One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Menyusul



" Abang jadi ke sananya besok pagi " Tanya Adara menatap putra sulung nya itu .


" Ya Mom " Jawab Edward .


Seminggu sudah Nova dan anak²nya berada di kampung mengunjungi kakek dan neneknya di temani Opa Jeje dan Oma Ana .


Karena itu syarat dari Edward harus ada yang menemani mereka ,dan Nova tidak keberatan dengan hal itu karena dia tidak ingin suami nya khawatir hingga membuat pekerjaan nya terbengkalai begitu saja .


" Cepat kembali Mommy sudah merindukan anak² " Edward mengaguk " Minggu kami kembali "Jawab Edward.


" Mereka begitu senang menemani Nenek nya berkebun bahkan Enzi dan Ethan begitu antusias " Edward menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman .


" Karena itu pekerjaan mereka selama 4 bulan,sebelum mereka pindah ke sini " Ujar Edward .


" Oma mu terus melapor , katanya Opa Jeje pusing dengan tingkah mereka yang terus berlari di kebun hingga membuat Nenek Nur berteriak karena mencabut tanaman dengan asal apa lagi Elea dan Nora selalu membuat Nenek Nur pasrah,tapi karena tidak berani memarahi mereka lebih tepatnya tidak tega " Ujar Elvi tertawa kecil .


" Apa Mommy buat kebun di belakang " Tanya Adara menatap peserta yang ada di meja makan itu .


" Jangan "


" Setuju "


Pekik mereka bersamaan dengan pendapat yang berbeda-beda .


" Jangan membuat masalah Adara , belum lagi ketiga kecebong yang masih berada di perut mereka " Ujar Henry menatap Vika yang hamil juga " Membayangkan saja membuat Daddy pusing " Lanjut nya lagi .


" Kan nanti berkebun nya sama kami Dad ,ada mommy, Ibu , mami , Vania ,Riane masih banyak lagi " Mendengar namanya Riane langsung meringis .


" Aku tidak ikutan " Ujar Raine .


" Lalu yang mengurus twins siapa kalau bukan kamu " jawab Adara ,Raine langsung menatap ke dua Cucunya yang masih sibuk dengan makanan mereka " Mereka tidak mungkin hanya diam jika melihat baby four " Riane semakin meringis mendengar ucapan Adara .


" Besok ibu minta penjaga sama tukang kebun membersihkan tanah kosong yang dulu di jadikan nenek nur berkebun " Ujar Elsa ,para pria hanya mendengus saja percuma mereka mengeluarkan pendapat karena tidak akan ada arti nya jika sudah di hadapan para wanita terutama para tetua di rumah besar itu .


" Tidak sekalian pelayan kamu suruh " Cibir Alan kesal .


" Kalau kurang Ibu akan meminta mereka juga " Daddy Radit tertawa kecil melihat wajah anak dan cucunya nya yang merasa terbebani .


Karena pada akhirnya nanti mereka pun akan turun tangan mengurus tamanan sialan itu .


" Terserah " Jawab Alan kesal .


"Apa mommy kurang kerjaan ??" Tanya Eric kesal .


" Makanya menikah ,biar mommy punya pekerjaan " Jawab Adara tenang .


" Apa kaitan nya menikah sama tanaman " Dengus Eric kesal .


" Kaitannya sama² di urus jika nantinya kamu punya anak " Eric memutar bola matanya jengah dia memilih diam dari pada terus berlanjut dan membuatnya pusing sendiri .


" Syukur aku sudah melewati masa orientasi " Ujar Randy tertawa kecil .


" Diamlah " Jawab Eric dan Bara membuat Randy semakin tertawa .


" Aku bersumpah Diandra akan meninggalkan mu " Ujar Bara kesal .


" Tidak akan mungkin " Jawab Randy percaya diri sambil tersenyum mengejek menatap Bara .


" Ingat status kalian masih tunangan,yang menikah saja bisa berbelok apalagi kalian " Balas Bara mengejek membuat Randy terdiam lalu dia menatap Reza .


" Papa katakan sama Uncle Arif ,Randy mau menikah besok " Ujar Randy memohon .


" Jangan aneh-aneh ya Mas ,ini juga sementara di urus kan sudah ada kesepakatan setelah peringatan Eyang " Ujar Riane menatap tajam Randy .


"Nanti Diandra berubah pikiran Ma " Rengek Randy .


"Randy " Tegur Rangga membuat Randy terdiam menatap kesal ke arah Rangga .


" Yang berubah pikiran itu bukan Diandra tapi kamu , kalaupun dia yang berubah banyak hal yang harus dia pertimbangkan termaksud nyawa nya sendiri " Uang Edward serius .


" Ah iya ,kenapa aku bodoh sekali " Gumam Randy membuat Eric dan Bara tertawa .


" Selesaikan makan kalian " Ujar Daddy Radit membuat ketiga pemuda itu langsung terdiam .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Edward merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur nya, seminggu sudah Nova dan baby four meninggalkannya selama itu juga dia tidur sendirian .


Setiap malam Edward hanya bisa terdiam di atas tempat tidur karena tidak bisa tidur dengan nyenyak tanpa memeluk sang istri .


Tapi dia juga tidak bisa egois dan melarang Nova untuk bertemu orang tua nya, itupun Nova meminta hanya sesekali bahkan selama mereka menikah masih terhitung dengan jari Nova meminta izin pulang ke kampung halamannya .


Dan ini pertama kalinya Edward di tinggal sendirian karena biasanya dia selalu menemani Nova sekalipun sibuk tapi berbeda dengan sekarang karena memang dia sangat sibuk .


Mencari kotak nomor istri nya, dia begitu merindukan wanita itu padahal setiap menit nya mereka saling bertukar pesan .


Panggilan Kedua panggilan video itu sudah terhubung ,Edward tersenyum lebar saat melihat wajah lebar Nora .


" Daddy " Pekik Nora kegirangan .


" Hallo princess " Sapa Edward lembut .


" Nora kangen sama Daddy,Kapan Daddy ke sini kata Bunda Daddy mau ke sini " Rengek Nora dengan manja .


" Elea juga kangen Daddy " Edward tertawa melihat kedua putri nya berebut berbicara dengan nya .


" Bunda mana sayang " Nora mengarahkan kamera ponselnya memperlihatkan Nova yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil mengelus perutnya .


" Daddy ... Daddy tadi kami ke pasar bersama Nenek Nur jualan " Aduh Nora ,kini kameranya sudah memperlihatkan wajahnnya dan Elea .


" Benar kah ?? Apa jualannya habis " Jawa Edward tersenyum .


" Habis " Jawab Elea " Tadi Nenek sama Oma juga ikut ,Nenek beli cumi yang besar Dad " Timpal Elea .


" Gurita Sayang " Koreksi Nova menggeleng .


" Cumi Besar Bunda " Jawab Elea yang tidak mau di salah kan .


" Itu namanya Gurita ,bukan cumi " Timpal Enzi .


" Kata Kakek cumi besar " Jawab Elea kesal .


" Karena kakek tidak ingin kamu menangis makanya dia mengalah " Jawab Ethan .


" Kakek ...Hiks ....Hiks ...Hiks ...." Edward mengulum senyumnya saat melihat Elea sudah menangis .


" Iya Cumi besar sayang ,jangan nangis Ok " Elea mengaguk sambil menghapus air matanya .


" Bisa berikan Sama bunda ponsel nya " Nora langsung berlari kearah Nova lalu memberikan ponsel nya


" Happy " Nova mengaguk tersenyum " Jam berapa ke sini , kangen " Jawab Nova lembut .


"Setelah sarapan , Twins baik² saja kan " Tanya Edward .


" Sangat baik " Jawab Nova tersenyum .


" Kamu butuh sesuatu biar nanti aku bawakan " Tanya Edward .


" Tidak usah Dad ,di sini sudah lebih dari cukup bahkan tiap menit mulut kami selalu bergerak apa lagi anak² mereka tidak pernah berhenti meminta makanan sama Oma " Ujar Nova tertawa kecil .


" Karena di sini mereka tidak pernah melihat apa yang ada di situ ,makanya setiap pulang mereka begitu senang " Jawab Edward .


" Besok mereka mau ikut bapak ke Empang tangkap ikan " Ujar Nova .


" Iya ,katakan sama Opa untuk menjaga mereka " Ujar Edward .


" Daddy minta di masakan apa besok " Tanya Nova lembut .


" Apa pun baby, Aku pasti makan " jawab Edward .


" Enzi sama Ethan mana ??" Nova mengarah kan ponselnya memperlihatkan enzi dan Ethan yang berbaring di atas karpet bulu sambil menatap layar tipis yang ada di depan mereka .


" Istirahatlah ,sudah jam 10 " Ujar Edward .


" Iya Dad " Jawab Nova.


" I love you baby " Ucap Edward lembut .


" Love you too Daddy, hati² di jalan kami menunggu Daddy " Edward mengaguk tersenyum lalu mematikan ponselnya .


" Saatnya kita tidur, perjalanan kita jauh " Gumam Edward mematikan lampu utama hingga hanya ada lampu tidur saja .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘