One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Lupa berterimakasih



" Tuan " Edward menghentikan langkahnya saat Nova memanggilnya .


Lalu dia menatap tangan Nova tanpa ragu dia hanya mengambil Ponselnya tapi tidak dengan dompetnya .


Nova menatap bingung pada tangannya dan juga Edward yang sudah pergi meninggalkan nya di depan pintu ruangan begitu juga Raymond,Reza, Radhi dan Rangga tanpa mengatakan papa pun.


Raymond Tersenyum tipis lalu menggeleng melihat tingkah sang anak sulung, dia juga begitu dingin tapi Edward bisa di bilang lebih dingin dari nya .


" Kenapa dia hanya mengambil Ponselnya " Nova tersadar lalu berjalan cepat mengejar lift dan semoga belum tertutup .


Seperti di sengaja mereka hanya menatap datar ke arah Nova yang berlari agar lift tidak tertutup .


Dengan cepat Nova memencet tombol lift tapi percuma liftnya sudah turun ke bawah , tidak ingin Edward semakin berpikiran buruk padanya dia kembali memasukkan dompet Edward dan melewati tangga darurat .


" Apa dia mengerjai ku " Ucap Nova di sela langkahnya yang menuruni tangga depan cepat .


" Aku membencimu Abang " Pekik Nova sambil turun ke bawah sambil mengumpat anak tangga yang seolah membuat kepala nya pusing karena posisinya seperti berbelok .


Saat sampai di bawah Nova kembali berlari mengejar dan berharap pintu lift nya belum sampai .


Namun lagi² dia garus kalah dengan kecepatan lift sialan itu, di mana Edward dan lainya sudah siap le luar dari pintu utama perusahaan .


" Tuan " Panggil Nova ,tapi seolah tuli baik Raymond atau yang lainnya hanya melanjutkan langkahnya padahal jelas² suara Nova memenuhi loby perusahaan itu .


Sehingga menjadi tontonan karyawan yang lainnya, di mana ini sudah jam waktu pulang kantor Jadi hampir semuanya berlalu lalang di loby .


Nova menunduk kepalanya merasa malu saat semua orang menatap ke arahnya apa lagi Edward sudah meninggalkan perusahaan dengan cepat dia ke luar dengan berjalan cepat dari perusahaan itu di ikuti Arya dan Laras .


" Kenapa " Tanya Arya saat mereka sudah berada di luar ,Nova menatap sekeliling nya lalu berdehem " Aku lupa mengucapkan terimakasih " Elak Nova menatap ke arah lain seolah sedang mencari sesuatu .


" Terimakasih untuk apa " Tanya Laras kepo " Lagian bukannya besok kalian akan bertemu juga " Lanjutnya lagi .


" Ah iya aku lupa ?? aku hanya ingin mengatakan sekarang biar besok tidak lupa " Nova Tersenyum kuda memperlihatkan gigi putihnya .


" Nanti aku ingatkan tapi nanti panggil dengan ku iya jika ingin meminta maaf " Nova mengaguk saja .


" Kalau begitu aku balik dulu iya , soalnya masih ada yang harus aku kerjakan dan harus selesai malam ini " Ucap Nova .


" Apa kita tidak makan² dulu " Tanya Laras menatap kedua sahabatnya .


" Belum gajian ,ingat ini akhir bulan " Ucap Nova tegas .


" Kamu sekretaris sudah pasti Gajimu banyak ,pelit " Cibir Laras .


" Iya² nanti aku traktir tapi tidak sekarang ,aku harus Kembali ok " Laras mengaguk cepat " Aku tagih nanti iya " Nova memutar bola matanya jengah lalu mengaguk .


" Mau aku bantu " Nova menggeleng " Aku bisa selesaikan jika rumit nanti aku hubungi " Ucap Nova .


" Baiklah, kalau begitu pulang lah mandi,makan jangan begadang " Ucap Arya tulus .


" Siap " Ucap Nova tertawa kecil ,Laras menatap Arya lalu tersenyum .


Kemudian mereka berpisah ke arah tujuan masing-masing di mana mereka akan beristirahat sebelum esoknya kembali bertempur dengan komputer dan kertas² yang isinya rupiah semua .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Mandi setelah itu ke lapangan Bang " Ucap Raymond .


" Iya Dad " Jawab Edward .


" Mau ngapain " Tanya Adara yang sudah berada di pintu kamar " Main golf " Jawabnya lalu masuk di ikuti sang istri .


" Apa tidak lelah " Raymond menggeleng lalu mencium bibir Adara, sambil melepaskan jasnya lalu di lanjutkan Adara .


Sedangkan di kamar yang lainnya Reza menatap istri dan anaknya yang sedang duduk di meja rias lebih tepatnya Raine menjadikan anaknya bahan percobaan dan itu sudah menjadi hal biasa .


" Della cantik " Reza hanya menggaguk " Siapkan bajuku ,aku mau main golf,buatkan sama minuman " Ucap Reza .


" Della boleh ikut Pa " Reza menatap sang putri lalu menggeleng " Della sama Mama saja belajar menghabiskan uang Papa ok " Ucap reza sebelum masuk dalam kamar mandi .


" Mama " Panggil Della yang sudah berada di ruangan ganti .


" Mama " Panggil Della lagi .


" Kenapa sayang " Jawab Riane sambil mengeluarkan pakaian untuk Reza .


" Ganti model rambutnya cepat , Della mau ikut Papa " Raine hanya mengaguk saja .


Setelah selesai dia langsung membawa anaknya ke luar dari kamar menuju kamar Della yang ada di lantai satu .


" Rok, topi, kos kaki panjang ,sepatu ,baju kaos berkerak " Gumam Della saat sudah berada dalam kamarnya .


" Bibi Ica topi ade mana " Sang pengasuh pun mengambil apa yang di minta Nona mudanya .


Sedangkan Raine hanya menggeleng saja sambil tertawa kecil .


" Bibi tolong bantu Ade " Pengasuh pun membantu Della berganti pakaian sesuai wanita² yang bermain golf .


" Hai anak kecil kamu mau ke mana " Tegur Rifat saat melihat keponakan centilnya itu .


" Mau ikut Papa main " Jawabnya sambil menatap ke lantai atas .


" Riane " Teriak Elvi membuat sang nama langsung ke luar dari kamar anaknya .


" Apa lagi ini " Raine hanya tertawa kecil " Cucuku bukan boneka Riane " Pekik Adara kesal .


" anak pintar " Puji Radhi menatap Della yang sudah siap .


Tidak berselang lama Raymond ,Edward ,Reza dan Rangga ikut bergabung ke bawah .


" Ade mau ke mana " Tanya Rangga kaget .


" Ikut Papa " Reza menatap tajam Raine lalu menggendong putri nya .


" Minggir " Riane langsung mundur beberapa langkah .


" Semangat Ade " Della melambaikan tangan nya pada sang ibu .


PLak


" Sssttt sakit Mom " Adara ,Vania dan Amanda hanya tersenyum lalu berjalan ke dapur membuatkan minuman untuk suami mereka .


" Selalu saja iya " Raine memeluk lengan Elvi sambil berjalan ke dapur " Riane gemas mom " Ucapnya tanpa rasa bersalah .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟