
" Tuan ' Edward mengaguk lalu berdiri sambil menunjuk ponselnya ,Nova yang sudah terbiasa pun langsung mengambilnya .
Kedua ke luar dari ruangan, karena pagi ini ada meeting, Sesampainya di ruangan Nova langsung membuka pintu membuat semua peserta yang ada di dalam langsung diam seketika dan berdiri.
" Selamat pagi tuan "
" Pagi semuanya " Balas Nova lembut .
Lalu mereka ikut duduk saat melihat tuan muda mereka duduk di kursinya .
" mulai " Titah Edward
seorang pria yang di percaya untuk menjelaskan tentu langsung berdiri menuju ke depan menelaskan sebaik mungkin agar bisa di pahami .
Edward menatap kedepan dengan serius begitu juga Nova dan yang lainnya .
Sesekali Arya Tersenyum menatap Nova yang membalas senyuman nya dan itu bisa di lihat oleh Edward .
Edward berdiri dari duduknya menatap lurus ke depan, di mana Arya maish terus menjelaskan .
" Ide siapa ini " Tanya Edward .
" Saya tuan " Jawab Arya " Tapi tentunya saya lebih dulu meminta pendapat yang lainnya dan membahas nya " Jawab Arya tenang,
" Kamu sangat hafal tentang urusan wanita , seperti nya kamu sering bersama kekasihmu " Arya hanya tersenyum lalu dia menatap Nova sekilas .
' Terimakasih tuan" Jawabnya, Nova Tersenyum kikuk apa lagi sorot mata Arya mengarah ke arahnya.
" Tapi bukan kah semua orang tidak sama dengan selera kekasih anda " Tanya Edward " Sejak tadi anda hanya memfokuskan satu titik " Lanjutnya lagi .
" Saya hanya menjelaskan garis besar nya tuan "Nova memberikan prosal yang sudah di bagi² kan pada peserta yang ada dalam ruangan itu .
Edward menerima nya sambil berdiri membaca secara detail ,Edward menyimpan prosal itu menatap kedepan .
" Kekasih anda sangat berpengaruh ,sehingga isinya sangat membosankan " semua orang saling berpandangan sedangkan Arya masih terdiam " Buat desain nya semenarik mungkin selera kekasih anda tidak sama dengan yang lainnya, saya tunggu sampai besok silahkan lanjutkan " Ucap Edward lalu ke luar dari ruangan itu .
Nova menatap pada Arya memberikan jempolnya membuat Arya Tersenyum lalu memberikan semangat sekalipun hanya gerakan bibir .
Nova mengejar Edward lalu memencet tombol lift menuju ruangan mereka .
" Tu-an " Panggil Nova gugup saat Edward mendorong tubuhnya ke Diding lift .
Nova langsung membulat kan matanya saat benda kenyal itu menyentuh bibirnya dengan kasar,Edward menarik pinggang Nova hingga tidak ada jarak di antar keduanya .
Mata mereka saling melirik satu sama lain ,jika sorot mata Nova karena kaget tidak dengan Edward yang sedang menahan emosinya sehingga dia memilih mengakhiri meeting nya .
" Bernapas " Nova langsung menarik napas dalam-dalam, sedangkan Edward menghadap ke depan lalu ke luar saat pintu lift sudah terbuka .
Nova menatap kepergian Edward dengan tatapan sendu dan kecewa lalu ikut menyusul Edward .
Sesampainya di ruangan Edward menengadah tangannya, Nova pun memberikan ponsel nya .
" Apa segitu cukup " Nova menatap bingung " Buka Hpmu " Nova berjalan ke arah meja mengambil Hpnya membuka pesan .
Ada M-banking yang masuk dan itu dari Edward dia menatap pria itu bingung .
" Masih kurang " Tanya Edward yang kini sudah duduk di ujung meja Nova menatap wanita itu " Ini untuk apa tuan " Tanya Nova bingung karena memang dia tidak paham .
Edward menunduk mendekatkan bibirnya ke telinga Nova .
"Bukannya kamu memerlukan itu ?? " Dia menatap wajah Nova sekilas " Aku akan memberikan lebih jika aku menginkan yang lebih dalam lift tadi ' Bisik nya sambil menggigit pelan ujung kuping Nova dan mencium lehernya .
Nova melototkan matanya apa ini artinya Edward membayarnya seperti wanita yang selalu dia ucap kan terhadap nya .
Lalu dia menatap ke arah Edward yang masih duduk di mejanya .
" Terimakasih ,saya memang sangat menyukai uang !! Dan tuan bisa memanggilku kapan saja " Balas Nova Tersenyum sekalipun ingin sekali rasanya menangis .
" Apa tuan ingin " Nova berdiri meletakan tangan nya di leher Edward, dia tidak peduli lagi toh bagaimana pun di mata Edward dia hanya wanita murahan wanita yang bisa di tiduri banyak pria .
Edward menatap Nova yang kini sudah berada di depannya salah satu tangan nya di masukan dalam saku celananya .
" Apa gaji mu menjadi sekertaris kurang " Tanya Edward sinis .
" Bukannya saya sudah bilang menyukai uang " Jawab Nova tenang .
" Apa begini caramu melayani pria lain " Nova mengagguk " Beginilah saya " Jawabnya membuat Edward semakin marah .
" Kau akan menyesalinya Nova " Tekan Edward menatap tajam Nova yang hanya tersenyum " Aku sudah sering melakukan nya " Ucapnya.
Edward menarik kasar tangan Nova menuju ruangan pribadinya dan membuang Nova dia atas kasur empuknya setelah pintu pribadinya tertutup .
Nova sudah mulai ketakutan lalu dia menatap sekeliling nya .
" Kenapa ?? " Nova hanya tersenyum menghilang kan rasa takutnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Edward menatap wanita yang masih terbaring di atas tempat tidurnya sambil bersandar di kepala ranjang dengan memperlihatkan bagian dadanya .
" Istirahat saja " Ucap Edward setelah melihat pergerakan di samping nya .
" Kamu mau ke mana " Edward menahan tubuh Nova yang ingin bangun .
" Saya harus kembali berkerja tuan " Nova mengempis tangan Edward dari bahunya .
" Kamu masih sakit Nova " Ucap Edward ,Nova menatap Edward, lalu bangun tanpa peduli dengan ucapan Edward .
" Nova " Bentak Edward ,tapi wanita itu memilih pergi ke kamar mandi dengan tubuh polosnya dia tidak peduli toh bagi Edward tertutup atau terbuka pun baginya dia hanya wanita murahan bukan , sekalipun sakit dia tetap masuk dalam kamar mandi setelah memungut pakaian yang sudah berserah kan di lantai .
setelah selesai dia langsung ke luar dari ruangan itu tanpa menatap ke arah Edward yang masih Beta dia atas tempat tidurnya langsung menuju meja kerjanya .
Edward pun langsung berdiri membersihkan tubunya sebelum ikut ke luar .
Di meja kerjanya Nova hanya bisa menunduk meletakan kepalanya di atas meja tidak ada air mata yang ke luar sama sekali .
entahlah apa yang d rasakan wanita itu hanya dia yang tahu, saat tengah sibuk dengan pikirannya suara Edward membuat nya mengangkat kepalanya .
" Dompet " Nova memberikan dompet Edward ,lalu mengambil berkas yang ada di atas meja
Tak
" Pakai kartu itu untuk Kebutuhan mu " Ucap Edward meletakan blacd card di atas meja nya .
Tanpa menolak Nova mengambil kartu itu dan menyimpan dalam dompetnya dan di mana di situ masih ada foto Edward dan itu sudah jelas di lihat oleh sang empedu .
" Makasih untuk bayarannya " Ucap Nova .
" Nova " Nova menengadahkan tangannya meminta dompet edward yang langsung di berikan lalu di simpan kembali dalam tas . .
" Maaf saya harus kembali bekerja " Edward menutup berkas yang di buka Nova .
" setengah jam lagi kita ada rapat bersama tuan Raymond di ruangan nya " Ucap Nova .
" Aku tidak peduli " Jawab Edward ketus " Tapi saya peduli karena itu pekerjaan ku selain menjual tubuhku " Mata Edward berkobar memancarkan amarah .
Tidak ingin kembali menyakiti Nova dia memilih ke luar dari ruangannya menuju ruangan Raymond .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰
Like
Koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟