, ini semua karenamu " Nova semakin gugup apa lagi Edward sudah memeluk pinggang nya dan mencium perut nya.
Tidak berselang lama Rehan,Arif dan Morgan menghampiri mereka .
" Istri kalian tidak ikut " Tanya Elvi lembut .
' Maaf Nyonya mereka lagi bergosip " Jawab Morgan jujur .
" Apa tidak ada jawaban yang lebih bagus " Dengus Raymond .
" Maaf tuan " Jawab Morgan membuat kedua sahabatnya menahan senyumnya .
" Duduklah, kalian membuat mataku sakit " Ucap Henry membuat ketiganya langsung duduk
" Iya nyonya besar " Jawab mereka bersamaan .
" Apa yang dari desa sudah kembali " Tanya Henry .
" Belum tuan, tapi sebelum pernikahan tuan muda mereka akan kembali ' Jawab Arif .
" Apa semuanya sudah di lakukan " Tanya Raymond .
" Sudah Tuan, tapi sebagian butuh persetujuan dari pihak tertentu " Ucap Arif .
Saat mereka tengah fokus Pelayan mendekati mereka membawa sesuatu .
" bawa apa " Tanya Adara lembut .
" Gado² nyonya permintaan Nona Nova " Ucap nya masih berdiri .
" Siapa yang buat " Tanya Elvi .
" Nenek Nur Nyonya " Jawabnya lagi
" Berikan padanya " Ucap Mommy Ellena .
" Makasih Bibi " Ucap Nova lembut .
" Sama² Non, kalau begitu saya pamit " Ucap pelayan menunduk kepalanya .
" Abang bangun dulu , Nova mau makan " Tegur Henry .
" Yang makan mulutnya bukan Perut nya " Jawab Edward .
" Kalau mengantuk ke kamar " Edward mendengus lalu bangun menatap tangan Nova memegang piring .
" Kamu makan sepeti orang yang tidak makan sebulan " Mendengar ucapan Edward ketiga pengawal itu langsung menunduk .
" hebm " Rehan,Morgan dan Arif langsung menegang kan duduknya memasang wajah datar sedatar mungkin .
" Abang mau ' Tawar Nova .
" El mau " Jawab El Tersenyum manis .
" Boleh Non " Tanpa menjawab lagi El langsung duduk di samping Nova menggeser tubuh Riane membuat wanita itu kesal .
" Suapin iya ' Nova hanya mengaguk " Mau telurnya juga Non ' El mengaguk " Saos kacang nya banyakin " Nova menurut lalu menyuapi El .
" Daddy buatkan adik perempuan " Ucap El di sela makannya .
" soalnya El sudah punya kakak perempuan " Lanjut nya , Raymond hanya diam saja .
" Kakak itu apa " Tanya El.
" Bayam mau " Dengan polos El mengaguk .
bugh
" Itu untuk anak²ku bukan untuk mulutmu " Ucap Edward steela6h menendang pelan kaki Adiknya .
" Tidak papa " Jawab Nova memukul pelan paha Edward .
" Timunnya kak ' Bukannya sadar El malah semakin bertingkah .
" Bawakan minum untuk mereka Bi " Ucap Elvi pada pelayan .
" Iya Nyonya "
" Aunty bisa rasa tidak " Semua orang menatap Raine .
" Enak Pa " Ucap Raine saat Reza menatap nya .
" Mama semuanya enak, biar racun bilang enak " Cibir Rangga .
" Boleh Non " Jawab Nova tapi belum juga Riane mendekat Edward sudah berdiri menghalangi nya .
" Kalau anak Edward kelaparan minta makanan yang sama apa aunty bisa masak, sedangkan masak nasi saja Aunty tidak bisa " Ucap Edward dingin .
" Anak ini kalau ngomong mulutnya tidak bisa di saring " Ucap Riane kembali duduk .
" Lagian untuk apa kamu ikutan ,apa Reza sudah tidak mampu membelikan bubur coklat itu " Ucap Rifat menatap piring Nova
" Bahkan kekayaan kakak Reza lebih banyak dari kakak " Cibir Raine kesal .
" Maaf kita beda level , aku berdiri sendiri " Lidah Raine berdecak .
" Ngaca ,di belakang nama kakak ada nama Opa jadi jangan terlalu sombong , Daddy juga membantu kakak bukan " Talak Raine kesal .
" Tapi kakak dari Nol " Bela Rifat .
" Nol dari mana ,gedung saja Opa yang belikan " Cibir Riane menahan sinis Kakak keduanya,membuat Rif'at semakin kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰😘😘😘😘
Like
Koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟