
" Kenapa sayang " Tanya Rifat pelan, Amanda hanya menggeleng saja lalu menarik selimut nya .
" Bangun ayo " Rifat membantu Amanda bangun duduk berhadapan dengannya.
" Kenapa " Tanya sambil merapikan rambut yang menutupi wajah sang istri .
CUP
Rifat Tersenyum lembut setelah mencium bibir amanda sekilas .
" Tadi makan sama anak² " Rifat mengagguk tapi pandangannya tidak lepas dari Amanda " Kenapa aku tidak di ajak " Tanya Amanda.
"Bukannya kamu sampai malam , jadi Qiandra meminta makan di luar saja " Ucap Rifat.
" Tadi aku pulang cepat jam 3 sudah ada di rumah ,tapi anak² malah pergi ke perusahaan " Ucap Amanda .
" Kan memang setiap pulang sekolah anak² kadang ke sana sayang " Ucap Rif'at .
" Kalau mereka tahu kamu pulang cepat ,pasti mereka akan langsung ke sini " Lanjutnya lagi .
" Sudah jangan di pikirkan " Rifat langsung memeluk sang istri ,dia sadar kalau saat ini mood Amanda tidak bagus .
" Ayo tidur aku akan memeluk mu atau mau aku tiduri " Goda Rifat .
" Mas Aahhhh " Rifat Tersenyum kuda " Ayo tidur " Ucapnya tapi tangan nya tidak berpindah di dada Amanda .
Di kamar lain Edward sedang melakukan panggilan video sambil duduk di sofa menghadap jendela besar kamarnya .
" Apa tidak bisa ke sini "
" Aku tidak bisa ,sibuk "
" Tapi aku merindukan mu "
" Tapi aku tidak "
" Abang "
" Hebm "
" Ehz lihat sini coba " Rengek nya karena Edward hanya fokus pada buku yang ada di tangan nya .
" Buku lebih indah di lihat dari pada kamu " Jawabnya ketus .
" Kalau begitu aku terima saja ajakan Bastian menjadi pacarnya " Ancam nya kesal .
" Iya " jawabnya tapi Edward langsung menatap tajam Nova .
" Makanya, kalau pacarnya telepon di lihat " Ucapnya .
" Apa kamu pacarku "
" Abang " Panggilnya emosi .
" Rendahkan suaramu Nova " Nova mendengus kesal " Iya maaf " Jawabnya .
" Kenapa ?? " Edward menyimpan bukunya menatap layar iPadnya .
" Kangen ,boleh ke sini " Edward menggeleng " Bukannya aku sudah bilang yang kemarin terkahir nya kita bertemu " Nova menunduk " Tapi aku merindukan mu " Ucapnya lagi .
" Ada masalah " Nova menggeleng " Mau aku matikan " Ancam Edward .
" Eliza ....."
" Jangan memikirkan itu, Opa sama Oma sudah ke sana "Potong Edward cepat .
" Tapi aku ..... "
" Jangan memikirkan yang tidak harus ,fokus selesaikan kuliahmu begitu juga aku ,kamu paham kan " Nova mengaguk pelan .
" Kamu tidak kuliah " Nova menggeleng " Lusa baru masuk " Makanya aku minta Abang ke sini " Ucap Nova .
" Kamu memintaku ke situ sedangkan aku di sini sekolah, apa kamu tidak memikirkan itu apa otakmu sudah tidak berfungsi " Nova mendengus kesal menatap sinis sang kekasih .
" Kalau begitu aku yang ke situ " Ucap Nova kesal .
" Silahkan " Bukannya senang Nova malah memasang wajah kesal .
"Abang , Apa nanti kita akan selalu bersama " Tanya Nova serius .
" Tergantung ,aku mau bersama mu atau tidak " Jawab Edward seadanya .
" Aku serius Abang " Dengus nya kesal ,berbicara dengan Edward sama saja melatih kesabaran .
" Aku juga serius ,siapa tahu nanti di new York aku mendapat kan gadis yang lebih dari mu " Ucap Edward .
" Kalau kamu " Tanya Edward tersenyum tipis " Masih " Jawabnya tegas .
" Oh iya tapi terkahir ...."
" Abang " Pekik Nova lalu menunduk malu sambil memegang wajahnya yang terasa panas .
" Jangan membayangkan nanti kamu ingin ,awas kalau kamu mencari di luar kamu tahu akibatnya "
" Abang kira aku wanita apa " Ucap Nova .
" Sudah aku mau tidur ,kamu mengganggu saja " Ucap Edward .
" Cium dulu " Edward malah mematikan ponsel nya .
Itulah dia yang selalu melakukan apa pun sesuka nya tanpa memikirkan perasaan sang kekasih yang seperti nya sudah terbiasa ,sudah kebal dan Nova hanya perlu meluaskan hatinya saat menghadapi Edward manusia dingin,kaku ,datar semuanya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Loh kamu tidak kerja " Tanya Adara saat melihat Amanda masih memakai piyama tidur saat turun bersama Rifat .
" Tidak Kaka Ipar " Jawab Amanda .
" Pagi sayang " Amanda mencium pipi kedua anaknya lalu duduk di samping Qiandra .
" pagi ' Jawab mereka seadanya .
" Pagi mom Dad " Sapa Edward yang baru turun mencium pipi Raymond dan Adara.
" Cerah bangat bang " Edward hanya menaikan bahunya lalu duduk di samping El .
" Nanti Bunda antar iya " Ucap Amanda pada Qiandra .
" Kami pergi sama sopir Bun " Jawab Qiandra .
" Bunda istirahat saja " Lanjutnya lalu mengambil gelas susunya .
" Tapi bunda ingin mengantar kan kalian " Ucap Amanda.
' Untuk ?? " Daffi menatap Amanda yang juga sudah menatap nya " Apa bunda ingin menembus waktu nya bersama kami ,setelah itu bunda kembali lagi berkerja , kami sudah terbiasa di antar dan di jemput sopir jadi jangan membuat nya semua nya canggung " Lanjutnya dengan dingin .
' Daffi " Tegur Rifat .
" Daffi hanya mengatakan yang sebenarnya yah ' Jawabnya datar, Rifat hanya bisa menghela napas .
' Makan sayang " Amanda mengaguk pelan, mendapat penolakan dari ke dua anaknya membuat hatinya sakit .
" I love you " Bisik Rifat lembut pada sang istri yang hanya di balas senyuman tipis .
Sarapan pagi itu terasa beda karena tidak ada Henry dan Elvi yang harus melihat Eliza
setelah selesai sarapan semuanya berpamitan di rumah besar itu hanya ada Vania ,Adara ,Riane dan Adara .
" Jangan di pikirkan, biarkan mereka tenang dulu baru ajak mereka bicara " Ucap Adara lembut mereka masih duduk di kursi makan .
" Apa aku berhenti saja kak " Tanya nya pada Adara .
" Tanyakan pada hari kecilmu, apa kamu sudah siap atau belum ?? jangan melakukan papa dengan paksaan ' Ucap Adara .
" Aku seperti orang asing buat Daffi dan Qiandra " Ujarnya dengan menunduk .
" Tenangkan dulu pikiran kakak ipar , jangan melakukan semuanya karena keadaan mendesak " Ucap Raine menatap Amanda .
" Menurut Vania , mendingan bicara dulu pada anak² bicara dengan baik jangan ada emosi atau kata-kata kasar agar mereka nyaman saat mengeluarkan pendapat nya " Ucap Vania .
" Sebentar jemput mereka ,lalu ke perusahan Rifat pelan² saja jangan terlalu buru² ,jika kamu tidak ingin ke luar ubah jadwal piket mu untuk sementara seperti itu dulu " Usul Adara .
" Aku akan bicarakan dulu sama mereka , makasih atas sarannya " Ucap Amanda Tersenyum.
" Kita keluarga sudah sepantasnya saling mendukung " Ucap Adara .
Obrolan mereka terhenti ,karena masing-masing dari mereka harus ke kamar untuk membersihkan diri karena mereka masih memakai piyama tidur rumahan .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟