
Sepulang dari kantor Edward menempatkan diri ke rumah sakit sekalipun badannya terasa lelah tapi dia sangat merindukan istri nya padahal baru dua hari wanita itu di rawat .
Ceklek
" Sore baby " Nova menatap ke arah pintu bibirnya tertarik ke atas saat melihat suaminya masuk " Kangen " Edward tertawa kecil lalu memeluk Nova dan mencium keningnya .
" Di sini ada Opa " Edward menatap Henry tersenyum .
" Maaf Opa " Ujar Edward.
" Mau pulang bosan !! Aku kangen anak² " Edward mengaguk saja .
" Kalau sudah di bolehkan ok " Jawab Edward lembut .
" Aku sudah baik² saja bang, aku kangen anak² apa lagi Nora " Rengek Nova .
" Aku tahu tapi kalau kamu pulang sebelum dokter mengizinkan nanti kamu sakit lagi baby, Anak² baik² saja di rumah begitu juga Nora dia paham kalau Bunda nya lagi sakit " Ujar Edward lembut .
" Aku janji tidak akan melakukan pekerjaan yang berat atau menggendong anak² aku hanya duduk diam melihat mereka ,janji " Kekeh Nova sambil menatap Edward .
Edward menghela napas panjang " Aku tidak melarang mu menggendong mereka tapi untuk sementara fokus dulu sama pemulihanmu baby ,kamu dengarkan kata Uncle pasca operasi itu membutuhkan waktu dua bulan baru bisa melakukan aktivitas tapi kamu bagaimana ?? Apa kamu tidak tahu berapa berat anak² mu bahkan aku melihat setiap hari badan mereka semakin berisi " Ujar Edward .
" Please ,Aku bosan Bang !! Janji aku nurut " Nova masih terus membujuk sang suami dan ini senjata terakhir nya memasang wajah² orang tertindas . .
" Baby ....."
" Biarkan dia kembali, kata Uncle dia sudah mendingan asal jangan lagi melakukan hal yang sama " Potong Henry sebelum Edward melanjutkan ucapannya .
" Tapi Opa bagiamana nanti kalau dia sakit lagi, Edward tidak mau kejadian seperti kemarin terulang lagi " Ujar Edward menatap Henry .
" Jika terjadi berarti itu pilihan nya, karena tadi dia dengar sendiri penjelasan Uncle mu jika kembali di rawat lagi mungkin dia akan tinggal di sini selamanya " Jawab Henry tenang .
"Jika nanti kamu kembali lagi ke sini, kamu bukan hanya tinggal di sini tapi aku akan membuang mu ke rumah sakit jiwa " Ucap Edward kesal menatap Nova .
" Aku janji " Jawab Nova dengan anggukan kepala .
" Opa ke ruangan Eyang dulu ,setelah ini kita kembali ke rumah " Ujar Henry .
"Iya Opa ,aku hubungi Uncle dulu nanti kalau selesai kami ke sana " Henry hanya mengaguk lalu ke luar dari ruangan Nova .
" Nora baik² saja kan bang " Edward mengagguk " Dia baik² saja " Jawab Edward .
" Apa dia mau minum Sufor " Edward kembali mengaguk " Aunty Amanda terus memberikan hingga akhirnya dia mau ,kalau tidak begitu mungkin dia juga akan berada di sini " Ujar Edward lembut .
" Maaf sudah membuat anak² kesusahan " Jawab Nova menundukkan kepalanya " Tidak papa " Jawab Edward mengelus kepala Nova .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah di izinkan kembali akhirnya Nova bisa bernapas dengan lega kini dia sudah kembali ke rumah sekalipun nantinya dia tidak akan melakukan papa pun setidaknya dia bisa dekat dengan anak²nya .
Jujur hal yang selalu membuatnya pikiran adalah keadaan anak² nya apa lagi sebelum nya mereka sangat rewel belum lagi,lalu Nora itu lah hal yang membuat Nova tidak tenang .
Tapi bukan berarti yang lainnya tidak tapi keadaan Nora dan ketiga anaknya jauh lebih baik di banding anak bungsunya itu.
"Bunda " Panggil Adara ,Amanda, Elvi dan Elsa saat melihat Nova turun dari mobil .
" Bunda mandi dulu ok " Ujar Edward lembut .
" Jose sama Davin sudah pergi " Tanya Jeje
" Sudah Pi " Jawab Ana
" Opa tidak pulang " Tanya Reza .
" Tidak, besok baru kembali " Jawab Henry .
"Masuk ,ini malam kenapa anak² di bawah ke luar " Ujar Henry .
" Kami pakai jaket Opa " Jawa Raine .
"ada saja alasannya " Jawab Henry menggeleng
Sesampainya di kamar Edward membantu Nova melepaskan pakaiannya begitu juga dengan nya ,lalu ke duanya masuk dalam kamar mandi membersihkan diri .
10 menit kemudian mereka telah selesai dengan urusan di dalam, degan sigap Edward menggendong Nova ,dan wanita itu pun tidak menolak karena jika itu terjadi bisa saja Edward akan mengembalikannya ke rumah sakit .
Kini mereka sudah ke luar dari kamar menuju lantai bawah karena Nova sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Anak² .
" Pelan² " Nova mengaguk karena saat ini dia tidak memakai kursi roda .
" Kursinya mana bang, koh lewat tangga " Tegur Elsa .
" Di kamar Oma, tidak papa pelan² saja tadi " Jawab Edward mendudukkan Nova terlebih dulu.
" Jangan di gendong iya " Nova mengaguk lalu mencium Nora " Tidak rewel kan ?? Maaf bunda tinggalnya terlalu lama " Ujar Nova lembut .
" Tadi Nora ngapain Hm ?? Cengeng tidak " Tanya Nova lagi .
" Cengeng Bunda ,tadi Kaka El pulang dari rumah sakit Nora nangis tidak mau minum Susu " Aduh El pada Nova ,membuat wanita itu tersenyum .
" Kenapa tidak mau minum ,nanti Nora sakit Lo " Jawab Nora seolah memarahi sang anak membuat bayi kecil itu menangis karena di salah kan.
" Bunda hanya bercanda princess " Ujar Edward lembut tapi belum menghentikan tangisan Nora .
" Sama Daddy Ray,Mau " Raymond mengambil Nora lalu membawa bayi mungil itu berjalan² dalam ruangan itu membuat tangisan nya berhenti .
" Apa mereka sudah bisa Asi Aunty " Tanya Nova pada Amanda .
" Besok dulu baru Pompa untuk sementara biarkan Abang yang membantu " Jawab Amanda tersenyum pada Edward .
" Dengan senang hati " Jawab Edward cepat.
" Apa Abang tidak puas ,dari kecil sampai sekarang " Tanya Jeje menggeleng .
" Abang kira jelas ,jadi tidak perlu Abang jelaskan " Nova memukul pelan lengan Edward " ada El sama Rangga " Ujar Nova .
" Kenapa dengan mereka " Tanya Edward menatap Nova .
" Jangan bicara asal " Jawab Nova .
" CK " Lidah Edward berdecak .
" Maaf Tuan ...nyonya "
" Iya " Jawab Henry .
" Di luar ada tuan Iqbal " Ujar kepala pelayan .
" Kakak iqbal sudah datang " Pekik El lalu menatap jam yang melingkar di lengannya " Suruh masuk Pak, El mau siap² "Lanjutnya lalu berlari ke atas .
" Sejak tadi kenapa belum siap El , kebiasaan suka buat orang menunggu " Teriak Adara kesal .
" Sorry mom " Jawabnya di sela langkahnya menaiki tangga .
" Permisi Tuan nyonya " Pamit kepala pelayan .
" Jangan berteriak anak² kaget " Tegur Henry .
" Maaf Dad " Jawab Adara .
" Kalau begitu Rangga pamit " Ujar Rangga .
" Hati² kak, jangan pulang larut " Ujar Reza .
" Iya Pa " Jawab Rangga lalu mencium Elea di gendongan Riane hingga membuat bayi mungil itu terbangun .
" Kau ingin mati " Bentak Edward menatap tajam Rangga .
" Duduk Nak ,El lagi siap² " Ujar Elvi saat melihat Iqbal .
" Tidak papa nyonya ,maaf sudah mengganggu waktu malamnya " Jawab Iqbal lalu duduk di sofa .
" Lain kali sebelum ke sini hubungi memang ,biar kamu tidak menunggu lama " Ujar Raine .
" Iya Non " Jawab Iqbal tersenyum .
" Gemas bang " Jawab Rangga lalu kembali mencium Elea baru Della .
" Rangga " Geram Edward " Tidak papa Bang " Jawabnya tenang lalu pergi meninggalkan mereka .
" Buat sendiri kamu sudah punya calon " Ujar Edward yang masih bisa di dengar Rangga .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
Vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟🌟