One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
Kembali



Seminggu sudah Nova di rawat dan hari ini dia akan kembali ke rumah utama ,tapi sejak tadi dia hanya menatap lurus ke arah box bayinya yang sudah siap di bawah pulang .


Edward yang paham akan kondisi sang istri hanya bisa Memeluk nya dengan erat sambil mengelus punggung wanita itu, Nova membalas pelukan suaminya menangis dalam diam hingga membasahi .


" Abang " Panggil Elvi lembut .


" Oma duluan saja ke bawah sama anak²" Ucap Edward pelan .


" Baby ayo " Adara mengaguk lalu membawa Cucu perempuan nya , begitu juga Elvi dan El yang menjemput mereka karena yang lainnya berada di perusahaan .


" Ayo kita pamitan dulu sama Ade ,nanti besok kita ke sini lagi antarkan ASI nya " Ucap Edward lembut .


" Mau sama Ade saja " Ujar Nova sesegukan .


" Baby " Edward melepaskan pelukannya lalu berjongkok tepat di depan Nova menggegam kedua tangan wanita itu .


" Kalau kamu di sini bagaimana dengan Abang sama kakak aku sudah membayar beberapa perawat untuk menjaga nya di sana juga ada pengawal dua orang yang menjaga ruangan nya " Ucap Edward lembut .


" Ayo kita pamit dulu ,nanti Opa sama Daddy menunggu kita lama ,ayah sama ibu juga sudah menunggu kita di rumah " Nova mengaguk lemah lalu berdiri .


" Jangan nangis lagi , CUP " Edward mencium sekilas bibir Nova " Iya " Jawab Nova seadanya .


Kini Nova dan Edward sudah berada di ruangan perawatan si bungsu .


" Maaf Bunda lebih dulu pulang bersama Abang dan kakak, Ade cepat sembuh iya !! Besok Bunda ke sini lagi mengantar ASI untuk Ade " Ucap Nova sambil menggenggam tangan anak bungsu nya lewat lubang inkubator .


Maafkan Daddy meninggalkan mu sendirian di sini tapi Daddy janji akan datang menjemput mu bersama bunda ,opa dan Eyang ,jangan rewel Daddy sama bunda menyayangi mu begitu juga yang lainnya ,ayo berjuang princess Daddy yakin kamu wanita kuat seperti bunda ,i love you princess Ucap Edward dalam hati .


Setelah cukup lama di ruangan itu mereka meninggal kan ruangan perawatan bayi menuju mobil tidak ada ucapan apa pun dari keduanya hingga mereka sudah berada di mobil .


Raymond duduk di kemudi sedangkan Henry duduk si samping nya menggendong baby Girl lalu di belakang ada Elvi dan Adara yang menggendong Kedua bayi laki-laki Edward sedangkan El sudah lebih dulu pergi membawa barang² Nova selama rumah sakit .


" Pelan² Nak " Ucap Adara saat Nova masuk dalam mobil di susul Edward .


" Iya Mom " Jawab Nova lirih , Nova terus menatap ke arah luar jendela menatap pintu masuk rumah sakit .


Raymond menyalahkan mobil meninggalkan rumah sakit, Air mata Nova kembali ke luar saat sudah ke luar dari area rumah sakit besar itu .


" Besok kita ke sini lagi " Nova hanya mengaguk sambil menunduk meremas kedua tangan nya .


Oek .....Oek .....


" Princess kenapa Hm " Tanya Henry lembut memberikan Dot susunya, Raymond langsung menatap ke samping mengelus kaki bayi mungil itu memberikan ketenangan .


Elvi mengelus lengan Nova dari belakang, tidak ada ibu yang rela meninggalkan anaknya sendirian berjuang untuk hidup nya apa lagi bayi mungil itu masih berumur seminggu .


" Jangan menangis " Nova mengagguk lalu menghapus air matanya,membuat bayi perempuan nya ikut berhenti menangis.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini mobil mereka sudah sampai di rumah utama keluarga berkumpul menyambut mereka ,karena memang ini sudah sore jadi mereka memilih menunggu di rumah .


Tidak ada sambutan apa pun mengingat keadaan Nova dan mommy Ellena yang sudah kembali di rawat di rumah utama karena memikirkan kondisi Daddy Radit yang tidak mau meninggalkan mommy Ellena sekalipun banyak orang yang menjaga nya .


" Welcome keponakan Aunty " Ucap Eliza lembut menyapa ketiga bayi mungil itu ,lalu menatap sang sahabat dengan senyum tulusnya .


" Kau hebat " Hanya itu yang bisa Eliza ucapkan lalu memeluk Nova sebentar .


" Biarkan Nova istirahat dulu bang, anak² biar sama kami " Ucap Elsa lembut .


" Iya Oma, Ayo " Nova menurut saja mengikuti Edward ke kamar di mana kini kamar mereka sudah kembali ke atas .


ceklek


Nova memejamkan matanya saat pintu kamar mereka terbuka di mana aroma sang pemilik kamar begitu tajam ,dengan pelan dia mulai masuk hingga Edward mendudukkan dia di sofa .


" Aku siapkan air mandi mu dulu " Nova menggeleng " Mau peluk " Edward mengaguk lalu duduk di samping Nova dan memeluk wanita itu hingga Nova bisa kembali tenang .


" Mandi " Nova mengagguk lalu melepaskan pelukannya pada Edward , membiarkan pria itu ke kamar mandi menyiapkan air mandi mereka ,karena Edward selalu membantu nya mandi sekalipun pada akhirnya tidak sesuai rencana awal .


Sedangkan di luar di ruangan Keluarga semua keluarga tengah menatap bayi mungil milik kedua Manusia muda itu .


" Ada itu anak kucing seperti nya dia juga ingin punya anak " Ucap Alister.


" Jangan ajak Zaza berdebat, Zaza lagi tidak mood " Jawab Eliza tenang.


" Kaka lagi kelahi iya sama kakak Lintang " Eliza langsung menatap tajam El .


" Kan biasanya gitu " Lanjutnya terbata .


" apa dia sudah sadar ,jika wanita yang dia pacari sejenis dinosaurus " Ucap Xavier.


"Syukurlah ,tidak sia² selama ini aku berdoa " Ucap Rif'at .


" Apa kalian hanya diam saat Cucu kesayangan kalian di buly sama mahluk astral seperti mereka " Ucap Eliza menunjuk Xavier, Alister ,dan Rifat .


" Jangan begitu bagaimana pun Zaza sudah berusaha menjadi wanita kalau pun di tinggalkan itu sudah nasibnya " Ucap Radhi sendu membuat mereka tertawa .


"Opa " rengek Zaza manja .


" Jangan Ganggu Zaza " Ucap Henry biasa .


" Hanya segitu " Ucap Eliza semakin kesal .


" Princess " Tegur Naufal.


Eliza langsung mengambil ponselnya menelpon seseorang .


" Kapan kamu menikahiku " Tanya Eliza saat panggilan sudah terhubung .


" Kamu serius , bukannya kemarin kamu bilang tidak mau menikah denganku " Lidah Eliza berdecak kesal apa lagi menatap para manusia yang ada di situ menahan senyumnya tidak kecuali orang tua Nova .


" Itu kan kemarin sekarang beda , kenapa tidak paham sih " Gerutu Eliza emosi .


" Kamu siapnya kapan ?? Kan kamu yang mengulur waktu " Bukannya mereda Eliza semakin emosi dengan jawaban sang kekasih .


" Sekarang " Jawabnya dengan kencang .


' Di sini ada mami sama papi loh Honey "Ujar Lintang .


" Kamu yakin " Lanjut nya lagi membuat Eliza menelan ludahnya kasar .


" Tunggu Anak Abang dari rumah sakit sama Eyang baikan iya ,Maaf Pi ,mi " Ujar Eliza sambil tertawa kecil menghilangkan rasa malu nya membuat yang lainnya tertawa melihat wajah pucat Eliza .


" Tidak papa sayang , kami paham koh salam untuk keluarga di situ maaf papi sama mami belum sempat menjenguk Eyang Ellena soalnya papi ada kerjaan di luar jadi mami harus ikut " Terangnya dengan lembut.


" Tidak papa mi, sekali lagi Zaza minta maaf " Ucap Eliza lembut .


" Iya sayang " Jawabnya .


" Honey "


" Aku tutup ,aku lagi marah sama kamu " Ujar Eliza lalu menutup panggilannya begitu saja .


Tut.....Tut


Eliza memasukkan kembali ponselnya dalam tasnya lalu menatap satu persatu keluarganya yang begitu senang saat melihat nya emosi dan sengasara.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf sebelumnya jika author up nya agar terlambat 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘