
" Gimana ayah ,apa ayah bisa membuatku dan Edward bersatu " Tanya Bianca saat melihat Hadi masuk dalam ruangan nya .
" Ayah gimana " Tanya Bianca lagi ,dia sudah tidak sabar mendengar jawaban sang ayah .
" Apa ayah ...."
" Apa kamu tidak bisa diam Hah " Bentak Hadi emosi membuat Bianca terdiam .
" Ayah " Bentak sang istri lalu memeluk Bianca .
" Urus anakmu yang selalu menyusahkan itu, aku baru datang tapi Dia sudah membuat ku muak " Ucap Hadi emosi .
" Dia juga anakmu bukan hanya anakku " Ucap sang istri emosi .
"Kamu tahu apa yang di buatnya ,dia membuatku malu di depan tuan Raymond dan asisten nya ,dia mengarang cerita seolah anaknya yang salah tapi itu hanya akalannya saja " Bianca menelan ludahnya kasar melihat ke marahan ayahnya .
Sekalipun ini bukan yang pertama kalinya tapi dia selalu takut karena apa pun itu dia akan menerima akibatnya dari sang ayah sekalipun bukan kesalahan nya .
" Sayang apa benar " Bianca hanya terduduk takut " Jika sampai perusahaan ayah bermasalah hanya karena anak sialan seperti mu ,ayah akan memukulmu sampai mati " Ucap Hadi lalu ke luar dari ruangan itu .
BRAK .
Hadi mengusap wajahnya kasar emosinya yang sejak tadi dia tahan karena ancaman Reza Tidak mereda begitu saja .
Dia bukan takut istri nya tahu tapi popularitas nya pasti akan hancur sekalipun dia tidak terlalu terkenal tapi dia tidak ingin jatuh miskin .
Maka nya dia akan mencari cara agar Bianca dan Edward bisa bertunangan nantinya agar bisa mengangkat perusahaan nya .
Setelah itu dia tidak akan bersusah payah lagi memohon pada penjilat itu.
Sedangkan dalam ruangan Ica menenangkan Bianca yang menangis sejak ayah nya keluar ..
" Maaf Bu " Ica hanya terdiam sambil mengelus punggungku Bianca " Tenang lah, ibu akan membantumu " Bianca menatap sang ibu .
" Ibu serius " Ica mengaguk " Ibu akan bertemu dengan ibunya " Bianca langsung menghapus air matanya .
" Ibu janji " Tanya Bianca serius.
" Janji !! Jadi cepatlah sembuh biar secepatnya ibu menemui calon ibu mertua mu " Bianca mengaguk cepat dan memeluk Ica .
" Terimakasih ibu " Ucap Bianca sambil tersenyum .
Kita lihat sampai di mana kamu menghindari ku sayang ,jika aku tidak bisa mendapatkan mu setidaknya aku bisa mendapatkan perhatiannya nyonya Adara Bianca Tersenyum seringai dia sudah memikirkan apa yang akan dia lakukan nantinya .
Agar bisa mendapatkan simpati dari wanita yang di katakan lembut dan berhati malaikat itu .
" Sekarang kamu istirahat iya " Bianca mengaguk lalu melepaskan pelukannya .
" Ibu pulang ke rumah dulu ,kamu tidak papa kan di temani perawat " Tanya Ica.
" Iya Bu, lagian Ica sudah lebih baik " Ucap Bianca .
" Baiklah ibu pulang dulu ,nanti ibu minta perawat menemani mu " Ucap Ica.
Karena dia sejak semalam berada di rumah sakit menemani sang putri jadi pagi ini dia memutuskan untuk kembali ke rumah membersihkan diri sebelum nantinya kembali lagi menemani Bianca karena kata dokter sore Bianca boleh pulang jika keadaan nya semakin membaik .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Ric " Merasa di panggil Eric pun langsung membalikan badannya
Kini mereka sedang duduk di kantin menikmati makan siang bersama seperti biasanya .
" Kenapa " Tanya Eric menatap orang yang kini berada di samping nya sambil berdiri .
" Bi-sa minta tolong " Eric menaikan alisnya bingung .
Sedangkan Aira sudah meremas tangan nya apa lagi kini semua orang menatap nya .
Merasa Aira tidak nyaman dengan keadaan sekarang Eric berdiri lalu membawa Aira ke luar dari kantin itu .
" Aku mencium aroma² yang tidak baik " Celetuk Erland .
" Habiskan makanmu jangan berisik " Ucap Daffi, Erland menatap kesal ke arah Daffi yang sayang nya kakak sepupunya .
Sedangkan di Taman sekolah Aira menatap sekeliling nya membuat Eric bingung .
" Bisa minta tolong " Ucap Aira Gugup sebenarnya dia juga memiliki perasaan sama dengan Eric hanya dia takut dengan wanita yang terang²an menunjukkan rasa cintanya pada Eric .
" Iya katakan saja ,kenapa dari tadi kamu menatap sana sini apa kamu mencuri sesuatu " Aira menggeleng cepat " bukan itu " Jawabnya .
" Lalu apa " Tanya Eric .
" Aku takut , nanti Naila melihat ku sedang bersama " Eric semakin di buat bingung " Terus hubungan dengannya apa "
" Dia menyukaimu " Eric berdecak saja " Cepat kamu mau minta tolong apa " Ucap Eric kesal .
" Bisa Temanin aku tidak " Aira menatap Eric yang juga menatapnya " Tapi jika kamu sibuk tidak ...."
" Katakan saja ,jangan membuang waktuku " Ucap Eric kesal karena sejak tadi Aira selalu mengulur waktu .
" Temani ke acara ulang tahun temanku dan aku tidak ingin datang sendirian karena ..... "
" Aku paham ,jam berapa " Potong Eric cepat .
" jam 8 " Ucap Aira .
" Aku akan menjemput mu , Sekarang kembali ke ruangan kelas mu " Ucap Eric .
" Makasih ,maaf sudah merepotkan mu soalnya aku bingung mau ....." Ucapan Aira berhenti begitu saja saat Eric meninggalkan nya saat dia belum selesai bicara .
" Seperti nya aku salah meminta bantuan padanya " Gumam Aira sendu.
Sedangkan Eric hanya tersenyum tipis satu langkah lebih dekat lagi, dia kembali ke kantin karena dia belum menyentuh makanan nya sedikit pun .
" Apa dia menerima mu sebagai pacarnya " Tanya Erland saat melihat Eric duduk di depannya .
" Tidak " Jawabnya singkat .
" Lalu " Tanya Qiandra penasaran .
" Kepo " Jawabnya lalu melanjutkan makannya yang sempat tertunda .
" Kakak nanti temani Eric iya ke butik bunda " El menatap sang adik .
" Untuk " Tanya El .
" Nanti kakak akan tahu " Jawabnya tanpa menatap El .
"Kamu tidak meminta bantuan ku " Protes Erland
" Kali ini aku meminta bantuan kakak El ,nanti setelah itu aku akan memakai mu lagi " Ucap Eric tenang .
" Aku tidak mau "Jawab Erland kesal .
" Selesaikan makan mu nanti dingin " Tegur Edward pada sang bungsu .
" Iya bang " Jawab Erland lirih .
" Adek " Randy menatap Rangga " Kenapa tidak enak " Randy menggeleng .
" Mau makan yang lain " Randy menggeleng lagi membuat Rangga menarik napas panjang .
" Habiskan makan mu ,nanti Mama marah kalau dia tahu kamu Tidak makan siang " Randy hanya mengaguk saja .
Edward Tersenyum tipis melihat adik² nya seketika ingatan nya kembali pada wanita yang kini berada di Paris .
Ah ingin sekali dia menemani wanita itu dan memeluk nya dengan erat hingga berkahir di dalam kamar seperti terakhir mereka bertemu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟