
Saat sampai di Paris Edward tidak ingin membuang waktu lagi karena dia hanya untuk sebentar sebelum nantinya kembali pada aktivitas nya yaitu bersekolah .
Kini mobil yang membawanya sudah menuju apartemen dan waktu di sana dia berganti siang hari .Edward ingin menghubungi Raymond tapi sepertinya di sana masih larut malam karena perbedaan waktu .
Sungguh melelahkan tapi dia ingin memastikan Sendiri keadaanya tanpa harus mendengar kan laporan anak buah yang di minta untuk menjaganya .
Mobil berhenti di loby apartemen lalu Edward keluar sedangkan Arif memilih pergi dan tidak ingin mengganggu waktu Edward dan Wanita nya .
Sesampainya di depan pintu apartemen Edward langsung memasukan kode dan membuka pintu apartemen dan menutup nya kembali .
Langkahnya terhenti saat melihat seseorang sudah berdiri di depannya lalu dia menatap kening nya .
Tanpa berkata dia mendekati nya lalu menariknya duduk di sofa .
" Kenapa ke sini " Edward hanya diam saja lalu membuka perban di kening nya .
Sekalipun tidak terlalu parah tapi itu harus agar tidak terkena debu .
" Abang " Edward hanya diam saja ,lalu berjalan ke arah dapur mau Tidak mau akhirnya dia pun ikut berdiri mengikuti Edward .
" Aku baik² saja ,ini hanya luka kecil " Ucapnya mencoba menahan Edward tapi sepertinya hanya sia² .
Edward datang mendekati nya sambil membawa baskom kecil berisi air hangat dan juga kain .
" Duduk " Menurut lebih baik bukan, akhirnya dia duduk di kursi yang dekat dengan nya .
" Ssstttt " Edward meniup pelan lukanya saat mendengar nya kesakitan .
" Apa kau tidak punya uang untuk ke rumah sakit " Ucap Edward ketus .
" Punya tapi aku masih bisa lakukan sendiri " Edward hanya terdiam kembali membersihkan luka nya .
Hingga dia kembali menutup luka itu dengan perban yang sudah di siapkan sebelumnya nya .
" Lain kali tidak usah ke sini aku masih bisa mengurus diriku ,kamu sudah bisa membawa pengawal mu tidak perlu menjagaku " Ucapnya .
" Iya aku akan membawa mereka ,karena kamu bukan siapa²ku,lagian besok aku akan kembali " Hanya ada senyuman manis yang bisa di berikan .
" Apa perlu aku ke luar dari apartemen ini " Tanya nya sekuat mungkin .
Dia baru datang lalu apa tadi ?? Kembali apa dia tidak sadar kalau dia begitu merindukan nya !!
Jika hanya ingin memastikan keadaan nya dia bisa video atau menanyakan pada pengawal yang selalu ikut Dengan nya kenapa harus buang² waktu ke sini
" Tidak perlu anggaplah aku memberi kan padamu " Jawab Edward tenang .
" Makasih" Ucapnya lalu berdiri mengambil baskom dan lain tadi untuk di bersihkan sebelum di kembalikan di tempat nya .
Edward menatap datar apa yang di lakukan wanita itu hingga selesai dan dia pergi begitu saja tanpa berkata apa pun pada Edward .
" Aku yang ke situ atau kamu yang ke sini " Tidak peduli dia tetap melanjutkan langkahnya .
" Jangan membuatku emosi, kamu sudah tahu jika aku marah " Suaranya sudah naik 2 oktaf .
" Jangan merasa paling penting, karena aku datang menemui mu " Ucapnya dengan keras.
" Maaf , Abang mau minum apa biar aku buatkan " Ucapnya saat sudah di depan Edward .
" Apa aku harus melakukan kekerasan dulu " Tanya Edward datar .
" Maaf Hmmpp " Edward membungkam mulutnya cepat lalu menuntut nya ke meja makan .
Dia tidak peduli penolakan wanita itu dia terus membawa nya dan membaringkan di atas meja tanpa melepaskan pangutan itu .
Edward menahan tangannya membawa nya ke atas kepalanya karena selalu mendorong tubuhnya .
" Aaahhhh " Desahhnya saat ciuman itu turun bermain di leher jenjang nya dan meninggalkan tanda kepemilikan .
" Jangan membuatku marah " Ucap Edward lalu menjatuhkan kepalanya di antara dua benda kenyal itu .
" Aku tahu siapa ...."
" jangan membuat ku kembali menyerang mu " Potong Edward lirih lalu bangun dari atas tubuh menarik tangan tangannya sehingga dia duduk di pangkuan Edward .
" Kenapa bisa terluka " Tanya sambil memeluk pinggang wanita itu dan membenamkan wajahnya di dua benda kenyal .
" Aku kira pengawal sudah menceritakan " Jawabnya lalu memeluk leher Edward .
" Aku akan kembali besok pagi " Ucap Edward.
" Kenapa selalu sesuka hatimu " Ucapnya kesal .
" Aku akan kembali aktif sekolah nya " Jawab Edward sambil menatap matanya
" iya² karena aku hanya wanita ....."
" Mau aku bunuh " Potong Edward menatap tajam wanita yang kini sudah ketakutan .
" Abang "
" Hebm "
" Aku dengar di sekolah ada yang menyukai mu " Edward mengagguk membetulkan " Tidak mau mencoba ,setidaknya dia lebih layak bersama mu " Ucapnya hati².
" Layak atau tidak bukan urusanmu !! " Jawabnya ketus " Jika aku mau tanpa harus bersama nya aku bisa mendapatkan siapa saja , termaksud kamu tapi aku tidak mau " Jawabnya cepat dan santai.
" Jika aku tidak penting untuk apa ...."
" Hanya sebagai teman " Jawabnya cepat tanpa ada keraguan.
" Teman " Ulangnya sambil tersenyum miris.
Ingin sekali berteriak tapi itu hanya dalam hati saja kenapa pria es ini selalu memainkan perasaan nya .
Tidak ada lagi ucapan dari kedua insan itu hanya ada keheningan dengan pikiran masing-masing .
tapi Edward selalu memeluk pinggang wanita itu yang duduk di pangkuan nya .
" Tidak bisa kah membuka ...."
" Jangan membicarakan sesuatu yang sangat mustahil kamu sudah tahu jawabnya jika aku tidak bisa " Potong Edward cepat .
" Baiklah ,aku tidak akan menanyakan hal itu lagi " Ucapnya lirih .
" Jaga dirimu baik-baik di sini karena mungkin ini terkahir nya aku ke sini karena kesibukan sekolah dan setelah itu aku akan lanjut kuliah , kamu juga tinggal 2 tahun bukan jadi gunakan waktu sebaik mungkin " Ucap Edward serius .
" Bisa kan " tanya Edward menatap mata sudah mulai berembun .
" Hebm " Jawabnya dengan anggukan kepala .
Maaf Batin Edward yang masih menatap mata bening itu .
" Aku ke kamar dulu " Edward menahan pinggang nya " Abang " Panggil nya serak .
" Aku mohon " Edward hanya diam saja.
Cup
Edward mencium sekilas bibir tipis itu " Aku pasti merindukan ini " Ucapnya sambil mengelus bibir basah itu .
" Hanya itu " Edward mengagguk cepat " dan ini " Ucapnya sambil meremas dada yang yang begitu membuat nya candu .
Jangan tanya kenapa dia semesum ini kalian pasti sudah tahu jawabannya .
Sekalipun usianya terbilang masih muda tapi dia laki² normal yang tumbuh di lingkungan keluarga ************.
" Mau bermain sebagai perpisahan " Tanya menatap Edward .
" Kau yakin " tanya Edward serius " Kenapa tidak " Jawabnya serius .
" Jangan gila " Edward mendorong kepala nya hingga membuat nah kesal .
" Kenapa tidak berani memegang bagian bawah " Pancing nya tapi Edward hanya terdiam seribu bahasa .
" Kau salah orang, kau berharap aku melakukan nya dan berakhir di ranjang ,mimpi " Ucapnya ketus
" Ayo temani aku tidur aku lelah menempuh perjalan begitu jauh " Ucap Edward lalu berdiri begitu juga dia .
" Tapi ....
" Bangunkan malam nanti "
" Selalu sesukanya "Edward masa bodoh dia berjalan ke arah kamar sambil menggegam tangannya menuju lantai dua .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟