One Night with CEO 2

One Night with CEO 2
perjalan pulang



Setelah pembicaraan yang cukup panjang antara Edward,Nova yang lainnya akhirnya Nova mengiyakan mengikuti mereka dengan syarat yang tentunya hanya Edward sama Nova yang tahu .


Dan Nenek Nur mau tidak mau harus ikut di mana Nova sudah bersikeras untuk tetap di desa kalau Nenek Nur tidak ingin ikut .


Hingga akhirnya Daddy Radit turun tangan dan untuk urusan rumah nya dan yang lainnya dia akan menyerahkan pada kepala desa nantinya akan di urus anak buah Daddy Radit untuk masalah gaji dan yang lainnya .


Henry juga menjanjikan lapangan kerja untuk para warga di sana dari yang pria atau yang wanita, sekolah gratis serta memasang lampu jalan serta jariangan bentuk terimakasih nya pada mereka karena sudah menerima Nova dengan baik hingga membuat kepala desa dan warga lainnya begitu senang dan berterima kasih pada Nova.


Mereka berharap suatu saat Nova masih mau mengunjungi desa sekalipun tidak ada hal yang spesial di desa itu .


Kini mereka sudah berada di mobil menuju kota ,setelah Davin mengatakan aman tentang kondisi Nova dan Nenek Nur.


" Nyaman " Nova hanya mengaguk menatap ke luar " Baby " Nova menatap Edward lalu kembali menatap ke luar .


Daddy Radit yang duduk depan hanya bisa menatap sekilas lalu menatap ke depan lagi , sedangkan Raymond dan Henry hanya bisa diam sedangkan Nenek Nur berada di mobil yang ditumpangi Jose dan yang lainnya .


" Istirahat lah, perjalan masih jauh " Nova memejamkan matanya mencoba menenangkan pikirannya tapi itu hanya sebentar saat Edward menarik selimut dari bawa kursinya membuatnya kaget .


" Maaf " Ucap Edward lalu menyelimuti tubuh Nova dengan lembut " Mau di baring kan sedikit " Nova mengaguk pelan " Segitu " tanya lagi .


" Terlalu turun " Edward kembali mengaturnya " Segitu " Tetap sama Nova tidak mendapatkan kenyamanan nya,lalu dia menatap Edward .


" Katakan saja " Ucap Edward lembut .


" Bisa saya sama Nenek saja " Ucap Nova takut .


" Kenapa ?? Katakan saja " Ucap Edward, Nova memilih diam hingga akhirnya Edward mengusap punggung bawah Nova membuat wanita itu kaget ,tapi ada rasa nyaman dalam hatinya " Begini " Nova mengagguk pelan, Edward merapikan selimut Nova " Tidurlah " Nova mengaguk lalu memejamkan matanya, Edward mengeluarkan ponselnya menyetel lagu biar Nova lebih nyaman tidur nya .


Melihat sikap Edward penghuni mobil itu menarik sudut bibirnya tipis.


" Abang istirahat saja " Ucap Henry .


" Iya Opa sedikit lagi " Ucap Edward yang terus mengelus pinggang belakang Nova .


" Perut nya besar iya Bang " Tanya Raymond .


" Iya Dad ,pasti berat untuknya " Jawab Edward menatap perut nya .


" Ssssttttt " Nova meringis kecil saat mendapat kan tendangan, Edward menatap Nova lalu kembali mengelus belakang Nova .


"Apa kita kembali malam ini Dad " Tanya Henry .


" Iya ,kita langsung Kembali , mereka sudah menunggu kita sejak tadi " Jawab Daddy Radit .


" Opa istirahat saja " Ucap Raymond.


" Baiklah ,soalnya Opa takut dokter tua itu memarahi Opa " Raymond hanya tersenyum " Abang istirahat juga " Edward hanya mengaguk saja sebagai jawabnya .


Setelah hampir satu jam Edward membatu Nova tidur akhirnya dia bisa menarik tangan nya kembali .


" Cape ' Edward hanya tersenyum saja,lalu kembali merapikan selimut Nova " Uncle kurangi sedikit pendingin nya " Arif menurut , saat melihat anggukan kepala Edward Arif baru menarik tangannya .


Edward mengelus pelan perut buncit Nova membuat bibirnya tertarik ke atas dan itu semua tidak luput dari perhatian Henry dan Raymond ,mereka turut bahagia melihat Edward sudah kembali sekalipun tidak sepenuhnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Secara perlahan Nova membuka matanya pelan ternyata dia masih berada dalam mobil justru mereka masih melewati hutan ,dia berpikir mereka sudah sampai dan Edward tidak berani membangunkannya karena takut .


Dia menatap ke samping di mana Edward juga sedang tertidur dengan pulas ,Nova menatap ke arah bawah di mana tangan Edward berada di perut nya .


" Kamu butuh sesuatu " Nova langsung menatap ke belakang karena kaget dan itu membuat Edward ikut terbangun .


" Baby " Panggil Edward serak .


" Maaf, Abang lanjut lagi " Edward membenarkan posisinya " Mau makan " Nova mengagguk, Edward pun mengambil buah yang sudah di siapkan Nenek Nur sebelum mereka pergi karena memang Nova sering terbangun hanya untuk makan dan itu di beri tahu oleh Nenek Nur sebelum mereka masuk dalam mobil .


" makan ini dulu iya ,nanti kalau ada restoran baru beli makanan " Ucap Edward lembut sambil memegang kotak buah Nova .


" Ini sudah cukup koh " Jawab Nova lembut, Edward hanya mengaguk saja .


" Apa sering begini " Nova mengagguk " terus makan apa ,apa buah juga?? " Lanjutnya .


" Makan nasi sama lauk, kalau buah biasanya bangun lagi " Ujar Nova jujur .


" Kata dokter wajar karena mereka berempat ' Ucap Nova .


" berat " Nova mengaguk jujur " Tapi aku suka " Jawabnya Tersenyum .


Melihat kedua manusia yang sedang bercerita membuat pria yang ada di belakang Tersenyum begitu juga Daddy Radit langsung terbangun saat mendengar suara dari bangku belakang .


Setelah beberapa menit Nova kembali menutup kotak bekalnya padahal buahnya masih ada .


" Kenyang "Tanya Edward lembut menerima kotak bekal dari tangan Nova .


" Iya ,Abang " Panggil Nova gugup .


" Kenapa Hm " Jawabnya menatap Nova


" Boleh berhenti , punggung ku panas ,bokongku juga karena sejak tadi duduk terus " Bisik Nova pelan ,Edward menjauhkan wajahnya menatap Nova yang merasa tidak nyaman .


" Tunggu iya " Nova mengaguk kembali duduk karena Edward masih menyimpan kotak bekal dalam kulkas kecil yang ada di mobil itu .


" Uncle berhenti sebentar " Ucap Edward .


" Abang butuh sesuatu " Tanya Daddy Radit.


" belakang Nova panas , bokong nya juga karena kelamaan duduk " Arif pun menghentikan mobilnya padahal mereka masih berada di dalam hutan membuat mobil yang lainnya juga berhenti .


Baru Edward membuka pintu yang ada di samping Nova ,membantu Nova untuk turun dari mobil .


Melihat Nona muda mereka turun bersama edward pengawal langsung ikut turun menjaga mereka, karena mereka tidak tahu jika ada musuh atau binatang buas secara mereka berhenti di mana mereka masih di kelilingi hutan .


Henry, Raymond ,Jose, Reza dan Davin pun ikut turun,sedangkan Nenek Nur di larang untuk turun .


" Kenapa Bang " Tanya Davin menatap Edward yang duduk di ambang pintu mobil mengusap belakang Nova .


" cape Opa " Jawab Edward sambil memegang Nova dengan tangannya yang bebas .


Davin memegang perut Nova yang sedikit keras lalu dia menatap Nova .


" Keram " Nova mengagguk pelan " Sedikit " Davin menatap sekeliling nya " Apa masih jauh " Tanya Davin .


" Sedikit lagi tuan ' Jawab Arif yang ada di dekat mereka " Bisa bawah baring kan " Nova mengagguk " Bantalnya sama Nenek " Dengan cepat Arif berjalan ke arah mobil di tumpangi Nenek Nur .


Davin masuk dalam mobil mengatur kursi untuk tempat tidur Nova setelah itu dia ke luar lagi .


" Sudah enakan " Nova mengagguk " Masuklah, sedikit lagi kita sampai " Edward membantu Nova untuk masuk kembali dengan pelan dia membaringkan Nova , Davin menyimpan batal di depan perut Nova untuk melindungi nya .


Saat semuanya sudah Kembali dalam mobil Edward berjongkok samping kuris Nova .


" Begini " Sambil mengelus sisi perut Nova " Abang duduk saja nanti kaki Abang sakit " Ucap Nova .


' Istirahat lah, aku tidak papa " Jawab Edward Tersenyum terus mengelus perut Nova .


" Ini kuat tidak " Tanya Nova memegang sisi tempat duduknya .


' Kuat kenapa " Tanya Edward.


" Abang duduk saja di sini " Edward tertawa kecil " Kepalaku nyangkut baby " Nova menatap ke atas lalu melihat sekeliling nya " Tidur saja, aku tidak papa " Nova kembali menatap Edward ada rasa tidak tega dan juga kasian " Apa tidak ada kursi kecil " Bukannya menjawab Edward semakin menarik sudut bibirnya " Kalau saja tidak ada orang dalam mobil dari tadi aku mencium mu " Ucap Edward tanpa rasa malu .


" CK " Lidah Henry dan Raymond berdecak kesal menendang pelan Edward yang hanya tersenyum .


" ayo istirahat " Ucap Edward saat melihat Nova kaget karena dia mendapat kan serangan " Pejamkan matanya baby " Nova menurut karena memang dia sudah mengantuk karena memang dia bangun hanya untuk makan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dukung terus Edward menjadi novel favorit kalian 🥰🥰🥰🥰


Like


Koment


Vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟